Tampilkan postingan dengan label La Yadhurruhum Man Khadzalahum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label La Yadhurruhum Man Khadzalahum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 April 2010

Allah lebih berhak untuk kalian takuti

Ceramah Kelima :
Allah lebih berhak untuk kalian takuti

La Yadhurruhum Man Khadzalahum
(Tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka)
11 Ramadhan 1426 H / 14 Oktober 2005
Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi

Orang yang mengamati kondisi ulil amri yang terdiri dari para ulama dan umara (pemimpin), akan mendapati kedudukan mereka dalam jiwa manusia berbeda-beda tingkatannya, ada yang mulia dan tinggi dan ada yang rendah dan hina, tergantung dengan apakah mereka benar-benar bisa menggabungkan perbuatan dengan perkataan mereka ataukah tidak. Karena jiwa manusia diciptakan di atas fitrah yang akan menghormati dan menghargai orang yang perbuatannya mengikuti perkataannya. Demikian pula sebaliknya.

selengkapnya disini

Kamis, 01 April 2010

Para Penggenggam Bara

Ceramah Ketiga:
Para Penggenggam Bara
La Yadhurruhum Man Khadzalahum
(Tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka)
27 Sya’ban 1426 H / 30 September 2005
Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi

Sudah menjadi suatu kepastian, kenyataan merupakan wadah tempat terkumpulnya fitnah dan berbagai ujian, baik berupa syubhat (kerancuan), syahwat (hawa nafsu) dan bala ujian dengan berbagai jenis dan bentuknya dalam menghadapi para pengikut Thaifah Manshurah (golongan yang selalu mendapat pertolongan) dalam rangka menghalang-halangi mereka dari melaksanakan perintah Allah, baik dari sisi ilmu, amal, dakwah dan jihad.

selengkapnya disini

Senin, 15 Maret 2010

Taat Allah dan Rasul-Nya lebih bermanfaat bagi kami

La Yadhurruhum Man Khadzalahum
(Tidak membahayakan mereka orang yang menelantarkan mereka)
16 Sya’ban 1426 H / 19 September 2005

Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawi

“Sungguh, orang yang mengamati kondisi umat Islam pada hari ini, hatinya akan merasakan sedih dan berduka cita atas kondisi terakhir mereka; musuh-musuh mengepung di sekelilingnya dari berbagai penjuru dan kerendahan serta kehinaan yang dialaminya, setelah dulu menjadi umat yang paling mulia!....Sebuah umat yang dibangkitkan Allah SWT menjadi umat terbaik yang dikeluarkan kepada manusia … sebuah umat yang didapati menjadi yang tertinggi dan tidak ada yang mengalahkannya … untuk menjadi barisan terdepan umat-umat bukan menjadi barisan terbelakangnya …!”

selengkapnya disini