Selasa, 03 Maret 2009

AK-74



AK-74 adalah senapan serbu yang merupakan modernisasi dari AKM. Senapan ini menggunakan peluru yang lebih kecil dengan kaliber 5.45 x 39 mm. pertama kali dibuat tahun 1974. Senapan ini mulai diproduksi masal pada tahun 1976. Varian terbaru senapan ini, AK-74M, adalah senapan serbu standar angkatan bersenjata Rusia sejak awal tahun 1976-an.

Garis besar

Ketika pertama kali muncul, diperkirakan senapan ini akan diproduksi secara terbatas, hanya untuk pasukan khusus. Tapi ternyata Uni Soviet memproduksi masal senapan ini untuk menggantikan senapan standar sebelumnya, yaitu AKM.

Sama seperti pendahulunya, AK-47 dan AKM, AK-74 menggunakan magazen, memiliki selektor tembakan (selective-fire), dengan kaliber peluru menengah, dan menggunakan sistem gas. Receiver stamping logam AK-74 serupa dengan AKM. Perbedaan paling jelas AK-74 dengan AKM adalah muzzle brake-nya, yang dirancang untuk semakin mengurangi tendangan. Dan produksi terbaru AK-74 memiliki railing di sisi kiri untuk pemasangan aksesori seperti bidikan optik semacam teropong PSOP-1,aimpoint cobra, dll.

Awalnya AK-74 menggunakan popor kayu yang dilaminating, tapi produksi selanjutnya, beserta varian AK-74M, menggunakan polimer hitam, yang membuat seluruh senapan berwarna hitam.

magasen AK 74 terbuat dari bakelite yaitu semacam plastik yang pada awalnya berwarna orange, lalu hitam kemerahan, dan hitam.

Varian


AKS-74, dengan popor lipat besi.

Terdapat cukup banyak varian AK-74. Secara garis besar, inilah varian yang dibuat berdasarkan lisensi di rusia:

  • AK-74, versi standar.
  • AKS-74, dengan popor lipat besi.
  • AKS-74U, varian komando; kode U berasal dari Ukoronchenaya yang berarti kecil.
  • AK-74M, varian terbaru dengan furnitur polimer.
  • RPK-74, varian senapan mesin ringan dari AK-74.

AK-101



AK-101 adalah senapan serbu yang merupakan pembaruan dari senapan serbu seri Kalashnikov. AK-101 dibuat untuk pasar ekspor, dan menggunakan peluru 5.56 x 45 mm NATO, yang merupakan peluru standar NATO. AK-101 diharapkan bisa menggabungkan kehandalan senapan Kalashnikov dengan kelaziman peluru 5.56, dan calon pembelinya mungkin adalah negara-negara yang mencari kombinasi tersebut. Senapan ini dibuat menggunakan bahan komposit modern, antara lain polimer yang mengurangi berat. Pembaruan yang terdapat pada AK-101 juga terdapat pada AK-103 dan seri AK-10X lainnya.Salah satu pemakainya adalha Uni Emiret Arab dengn peluncur granat GP-36

Peluru 7,62 × 51 mm NATO

7,62 × 51 mm NATO, adalah peluru militer yang diperkenalkan pada tahun 1950-an sebagai peluru standar untuk negara-negara NATO.

Peluru ini serupa tetapi tidak sepenuhnya sama dengan peluru komersiil sipil .308 Winchester. NATO mengatur spesifikasi untuk peluru militer, sedangkan SAAMI mengatur spesifikasi untuk peluru sipil. Kedua organisasi tersebut telah memutuskan dua perbedaan, yaitu untuk peluru militer tekanan standarnya adalah 50.000 psi, dan untuk peluru sipil maksimal 62.000 psi. Kemudian kamar peluru untuk peluru militer panjangnya 1,645 inci, dan untuk kamar peluru sipil panjangnya 1,632 inci, perbedaannya hanya 0,013 inci.[1] Walaupun tidak berbahaya untuk mencampur kedua jenis amunisi ini, akan lebih baik kalau pemakaiannya sesuai dengan spesifikasi kaliber yang tepat.

Peluru ini pertama kali dipakai untuk senapan tempur dan senapan mesin, antara lain senapan M14 dan M60 Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Senapan FAL Fabrique Nationale menjadi senapan 7,62 NATO paling populer di Eropa dan dipakai sampai tahun 1980-an. M14 Amerika Serikat juga kemudian digantikan oleh senapan serbu M16, tetapi M14 dan senapan-senapan lain yang memakai peluru ini masih digunakan sampai sekarang.