Rabu, 11 Februari 2009

Sesungguhnya berangkat untuk menolong saudara mu’min kita yang lemah dan tertindas di Gaza adalah fardlu ‘ain atas setiap diri kita

Terjemahan Pernyataan, Abu Umar Al-Baghdadi, Irak


Segala puji bagi Allah yang telah dengan tegas menurunkan wahyu :

“Telah diwajibkan berperang kepada kalian meskipun kalian tidak menyukainya, dan bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui sementara kalian tidak mengetahui”

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah, penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan, yang telah bersabda :
"Pokok seluruh urusan kehidupan adalah Islam, pilar-pilarnya adalah Shalat, dan puncak-puncaknya adalah Jihad”

Beliau saw bersabda :
"Siapa yang mati dan belum pernah berperang, atau tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati di atas satu cabang kemunafiqan”

Wa ba’du :

Sungguh, kita menyaksikan saat ini, para anak keturunan kera dan babi, para penyembah ‘tuhan-tuhan’ palsu, tengah menimpakan hujan api terhadap segenap saudara dan keluarga kita di Gaza. Mereka membantai tanpa kompromi para wanita, orang tua, dan anak-anak. Mereka menghancurkan rumah dan merampas hak milik saudara kita. Terlebih lagi, mereka menambah intensitas pelanggaran, penentangan, dan kekejian, dengan menghancurkan masjid-masjid, rumah-rumah Allah. Mereka seakan bebas melakukannya secara terbuka di depan mata seluruh Ummah Muslim, dan dipertunjukkan dengan vulgar oleh berbagai media. Maka, apakah yang telah kalian lakukan, wahai Ummah Islam? Belumkah sampai kepada kalian firman Allah?

"Dan mengapa kalian tidak mau berperang di Jalan Allah dan (demi membela) orang-orang lemah tertindas baik laki-laki, wanita, dan anak-anak, yang semuanya berdoa, ‘Ya Rabb, selamatkanlah kami dari negeri ini, yang orang-orangnya dzalim menindas. Dan kirimkanlah kepada kami dari sisiMu para pelindung, dan kirimkanlah kepada kami dari sisiMu para penolong”. (An Nisaa : 75)

Dan firmanNya:
"Sesungguhnya (hanyalah) orang-orang mu’min itu bersaudara”. (Al-Hujuraat :10)

Bagaimana sikap kalian terhadap firmanNya :
"Dan orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan, mereka menjadi menjadi penolong bagi saudaranya…” (Al-Tawbah :71)

Sesungguhnya berangkat untuk menolong saudara mu’min kita yang lemah dan tertindas di Gaza adalah fardlu ‘ain atas setiap diri kita, sebuah faridlah (kewajiban) yang telah dimandatkan oleh Rabb langit dan bumi. Sungguh, mengabaikan nasib saudara kita yang tertindas, meremehkan usaha pertolongan terhadap mereka, serta berdiam diri dari berjuang mengangkat ketidakadilan dan penindasan ini, merupakan dosa besar, dan ia adalah bentuk keikutsertaan kita terhadap kekejian ini, ia adalah coreng kehinaan di kepala setiap muslim yang tidak akan terhapus dan terbawa hingga setelah kematian.

Wahai Muslim! Sesungguhnya (semakin jelas) para penguasa di negeri-negeri Islam itu adalah para pengkhianat, kaum murtaddin dan pendosa kotor, pembohong dan pendusta, para penjahat keji. Di manakah slogan-slogan itu, slogan tentang Pan Arabisme, nasionalisme, atau patriotism? Ketika perang telah diumumkan terhadap rakyat kita lemah dan tertindas di Gaza, serangan bahkan dilancarkan dari arah ‘Negeri Kinanah’ sendiri. Mesir ikut serta dalam proyek penghancuran ini atas perintah si thoghut, ‘La Mubarak’ (tiada diberkahi), musuh Allah dan ummat Islam, sekutu setia Yahudi penjahat.

Wahai Muslim! Jika kita hari ini tidak bangkit untuk melawan para penguasa khianat ini, lalu kapan lagi kita akan lakukan? Mereka telah mengkhianati Din kalian dan merampas harta milik kalian. Lalu hari ini kalian semua menyaksikan mereka ikut serta dalam pembantaian keluarga dan saudara kita. Bangkitlah! Lawanlah mereka, hancurkan singgasana mereka, gulingkan mereka dari kekuasaan! Hancurkan tirani dan kesewenang-wenangan mereka! Bangkitlah! Angkat senjata kalian, bertempur dan perangi mereka hingga Allah menghapuskan penghinaan dan kehinaan ini! Apa yang telah dirampas oleh kekuatan, tidak akan dapat direbut kembali melainkan oleh kekuatan. Apa yang telah dirampas oleh kudeta militer dan pemilihan palsu yang dipaksakan, tidak akan dapat direbut kembali, melainkan oleh laras senjata dan tembakan peluru!

Jujurlah kalian kepada Allah dan diri kalian sendiri! Masihkah kalian mengira bahwa para penguasa di Mesir, Jordan, Sham, dan Jazirah Arabia akan pernah, walau hanya sehari saja, bangkit berdiri untuk membela Din, negeri, dan kehormatan? Maka jika jawaban dari pertanyaan ini telah kalian sama-sama ketahui, bahkan ia adalah satu kenyataan yang telah dipahami oleh tiap bayi yang merasakan kegetiran penghinaan dan pedihnya penindasan dari air susu ibundanya, lalu sampai kapan lagi kalian tetap berdiam diri?

Wahai Muslim! Jadikanlah keteguhan dan keberanian saudara kalian di Gaza sebagai api yang akan membakar semangat kalian untuk membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkeraman para penjahat durjana. Sungguh Rasulullah telah bersabda :
"Hari Qiyamat tidak akan tiba hingga balatentara Romawi akan tiba di A’maaq atau Dabiq. Satu pasukan akan berangkat dari Madinah untuk memerangi Romawi, dan mereka adalah sebaik-baik ummat di masa itu. Ketika barisan-barisan pasukan telah saling berhadap-hadapan, orang-orang Romawi akan berkata, ‘Biarkan kami untuk memerangi mereka yang telah menawan perempuan dan anak-anak kami’. Pasukan Islam akan menjawab, ‘Tidak, demi Allah! Kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami’. Lalu mereka saling bertempur. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri, dan Allah tidak akan memaafkan mereka. Sepertiga pasukan Islam terbunuh syahid, dan mereka termasuk kalangan syuhada terbaik di mata Allah. Sepertiga pasukan Islam yang lain akan tetap tabah dan teguh, mereka akan dibukakan kemenangan dan mereka akan dibebaskan dari berbagai fitan (di Hari Qiyamat)”.

Inilah contoh teladan sejati bagaimana seorang Muslim itu seharusnya. Ia tidak akan mengecewakan saudaranya, atau menyerahkannya ke tangan musuh, atau meninggalkannya ketika ia tengah membutuhkan pertolongan. Jika Allah tidak akan memaafkan mereka yang melarikan diri padahal mereka telah bertempur dengan gigih dalam peperangan besar di A’maaq dan Dabiq itu, lalu bagaimanakah pendapat kalian mengenai sebesar apa dosa mereka yang berdiam diri dan tidak bertempur sama sekali?
Rasulullah bersabda dalam salah satu shahih :
"Tolonglah saudaramu, apakah ia dalam keadaan dizholimi atau mendzholimi”
Dan Rasulullah bersabda :
“Setiap Muslim bersaudara. Mereka tidak akan saling mendzolimi, pun tidak akan menyerahkan saudaranya ke tangan musuh”
Kita adalah ummat yang setiap orang mendukung yang lainnya, sehingga semua menjadi satu bagian laksana bangunan yang kokoh, sebagaimana Rasulullah menggambarkan tentang kita :
“Orang-orang Mu’min, satu dengan yang lain seperti benteng yang kokoh, satu dengan yang lain saling menguatkan”.

Kami melihat beberapa hal, yang akan menjadi solusi, insya Allah :

Pertama : kami mendesak kalangan cendekia dan para tokoh di negeri-negeri yang berbatasan dengan Palestina, untuk memimpin dan mengarahkan aksi massa menuju perbatasan (tidak lagi sekedar aksi massa di lapangan kota, atau di jalan-jalan kota), hendaknya mereka mematahkan barikade perbatasan dan bergabung dengan rakyat Palestina, hendaknya mereka berpartisipasi dengan saudara mereka di Palestina dalam Jihad fi Sabilillah dengan segala hal yang mereka bisa lakukan. Hendaknya sebagian dari mereka bergerak menguasai pos-pos persenjataan dan basis-basis militer di sepanjang perbatasan yang selama ini digunakan untuk melindungi musuh Zionis.

Kedua : Setiap Muslim yang bekerja di ketentaraan dan dinas militer yang selama ini telah dipaksa untuk melayani para penguasa thowaghit, setiap perwira militer yang selama ini hanya bisa menyaksikan saja berbagai tindak pengkhianatan ini, agar segera bertaubat kepada Allah. Hendaknya mereka berpartisipasi (dalam Jihad) dengan berusaha menyelundupkan sebanyak mungkin persenjataan dari unit-unit mereka, atau menunjukkan jalan dan membuka akses lokasi penyimpanan senjata dan amunisi, sehingga para saudara kita yang lain dapat mengambilnya dan menyelundupkannya kepada saudara kita di Palestina. Sungguh saya merasa sangat sakit menyaksikan helikopter-helikopter Yahudi yang terbang di angkasa, sementara saya tidak dapat mengambil peluncur roket yang besar untuk menembaknya jatuh. Persenjataan ini juga hendaknya digunakan untuk memerangi dan membunuh para tokoh-tokoh pendukung thowaghit, dalam kedudukan (posisi) apa saja mereka berada, yaitu mereka yang berusaha mencegah rakyat kita dalam melancarkan protes demi menunjukkan solidaritas kita kepada saudara kita di Gaza. Mari kita buat masyarakat luas (masyarakat dunia) tahu bahwa kita akan memerangi Yahudi dan para antek-anteknya tidak (hanya) dengan sekedar berteriak dan menyampaikan protes, tetapi dengan darah yang mengalir seperti sungai dan potongan tubuh yang tercerabik seperti hempasan serpihan bebatuan, karena Allah tidak akan mengangkat seluruh kehinaan ini hingga kita bersedia mempersembahkan jiwa dan ruh kita kepada Allah serta patuh dan menegakkan hukumNya di atas bumiNya.

Ketiga : Kepada saudara kami di Palestina, khususnya mereka yang berada di Gaza, kewajiban bagi kalian yang tengah berperang meninggikan Kalimat Allah, berjuang agar dapat merebut kembali izzah dan kehormatan Din Allah, hendaknya mereka bersatu dalam satu panji, dalam satu komando kepemimpinan. Kalian harus menyadari, bahwa kalian harus saling mengalah dan berkompromi atas berbagai urusan dunia, mengesampingkan segala urusan remeh duniawi. Jika kalian tidak bersatu sekarang, maka sampai kapan kalian akan bersatu? Takutlah kalian kepada Allah, dan bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk memerangi musuhNya sebagaimana firmanNya:
“Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang berperang di jalanNya dalam satu barisan, seakan satu bangunan yang kokoh”. (Al-Saff : 4)

Keempat : Bangsa Palestina di seluruh dunia harus terjun menolong saudara mereka. Kita akan menjumpai, tidak sedikit di antara mereka tersebar di berbagai negara, bangsa Palestina yang berpendidikan baik, bahkan memiliki kemampuan teknis dan kemiliteran. Mereka harus melancarkan serangan terhadap berbagai kepentingan Amerika dan Yahudi di seluruh dunia. Segala puji bagi Allah, kaum perantauan Palestina ini tidak kurang keperwiraannya, tidak sedikit pengalamannya, dan mereka lebih berkeinginan untuk menolong sesama bangsanya dibandingkan yang lain.

Kelima : Bukankah sekaranglah saatnya agar seluruh persenjataan yang disimpan di gudang-gudang senjata Palestina kita gunakan untuk melawan penjajah? Inilah saatnya untuk mempertunjukkan sejauh mana kehebatan persenjataan itu ketimbang selama ini hanya didemonstrasikan sebatas parade militer di kamp-kamp. Apa lagi yang kita tunggu? Adakah masa yang lebih genting lagi dibandingkan saat ini? Ataukah kalian (dengan mempertunjukkan demonstrasi senjata di parade militer) hanya berusaha untuk mempertahankan sebatas kehidupan yang hina dan remah-remah roti dari tangan para thowaghit penguasa negeri-negeri Muslim itu?

Saya mengingatkan Ummat Islam seluruhnya, khususnya para ulama dan cendekiawan di antara mereka, agar kalian berhenti menghambur-hamburkan energi ‘kemarahan’ ummat dalam bentuk protes (dan demonstrasi) kosong dan tanpa guna, atau sekedar membuat ummat Islam ini merasa puas dengan (cukup) mendonasikan uang untuk saudara mereka, sementara uang dan sumber daya itu tidak akan pernah sampai ke tangan yang berhak. Inilah yang selama ini diinginkan oleh orang Yahudi dan Nashrani atas kita. Mereka membunuhi kita, lalu mereka menyampaikan pesan pada para agen dan kaki tangannya supaya mereka merawat orang-orang kita yang terluka, dan menguburkan yang mati. Atas dasar alasan inilah mereka kemudian mendirikan organisasi Palang Merah.

Kami di sini, di Bumi Iraq, sungguh kami berjanji kepada rakyat kami di Gaza, kami sekali-sekali tidak akan mengecewakan kalian, kami sekali-sekali tidak akan membiarkan kalian, dalam pertempuran kami melawan Yahudi dan para sekutunya. Kami akan meningkatkan intensitas amaliyat kami dalam melawan penjajah Amerika. Dan kami menyampaikan kabar gembira kepada kalian, saudara kami di Palestina dan Iraq, bahwa kemenangan sudah dekat, insya Allah. Betapa Allah berfirman :
“Sungguh, setelah kesulitan itu ada kemudahan, setelah kesulitan itu ada kemudahan”. (Surah Al-Insyirah: 5 - 6)

Sungguh kami menyaksikan bahwa masa-masa akhir dari Yahudi dan para agen-agennya telah semakin dekat, di tangan para Pejuang Tauhid dan Pemikul Panji “Laa ilaha illa Allah”.

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!

“Dan Allah Maha Berkuasa atas segala urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti (Yousuf : 21)

Saudara Kalian

Abu Umar Al-Baghdadi

Pembantaian Gaza dan Isolasi Para Pengkhianat

Bismillahirrohmanirrohim

Terjemahan Pernyataan Syaikh Aiman Ad Dhowahiry

Pembantaian Gaza dan Isolasi Para Pengkhianat




Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah, keluarga beliau, para sahabat dan segenap pengikut yang menapak sunnahnya

Saudara muslim di mana saja Anda berada..

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Hari-hari ini serangan Israel atas Gaza telah dilancarkan tak terelakkan, membantai serta melukai ratusan orang, dan seluruh dunia, termasuk para (penguasa) Arab khianat tidak berbuat apapun kecuali hanya menyampaikan berbagai pernyataan kosong.

Dalam menghadapi berbagai perkembangan ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada kalian.

Pesan Pertama, saya tujukan kepada seluruh saudara Muslim saya di Gaza dan segenap Palestina, saya mengingatkan kalian dengan firman Allah: “Janganlah kalian merasa lemah (dalam menghadapi musuh), dan jangan kalian merasa bersedih, sungguh kalianlah orang-orang yang paling tinggi (menang) jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian mendapat luka, maka orang-orang kafir pun mendapat luka. Dan masa (kejayaan dan kekalahan) kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah dapat membuktikan siapa di antara kalian orang (yang benar-benar) beriman, dan agar Allah dapat menjemput para syuhada di antara kalian. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan agar Allah mensucikan kalian (dari dosa-dosa) serta membinasakan orang-orang kafir” (Qs Ali Imran 139 – 141)

Teguh dalam keshabaran, tsabat dan tetap tegak bertahan di atas Jalan Jihad. Sungguh, seluruh ummat Islam bersama kalian. Dan saya menyampaikan kepada kalian, demi Allah, kami tidak akan pernah tinggal diam hingga kami dapat membalas setiap jiwa yang dibunuh, setiap orang yang terluka, setiap janda-janda muslimah dan para kanak-kanak yatim, di Palestina dan di seluruh Bumi Islam. Kami, insya Allah, tetap taat dan teguh untuk memenuhi sumpah Sheikh Usamah bin Ladin, semoga Allah sentiasa melindungi Beliau, “Aku bersumpah, demi Allah yang Maha Perkasa, yang telah meninggikan langit tanpa pilar, Amerika dan mereka yang tinggal di Amerika, tak akan kami biarkan (walau sekedar bermimpi) merasakan keamanan hingga kami dapat menyaksikan keamanan dan kedamaian di Palestina, dan hingga seluruh kekuatan kafir dapat diusir dari seluruh Bumi Islam”. Sungguh kami berharap, dan sentiasa berusaha, sehingga pada suatu hari kami akan menolong kalian secara langsung untuk membebaskan Yerusalem dan Masjid Al Aqsha, serta mengibarkan tinggi-tinggi panji Islam dan Jihad di atas Bumi Al Quds.

Saudara Muslimku, serta segenap Mujahidin di Gaza dan seluruh Palestina; apa yang kalian hadapi hari ini bukanlah semata sebuah usaha pendudukan, yang terbatas pada wilayah tertentu atau atas negeri tertentu; ini adalah bagian dari mata rantai tak terpisahkan kampanye Perang Salib Semesta yang digelar aliansi Zionis Salibis atas seluruh Dunia Islam. Penyerbuan keji ini adalah ‘hadiah’ untuk kalian dari Obama sebelum ia menduduki singgasana kekaisarannya, dan Husni Mubarak, sang pengkhianat adalah sekutu utama (dengan aliansi Zionis Salibis) dalam mengepung dan membantai kalian. Ketika pesawat-pesawat tempur Israel menggempur kalian dari udara, orang hina ini menutup perbatasan dengan menempatkan tentaranya, sehingga aksi pembantaian atas Gaza yang memang telah direncanakan ini dapat dilaksanakan. Sungguh peran yang kotor dan keji yang sama, dimainkan oleh kaum Yahudi dan para sekutu murtaddin seperti yang pernah mereka lakukan di Shabra dan Shatila.

Saudara Muslimku, serta segenap Mujahidin di Gaza dan seluruh Palestina; kami bersama kalian dan sentiasa menyertai kalian dalam pertempuran menghadapi Perang Semesta Aliansi global Zionis Salibis, di mana saja kami berada. Dan kami, dengan ijin Allah, telah bergerak mendekati kalian, perlahan tetapi pasti. Insya Allah, tidak lama lagi, dengan ijin Allah kami akan memecah perbatasan dan menerobos blokade yang menghalangi kami dengan kalian. Penarikan mundur tentara Amerika dari Iraq adalah satu tanda (sinyal) kebaikan tentang (makin dekatnya) saat kami dapat bergabung bersama kalian, dengan ijin Allah. Allah Maha Tahu, betapa besar keinginan kami agar dapat menyertai kalian saat ini, melindungi kalian dengan darah dan jiwa kami, menebus kalian dengan diri kami. Saya pribadi, betapa perih hati dan sungguh berharap kepada Allah untuk dapat menyertai kalian saat ini, merawat orang-orang yang terluka, dan mengobati yang sakit. Sebagaimana saya bersyukur kepada Allah, telah diberiNya kesempatan serupa sebelumnya, selama bertahun-tahun menyertai dan melayani para Mujahidin dan Muhajirin kita di Afghanistan.

Pesan kedua, saya tujukan kepada umat Islam di Mesir. Kepada kalian saya tegaskan; adalah kewajiban yang terpikul di atas pundak setiap kalian, agar kalian berusaha menghentikan pengepungan dan blokade, kalian wajib mengambil tanggung jawab ini (karena Allah akan menagihnya kepada kalian di Hari Qiyamat). Kalian harus melakukan apapun untuk menghentikan pengepungan dan pembantaian; apakah itu protes, unjuk rasa atau demonstrasi, yang tidak boleh berhenti hingga pengepungan atas Gaza diakhiri, dan Husni Mubarak si pengkhianat harus diseret untuk bertanggung jawab.

Lakukanlah apa saja untuk menolong saudara kita di Gaza, mulai dari mengorganisir gerakan masiv unjuk rasa, pemogokan, dan demonstrasi, sehingga para pelajar dan mahasiswa mogok dari sekolahnya, para pekerja dan karyawan mogok dari kantor-kantornya, untuk memaksa Husni Mubarak si penjahat kriminal membuka pengepungan atas Gaza.

Dan saya sampaikan kepada mereka yang masih memiliki ghirah dan izzah di kalangan angkatan bersenjata Mesir, sungguh kepada kalian telah ada teladan yang dicontohkan Sulaiman Khatir, semoga Allah menyayanginya. Husni Mubarak si kriminal pengkhianat telah memanfaatkan kalian sebagai alat untuk mengkhianati Din kalian dan mengepung saudara kalian di Gaza, serta menyingkap seluruh rahasia pertahanan mereka, untuk membantu pesawat-pesawat Israel dengan mudah membantai saudara kalian. Sampai kapan kalian bertahan untuk menjadi balatentara setan? Sampai kapan kalian sadar hingga kalian menjadi tentara untuk Allah dan RasulNya?

(Sulaiman Khatir, seorang tentara Mesir. Pada 5 Oktober 1985, ia melancarkan amaliyat Sinai, dengan menembakkan senjata pada rombongan turis Israel yang berkunjung ke Sinai. Sekitar tujuh turis Israel terbunuh. Israel mendesak Mesir untuk mengekstradisi Sulaiman Khatir, atau setidaknya menghukum dengan seberat-beratnya. Pada bulan Januari 1986, Sulaiman Khatir ditemukan ‘gantung diri’ di sel penjaranya. Rejim Mesir mengeluarkan pernyataan resmi bahwa ia bunuh diri di penjara. Tetapi banyak orang yakin, rejim Mesir mengatur sandiwara ‘bunuh diri’ ini untuk menyelamatkan diri dari tekanan Israel. Semoga Allah melimpahkan ampunan dan kasih sayang kepada Sulaiman Khatir. Pent.)

Allah berfirman: “Wahai kalian orang beriman, hendaknya kalian menjadi Ansharallah (para penolong Allah) sebagaimana Isa Putera Maryam yang berkata kepada para hawarinya (para penyerta), ‘Siapakah yang akan menolongku di sisi (di jalan) Allah?’ para Hawariyyun berkata, ‘Kamilah Ansharallah!’ Lalu berimanlah satu kelompok Bani Israel dan sekelompok yang lain menjadi kafir. Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang beriman atas musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi golongan yang menang”. (Ash Shaff 14)

Saya berkata kepada para klan dan suku, penduduk Sinai: Hari ini adalah hari kalian. (Hendaknya) kalian menyediakan untuk Saudara kalian dalam Islam dan dalam pertalian kekeluargaan, segala kebutuhan mereka, dari persedia dan perlengkapan. Mulai dari sepotong roti hingga ranjau anti tank. Rejim Mesir khianat,yang telah merendahkan harga diri, kehormatan, dan kesucian kalian, adalah rejim yang sama yang telah mengepung saudara kalian seagama dan sekeluarga di Gaza, dan bersekongkol dengan Yahudi untuk membantai saudara kalian. Takutlah kepada Allah atas nasib Saudara kalian di Gaza! Patahkan blokade rejim khianat ini! Ketahuilah, Allah akan bertanya kepada kepada kalian tentang apa yang telah kalian lakukan untuk menolong saudara kalian, maka persiapkan diri kalian supaya kalian dapat menjawab pertanyaan Allah.

Rasulullah saw bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak akan mendzaliminya, atau memperhinakannya, atau merendahkannya, atau menyerahkannya ke tangan musuh. Siapa yang menolong saudaranya, Allah akan menolongnya. Siapa yang menghilangkan kesusahan saudaranya, Allah akan menghilangkan kesusahannya pada Hari Qiyamat. Dan siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya di Hari Qiyamat”

Dan Beliau saw bersabda: “Jangan kalian saling mengintai (memata-matai), jangan kalian saling mencari kesalahan, jangan kalian saling iri, jangan kalian saling dengki, jangan kalian saling benci, dan jangan kalian mengecewakan yang lain. Wahai hamba Allah! Jadilah kalian bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak boleh menindasnya atau memperhinakannya atau merendahkannya. Taqwa itu ada di sini (dan Rasulullah menunjuk dadanya tiga kali). Setiap Muslim haram (terjaga) hartanya, kehormatannya, darahnya. Cukuplah disebut suatu kejahatan, jika seseorang merendahkan saudara Muslimnya”.

Pesan ketiga saya tujukan kepada Muslim di mana saja kalian berada. Kepada kalian saya berkata: Inilah Obama yang dipersembahkan kepada dunia oleh mesin kebohongan Amerika sebagai penyelamat yang akan mereformasi kebijakan Amerika, inilah Obama yang membunuh saudara kalian di Gaza dengan hati dingin tanpa belas kasihan.

Saya katakana kepada rakyat Muslim yang marah dan menghimpun demonstrasi serta protes di seluruh dunia; protes tidak cukup untuk menghadapi bom. Mengapa kita tidak menghimpun kemarahan kita dan mengarahkannya untuk melancarkan aksi signifikan yang akan mengguncang pilar-pilar aliansi Zionis Salibis, dengan ijin Allah?

Wahai saudara Muslim di mana saja kalian berada, patuhilah Allah, dan sambutlah kewajiban Jihad fi Sabilillah. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan RasulNya, ketika Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang akan menghidupkan kalian. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Dan sesunggunya kepadaNya kalian akan dikumpulkan. Dan peliharalah diri kalian dari fitnah (cobaan dan siksa) yang tidak khusus menimpa orang-orang dzalim di antara kalian. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaNya”. (Al Anfaal 24-25)

Wahai Muslim di mana saja kalian berada, hadapilah kampanye semesta Zionis Salibis dan perangi mereka di mana saja berada! Tolonglah dan dukunglah saudara dan putra-putra kalian, para Mujahidin fi Sabilillah dalam konfrontasi semesta ini.

Wahai para Singa Islam! Di Bumi Maghrib Islami, di Levant, di Tanah Semenanjung Arabia, di Bumi Iman dan Hikmah – Bumi Yaman, di Bumi Khilafah – Bumi Iraq, di Bumi Izzah dan kehormatan – Bumi Khurosan, di Bumi Tsabat dan keteguhan – Bumi Cechnya, perangilah lebih keras lagi aliansi Salibis Zionis dan seluruh kepentingan mereka!

Wahai kalian para Singa Islam, di mana saja kalian berada! Para penguasa di negeri-negeri muslim tidak lebih dari anjing penjaga bagi kepentingan Zionis – Amerika di negeri mereka. Mereka telah menyerahkan Palestina dan mengakui Israel. Inilah Husni Mubarak yang mengepung Gaza, Abdullah bin Abdul Aziz yang menggelar sandiwara dialog antar agama supaya ia dapat bertemu Peres di New York, mempersiapkan pengakuan faktual dan total atas Israel. Inilah Ali Abdullah Saleh, yang telah mencemari kehormatan Bumi Yaman dengan menyediakan basis bagi kampanye salib semesta atas dunia Islam. Dan inilah Al Maliki yang mengemis agar tentara Amerika tetap berada di Iraq untuk dapat menjamin keberlangsungan rejim pemerintahan para pengkhianat. Maka mari kita hancurkan harapan dan usaha para pengkhianat itu, dengan menyerang keberadaan dan kepentingan para musuh Allah dari kalangan Yahudi dan Salibis, di mana saja mereka berada, dan dengan cara apapun yang dapat kalian lakukan!

Allah berfirman: “Dan janganlah kalian berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh kalian). Jika kalian menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pula menderita sakit yang serupa. Tetapi kalian mengharapkan sesuatu dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana”. (An Nisaa 104)

Dan kata penutup saya, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah, para keluarga Beliau, dan seluruh Shahabatnya.

Kamis, 08 Januari 2009

Upaya Orang-Orang Kafir Untuk Merusak Ummat Islam Setelah Mereka Menguasai Negeri-Negeri Mereka Difokuskan Pada Tiga Strategi Utama

Strategi Pertama: Menguras sumber-sumber kekuatan ummat Islam:

Ada tiga sumber kekuatan utama yang dimiliki kaum muslimin, yaitu: SDM (sumber daya manusia), SDA (sumber daya alam) dan persatuan. Orang-orang kafir berupaya menghancurkan ketiga pilar kekuatan ini untuk merusak ummat Islam, menguras kekayaan mereka dan memecah belah kesatuan mereka, sehingga ummat Islam tidak mampu melakukan perlawanan terhadap orang-orang kafir dan sehingga mereka tidak mampu bangkit kembali.

1-- Adapun merusak agama dan akhlak kaum muslimin: Maka orang-orang kafir gigih melakukan upaya di dalamnya dengan berbagai cara: Antara lain melecehkan agama Islam dan menanamkan keragu-raguan terhadap prinsip-prinsipnya; berupaya mentahriif (menyelewengkan) hukum-hukumnya yang bersifat qath`i/absolute, khususnya yang berhubungan dengan hukum, kepemimpinan, jihad, walaa` dan barro` dan hijab; mengungkung ajaran agama dan menyusutkan pengaruh-pengaruhnya supaya ia tetap terbatas pada hubungan antara hamba dan Tuhannya, dan tidak ada hubungan sama sekali dengan perkara-perkara di luar itu seperti urusan politik, hukum, ekonomi dan sosial. Kaum orientalis kafir telah membuat pondasi-pondasi dasar untuk menghina agama Islam dan menyelewengkan ajarannya, kemudian langkah mereka diikuti oleh putra-putra Islam yang menjadi murid-murid mereka. Dan di antara cara orang-orang kafir untuk merusak kaum muslimin ialah menyebarkan: kemaksiatan, liberalisme, minuman keras, narkotik dan zina di tengah-tengah ummat Islam; mendorong kaum wanita mereka untuk mempertontonkan kecantikan dan perhiasan mereka, membuka kerudung mereka dan bercampur gaul dengan kaum lelaki. Itu semua dilakukan dengan nama kebebasan dan peradaban; menanamkan dalam diri kaum muslimin kecintaan terhadap dunia, bermegah-megahan dengannya dan ketamakan terhadapnya. Pendidikan sekuler yang dibuat oleh orang-orang kafir ikut andil dalam mengimplementasikan rencana-rencana perusakan mereka. Sebagaimana untuk merealisir tujuan tersebut, mereka juga didukung oleh mass media-mass media modern seperti: surat-surat kabar, majalah-majalah, bioskop-bioskop, panggung-panggung theater dan radio-radio. Sarana-sarana yang memudahkan jalan bagi mereka untuk melakukan kerusakan secara kolektif terhadap ummat Islam. Maksud tujuan mereka jelas, yakni melemahkan ghirah agama yang ada dalam diri kaum muslimin dan menjadikan mereka sebagai manusia-manusia yang hanya memperturutkan hawa nafsu mereka. Maka dengan begitu mereka bisa memadamkan semangat ummat Islam untuk melakukan perlawanan terhadap orang-orang kafir.

2) Menguras kekayaan: Yaitu harta kekayaan negeri-negeri Islam yang berupa: Hasil-hasil kekayaan alam dan bahan-bahan utama bidang pertanian dan industri. Yang mereka lakukan ialah membeli bahan-bahan tersebut dengan harga yang sangat murah lalu mereka timbun --untuk kemudian mereka jual dengan harga yang sangat tinggi--. Membuka negeri-negeri Islam untuk menjadi pasar penjualan bagi produk-produk orang kafir; melibatkan negeri-negeri Islam dengan dana pinjaman ribawi supaya kekayaan mereka terkuras habis untuk menutup hutang-hutang mereka dan bunganya sekaligus; menyeret negeri-negeri Islam dalam peperangan-peperangan lokal, supaya negeri-negeri tersebut menjadi pasar terbuka bagi eksport senjata-senjata bikinan mereka. Dan bentuk-bentuk pengurasan kekayaan yang lain.

3) Memecah belah kesatuan ummat Islam: Khususnya ketika Daulah `Utsmaniyah melemah kekuatannya di penghujung abad ke 19 M. Orang-orang kafirpun memecah belah kesatuan ummat Islam dari dua sisi:

1-- Dari sisi wilayah geografis: Mereka memecah belah khilafah Islam menjadi negara-negara dan negeri-negeri kecil yang dipisahkan oleh batas-batas politik, dan menanamkan sikap fanatik terhadap negeri-negeri tersebut, mensakralkannya dan siap berkorban untuk membelanya dengan nama nasionalisme, sebagai ganti pensakralan agama dan pengorbanan untuk membela agama.

2-- Dan dari sisi kebangsaan: Mereka memecah belah kaum muslimin menjadi multi bangsa, dan menanamkan fanatisme kebangsaan sebagai ganti fanatisme agama.

Bukan rahasia lagi kalau persatuan ummat Islam merupakan salah satu di antara sebab-sebab utama yang membuat mereka kuat dan bahwa perpecahan mereka menjadi sebab-sebab utama yang membuat mereka lemah.

Orang-orang kafir telah melakukan berbagai macam upaya untuk menghancurkan ketiga pilar kekuatan ini, kalau ada negeri Islam yang tidak terpengaruh oleh rencana-rencana perusakan mereka dan hendak melakukan perlawanan terhadap mereka, maka mereka dihadapkan dengan suatu kenyataan bahwa mereka tidak memiliki kekayaan yang memadai untuk bisa menyiapkan peralatan dan perlengkapan guna melakukan perlawanan dan mengobarkan jihad terhadap mereka. Dan ajakan negeri itu untuk melakukan perlawananpun tak sampai menembus batas wilayah mereka, itu setelah kaum muslimin berhasil dipecah-belah dan dikotak-kotak oleh batas-batas politik dan kebangsaan. Setiap penduduk negeri sibuk memikirkan urusan mereka sendiri, dan sedikit sekali dari mereka yang menaruh keperdulian terhadap apa yang terjadi dengan Islam dan ummat Islam di belahan bumi yang lain.

Strategi Kedua: Menguasai perundang-undangan yang berlaku di negeri-negeri Islam:

Orang-orang kafir belum berhasil mewujudkan tujuan-tujuan mereka di atas, yakni dalam strategi pertama mereka: merusak ummat Islam, menjarah harta kekayaan mereka dan memecah belah persatuan mereka tanpa payung hukum (yakni dengan cara inskonstitusionil) terhadap setiap kejadian yang tengah berlangsung dan setiap peristiwa yang sedang terjadi. Minuman keras yang merusak akal dan badan, zina yang menghancurkan pondasi rumah tangga dan moral dan riba yang membikin melarat anak-anak bangsa dan negeri; maka perusak-perusak ini dan perusak-perusak yang lain tidak akan bisa eksis bertahan dan bisa melakukan perusakan dan penghancuran selagi masih ada hukum-hukum Islam yang mencegahnya dan memberi sanksi hukuman terhadap orang yang melakukannya; kekafiran, kezindikan, pelecehan terhadap agama dan pencemoohan terhadap pemeluknya serta penyebar-luasannya melalui jalan pendidikan dan mass media tak akan terjadi apabila hukum-hukum syari`at masih tegak. Maka dari itu mereka harus menjauhkan hukum-hukum syari`at dari sistem perundang-undangan yang berlaku di negeri Islam dan menggantikan tempatnya dengan hukum-hukum positip. Inilah yang dahulu mereka lakukan di setiap negeri Islam yang mereka kuasai. Dan itu tidak dilakukan oleh bangsa Tartar setelah mereka berhasil mencaplok negeri-negeri Islam di abad Ketujuh Hijriyah. Bangsa Tartar yang kafir dan paganis itu tidak memaksakan hukum-hukum mereka kepada kaum muslimin. Mereka menjadikan hukum mereka hanya berlaku di kalangan mereka sendiri sampai akhirnya mereka memeluk Islam. Tapi yang dilakukan bangsa Tartar pada masa itu, sudah cukup membuat para ulama mengkafirkan mereka di zamannya. Persoalan ini akan dijelaskan nanti pada Masalah Ketujuh. Adapun kaum kafir salibis yang menguasai negeri-negeri Islam sejak seabad yang lalu, maka mereka memaksakan hukum-hukum mereka kepada kaum muslimin dengan kekuatan senjata, kemudian mereka mendirikan perguruan-perguruan pendidikan (Fakultas-fakultas Hukum) untuk mengajarkan hukum-hukum mereka itu tadi kepada putra-putra Islam untuk mereka terapkan pada keluarga mereka. Dari latar belakang inilah, maka akhirnya hukum-hukum kafir tadi ditetapkan sebagai konstitusi dan undang-undang baku yang berlaku di negeri-negeri Islam sampai sekarang. Dan di bawah naungannya, semua perusak-perusak -agama dan moral - dikerjakan orang tanpa ada yang mencegah, sebab hukum mereka mengatakan "Tidak ada kejahatan ataupun sanksi hukuman kecuali dengan hukum"

Strategi Ketiga: Penguasaan terhadap tampuk kekuasaan di negeri-negeri Islam:

Karena mustahil orang-orang kafir bisa menguasai bidang perundang-undangan dan melaksanakan rencana-rencana mereka untuk merusak kaum muslimin, sementara mereka jauh dari singgasana kekuasaan. Untuk itu, yang mereka lakukan pertama kali adalah menguasai tampuk kekuasaan di negeri-negeri Islam dengan kekuatan pendudukan militer. Dengan menguasai tampuk kekuasaan negeri tadi, maka mereka bisa mengontrol dan melaksanakan apa yang mereka kehendaki di negeri tersebut. Namun cara mereka untuk menguasai tampuk kekuasaan di suatu negeri berbeda-beda. Di saat Kolonialis Inggris mengendalikan roda pemerintahan suatu negeri secara tidak langsung, yakni dengan mengangkat seorang penguasa pribumi sebagai boneka kaki tangan mereka yang siap menuruti kehendak dan arahan-arahan mereka, dan mengangkat para menteri pribumi pro kolonialis sebagai penasehat-penasehatnya; maka sebaliknya, Kolonialis Perancis menggunakan cara pengendalian langsung di negeri-negeri jajahan mereka. Maka wajar apabila jumlah pegawai asli Perancis di negeri-negeri koloni mereka jauh berlipat ganda jumlahnya dibandingkan dengan orang Inggris yang menjadi pegawai di negeri koloninya. Hanyasaja di setiap situasi, harus ada kekuatan militer kaum kolonialis di negeri koloni tersebut yang siap melakukan intervensi apabila diperlukan, misalnya: meletus pemberontakan terhadap rezim penguasa pribumi tadi atau pecah revolusi dari anak bangsa di negeri tersebut. Kaum kolonialis kafir tidak akan meninggalkan negeri-negeri Islam dengan menarik kekuatan militernya dan administrator-administratornya melainkan setelah mereka yakin bahwa telah ada sekelompok putra-putra Islam yang bisa menjalankan pilar-pilar pemerintahan yang telah mereka kokohkan secara suka rela tanpa paksaan. Itulah mereka kelompok-kelompok kaum sekuler yang memegang kendali kekuasaan, militer dan politik di berbagai negeri Islam sekarang ini. Oleh karena itu, meskipun kaum kolonialis kafir telah hengkang dari negeri kita dengan kekuatan militernya, maka mereka masih menjajah negeri kita sampai saat ini dengan hukum-hukumnya dan sistem-sistemnya di bidang politik, ekonomi, militer, pendidikan, penerangan dan sosial. Jadi penjajahan kolonialis kafir belum berakhir sama sekali di negeri kita seperti persangkaan sebagian orang.

Tak pelak lagi bahwa berbagai kerusakan di atas tidak akan terjadi sekiranya bukan karena rusaknya kaum muslimin dan kelalaian mereka terhadap ajaran agama mereka. Maka Allah Ta`alapun menghukum mereka, yakni dengan menjadikan orang-orang kafir berkuasa atas mereka, merusak agama mereka dan merampas dunia mereka, yang mana kecintaan mereka terhadap dunia telah mencegah mereka untuk mengerjakan jihad memerangi orang-orang kafir yang diperintahkan Allah terhadap mereka.

Allah Ta`ala berfirman:

(وماأصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم)

"Dan apa saja musibah yang menimpa kalian, maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan mereka" (Qs Asy Syura 30)

Allah Ta`ala berfirman:

(إلا تنفروا يعذبكم عذاباً أليما ويستبدل قوماً غيركم ولاتضروه شيئا، والله على كل شيء قدير)

"Dan jika kalian tidak berangkat berperang, maka Allah akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih dan mengganti (kalian) dengan kaum yang lain, dan kalian tidak akan dapat memberi madharat sedikitpun kepada-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (Qs At Taubah 39)

Dengan aksi orang-orang kafir melaksanakan tiga strategi ini di negeri-negeri Islam, maka tuntaslah misi mereka mengokohkan sekulerisme (jahiliyah modern) dengan berbagai bentuknya di bidang politik, perundang-undangan, ekonomi dan sosial di negeri-negeri Islam. Sekularisasi di perbagai bidang di atas terjadi karena sikap diam yang menimbulkan tanda tanya dari sebagian orang yang menisbatkan diri mereka kepada ilmu syar`i (baca: mengaku sebagai ulama) di berbagai tingkatan. Bahkan kadang terjadi karena peran langsung sebagian di antara mereka. Dengan cara-cara seperti itulah, maka hukum-hukum buatan orang-orang kafir bisa menggantikan tempat syari`at Islam sebagai hukum yang berlaku bagi kaum muslimin. Dan hukum orang-orang kafir itu telah ditetapkan terus wujud hingga Allah berkenan melenyapkannya.