Selasa, 03 Maret 2009

Peluru 7,62 × 51 mm NATO

7,62 × 51 mm NATO, adalah peluru militer yang diperkenalkan pada tahun 1950-an sebagai peluru standar untuk negara-negara NATO.

Peluru ini serupa tetapi tidak sepenuhnya sama dengan peluru komersiil sipil .308 Winchester. NATO mengatur spesifikasi untuk peluru militer, sedangkan SAAMI mengatur spesifikasi untuk peluru sipil. Kedua organisasi tersebut telah memutuskan dua perbedaan, yaitu untuk peluru militer tekanan standarnya adalah 50.000 psi, dan untuk peluru sipil maksimal 62.000 psi. Kemudian kamar peluru untuk peluru militer panjangnya 1,645 inci, dan untuk kamar peluru sipil panjangnya 1,632 inci, perbedaannya hanya 0,013 inci.[1] Walaupun tidak berbahaya untuk mencampur kedua jenis amunisi ini, akan lebih baik kalau pemakaiannya sesuai dengan spesifikasi kaliber yang tepat.

Peluru ini pertama kali dipakai untuk senapan tempur dan senapan mesin, antara lain senapan M14 dan M60 Amerika Serikat pada tahun 1950-an. Senapan FAL Fabrique Nationale menjadi senapan 7,62 NATO paling populer di Eropa dan dipakai sampai tahun 1980-an. M14 Amerika Serikat juga kemudian digantikan oleh senapan serbu M16, tetapi M14 dan senapan-senapan lain yang memakai peluru ini masih digunakan sampai sekarang.


Peluru 5,56 × 45 mm NATO


5,56 × 45 mm NATO, adalah peluru militer yang diperkenalkan pada tahun 1960-an sebagai peluru standar untuk negara-negara NATO.

Peluru ini serupa tetapi tidak sepenuhnya sama dengan peluru komersiil sipil .223 Remington. NATO mengatur spesifikasi untuk peluru militer, sedangkan SAAMI mengatur spesifikasi untuk peluru sipil. Peluru 5,56 militer terbuat dari kuningan yang lebih tebal dari peluru sipil, membuatnya memiliki kapasitas mesiu yang lebih sedikit. Selain itu, kamar peluru untuk peluru militer panjangnya 1,62 inci, dan untuk kamar peluru sipil panjangnya 0,85 inci. Apabila peluru militer 5,56 ditembakan didalam senapan sipil .233, ada kemungkinan keakuratannya akan berkurang.[1] Walaupun tidak berbahaya untuk mencampur kedua jenis amunisi ini, akan lebih baik kalau pemakaiannya sesuai dengan spesifikasi kaliber yang tepat.


Kaliber peluru

Kaliber secara umum menyatakan ukuran peluru yang dipakai pada senjata api. Kaliber dilihat dari diameter atau garis tengah peluru, atau dari diameter isi lorong laras.

Kaliber dapat dinyatakan dalam inci maupun dalam milimeter. Biasanya penyebutan dalam inci digunakan untuk produk komersial, dan penyebutan dalam milimeter untuk produk militer. Dalam inci, kaliber disebut dalam desimal dan bisa ditambahkan satuan kaliber "cal". Jadi untuk peluru dengan diameter 0,45 inci biasa disebut .45 cal ("kaliber empat-lima"). Dalam milimeter kaliber tidak diberi satuan cal, untuk peluru 5,56 milimeter disebut 5.56 mm.

Sejarah

Pada masa generasi awal senjata api yang dinamakan senapan musket, peluru dari bahan apa saja apakah batu, bulatan besi dan berukuran pas dengan ukuran kamar pemicu dan laras senjata pada senapan dapat digunakan. Pada masa itu peluru sangat sederhana. Tinggal dimasukkan bubuk mesiu dari ujung laras, dipadatkan dan diberi peluru maka senapan dapat digunakan dengan menarik picu senapan tersebut.

Pada generasi selanjutnya, setelah dirancangnya senapan yang dimasukkan peluru dari belakang senapan yang dinamakan senjata jarum oleh Pauly dan digunakan pertama kali oleh tentara Prusia yang waktu di bawah perdana menteri Otto von Bismarck dan Kaiser Wilhelm I itu ketika menyerang Perancis yang waktu itu dipimpin oleh Kaisar Napoleon III serta pengembangan-pengembangan senapan dan peluru di mana bubuk mesiu dimasukkan ke dalam tabung kecil kuningan yang dinamakan selongsong atau cartridge.

Penyebutan selongsong

Untuk kejelasan dalam penyebutan ukuran peluru, selain kaliber, juga disebutkan panjang selongsong. Karena peluru pada satu kaliber dapat memiliki ukuran cartridge yang berbeda-beda. Contohnya kaliber pada 7.62 mm:

Penyebutan lain juga bisa dengan ditambahkan negara asal, tipe senjata, atau pabrik yang pertama memproduksi, misalnya:

  • 7.62 x 39 mm, bisa disebut 7.62 Soviet, 7.62 Warsaw, 7.62 ComBloc, .30 Short Russian
  • 7.62 x 51 mm, bisa disebut 7.62 NATO, .308 Winchester
  • 9 x 19 mm, bisa disebut 9 mm NATO, 9 mm Luger, 9 mm Parabellum
  • 11.43 x 23 mm, biasa disebut .45 ACP, .45 Auto

Kaliber sebagai ukuran panjang laras

Panjang laras (biasanya pada senjata api dan meriam yang besar) juga dapat dihitung dalam kaliber. Panjang efektif laras akan dibagi dengan diameter lorong laras. Sebagai contoh, meriam pada kapal perang kelas Iowa disebut meriam kaliber 16"/50. Maksudnya, diameter isi larasnya 16 inci, dan panjang larasnya adalah 800 inci (16 * 50 = 800). Perhitungan ini terkadang diberi awalan L/, misalnya pada meriam tank Panzer IV, yaitu "75 mm L/48", yang berarti diameternya adalah 75 mm dan panjangnya adalah 3600 mm.







Selain sebagai ukuran diameter laras (atas), kaliber dapat digunakan sebagai ukuran panjang laras (bawah).









Dari kiri ke kanan: Peluru anti-tank dan high explosive 37 mm Jerman dan peluru anti-tank 45 mm Soviet.








Peluru senapan, dari kiri ke kanan: .50 BMG, 300 Win Mag, 7.62 NATO, 7.62 Soviet, 5.56 NATO, .22LR.