Tampilkan postingan dengan label Gaza. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaza. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Februari 2009

Seruan Jihad Untuk Menghentikan Agresi Terhadap Gaza

Terjemahan Pernyataan, Usamah Bin Laden, Afghanistan

Sesungguhnya segala puji hanya milik Alloh, kami memohon pertolongan dan meminta ampunan kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Alloh dari keburukan jiwa-jiwa kami dan kejahatan amal perbuatan kami.

Siapa diberi petunjuk oleh Alloh, tak ada seorang pun bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa Dia sesatkan, tak ada seorang pun yang memberinya petunjuk.

Dan aku bersaksi bahwa tiada ilah (yang haq) selain Alloh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba‘du…

Umat muslimku…

Saya berdiri di hadapan kalian pada hari-hari sulit sekarang ini bukan untuk mencela dan mengancam terhadap apa yang dialami saudara-saudara kita di Gaza, sebagai kedok untuk bersembunyi di baliknya…

Akan tetapi saya berdiri di hadapan kalian hari ini untuk menyampaikan kalimat kebenaran, yang dengan izin Alloh kalimat itu akan membantu kita mengembalikan hak yang dirampas.
Kalimat kebenaran yang tidak berkompromi dengan raja, penguasa, ulama, atau menteri.
Kalimat yang tidak mengakui hukum internasional yang semu. Tidak takut dengan majelis Dewan Keamanan milik negara-negara besar yang menebar ketakutan terhadap kaum tertindas di negara-negara kecil, seperti Palestina, Irak, Afghanistan, Somalia, Kashmir dan Chechnya.

Kalimat kebenaran yang seluruh dunia mengeroyoknya, ingin menghapusnya dari manhaj dan kehidupan kita, sebelum membasmi kita semua.

Kalimat itu adalah jihad suci demi merebut kembali Baitul Maqdis dan Al-Quds.



Duhai celaka Al-Quds, kesuciannya diinjak-injak
Sementara umat Islam terlelap dari jihad…

Umat Muslimku…

Sesungguhnya rahasia kesalahan terbesar dalam perjuangan pembebasan Palestina yang sudah-sudah adalah:
yang mengendalikan perjuangan itu adalah para penguasa yang mengkhianati amanah.

Di perang tahun 1948, kaum Muslimin saat itu heran bagaimana kita bisa kalah. Padahal yang mengherankan justeru jika ketika itu kita menang. Sebab bagaimana kita menang, sementara penguasa-penguasa kita telah menyerahkan urusan perang kepada penguasa Yordan yang sebenarnya, yaitu Jendral berdarah Inggris, Glubb Pasha.??

Bagaimana mungkin menang suatu umat yang dipimpin oleh musuhnya? Dan pada waktu itu, semua penguasa kita memiliki “Pasha-pasha” lain yang mengendalikannya.

Contohnya di Jazirah Arab, raja tanpa mahkotanya adalah seorang jenderal asal Inggris, Philip. Untuk menipu rakyat, penguasa cukup dengan menggelarinya Hajji Abdullah Philip. Siapa membaca dokumen-dokumen Britania yang terkait dengan masalah ini, akan tahu sejauh mana kelalaian yang mendominasi manusia pada waktu itu.

Tipuan-tipuan itu terus berlangsung, namun dengan wajah dan nama berbeda.
Hari ini, setiap ibukota negara pasti ada “Bremer”nya, baik nampak atau tersembunyi. Bersama dia selalu ada “Allawi” yang menjalankan perintah-perintahnya.

Di setiap negara selalu ada “Sistani” dan “Tanthawi”, bersama mereka ada barisan para ulama, yang resmi maupun non resmi, barisan para jurnalis, intelektual dan wartawan, yang secara dusta memberikan legalitas terhadap agen-agen salibis di negeri kita.
Maka semua golongan ini adalah musuh bagi umat yang harus kita diwaspadai. Dan sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang dikenal.

Tanda paling gampang untuk mengenali mereka adalah: penguasa memberi keluasan kepada mereka untuk beraspirasi kepada orang banyak dan menipu mereka melalui media informasi secara teratur, sementara ulama-ulama yang jujur dilarang, walau sekedar berkhutbah jumat di desa terpencil.

Di antara kekurangan kita di zaman sekarang, kita dihadapkan kepada banyak jalan yang mengusung slogan-slogan pembebasan Palestina, padahal sebagian besar jalan ini justeru mentelantarkannya.

Jalan yang paling besar adalah tindakan penguasa-penguasa hari ini yang mengadakan pertemuan-pertemuan para menteri dan melimpahkan masalah kepada Dewan Keamanan PBB. Ini adalah sebuah cara untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan masalah Palestina.

Jalan yang lain adalah menuntutnya sebagian ulama dan dai kepada para penguasa untuk membebaskan Palestina. Ini tidak lain adalah cara lain untuk lari dari tanggung jawab dan mentelantarkan darah para syuhada serta mentelantarkan Al-Aqsha.

Bagaimana mungkin kita minta tolong kepada kaki tangan musuh-musuh kita? Tidakkah mereka lelah meminta tolong selama berpuluh-puluh tahun?


Meminta perlindungan kepada Amru ketika ia dalam susah
Seperti orang yang mencari perlindungan dari abu dengan api…

Ada jalan lain, yaitu tuntutan tokoh-tokoh jamaah Islam agar para penguasa mengizinkan mereka berjihad demi membebaskan Palestina, atau menghimbau para penguasa itu untuk mengikuti kemauan rakyat. Ini adalah jalan lain untuk lari dari tanggung jawab, yang hasilnya adalah diinjaknya kepala di pasir, penyesatan dan penipuan terhadap anggota jamaah-jamaah tersebut, dan mentelantarkan masalah.

Seharusnya mereka berterus terang kepada saudara-saudaranya: bahwa beban ini sangat berat dan kami tak siap memikulnya. Sebab kekufuran, baik lokal maupun internasional, menyerang semua usaha yang coba bergerak dan berterus terang demi kebaikan masalah ini.

Maka yang wajib adalah tahridh terhadap jihad yang hukumnya sudah fardhu ain, mendaftar para pemuda untuk bergabung dalam pasukan-pasukan jihad fi sabilillah, melawan aliansi zionis salibis dan antek-anteknya di Kawasan. Bukan menyalurkan energi para pemuda dengan turun ke jalan-jalan untuk melakukan demonstrasi-demonstrasi tanpa senjata.

Para tokoh jamaah itu seharusnya memberikan tempat bagi tenaga-tenaga pemberani yang ahli dari saudara-saudara mereka, agar mereka yang memimpin jamaah tersebut di situasi-situasi sulit seperti sekarang, supaya mereka melaksanakan kewajiban syar‘inya.


Siapa yang tidak yakin dengan cara membunuh
Hendaknya ia memberi jalan dan tidak menyesatkan orang yang yakin

Meskipun terdapat banyak jalan menyimpang, namun di sana ada satu jalan lurus untuk merebut kembali Al-Aqsha dan Palestina, yaitu jihad fi sabilillah, seperti yang telah kami singgung tadi.
Alloh Ta‘ala telah menjelaskan tentang cara menahan gempuran orang-orang kafir di dalam Al-Quranul Adzim:
"Maka berperanglah kamu di jalan Alloh, kamu tidak dibebani selain dirimu sendiri, dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman. Semoga Alloh menghentikan keganasan orang-orang kafir. Dan Alloh lebih dahsyat kekuatannya dan lebih dahsyat serangannya." (QS. An-Nisa': 84).

Dengan tahridh dan peranglah keganasan orang kafir dihentikan.

Kemudian, sungguh saya katakan kepadamu, wahai umatku:

Mencukupkan diri membebankan tanggung jawab kepada penguasa dan ulama, setelah itu berpangku tangan dari jihad, tidaklah membebaskan kalian dari tanggung jawab. Tidak lain itu juga merupakan jalan untuk melarikan diri. Perintah Alloh di dalam Al-Quranul Karim untuk berjihad di jalan-Nya sudah jelas, baik berjihad dengan jiwa maupun harta, hingga kebutuhan (jihad) tercukupi.

Umat muslimku…

Sungguh engkau mampu mengalahkan eksistensi zionis dengan potensi pendukungmu yang besar dan tersimpan, tanpa harus meminta bantuan para penguasa. Bahkan meskipun mayoritas dari mereka berfihak kepada aliansi salibis-zionis.

Di sini saya bermaksud meyakinkanmu, umatku, bahwa saya yakin perkara itu mudah bagimu, dengan izin Alloh. Asalkan kita mengikuti jalan lurus, bersandar kepada Alloh dan menempuh sebab-sebab yang Dia perintahkan, serta berpaling dari jalan-jalan yang hina.

Di sini saya berikan kepadamu dua bukti, yang menunjukkan bahwa engkau mampu mengalahkan musuh-musuh kita hanya dengan sedikit kekuatan yang kamu miliki:

Bukti pertama: Kekalahan besar yang menimpa Uni Soviet di Afghanistan berkat anugerah Alloh, kemudian berkat perjuangan para pendukungmu, tanpa campur tangan tentara manapun yang dimiliki penguasa-penguasamu, meskipun dalam peperangan ketika itu dukungan secara umum memihak kepada mujahidin.
Ketika itulah panji Uni Soviet dicabut dari dunia dan dibuang untuk dilupakan, segala puji dan anugerah hanya milik Alloh.

Adapun bukti kedua: Pasca runtuhnya Uni Soviet, Amerika menjadi satu-satunya penguasa dan ia berusaha memaksakan hegemoni serta kebijakan politiknya kepada seluruh dunia. Maka para penguasa di wilayah kita semakin meningkatkan ketundukan kepadanya, makin membabi buta keangkara murkaannya dan sokongannya terhadap eksistensi zionis, sehingga dia leluasa berbuat kerusakan di Palestina.
Ketika itu, beberapa gelintir dari putera-puteramu memproklamirkan jihad terhadap pihak yang berdiri sendirian itu, si neo-Hitler, satu-satunya penguasa abad, maka kami berhasil mematahkan tanduknya, meluluhlantakkan bentengnya, meruntuhkan menaranya. Maka ia berjalan dengan marah, dan mengklaim akan menyeret para pemimpin jihad, hidup atau mati, untuk mengembalikan kewibawaan Amerika dan menjadikan mereka pelajaran bagi orang lain. Maka Amerika seperti Abu Jahal di perang Badar, ia keluar dengan menyombongkan kekuatan senjata dan jumlah pasukannya.
Namun, kami kembali berhasil tumpulkan ketajamannya, kami bunuh tentara-tentaranya, kami cerai-beraikan persahabatannya, dan karunia itu dari Alloh semata. Jika perang telah tersulut dan kita dizalimi, maka kata-kata yang dipakai adalah kata-kata pedang, jika ingin hak-hak yang dizalimi kita rebut kembali.
Lihatlah Amerika, hari ini ia terhuyung-huyung oleh pukulan-pukulan mujahidin dan oleh berbagai krisis yang menderanya. Sejak dari kerugian jiwa, kemudian politik, hingga ekonomi. Sekarang ia tenggelam dalam krisis ekonomi, sampai-sampai ia minta bantuan kepada negara-negara kecil, apalagi negara-negara besar. Ia tak lagi disegani musuh, dan tidak dihormati kawan.

Di sinilah kita harus sedikit berfikir; kalian tahu bahwa yang pertama kali dirugikan oleh bangkrutnya kezaliman Amerika adalah eksistensi zionis. Sebab dengan itu ia kehilangan salah satu penopang utama keberadaannya dan urat nadi kehidupannya.
Kerugian besar dan cepat pada kekuatan Amerika inilah salah satu faktor penting mengapa Israel melakukan serangan barbar ke Gaza, dalam percobaan frustasi untuk memanfaatkan masa-masa terakhir kepemimpinan Bush dan kaum neo-konservatif, masa yang telah memberikan kepada mereka kekuatan, dana, dukungan moral, planning strategi, dan permusuhan terselubung yang tidak bisa diberikan oleh pemerintahan lain, untuk dia gunakan menyerang kaum Muslimin dan memukul semua kekuatan yang menolak hegemoni Amerika di Kawasan.

Tapi ternyata kekuatan Gedung Putih hancur berkeping-keping di atas bebatuan mujahidin di Afghanistan, dan tenggelam di lumpur jebakan Irak. Dari sinilah Israel dengan tergesa-gesa mengambil langkah menghabisi lawan-lawan mereka di Gaza dan mengganti mereka dengan ‘Abbâs dengan kekuasaannya untuk kepentingan melindungi Israel. Maka mereka melakukan pembantaian mengerikan ini sebelum masa kekuasaan Bush berakhir, sebelum kelemahan Amerika semakin nyata dan sebelum hancurnya sistem VETO yang oleh dunia mulai dicibir, di mana-mana terdengar suara yang mengusulkan untuk menghapusnya, dan veto sendiri adalah sebuah simbol kezaliman dan arogansi.

Umat muslimku..

Membicarakan kelemahan dan mundurnya hegemoni Amerika serta keruntuhan ekonominya bukanlah sesuatu yang bersifat angan-angan. Namun berdasarkan kepada kesaksian tokoh-tokoh besar mereka sendiri, di mana kesaksian-kesaksian itu sudah tidak mungkin mereka tutup-tutupi lagi.

Berikut ini Biden, wakil presiden terpilih Amerika, mengatakan: “Krisis ini lebih besar dari apa yang kami perkirakan. Dan seluruh sektor ekonomi Amerika berpotensi mengalami kehancuran.”

Berikutnya menteri keuangan Spanyol, ia mengatakan: “Seluruh perekonomian global berpotensi bangkrut.”

Mantan pejabat Bank Cadangan Amerika, Alen Grisban, mengatakan bahwa kebangkrutan yang besar akan terasa kecil di hadapan krisis perekonomian sekarang ini.

Presiden Perancis, Sarkozi, menyebut krisis yang sekarang terjadi dengan mengatakan: “Krisis ini sangat dalam sekali, sistem ekonomi global sedang diambang kebangkrutan.”

Saya katakan: Mereka sekarang sudah tenggelam dalam samudera kerugian –atas karunia Alloh—disebabkan kezaliman yang mereka lakukan sendiri.

Menteri perekonomian Jerman mengatakan: “Dunia tidak akan kembali seperti keadaan sebelum krisis, dan Amerika Serikat akan kehilangan posisinya sebagai negara super power dalam sistem ekonomi global.”

Selanjutnya, saya kutip untuk kalian laporan-laporan intelejen Amerika yang semakin mempertegas kemunduran dominasi Amerika dalam beberapa tahun ke depan.

Umat muslimku…

Sesungguhnya jihad yang dilakukan putera-puteramu melawan aliansi salibis-zionis merupakan salah satu sebab –setelah anugerah Alloh—terjadinya semua hasil yang menghancurkan musuh-musuh kita ini, di mana hasil-hasil itu telah nampak dan terlihat setelah perang yang berlangsung selama tujuh tahun.

Dan saya meyakinkanmu, wahai umatku, sebagai bentuk menyampaikan nikmat Alloh azza wa jalla atas kami, bahwa kami merasa Alloh telah mengkaruniakan kepada kami kesabaran yang cukup bagi kami untuk melanjutkan perjalanan jihad tujuh tahun lagi, kemudian tujuh tahun lagi, dan tujuh tahun lagi…dengan izin Alloh. Maka sabar adalah sebaik-baik senjata, dan takwa adalah sebaik-baik perbekalan. Jika kami menemui syahid, itulah yang selama ini kami cari, akan tetapi panji jihad tidak akan pernah jatuh hingga hari Kiamat tiba, sebagaimana hal itu diberitakan oleh Rosululloh Salallahu 'alaihi wasalam.

Yang menjadi pertanyaan justeru: Sanggupkah Amerika melanjutkan perang melawan kami untuk beberapa dekade ke depan?

Laporan-laporan dan indikator-indikator yang ada menunjukkan tidak.

Dan 75 % rakyat Amerika senang dengan kepergian presiden yang telah menyeret mereka dalam perang-perang yang tidak sanggup mereka tanggung dan menenggelamkan mereka dalam belitan ekonomi hingga telinga mereka. Bush telah meninggalkan warisan yang berat bagi penggantinya, meninggalkannya di antara dua perkara yang paling manisnya adalah pahit, seperti orang yang menelan pisau bermata dua, ia gerakkan seperti apapun tetap melukainya.

Salah satu bentuk peninggalan tersulit adalah ketika seseorang mewarisi perang gerilya panjang melawan musuh yang sangat penyabar dan keras kepala, dengan menggunakan dana dari pinjaman-pinjaman ribawi. Jika ia mundur dari perang, berarti itu kekalahan militer. Jika ia melanjutkannya, ia tenggelam dalam krisis ekonomi. Lalu bagaimana, Bush mewariskan kepadanya dua perang, bukan satu, di mana dia tak mampu melanjutkannya.

Dan kini kami sedang merintis jalan untuk membuka front-front jihad lain, dengan izin Alloh. Maka, bukankah sudah sepantasnya jika engkau, wahai umatku, meletakkan tanganmu pada tangan putera-puteramu yang berjihad, untuk bersama-sama kita teruskan jihad melawan musuh Islam dan melanjutkan pengurasan kekuatan mereka di dua front ini, dan di front-front lain yang terbuka di hadapanmu melawan aliansi salibis-zionis beserta antek-anteknya di Kawasan; di Palestina, di Irak, Afghanistan, Waziristan, Maghrib Islami dan Somalia.

Maka kewajibanmu adalah memberikan dukungan personal dan dana, hingga kebutuhan jihad tercukupi. Sungguh aku telah berpengalaman dalam jihad –berkat karunia Alloh—dan aku mengetahui beban-beban pendanaannya. Zakat seorang pengusaha besar di kalangan kaum Muslimin sebenarnya cukup untuk kebutuhan-kebutuhan jihad di semua front terbuka melawan musuh kita hari ini. Padahal jihad, sebagaimana yang kalian ketahui, memiliki jatah dari harta zakat.

Maka berbahagialah orang yang dimudahkan Alloh Ta‘ala untuk menjadi sebab untuk menolong agama-Nya, membela Rosul-Nya, dan menyelamatkan umat beliau Salallahu 'alaihi wasalam.

Alangkah miripnya kondisi sulit mujahidin hari ini dengan kondisi sulit yang dialami pasukan paceklik (Jaisyu `l-‘Usroh) di zaman Rosululloh n, sebelum Ustman a datang dan memberi perbekalan sebagian besar pasukan, lalu Rosululloh Salallahu 'alaihi wasalam bersabda: “Tidak membahayakan Utsman apa yang akan dia lakukan setelah hari ini.”

Maka siapakah yang mau menjadi “Utsman”nya umat Islam dalam paceklik sekarang ini?

Dan saya tahu mayoritas pengusaha kaum Muslimin enggan berinfak di jalan Alloh bukan karena mereka bakhil, tetapi karena mereka takut kepada Amerika dan boneka-bonekanya di Kawasan. Dan sesungguhnya saya katakan kepada mereka: Ini bukanlah udzur, memang kalian sedang berada di negeri ujian dan cobaan.

Ingatlah firman Alloh Ta‘ala:

“Apakah kamu takut kepada mereka? Maka Alloh itu lebih berhak kamu takuti jika kamu orang-orang beriman.” (At-Taubah: 13).

Maka harus ada hijrah. Beban-beban kemenangan dan penegakan Islam harus dipikul. Manusia terbaik (Rosululloh n) saja terpaksa –akibat ulah orang-orang Musyrik— untuk masuk ke gua, meninggalkan keluarga dan kampung halaman, dan berhijrah meninggalkan jengkal tanah terbaik: Mekah Al-Mukarromah.
Maka bersegeralah. Bersegeralah. Manfaatkanlah kesempatan mahal ini, dan janganlah kalian menyia-nyiakannya. Kalian memiliki teladan yang baik pada diri Rosululloh n ketika beliau masuk gua. Tidak bisakah dari kalian bersembunyi di suatu rumah di tempat tertentu? Bukankah bumi Alloh ini luas untuk kalian jadikan tempat menjalankan ibadah jihad dengan harta?

Alloh Ta‘ala berfirman:

“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka beribadahlah kepada Aku saja.” (Al-Ankabut: 56).

Dan berfirman:


“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Alloh itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah).”(An-Nisa’: 97-98).

Umat muslimku…

Sesungguhnya dalam peperangan-peperangan, krisis-krisis, dan cobaan-cobaan ini, ada karunia-karunia. Dan orang-orang cerdas tidak akan membiarkan karunia-karunia itu lewat begitu saja, tetapi mereka akan memanfaatkannya. Maka di hadapanmu ada kesempatan besar untuk melawan kezaliman dan diktatorisme yang ditimpakan kepadamu dari dalam dan luar sejak puluhan tahun, untuk merebut kembali hakmu dengan kekuatan.

Orang-orang yang mengatakan kepadamu bahwa cara mengambil hak adalah melalui kotak-kotak undian (pemilu) lalu memberikan contoh bangsa-bangsa barat kepadamu, pada dasarnya mereka itu menipumu dan berdusta kepadamu. Mereka melakukannya karena takut kepada penguasa, atau karena ambisi terhadap apa yang ada padanya.

Bangsa-bangsa Barat yang mereka sebut itu, merebut haknya tak lain adalah melalui revolusi-revolusi dan kekuatan senjata. Maka sejak perang tujuh tahun antara Inggris dan Perancis demi menaklukkan Amerika, kedua belah fihak terjebak dalam krisis ekonomi besar-besaran. Hal itu mendorong para pemimpin mewajibkan pajak-pajak kepada rakyat. Inilah yang kemudian memicu tersulutnya revolusi Perancis, setelah sebelumnya diawali dengan kezaliman dan tindakan diktator para raja terhadap rakyat. Sebab ketika itu Raja Louis XIV mengatakan: “Akulah negara, dan negara adalah aku.” Seperti ini jugalah keadaan para raja dan penguasa kita.

Akhirnya, orang-orang Perancis memanfaatkan kesempatan di tengah cobaan-cobaan itu, mereka memberontak kepada raja-raja yang dzalim yang telah menyedot darah dan kekayaan mereka. Kemudian mereka mencopot Louis XVI dan menyeretnya ke tiang gantungan. Mereka merebut hak-hak mereka dengan kekuatan senjata.

Maka tidak ada tempat bagi kotak-kotak suara di negeri-negeri kita di bawah kendali penguasa-penguasa kejam kecuali untuk menipu kita. Dan yang menyedihkan, sekaligus harus diwaspadai, penipuan besar-besaran ini turut didorong oleh para ulama dan da'i.

Dari rahim krisis ekonomi pulalah orang-orang Amerika melancarkan pemberontakan terhadap Inggris untuk merebut hak-hak mereka. Mereka tidak melakukan dan mengikuti sistem demokrasi yang sekarang ini mereka gunakan untuk menipu kita di Afghanistan, Irak dan lain-lain. Akan tetapi mereka merebut hak-hak mereka dengan besi dan api, maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang memiliki pandangan jeli.

Kita sebagai kaum Muslimin, meyakini bahwa sudah menjadi hak umat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Kita juga mengimani adanya syuro, akan tetapi kita meyakini bahwa demokrasi ala barat ini –terlepas bahwa itu adalah tipuan besar—merupakan bid‘ah yang syirik. Kaum Muslimin tidak akan rela dipimpin oleh siapapun kecuali dengan syariat Alloh Ta‘ala, bukan dengan hukum buatan manusia yang mereka buat rancang sendiri.

Dalam agama kita juga adalah syariat perang di jalan Alloh melawan aggressor yang menyerang dan melawan para penguasa murtad, sampai kalimat Alloh menjadi yang tertinggi. Ketika itu dijalani, segala urusan akan kembali kepada tempatnya, segala hak akan kembali kepada pemiliknya.

Sebagai penutup, saya ucapkan kepada saudara-saudara kami di Palestina:

Semoga Alloh membesarkan pahala kalian…
Semoga Alloh menerima orang-orang gugur di antara kalian sebagai syuhada..
Dan menyegerakan kesembuhan bagi mereka yang terluka…
Saya berdoa, semoga Alloh Azza wa Jalla mengilhamkan kesabaran kepada orang-orang yang terkena musibah dan memberikan ganti yang lebih baik kepada mereka.

Saudara-saudaraku di Palestina…

Berkali-kali kalian menanggung kesusahan seperti yang dialami bapak-bapak kalian selama sembilan dekade ini, dan sesungguhnya kaum Muslimin bersimpati terhadap kalian karena apa yang mereka saksikan dan mereka dengar.

Sedangkan kami, mujahidin, juga bersimpati kepada kalian. Dan simpati kami lebih besar, karena mujahidin juga mengalami kehidupan sama dengan yang kalian alami. Yang mereka rasakan lebih susah dari apa yang kalian rasakan. Mereka dibombardir sebagaimana kalian dibombardir, dengan pesawat-pesawat yang sama. Mereka kehilangan orang-orang tercintanya sebagaimana kalian kehilangan. Maka segala puji bagi Alloh, kita adalah milik Alloh dan kepada-Nya saja kita akan kembali.

Namun di tahun ini, Alloh berkehendak tanda-tanda terbit fajar telah nampak, indikasi-indikasi positif jalan keluar telah muncul, dengan bangkrutnya kekuatan aliansi salibis-zionis. Maka berarti tinggal sedikit lagi, dengan izin Alloh.

Kami bersama kalian, dan kami tak akan mentelantarkan kalian dengan izin Alloh. Hasil akhir kami terkait dengan hasil akhir kalian, dalam memerangi aliansi salibis-zionis. Maka tak ada pilihan…perang sampai menang, atau mati syahid di jalan Alloh.


“…bersabarlah, pertahankanlah kesabaran kalian, dan berribathlah, agar kalian memperoleh kemenangan.”

Doa terakhir kami adalah: Alhamdulillah Robbil Alamiin, segala puji hanya milik Alloh Robb semesta alam.

Dan limpahkanlah sholawat dan salam, ya Alloh, kepada nabi kami, Muhammad, kepada para pengikut dan seluruh sahabatnya.

Sesungguhnya berangkat untuk menolong saudara mu’min kita yang lemah dan tertindas di Gaza adalah fardlu ‘ain atas setiap diri kita

Terjemahan Pernyataan, Abu Umar Al-Baghdadi, Irak


Segala puji bagi Allah yang telah dengan tegas menurunkan wahyu :

“Telah diwajibkan berperang kepada kalian meskipun kalian tidak menyukainya, dan bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik bagi kalian. Dan bisa jadi kalian menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian. Allah Maha Mengetahui sementara kalian tidak mengetahui”

Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Rasulullah, penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan, yang telah bersabda :
"Pokok seluruh urusan kehidupan adalah Islam, pilar-pilarnya adalah Shalat, dan puncak-puncaknya adalah Jihad”

Beliau saw bersabda :
"Siapa yang mati dan belum pernah berperang, atau tidak pernah berniat untuk berperang, maka ia mati di atas satu cabang kemunafiqan”

Wa ba’du :

Sungguh, kita menyaksikan saat ini, para anak keturunan kera dan babi, para penyembah ‘tuhan-tuhan’ palsu, tengah menimpakan hujan api terhadap segenap saudara dan keluarga kita di Gaza. Mereka membantai tanpa kompromi para wanita, orang tua, dan anak-anak. Mereka menghancurkan rumah dan merampas hak milik saudara kita. Terlebih lagi, mereka menambah intensitas pelanggaran, penentangan, dan kekejian, dengan menghancurkan masjid-masjid, rumah-rumah Allah. Mereka seakan bebas melakukannya secara terbuka di depan mata seluruh Ummah Muslim, dan dipertunjukkan dengan vulgar oleh berbagai media. Maka, apakah yang telah kalian lakukan, wahai Ummah Islam? Belumkah sampai kepada kalian firman Allah?

"Dan mengapa kalian tidak mau berperang di Jalan Allah dan (demi membela) orang-orang lemah tertindas baik laki-laki, wanita, dan anak-anak, yang semuanya berdoa, ‘Ya Rabb, selamatkanlah kami dari negeri ini, yang orang-orangnya dzalim menindas. Dan kirimkanlah kepada kami dari sisiMu para pelindung, dan kirimkanlah kepada kami dari sisiMu para penolong”. (An Nisaa : 75)

Dan firmanNya:
"Sesungguhnya (hanyalah) orang-orang mu’min itu bersaudara”. (Al-Hujuraat :10)

Bagaimana sikap kalian terhadap firmanNya :
"Dan orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan, mereka menjadi menjadi penolong bagi saudaranya…” (Al-Tawbah :71)

Sesungguhnya berangkat untuk menolong saudara mu’min kita yang lemah dan tertindas di Gaza adalah fardlu ‘ain atas setiap diri kita, sebuah faridlah (kewajiban) yang telah dimandatkan oleh Rabb langit dan bumi. Sungguh, mengabaikan nasib saudara kita yang tertindas, meremehkan usaha pertolongan terhadap mereka, serta berdiam diri dari berjuang mengangkat ketidakadilan dan penindasan ini, merupakan dosa besar, dan ia adalah bentuk keikutsertaan kita terhadap kekejian ini, ia adalah coreng kehinaan di kepala setiap muslim yang tidak akan terhapus dan terbawa hingga setelah kematian.

Wahai Muslim! Sesungguhnya (semakin jelas) para penguasa di negeri-negeri Islam itu adalah para pengkhianat, kaum murtaddin dan pendosa kotor, pembohong dan pendusta, para penjahat keji. Di manakah slogan-slogan itu, slogan tentang Pan Arabisme, nasionalisme, atau patriotism? Ketika perang telah diumumkan terhadap rakyat kita lemah dan tertindas di Gaza, serangan bahkan dilancarkan dari arah ‘Negeri Kinanah’ sendiri. Mesir ikut serta dalam proyek penghancuran ini atas perintah si thoghut, ‘La Mubarak’ (tiada diberkahi), musuh Allah dan ummat Islam, sekutu setia Yahudi penjahat.

Wahai Muslim! Jika kita hari ini tidak bangkit untuk melawan para penguasa khianat ini, lalu kapan lagi kita akan lakukan? Mereka telah mengkhianati Din kalian dan merampas harta milik kalian. Lalu hari ini kalian semua menyaksikan mereka ikut serta dalam pembantaian keluarga dan saudara kita. Bangkitlah! Lawanlah mereka, hancurkan singgasana mereka, gulingkan mereka dari kekuasaan! Hancurkan tirani dan kesewenang-wenangan mereka! Bangkitlah! Angkat senjata kalian, bertempur dan perangi mereka hingga Allah menghapuskan penghinaan dan kehinaan ini! Apa yang telah dirampas oleh kekuatan, tidak akan dapat direbut kembali melainkan oleh kekuatan. Apa yang telah dirampas oleh kudeta militer dan pemilihan palsu yang dipaksakan, tidak akan dapat direbut kembali, melainkan oleh laras senjata dan tembakan peluru!

Jujurlah kalian kepada Allah dan diri kalian sendiri! Masihkah kalian mengira bahwa para penguasa di Mesir, Jordan, Sham, dan Jazirah Arabia akan pernah, walau hanya sehari saja, bangkit berdiri untuk membela Din, negeri, dan kehormatan? Maka jika jawaban dari pertanyaan ini telah kalian sama-sama ketahui, bahkan ia adalah satu kenyataan yang telah dipahami oleh tiap bayi yang merasakan kegetiran penghinaan dan pedihnya penindasan dari air susu ibundanya, lalu sampai kapan lagi kalian tetap berdiam diri?

Wahai Muslim! Jadikanlah keteguhan dan keberanian saudara kalian di Gaza sebagai api yang akan membakar semangat kalian untuk membebaskan negeri-negeri Muslim dari cengkeraman para penjahat durjana. Sungguh Rasulullah telah bersabda :
"Hari Qiyamat tidak akan tiba hingga balatentara Romawi akan tiba di A’maaq atau Dabiq. Satu pasukan akan berangkat dari Madinah untuk memerangi Romawi, dan mereka adalah sebaik-baik ummat di masa itu. Ketika barisan-barisan pasukan telah saling berhadap-hadapan, orang-orang Romawi akan berkata, ‘Biarkan kami untuk memerangi mereka yang telah menawan perempuan dan anak-anak kami’. Pasukan Islam akan menjawab, ‘Tidak, demi Allah! Kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami’. Lalu mereka saling bertempur. Sepertiga pasukan Islam akan melarikan diri, dan Allah tidak akan memaafkan mereka. Sepertiga pasukan Islam terbunuh syahid, dan mereka termasuk kalangan syuhada terbaik di mata Allah. Sepertiga pasukan Islam yang lain akan tetap tabah dan teguh, mereka akan dibukakan kemenangan dan mereka akan dibebaskan dari berbagai fitan (di Hari Qiyamat)”.

Inilah contoh teladan sejati bagaimana seorang Muslim itu seharusnya. Ia tidak akan mengecewakan saudaranya, atau menyerahkannya ke tangan musuh, atau meninggalkannya ketika ia tengah membutuhkan pertolongan. Jika Allah tidak akan memaafkan mereka yang melarikan diri padahal mereka telah bertempur dengan gigih dalam peperangan besar di A’maaq dan Dabiq itu, lalu bagaimanakah pendapat kalian mengenai sebesar apa dosa mereka yang berdiam diri dan tidak bertempur sama sekali?
Rasulullah bersabda dalam salah satu shahih :
"Tolonglah saudaramu, apakah ia dalam keadaan dizholimi atau mendzholimi”
Dan Rasulullah bersabda :
“Setiap Muslim bersaudara. Mereka tidak akan saling mendzolimi, pun tidak akan menyerahkan saudaranya ke tangan musuh”
Kita adalah ummat yang setiap orang mendukung yang lainnya, sehingga semua menjadi satu bagian laksana bangunan yang kokoh, sebagaimana Rasulullah menggambarkan tentang kita :
“Orang-orang Mu’min, satu dengan yang lain seperti benteng yang kokoh, satu dengan yang lain saling menguatkan”.

Kami melihat beberapa hal, yang akan menjadi solusi, insya Allah :

Pertama : kami mendesak kalangan cendekia dan para tokoh di negeri-negeri yang berbatasan dengan Palestina, untuk memimpin dan mengarahkan aksi massa menuju perbatasan (tidak lagi sekedar aksi massa di lapangan kota, atau di jalan-jalan kota), hendaknya mereka mematahkan barikade perbatasan dan bergabung dengan rakyat Palestina, hendaknya mereka berpartisipasi dengan saudara mereka di Palestina dalam Jihad fi Sabilillah dengan segala hal yang mereka bisa lakukan. Hendaknya sebagian dari mereka bergerak menguasai pos-pos persenjataan dan basis-basis militer di sepanjang perbatasan yang selama ini digunakan untuk melindungi musuh Zionis.

Kedua : Setiap Muslim yang bekerja di ketentaraan dan dinas militer yang selama ini telah dipaksa untuk melayani para penguasa thowaghit, setiap perwira militer yang selama ini hanya bisa menyaksikan saja berbagai tindak pengkhianatan ini, agar segera bertaubat kepada Allah. Hendaknya mereka berpartisipasi (dalam Jihad) dengan berusaha menyelundupkan sebanyak mungkin persenjataan dari unit-unit mereka, atau menunjukkan jalan dan membuka akses lokasi penyimpanan senjata dan amunisi, sehingga para saudara kita yang lain dapat mengambilnya dan menyelundupkannya kepada saudara kita di Palestina. Sungguh saya merasa sangat sakit menyaksikan helikopter-helikopter Yahudi yang terbang di angkasa, sementara saya tidak dapat mengambil peluncur roket yang besar untuk menembaknya jatuh. Persenjataan ini juga hendaknya digunakan untuk memerangi dan membunuh para tokoh-tokoh pendukung thowaghit, dalam kedudukan (posisi) apa saja mereka berada, yaitu mereka yang berusaha mencegah rakyat kita dalam melancarkan protes demi menunjukkan solidaritas kita kepada saudara kita di Gaza. Mari kita buat masyarakat luas (masyarakat dunia) tahu bahwa kita akan memerangi Yahudi dan para antek-anteknya tidak (hanya) dengan sekedar berteriak dan menyampaikan protes, tetapi dengan darah yang mengalir seperti sungai dan potongan tubuh yang tercerabik seperti hempasan serpihan bebatuan, karena Allah tidak akan mengangkat seluruh kehinaan ini hingga kita bersedia mempersembahkan jiwa dan ruh kita kepada Allah serta patuh dan menegakkan hukumNya di atas bumiNya.

Ketiga : Kepada saudara kami di Palestina, khususnya mereka yang berada di Gaza, kewajiban bagi kalian yang tengah berperang meninggikan Kalimat Allah, berjuang agar dapat merebut kembali izzah dan kehormatan Din Allah, hendaknya mereka bersatu dalam satu panji, dalam satu komando kepemimpinan. Kalian harus menyadari, bahwa kalian harus saling mengalah dan berkompromi atas berbagai urusan dunia, mengesampingkan segala urusan remeh duniawi. Jika kalian tidak bersatu sekarang, maka sampai kapan kalian akan bersatu? Takutlah kalian kepada Allah, dan bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk memerangi musuhNya sebagaimana firmanNya:
“Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang berperang di jalanNya dalam satu barisan, seakan satu bangunan yang kokoh”. (Al-Saff : 4)

Keempat : Bangsa Palestina di seluruh dunia harus terjun menolong saudara mereka. Kita akan menjumpai, tidak sedikit di antara mereka tersebar di berbagai negara, bangsa Palestina yang berpendidikan baik, bahkan memiliki kemampuan teknis dan kemiliteran. Mereka harus melancarkan serangan terhadap berbagai kepentingan Amerika dan Yahudi di seluruh dunia. Segala puji bagi Allah, kaum perantauan Palestina ini tidak kurang keperwiraannya, tidak sedikit pengalamannya, dan mereka lebih berkeinginan untuk menolong sesama bangsanya dibandingkan yang lain.

Kelima : Bukankah sekaranglah saatnya agar seluruh persenjataan yang disimpan di gudang-gudang senjata Palestina kita gunakan untuk melawan penjajah? Inilah saatnya untuk mempertunjukkan sejauh mana kehebatan persenjataan itu ketimbang selama ini hanya didemonstrasikan sebatas parade militer di kamp-kamp. Apa lagi yang kita tunggu? Adakah masa yang lebih genting lagi dibandingkan saat ini? Ataukah kalian (dengan mempertunjukkan demonstrasi senjata di parade militer) hanya berusaha untuk mempertahankan sebatas kehidupan yang hina dan remah-remah roti dari tangan para thowaghit penguasa negeri-negeri Muslim itu?

Saya mengingatkan Ummat Islam seluruhnya, khususnya para ulama dan cendekiawan di antara mereka, agar kalian berhenti menghambur-hamburkan energi ‘kemarahan’ ummat dalam bentuk protes (dan demonstrasi) kosong dan tanpa guna, atau sekedar membuat ummat Islam ini merasa puas dengan (cukup) mendonasikan uang untuk saudara mereka, sementara uang dan sumber daya itu tidak akan pernah sampai ke tangan yang berhak. Inilah yang selama ini diinginkan oleh orang Yahudi dan Nashrani atas kita. Mereka membunuhi kita, lalu mereka menyampaikan pesan pada para agen dan kaki tangannya supaya mereka merawat orang-orang kita yang terluka, dan menguburkan yang mati. Atas dasar alasan inilah mereka kemudian mendirikan organisasi Palang Merah.

Kami di sini, di Bumi Iraq, sungguh kami berjanji kepada rakyat kami di Gaza, kami sekali-sekali tidak akan mengecewakan kalian, kami sekali-sekali tidak akan membiarkan kalian, dalam pertempuran kami melawan Yahudi dan para sekutunya. Kami akan meningkatkan intensitas amaliyat kami dalam melawan penjajah Amerika. Dan kami menyampaikan kabar gembira kepada kalian, saudara kami di Palestina dan Iraq, bahwa kemenangan sudah dekat, insya Allah. Betapa Allah berfirman :
“Sungguh, setelah kesulitan itu ada kemudahan, setelah kesulitan itu ada kemudahan”. (Surah Al-Insyirah: 5 - 6)

Sungguh kami menyaksikan bahwa masa-masa akhir dari Yahudi dan para agen-agennya telah semakin dekat, di tangan para Pejuang Tauhid dan Pemikul Panji “Laa ilaha illa Allah”.

Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!

“Dan Allah Maha Berkuasa atas segala urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti (Yousuf : 21)

Saudara Kalian

Abu Umar Al-Baghdadi

Pembantaian Gaza dan Isolasi Para Pengkhianat

Bismillahirrohmanirrohim

Terjemahan Pernyataan Syaikh Aiman Ad Dhowahiry

Pembantaian Gaza dan Isolasi Para Pengkhianat




Dengan Nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah atas Rasulullah, keluarga beliau, para sahabat dan segenap pengikut yang menapak sunnahnya

Saudara muslim di mana saja Anda berada..

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Hari-hari ini serangan Israel atas Gaza telah dilancarkan tak terelakkan, membantai serta melukai ratusan orang, dan seluruh dunia, termasuk para (penguasa) Arab khianat tidak berbuat apapun kecuali hanya menyampaikan berbagai pernyataan kosong.

Dalam menghadapi berbagai perkembangan ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan kepada kalian.

Pesan Pertama, saya tujukan kepada seluruh saudara Muslim saya di Gaza dan segenap Palestina, saya mengingatkan kalian dengan firman Allah: “Janganlah kalian merasa lemah (dalam menghadapi musuh), dan jangan kalian merasa bersedih, sungguh kalianlah orang-orang yang paling tinggi (menang) jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian mendapat luka, maka orang-orang kafir pun mendapat luka. Dan masa (kejayaan dan kekalahan) kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah dapat membuktikan siapa di antara kalian orang (yang benar-benar) beriman, dan agar Allah dapat menjemput para syuhada di antara kalian. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan agar Allah mensucikan kalian (dari dosa-dosa) serta membinasakan orang-orang kafir” (Qs Ali Imran 139 – 141)

Teguh dalam keshabaran, tsabat dan tetap tegak bertahan di atas Jalan Jihad. Sungguh, seluruh ummat Islam bersama kalian. Dan saya menyampaikan kepada kalian, demi Allah, kami tidak akan pernah tinggal diam hingga kami dapat membalas setiap jiwa yang dibunuh, setiap orang yang terluka, setiap janda-janda muslimah dan para kanak-kanak yatim, di Palestina dan di seluruh Bumi Islam. Kami, insya Allah, tetap taat dan teguh untuk memenuhi sumpah Sheikh Usamah bin Ladin, semoga Allah sentiasa melindungi Beliau, “Aku bersumpah, demi Allah yang Maha Perkasa, yang telah meninggikan langit tanpa pilar, Amerika dan mereka yang tinggal di Amerika, tak akan kami biarkan (walau sekedar bermimpi) merasakan keamanan hingga kami dapat menyaksikan keamanan dan kedamaian di Palestina, dan hingga seluruh kekuatan kafir dapat diusir dari seluruh Bumi Islam”. Sungguh kami berharap, dan sentiasa berusaha, sehingga pada suatu hari kami akan menolong kalian secara langsung untuk membebaskan Yerusalem dan Masjid Al Aqsha, serta mengibarkan tinggi-tinggi panji Islam dan Jihad di atas Bumi Al Quds.

Saudara Muslimku, serta segenap Mujahidin di Gaza dan seluruh Palestina; apa yang kalian hadapi hari ini bukanlah semata sebuah usaha pendudukan, yang terbatas pada wilayah tertentu atau atas negeri tertentu; ini adalah bagian dari mata rantai tak terpisahkan kampanye Perang Salib Semesta yang digelar aliansi Zionis Salibis atas seluruh Dunia Islam. Penyerbuan keji ini adalah ‘hadiah’ untuk kalian dari Obama sebelum ia menduduki singgasana kekaisarannya, dan Husni Mubarak, sang pengkhianat adalah sekutu utama (dengan aliansi Zionis Salibis) dalam mengepung dan membantai kalian. Ketika pesawat-pesawat tempur Israel menggempur kalian dari udara, orang hina ini menutup perbatasan dengan menempatkan tentaranya, sehingga aksi pembantaian atas Gaza yang memang telah direncanakan ini dapat dilaksanakan. Sungguh peran yang kotor dan keji yang sama, dimainkan oleh kaum Yahudi dan para sekutu murtaddin seperti yang pernah mereka lakukan di Shabra dan Shatila.

Saudara Muslimku, serta segenap Mujahidin di Gaza dan seluruh Palestina; kami bersama kalian dan sentiasa menyertai kalian dalam pertempuran menghadapi Perang Semesta Aliansi global Zionis Salibis, di mana saja kami berada. Dan kami, dengan ijin Allah, telah bergerak mendekati kalian, perlahan tetapi pasti. Insya Allah, tidak lama lagi, dengan ijin Allah kami akan memecah perbatasan dan menerobos blokade yang menghalangi kami dengan kalian. Penarikan mundur tentara Amerika dari Iraq adalah satu tanda (sinyal) kebaikan tentang (makin dekatnya) saat kami dapat bergabung bersama kalian, dengan ijin Allah. Allah Maha Tahu, betapa besar keinginan kami agar dapat menyertai kalian saat ini, melindungi kalian dengan darah dan jiwa kami, menebus kalian dengan diri kami. Saya pribadi, betapa perih hati dan sungguh berharap kepada Allah untuk dapat menyertai kalian saat ini, merawat orang-orang yang terluka, dan mengobati yang sakit. Sebagaimana saya bersyukur kepada Allah, telah diberiNya kesempatan serupa sebelumnya, selama bertahun-tahun menyertai dan melayani para Mujahidin dan Muhajirin kita di Afghanistan.

Pesan kedua, saya tujukan kepada umat Islam di Mesir. Kepada kalian saya tegaskan; adalah kewajiban yang terpikul di atas pundak setiap kalian, agar kalian berusaha menghentikan pengepungan dan blokade, kalian wajib mengambil tanggung jawab ini (karena Allah akan menagihnya kepada kalian di Hari Qiyamat). Kalian harus melakukan apapun untuk menghentikan pengepungan dan pembantaian; apakah itu protes, unjuk rasa atau demonstrasi, yang tidak boleh berhenti hingga pengepungan atas Gaza diakhiri, dan Husni Mubarak si pengkhianat harus diseret untuk bertanggung jawab.

Lakukanlah apa saja untuk menolong saudara kita di Gaza, mulai dari mengorganisir gerakan masiv unjuk rasa, pemogokan, dan demonstrasi, sehingga para pelajar dan mahasiswa mogok dari sekolahnya, para pekerja dan karyawan mogok dari kantor-kantornya, untuk memaksa Husni Mubarak si penjahat kriminal membuka pengepungan atas Gaza.

Dan saya sampaikan kepada mereka yang masih memiliki ghirah dan izzah di kalangan angkatan bersenjata Mesir, sungguh kepada kalian telah ada teladan yang dicontohkan Sulaiman Khatir, semoga Allah menyayanginya. Husni Mubarak si kriminal pengkhianat telah memanfaatkan kalian sebagai alat untuk mengkhianati Din kalian dan mengepung saudara kalian di Gaza, serta menyingkap seluruh rahasia pertahanan mereka, untuk membantu pesawat-pesawat Israel dengan mudah membantai saudara kalian. Sampai kapan kalian bertahan untuk menjadi balatentara setan? Sampai kapan kalian sadar hingga kalian menjadi tentara untuk Allah dan RasulNya?

(Sulaiman Khatir, seorang tentara Mesir. Pada 5 Oktober 1985, ia melancarkan amaliyat Sinai, dengan menembakkan senjata pada rombongan turis Israel yang berkunjung ke Sinai. Sekitar tujuh turis Israel terbunuh. Israel mendesak Mesir untuk mengekstradisi Sulaiman Khatir, atau setidaknya menghukum dengan seberat-beratnya. Pada bulan Januari 1986, Sulaiman Khatir ditemukan ‘gantung diri’ di sel penjaranya. Rejim Mesir mengeluarkan pernyataan resmi bahwa ia bunuh diri di penjara. Tetapi banyak orang yakin, rejim Mesir mengatur sandiwara ‘bunuh diri’ ini untuk menyelamatkan diri dari tekanan Israel. Semoga Allah melimpahkan ampunan dan kasih sayang kepada Sulaiman Khatir. Pent.)

Allah berfirman: “Wahai kalian orang beriman, hendaknya kalian menjadi Ansharallah (para penolong Allah) sebagaimana Isa Putera Maryam yang berkata kepada para hawarinya (para penyerta), ‘Siapakah yang akan menolongku di sisi (di jalan) Allah?’ para Hawariyyun berkata, ‘Kamilah Ansharallah!’ Lalu berimanlah satu kelompok Bani Israel dan sekelompok yang lain menjadi kafir. Maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang beriman atas musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi golongan yang menang”. (Ash Shaff 14)

Saya berkata kepada para klan dan suku, penduduk Sinai: Hari ini adalah hari kalian. (Hendaknya) kalian menyediakan untuk Saudara kalian dalam Islam dan dalam pertalian kekeluargaan, segala kebutuhan mereka, dari persedia dan perlengkapan. Mulai dari sepotong roti hingga ranjau anti tank. Rejim Mesir khianat,yang telah merendahkan harga diri, kehormatan, dan kesucian kalian, adalah rejim yang sama yang telah mengepung saudara kalian seagama dan sekeluarga di Gaza, dan bersekongkol dengan Yahudi untuk membantai saudara kalian. Takutlah kepada Allah atas nasib Saudara kalian di Gaza! Patahkan blokade rejim khianat ini! Ketahuilah, Allah akan bertanya kepada kepada kalian tentang apa yang telah kalian lakukan untuk menolong saudara kalian, maka persiapkan diri kalian supaya kalian dapat menjawab pertanyaan Allah.

Rasulullah saw bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak akan mendzaliminya, atau memperhinakannya, atau merendahkannya, atau menyerahkannya ke tangan musuh. Siapa yang menolong saudaranya, Allah akan menolongnya. Siapa yang menghilangkan kesusahan saudaranya, Allah akan menghilangkan kesusahannya pada Hari Qiyamat. Dan siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya di Hari Qiyamat”

Dan Beliau saw bersabda: “Jangan kalian saling mengintai (memata-matai), jangan kalian saling mencari kesalahan, jangan kalian saling iri, jangan kalian saling dengki, jangan kalian saling benci, dan jangan kalian mengecewakan yang lain. Wahai hamba Allah! Jadilah kalian bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak boleh menindasnya atau memperhinakannya atau merendahkannya. Taqwa itu ada di sini (dan Rasulullah menunjuk dadanya tiga kali). Setiap Muslim haram (terjaga) hartanya, kehormatannya, darahnya. Cukuplah disebut suatu kejahatan, jika seseorang merendahkan saudara Muslimnya”.

Pesan ketiga saya tujukan kepada Muslim di mana saja kalian berada. Kepada kalian saya berkata: Inilah Obama yang dipersembahkan kepada dunia oleh mesin kebohongan Amerika sebagai penyelamat yang akan mereformasi kebijakan Amerika, inilah Obama yang membunuh saudara kalian di Gaza dengan hati dingin tanpa belas kasihan.

Saya katakana kepada rakyat Muslim yang marah dan menghimpun demonstrasi serta protes di seluruh dunia; protes tidak cukup untuk menghadapi bom. Mengapa kita tidak menghimpun kemarahan kita dan mengarahkannya untuk melancarkan aksi signifikan yang akan mengguncang pilar-pilar aliansi Zionis Salibis, dengan ijin Allah?

Wahai saudara Muslim di mana saja kalian berada, patuhilah Allah, dan sambutlah kewajiban Jihad fi Sabilillah. Allah berfirman: “Wahai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan RasulNya, ketika Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang akan menghidupkan kalian. Dan ketahuilah sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Dan sesunggunya kepadaNya kalian akan dikumpulkan. Dan peliharalah diri kalian dari fitnah (cobaan dan siksa) yang tidak khusus menimpa orang-orang dzalim di antara kalian. Dan ketahuilah, sesungguhnya Allah sangat keras siksaNya”. (Al Anfaal 24-25)

Wahai Muslim di mana saja kalian berada, hadapilah kampanye semesta Zionis Salibis dan perangi mereka di mana saja berada! Tolonglah dan dukunglah saudara dan putra-putra kalian, para Mujahidin fi Sabilillah dalam konfrontasi semesta ini.

Wahai para Singa Islam! Di Bumi Maghrib Islami, di Levant, di Tanah Semenanjung Arabia, di Bumi Iman dan Hikmah – Bumi Yaman, di Bumi Khilafah – Bumi Iraq, di Bumi Izzah dan kehormatan – Bumi Khurosan, di Bumi Tsabat dan keteguhan – Bumi Cechnya, perangilah lebih keras lagi aliansi Salibis Zionis dan seluruh kepentingan mereka!

Wahai kalian para Singa Islam, di mana saja kalian berada! Para penguasa di negeri-negeri muslim tidak lebih dari anjing penjaga bagi kepentingan Zionis – Amerika di negeri mereka. Mereka telah menyerahkan Palestina dan mengakui Israel. Inilah Husni Mubarak yang mengepung Gaza, Abdullah bin Abdul Aziz yang menggelar sandiwara dialog antar agama supaya ia dapat bertemu Peres di New York, mempersiapkan pengakuan faktual dan total atas Israel. Inilah Ali Abdullah Saleh, yang telah mencemari kehormatan Bumi Yaman dengan menyediakan basis bagi kampanye salib semesta atas dunia Islam. Dan inilah Al Maliki yang mengemis agar tentara Amerika tetap berada di Iraq untuk dapat menjamin keberlangsungan rejim pemerintahan para pengkhianat. Maka mari kita hancurkan harapan dan usaha para pengkhianat itu, dengan menyerang keberadaan dan kepentingan para musuh Allah dari kalangan Yahudi dan Salibis, di mana saja mereka berada, dan dengan cara apapun yang dapat kalian lakukan!

Allah berfirman: “Dan janganlah kalian berhati lemah dalam mengejar mereka (musuh kalian). Jika kalian menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pula menderita sakit yang serupa. Tetapi kalian mengharapkan sesuatu dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana”. (An Nisaa 104)

Dan kata penutup saya, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah, para keluarga Beliau, dan seluruh Shahabatnya.