Kamis, 14 Mei 2009

Risalah Untuk Mereka Yang BURON TERTAWAN bag.1

Risalah Untuk Mereka Yang

BURON

&

TERTAWAN

Janganlah Bersedih …

Sesungguhnya Alloh Bersama Kita

Abu Muhammad Al Maqdisi



بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada penutup para Nabi dan Rosul … wa ba'du:

Ketahuilah, semoga Alloh membimbingmu kepada segala kebaikan. Sesungguhnya antek-antek thoghut telah memburu kami dan beberapa ikhwanmuwahhidin lainnya sejak akhir bulan Rojab tahun ini, lalu di antara ikhwan ada yang berhasil mereka tangkap … sementara sebagian lagi belum berhasil mereka tangkap, maka mereka meninggalkan perintah kepada keluarganya supaya ia datang menyerahkan diri kepada mereka … kemudian terjadilah sedikit perselisihan antara ikhwan-ikhwan yang tengah buron tersebut, mengenai hukum memenuhi panggilan orang-orang kafir tersebut …

Di antara ikhwan ada yang berpendapat sebaiknya memenuhi panggilan orang-orang kafir tersebut …

Sebagian lagi berpendapat untuk tidak memenuhi panggilan mereka … kelompok yang berpendapat seperti inipun terbagi menjadi dua bagian. Salah satunya mengatakan bahwasanya kita tidak akan menyerahkan diri dan memenuhi panggilan mereka kecuali kita telah yakin bahwa hal itu tidak akan menimbulkan fitnah atau kita dipenjara secara paksa …

Satu kelompok lagi mengatakan kita tidak akan memenuhi panggilan mereka selamanya, dan jika mereka menyergap kita, kita akan lawan dan perangi mereka sampai kita lolos atau kita terbunuh …

Oleh karena itu, saya ingin --- sebagai kecintaan saya kepada para ikhwan --- untuk menulis masalah ini berdasarkan dalil syar'i supaya saya dan ikhwan-ikhwan memahami mana yang benar dalam masalah ini …

Dengan memohon petunjuk dan bimbingan kepada Alloh, saya katakan:

Pertama:

Disyariatkannya Dan Diperbolehkannya Lari Dari Orang-Orang Kafir, Dan Bersembunyi Dari Kejaran Mereka Ketika Dalam Keadaan Lemah.

Al Bukhori meriwayatkan di dalam Shohih nya pada Kitabul Iman;Babu Minad Dini Al Firoru Minal Fitan [Bab: Termasuk ajaran agama adalah melarikan diri dari bencana], dari Abu Sa'id Al Khudri, berkata: Telah bersabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam:

يُوْشِكُ أَنْ يَكُوْنَ خَيْرَ مَالِ اْلمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ ، وَمَوَاقِعَ الْقِطْرِ ، يَفِرُّ بِدِيْنِهِ مِنَ الْفِتَنِ

Hampir tiba saatnya dimana harta terbaik bagi seorang muslim adalah kambing yang ia bawa ke puncak-puncak gunung dan lembah-lembah. Ia lari menyelamatkan imannya dari bencara.

Al Bukhori juga meriwayatkan di dalam Kitabul Fitan; Babu An Takuna Fitnatul Qo'idi Fiha Khoirun Minal Qo-im [Bab: Terjadi bencana, di mana pada saat itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri], dari Abu Huroiroh rodliyallohu 'anhu, ia berkata: Telah bersabda Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam:

سَتَكُوْنُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ ، وَالْقَائِمُ فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيْهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي ، مَنْ تَشَرَّفَ لَهَا تَسْتَشْرِفُهُ ، فَمَنْ وَجَدَ مِنْهَا مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ

Akan terjadi fitnah (bencana, kekacauan) di mana ketika itu orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Barangsiapa melongok kepadanya akan tercebur kedalamnya. Maka barangsiapa mendapatkan tempat berlindung atau tempat bernaung hendaknya ia berlindung dengannya.

Dalam hadits-hadits tersebut ada pelajaran yang mulia dan agung, yaitu disyariatkannya lari dari fitnah (bencana), dan jangan sampai kita berjalan atau berlari ke sana …

Di dalam hadits-hadits tersebut juga diterangkan bahwasanya lari dari fitnah itu termasuk dari ajaran agama dan dari iman … dan hal itu bukanlah termasuk pengecut atau penakut sebagaimana anggapan banyak orang.

Bagaimana lari bersembunyi dari fitnah (bencana, cobaan) itu bisa dikatagorikan dalam sifat pengecut atau penakut sementara itu adalah tindakan yang dicontohkan oleh para Nabi dan orang-orang sholih ketika dalam kondisi lemah dan tertindas …

Lihatlah sang penutup para Nabi dan Rosul (Muhammad), setelah beliau menyatakan dan menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan, dan menunjukkan penentangan dan baro'nya terhadap orang-orang kafir dan sesembahan-sesembahan mereka yang batil … terkadang beliau beserta beberapa sahabatnya menyembunyikan diri … setelah orang-orang kafir menguasai mereka dan menyakiti mereka.

- Di dalam Shohih Al Bukhori disebutkan kisah masuk Islamnya Abu Dzar, dan kisah pertemuannya dengan Ali yang mengantarkannya kepada Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam, yang merupakan dalil untuk persoalan ini.

- Yang lain lagi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam Musnadnya III/322, 339, dll dari Jabir, tentang bai'atul 'aqobah. Di sana Jabir mengatakan: " … sehingga tidak ada sebuah rumah anshor pun kecuali di dalamnya ada beberapa orang Islam yang menampakkan Islamnya. Kemudian mereka semua mengadakan pertemuan. Kami berkata: Sampai kapan kita biarkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam terusir dan ketakutan di pegunungan Mekah? Maka 70 orang di antara kami datang kepada beliau pada musim haji. Lalu kami bersepakat untuk bertemu dengan beliau di lembah Al 'Aqobah. Maka kami menemui beliau satu-satu dan dua-dua sampai kami semua berkumpul … sampai akhir hadits."

- Dan di dalam Shohih Al Bukhori disebutkan riwayat dari 'Abdulloh bin Mas'ud, ia berkata: "Tatkala kami bersama Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam di dalam goa, tiba-tiba turun surat Al Mursalat kepada beliau. Sungguh beliau membacanya dan aku menerimanya dari mulut beliau langsung, dan sungguh bibir beliau basah karenanya, lalu tiba-tiba ada ular melompat kepada kami. Maka Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bunuh dia!" Kamipun langsung mengejarnya hingga ia pergi. Lalu Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ia terjaga dari kejahatan kalian dan kalian terjaga dari kejahatannya."

- Dan hadits-hadits semacam ini banyak …

- Dan Alloh ta'ala berfirman:

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْأَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْهُمَا فِي الْغَارِ إِذْيَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَتَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Jikalau kalian tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Alloh telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Alloh beserta kita." Maka Alloh menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kalian tidak melihatnya, dan Alloh menjadikan kalimat orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Alloh itulah yang tinggi. Dan Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana . (At Taubah: 40)

- Dan dalam kisah hijroh juga terdapat pelajaran tentang masalah ini …

- Dan lihatlah Nabi Musa 'alaihis salam, Alloh ta'ala berfirman tentang beliau:

وَجَآءَ رَجُلٌ مِّنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ يَسْعَى قَالَ يَامُوسَى إِنَّ الْمَلأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ قَالَ رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu". Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu". (Al Qoshosh: 20-21)

Jika ada yang mengatakan: Itukan terjadi sebelum beliau diangkat sebagai Nabi …

Kami jawab: Namun Nabi Musa 'alaihis salam setelah menjadi Nabipun tidak menyalahkan perbuatannya tersebut, bahkan beliau membenarkannya sebagaimana yang Alloh ta'ala beritakan dalam firman-Nya:

فَفِرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ

Lalu aku melarikan diri dari kalian tatkala aku ketakutan, maka Robbku menganugerahiku hukum dan menjadikanku dari golongan para Rosul. (Asy Syu'aro')

Dan Alloh ta'ala juga berfirman tentang beliau setelah itu:

وَأَوْحَيْنَآ إِلَى مُوْسَى وَأَخِيْهِ أَنْ تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوْتًا وَاجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". (Yunus: 87)

Ketika itu mereka bersembunyi dan sholat di rumah-rumah mereka … dalam hal ini ada kata-kata Sayyid Quthub yang bagus yang bisa dirujuk kepada Fi Dhilalil Qur-an, hal. 1816.

- Demikian pula para pemuda ash-habul kahfi, setelah mereka menyampaikan tauhid mereka secara terang-terangan dan mereka diancam oleh kaum mereka, mereka berlindung ke goa … sebagaimana yang Alloh ta'ala ceritakan:

وَإِذِ اعْتَزَلْتُمُوهُمْ وَمَايَعْبُدُونَ إِلاَّ اللهَ فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنشُرْ لَكُمْ رَبُّكُم مِّن رَّحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُم مِّنْ أَمْرِكُمْ مِّرْفَقَا

Dan apabila kalian meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Alloh, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhan kalian akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada kalian dan menyediakan sesuatu yang berguna bagi kalian dalam urusan kalian . (Al Kahfi:16)

Dan Alloh ta'ala berfirman tentang mereka:

قَالُوا رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ فَلْيَنظُرْ أَيُّهَآ أَزْكَى طَعَامًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلاَيُشْعِرَنَّ بِكُمْ أَحَدًا إِنَّهُمْ إِن يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ يَرْجُمُوكُمْ أَوْ يُعِيدُوكُمْ فِي مِلَّتِهِمْ وَلَنْ تُفْلِحُوا إِذًا أَبَدًا

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sudah berapa lamakah kalian berada (disini?)". Mereka menjawab: "Kita berada (disini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Tuhan kalian lebih mengetahui berapa lamanya kalian berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kalian untuk pergi ke kota dengan membawa uang perak kalian ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah ia membawa makanan itu untuk kalian, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan tentang diri kalian kepada seorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian, niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu, atau memaksa kalian kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung selama lamanya". (Al Kahfi: 19-20)

Demikianlah keadaan orang-orang sholih tatkala mereka dalam keadaan tertindas dan lemah … jika engkau mau meneliti kisah-kisah tabi'in, pendahulu umat ini, tentu engkau akan mendapatkan banyak contoh dalam hal ini …

Di sini saya cukup memberikan tiga contoh yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi di dalam kata pengantar kitabnya yang berjudul Manaqibul Imam Ahmad bin Hanbal: "… namun aku mencari orang-orang yang telah berhasil mecapai tingkat kesempurnaan dalam dua hal --- yakni ilmu dan amal --- dari kalangan tabi'in dan generasi setelah mereka. Tapi aku tidak mendapatkan orang yang sempurna dalam dua hal tersebut, yang kesempurnaannya tidak ternodai dengan kekurangan, kecuali tiga orang: Al Hasan Al Bashri, Sufyan Ats Tsauri dan Ahmad bin Hanbal." Halaman 5.

- Adapun Al Hasan Al Bashri, ia memberontak, dan ada yang mengatakan dia diajak memberontak, bersama orang-orang yang memberontak Al Hajjaj pada peristiwa pemberontakan 'Abdur Rohman bin Al Asy'ats1, di mana pada saat itu Ibnu Al Asy'ats bersama sekelompok qurro' (ahli Al Qur'an) dan fuqoha' memberontak atas kedholiman dan kelaliman Al Hajjaj … lalu setelah Ibnu Al Asy'ats kalah, Al Hasan Al Bashri menyembunyikan diri dari Al Hajjaj, sampai-sampai ketika anak perempuannya meninggal ia tidak dapat keluar menemuinya, sehingga ia mewakilkannya kepada Ibnu Sirin …2

- Adapun Sufyan Ats Tsauri, ia melarikan diri ke Bashroh ketika Kholifah Al Mahdi menawarkan jabatan kepadanya … beliaulah orang yang mengatakan: "Aku tidak takut mereka akan menghinakan aku. Akan tetapi yang aku takutkan hanyalah jika mereka memuliakanku sehingga aku tidak lagi memandang kejelekan mereka sebagai kejelekan. Aku tidak mendapatkan permisalan untuk kekuasaan itu selain seperti lidah musang." Ia melanjutkan: "Aku mengetahu anjing itu memiliki 70 lebih dustan3, dan tidak ada dustan yang lebih baik selain aku tidak melihatnya dan ia tidak melihatku."4

- Adapun Imam Ahmad, beliau telah bersembunyi selama kekhilafahan Al Watsiq. Hal itu ia lakukan setelah ia menyatakan keyakinannya tentang Al Qur'an (yakni bahwa Al Qur'an itu kalam Alloh dan bukan makhluq -pennerj.) secara terang-terangan, dan ia mendapatkan ujian yang sangat berat karenannya … maka iapun menyembunyikan diri selama sisa umur Al Watsiq, di mana beliau senantiasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, kemudian ia baru kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan, beliau bersembunyi di sana sampai Al Watsiq meninggal dunia … Ibrohim bin Hani berkata: Ahmad bin Hanbal bersembunyi di tempatku selama tiga hari … kemudian Ahmad mengatakan: Carikan tempat untukku supaya aku pindah ke tempat tersebut. Aku jawab: Aku tidak merasa aman atas dirimu wahai Abu 'Abdillah. Ahmad berkata: Lakukanlah! Jika aku melakukannya aku berarti akan membinasakanmu. Akupun mencarikan tempat untuknya. Lalu tatkala ia keluar dari tempatku ia berkata kepadaku: Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam dahulu bersembunyi di dalam goa selama tiga hari kemudian berpindah. Tidak sepantasnya Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam itu diikuti ketika dalam keadaan lapang saja sementara ketika dalam keadaan susah tidak diikuti."5

- Dalam riwayat Hanbal, mengenai bersembunyinya Imam Ahmad semasa hidup Al Watsiq, ia mengatakan: "Abu 'Abdillah terus bersembunyi di Al Qorob, kemudian kembali ke rumahnya setelah beberapa bulan atau satu tahun ketika isu tentang dirinya telah mereda. Dan beliau terus bersembunyi di dalam rumahnya, tidak keluar untuk sholat atau untuk yang lainnya, sampai Al Watsiq binasa.

- Maka apabila seseorang itu menyampaikan dakwahnya secara terang-terangan sesuai dengan petunjuk para Nabi, ia bersikap baro' kepada kemusyrikan dan orang-orang musyrik, kemudian mereka memburunya ketika ia dalam keadaan lemah, tidak memiliki kemampuan apa-apa dan sedikit pendukungnya, maka ia tidak tercela jika ia lari dan bersembunyi dari mereka … karena ini adalah jejak langkah para Nabi dan orang-orang sholih ketika mereka tertindas, sebagaimana yang engkau lihat.

1 Lihat Siyarul A'lam An Nubala', karangan Adz Dzahabi IV/583

2 Ibid IV/610.

3Dustan adalah bahasa Persi yang berarti makar dan tipu daya.

4As Siyar VII/262.

5Manaqibul Imam Ahmad, karangan Ibnul Jauzi, hal. 349.

4 komentar:

shoeminator mengatakan...

saya koq bingung ya,

1) sebenarnya apa tujuan Allah menciptakan manusia kalau kemudian disesaliNya sendiri dengan membeda-bedakan, kafir, muslim, dsb...

2) katanya Allah Mahakuasa, kenapa masih butuh pembelaan dan pengakuan, apa bedanya dengan manusia? Gak dibela dan diakui toh Allah tetap ada dan berkuasa

3) apa nggak bisa ya hidup damai dan ga berprasangka buruk dengan manusia yang beraneka ragam, kalau emang ga suka, Allah tinggal sekali sebut kan habis manusia yang dianggap ga berguna, tapi kenapa kelahiran orang kafir gak pernah dihentikan?

4) Kalau memang membenci orang kafir, kenapa penulis nggak malu memakai produk orang kafir, seperti menggunakan Windows (made in Yahudi), komputer, hp, bahakn website blogspot, naek pesawat untuk berhaji..

5) Saran aja sih, mohon kenali Allah dengan lebih bijak, jangan permalukan AsmaNya yang Mulia dan Agung dengan tindakan anda, saya juga muslim. Urusan pribadi dengan Robbnya sangat pribadi, buktikan kalo Islam bukan ajaran sesat, tapi benar2 Rohmatan Lil Alamin

sakti jaya mengatakan...

Anda adalah satu-satunya orang paling benar didunia ini,hebat! saran saya BOM saja dunia ini, toh anda sendiri yang bakal masuk sorga! dasar manusia stres.....

hancurkan mengatakan...

memang gila ini yang punya blog.
ga tau dia make server mana dan memakai product mana...
dasar bodoh dan ga tau pendidikan.

klo berani tunjukan muka

agus suparman mengatakan...

Shoeminator : kok kata2nya kayak anak sd, sebenarnya kamu ngerti agama nggak seh..... pantesan keluar komen gitu....
Sakti Jaya : ini lagi komennya nggak ilmiyah banget.... mending belajar dulu yang bener.....
Hancurkan : wach kalo yang ini lebih stres kali yaa.... nyuruh nge bom dunia... he..he....
buat yang buat blogsite ini... teruskan amal dan karya anda... ingat pepatah
"Kafilah berlalu Anjing mengonggong"