<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505</id><updated>2012-01-20T10:31:04.639+03:00</updated><category term='Al Zarqowi'/><category term='Syaikh Abbdulloh Azzam'/><category term='Makalah'/><category term='Media Al-Fajr'/><category term='Risalah Buron dan Tertawan'/><category term='inspire#1'/><category term='Fokus'/><category term='Inspire#3'/><category term='Syaikh Aiman Ad Dhowahiry'/><category term='Afghanistan'/><category term='Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin'/><category term='Senjata'/><category term='Irak'/><category term='Dr. Nawwaf Takruri'/><category term='biografi'/><category term='Syaikh Abul Fadlli Al ‘Iraqi'/><category term='Syaikh &apos;Abdul Akhir Hammad Al Ghunaimi'/><category term='Usamah Bin Laden'/><category term='Granat'/><category term='jihad iraq'/><category term='QOOLUU FA QUL ‘ANIL JIHAD'/><category term='Syaikh Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al &apos;Uyairi'/><category term='Al-Qaidah'/><category term='Abu Umar Al-Baghdadi'/><category term='I&apos;daad'/><category term='DAKWAH  MUQOWWAMAH ISLAM IYAH ALAMIYAH'/><category term='HAQIBATUL MUJAHID'/><category term='Kholid bin Abdurrahman Al-Husaynan'/><category term='&apos;Adaalah'/><category term='Syaikh Abdullah Al Jibrin'/><category term='Peta Siroh'/><category term='sejarah'/><category term='wawancara'/><category term='INSPIRE'/><category term='Surat Terbuka'/><category term='Proklamasi Irak'/><category term='DR ABDUL QODIR BIN ABDUL AZIZ'/><category term='SYUBHAT JIHAD'/><category term='Pemilu'/><category term='Hakadza Naral Jihad'/><category term='Ala Inna Nashrallahi Qoriib'/><category term='Loyalitas Terhadap Orang-orang Beriman'/><category term='موسوعات'/><category term='Syaikh Al Battar'/><category term='Ibnu Taimiyah'/><category term='Pelatihan Bagi Mujahid Media'/><category term='Muhammad bin ‘Abdillah As-Saif'/><category term='Ad-Dimuqrothiyah Dinun'/><category term='Jihad Harta'/><category term='SYAIKH ABU MUHAMMAD ‘ASHIM AL-MAQDISI'/><category term='Merenung Sejenak Terhadap Hasil-Hasil Jihad'/><category term='Abu Basir Nasir Al Wuhaisyi'/><category term='Bulughul Maram'/><category term='Gaza'/><category term='doa'/><category term='Hadits Jihad'/><category term='Hidâyatu `l-Hayârô Fî Jawâzi Qotli `l-Asârô'/><category term='Ceramah'/><category term='La Yadhurruhum Man Khadzalahum'/><category term='Daulah Nabawiyah'/><category term='Taujihat Manhajiyah'/><title type='text'>Jihad adalah puncak amalan Ibadah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>126</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-97653456192374492</id><published>2011-12-07T23:49:00.000+03:00</published><updated>2011-12-07T23:49:00.560+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidâyatu `l-Hayârô Fî Jawâzi Qotli `l-Asârô'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syaikh Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al &apos;Uyairi'/><title type='text'>Fikih Tawanan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, Verdana, sans-serif; font-size: 13px; color: rgb(204, 204, 204); line-height: 20px; "&gt;&lt;div style="text-align: center; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;Judul Asli:&lt;br /&gt;Hidâyatu `l-Hayârô Fî Jawâzi Qotli `l-Asârô&lt;br /&gt;Penulis:&lt;br /&gt;Syaikh Yûsuf bin Shôlih Al-‘Uyairî&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad bin Abdillah, yang diutus sebagai rahmat seluruh alam; kepada para sahabat, keluarga, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga hari kemudian.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kami telah melaksanakan janji kami, untuk mengeksekusi sembilan tawanan, jika pemerintah Rusia tidak mau memenuhin tuntutan kami yaitu menyerahkan seorang penjahat yang terlibat kasus perkosaan yang kini mereka lindungi.&lt;br /&gt;Namun, yang membuat kami sedih bukan karena mereka tidak mau menyerahkan pelaku kejahatan itu untuk kami eksekusi. Yang membuat hati kami sedih justeru datangnya surat-surat dari sebagian kaum muslimin yang mengecam tindakan kami ini, bahkan mengecamnya dengan sangat keras. Mereka berdalih dengan sebuah ayat yang mereka “comot” dari kitab Alloh, padahal mereka tidak memahami isinya: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …”&lt;br /&gt;Dan firman Alloh: “…dan pelaku dosa tidak menanggung dosa orang lain…”&lt;br /&gt;Mereka juga berdalih dalam mengecam kami dengan mengatakan, kita wajib mematuhi peraturan dan kesepakatan-kesepakatan internasional yang melarang membunuh tawanan dan wajib menjaga hak asasi manusia…dst, masih banyak lagi pernyataan senada yang sampai kepada kami.&lt;br /&gt;Kami menulis penjelasan berikut demi menerangkan landasan syar‘î kami, yang dari sana kami berkesimpulan bolehnya melaksanakan tindakan yang kami lakukan terhadap tawanan-tawanan itu. Kami memohon kepada Alloh semoga kami termasuk orang yang berijtihad kemudian benar ijtihadnya.&lt;br /&gt;Mengingat pemaparan kami nanti agak panjang, kami akan membaginya kepada dua bagian:&lt;br /&gt;Pertama: Jawaban terhadap orang yang mengharamkan membunuh tawanan karena berdalih dengan firman Alloh: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …”&lt;br /&gt;Kedua: Jawaban terhadap orang yang mengatakan bahwa kita wajib mematuhi peraturan dan perjanjian internasional yang melarang membunuh tawanan, dan kita juga wajib menghormati hak-hak asasi manusia.&lt;br /&gt;Untuk pembahasan pertama, terdapat empat permasalahan.&lt;br /&gt;• Masalah pertama: Tentang bolehnya membunuh tawanan dan jawaban terhadap orang yang mengingkari tindakan kami ini dengan menggunakan firman Alloh: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …” dan firman-Nya: “…dan pelaku dosa tidak menanggung dosa orang lain…”&lt;br /&gt;• Masalah kedua: Bolehnya saling tukar tawanan, orang muslim yang ditawan orang kafir kita tebus dengan orang kafir yang kita tawan.&lt;br /&gt;• Masalah ketiga: Bolehnya menukar mayat orang kafir dengan orang Islam yang tertawan atau dengan mayat orang Islam.&lt;br /&gt;• Masalah keempat: Tentang bolehnya memindahkan mayat atau anggota tubuh orang kafir.&lt;br /&gt;MASALAH PERTAMA:&lt;br /&gt;Penjelasan Mengenai Bolehnya Membunuh Tawanan Dan Jawaban Terhadap Mereka Yang Mengingkari Aksi Kami Dengan Menyitir Firman Alloh: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan …” dan firman-Nya: “…dan pelaku dosa tidak menanggung dosa orang lain…”&lt;br /&gt;Dalam Islam, masalah tawanan begitu diperhatikan. Terbukti dengan diletakkannya syariat yang sempurna, yang memelihara hak-haknya dan melarang pelecehan terhadap hak-hak kemanusiaan. Perlakuan Rosululloh SAW terhadap tawanan menggambarkan akan puncak tertinggi sebuah sikap bijaksana. Beliau memperlakukan tawanan sesuai dengan kondisi dan orang yang ditawan. Karena kami tidak ingin terlalu panjang dalam membahas masalah ini, dan lebih mengutamakan yang ringkas, kami tidak akan mengupas hukum-hukum tentang tawanan secara lengkap. Dalam pembahasan masalah ini kami hanya akan menyampaikan penjelasan dari sisi syar‘î seperlunya tentang eksekusi yang kami lakukan kepada tawanan, terutama peristiwa yang terjadi sembilan tawanan belakangan ini.&lt;br /&gt;Kami katakan, dan hanya dengan pertolongan Alloh lah taufik dan kelurusan itu datang:&lt;br /&gt;Para ulama memiliki lima pendapat terkait masalah tawanan:&lt;br /&gt;Pendapat Pertama: Pendapat yang mengatakan bahwa tawanan musyrik itu dibunuh dalam kondisi apa pun, tidak boleh ditebus dan tidak boleh dibebaskan. Nash yang menghapus hukum bolehnya membebaskan dan menerima tebusan pada firman Alloh Ta‘ala: “…dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan…” adalah firman Alloh: “Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi…&lt;br /&gt;Dan firman Alloh: “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka…”&lt;br /&gt;“…maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka…”&lt;br /&gt;Mereka berkata, ayat-ayat ini, terutama ayat dalam surat At-Taubah tadi, menghapus semua nash sebelumnya. Pendapat ini dinukil dari Qotâdah, Adh-Dhohak, As-Suddi, Ibnu Juraij dan Al-‘Aufî dari Ibnu ‘Abbâs dan kebanyakan ulama Kufah.&lt;br /&gt;‘Abdu `l-Karim Al-Jauzî berkata, “Pernah ditulis surat kepada Abû Bakar tentang seorang tawanan yang ditawan, mereka menyebutkan bahwa mereka mengambil tebusan senilai sekian dan sekian. Maka Abû Bakar menjawab, “Bunuh dia, sungguh membunuh satu orang musyrik lebih aku sukai daripada harta tebusan senilai sekian dan sekian.”&lt;br /&gt;Hanya, pendapat ini bertentangan dengan riwayat-riwayat dari Nabi SAW. Kami akan memaparkan dalil-dalil yang membantah pendapat ini pada pendapat kelima nanti.&lt;br /&gt;Pendapat kedua: Pendapat yang menyatakan bahwa semua orang kafir, baik musyrik atau kitâbî, tidak boleh ditebus dan dibebaskan. Tetapi mereka harus dibunuh. Adapun ayat yang membolehkan untuk membebaskan dan mengambil tebusan, yaitu: “…dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan…” telah terhapus (mansûkh) bagi orang-orang musyrik dan kitâbî.&lt;br /&gt;Pendapat kedua ini lebih umum daripada pendapat pertama. Mereka mengatakan, ayat tentang bolehnya membebaskan telah menurut segolongan ulama dan para peneliti; di antaranya adalah Qotâdah dan Mujahid. Mereka menambahkan, jika ada orang musyrik tertawan, tidak boleh dibebaskan (begitu saja) atau diminta tebusan untuk kembali kepada komunitas kaum musyrikin. Ia tidak boleh ditebus oleh kaum musyrikin lainnya, kecuali jika ia wanita; mengingat ia tidak boleh dibunuh. Yang menghapus ayat ini adalah firman Alloh: “…maka jika telah habis bulan-bulan Haram, bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kamu jumpai mereka…”&lt;br /&gt;Karena sudah menjadi kepastian, bahwa At-Taubah adalah surat terakhir yang turun, maka semua orang musyrik harus selain mereka yang dinyatakan harus dibiarkan berdasarkan dalil, yaitu wanita dan anak-anak, atau orang yang dipungut jizyah. Inilah pendapat yang populer di kalangan madzhab Abû Hanifah. Hal ini karena dikhawatirkan orang-orang musyrik itu akan kembali memerangi kaum muslimin.&lt;br /&gt;Abdurrozzâq menyebutkan; Telah memberitahu kami Ma‘mar, dari Qotâdah, (…dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan…), ia berkata, “Telah dihapus dengan firman Alloh: “…maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka…”.”&lt;br /&gt;Mujahid berkata, “Telah dihapus dengan firman Alloh: “…maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana pun kamu jumpai…”.”&lt;br /&gt;Ini juga pendapat Al-Hâkim.&lt;br /&gt;Pendapat ketiga: Pendapat yang mengatakan bahwa yang diperbolehkan bagi tawanan adalah membayar tebusan atau dibebaskan (cuma-cuma), berdasarkan firman Alloh Ta‘ala: “…dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan…”&lt;br /&gt;Hukum tawanan yang terakhir turun kepada Rosululloh SAW adalah memberikan pilihan antara membebaskan mereka atau meminta tebusan, dan tidak boleh mengambil pilihan selain dua hal ini.&lt;br /&gt;Mereka yang menyatakan pendapat ini juga mengatakan, ayat di atas menghapus ayat-ayat lain.&lt;br /&gt;Pendapat ini dinyatakan Adh-Dhohâk dan lain-lain.&lt;br /&gt;Ats-Tsauri meriwayatkan dari Juwaibir, dari Adh-Dhohak: “…maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kamu jumpai mereka…” ia berkata, “Ayat ini dihapus dengan firman Alloh: Setelah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan kepada mereka.””&lt;br /&gt;Ibnu `l-Mubarok berkata, dari Ibnu Juraij: Setelah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan kepada mereka; “Maka, orang musyrik tidak boleh dibunuh, tetapi dibebaskan atau dimintai tebusan sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla.”&lt;br /&gt;Asy‘ats berkata, “Al-Hasan tidak suka membunuh tawanan, ia membaca firman Alloh: setelah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan kepada mereka.”&lt;br /&gt;Al-Hasan juga mengatakan, “Dalam ayat ini ada yang didahulukan, ada yang diakhirkan. Seolah Alloh mengatakan: Maka penggallah leher-leher mereka sampai berhentinya perang, setelah itu mengatakan: Hingga apabila kamu telah berhasil mengalahkan mereka maka tangkaplah mereka.” Ia juga beranggapan, seorang Imam tidak boleh membunuh tawanan jika ada yang tertawan di tangannya. Tetapi ia hanya memiliki tiga pilihan; membebaskan, meminta tebusan, atau menjadikannya sebagai budak.&lt;br /&gt;Pendapat ini tertolak berdasarkan yang dilakukan Rosululloh SAW yang berbeda dengan isi ayat ini setelah turun. Taruhlah kita menerima kekuatan pendapat ini, namun tetapi tidak bisa menjadi hujjah untuk mematahkan tindakan yang kami ambil, sebab perang belum lagi berhenti. Ia masih terus berlangsung hingga kini. Sehingga pendapat ini tidak bisa mematahkan tindakan yang kami ambil.&lt;br /&gt;Pendapat keempat: Pendapat yang menyatakan, tebusan dan tawanan kecuali setelah musuh dikalahkan dan dibunuh dengan pedang. Berdasarkan firman Alloh:&lt;br /&gt;“Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi…&lt;br /&gt;Jika setelah ini berhasil menawan musuh, Imam dipersilahkan memutuskan sesuai pendapatnya; baik dibunuh atau yang lain.&lt;br /&gt;Ini adalah pendapat Sa‘îd bin Jubair.&lt;br /&gt;Pendapat kelima: Pendapat yang menyatakan bahwa Imam –atau yang mewakilinya—mempunyai empat pilihan dalam memperlakukan tawanan; bisa membunuhnya, membebaskannya, meminta tebusan, atau menjadikannya sebagai budak. Inilah pendapat Mâlik, Syâfi‘î, Ahmad dan jumhur ulama. Dan merupakan pendapat yang sejalan dengan dalil-dalil yang ada serta tidak bertentangan satu sama lain. Kita juga tidak perlu menyatakan adanya naskh (penghapusan) sebab semua dalil digunakan dalam pendapat ini. Juga karena ini adalah pendapat yang kami praktekkan, mengingat inilah pendapat yang paling kuat dalilnya. Kami akan coba paparkan beberapa pendapat ulama tentang pendapat ini.&lt;br /&gt;Imam Ath-Thobari berkata ketika menafsirkan firman Alloh Ta‘ala: “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka, dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah, apabila Alloh menghendaki niscaya Alloh akan membinasakan mereka, tetapi Alloh hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang terbunuh di jalan Alloh, Alloh tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.”&lt;br /&gt;“Penjelasan tentang tafsir ayat ini, Alloh berfirman: Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir; yakni kafir kepada Alloh dan Rosul-Nya yang termasuk ahlu harb (pasukan perang) maka penggallah leher-leher mereka.&lt;br /&gt;Firman-Nya: Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka; Alloh mengatakan, hingga apabila kamu berhasil menghalahkan mereka dan menaklukkan orang yang tidak kalian penggal lehernya di antara mereka sehingga mereka menjadi tawanan kalian, maka tawanlah mereka; Alloh mengatakan, tawanlah mereka dalam kondisi terikat supaya tidak membunuh kalian lalu mereka melarikan diri dari kalian.&lt;br /&gt;Firman-Nya: dan sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan; Alloh menyatakan, jika kalian menawan mereka setelah mengalahkan, kalian boleh membebaskan mereka setelahnya dengan cara melepaskan mereka dari tawanan dan memerdekakan mereka tanpa pengganti atau tebusan, atau bisa juga kalian meminta tebusan kepada mereka yaitu mereka harus memberikan penebus bagi diri mereka supaya kalian lepaskan dan bebaskan mereka.”&lt;br /&gt;—sampai perkataan Ath-Thobari—&lt;br /&gt;“Pendapat yang tepat dalam tafsir ayat ini menurut kami, adanya pilihan bagi Rosul SAW dan orang-orang yang memegang urusan umat sepeninggal beliau, antara membebaskan, meminta tebusan, atau membunuh; walau pun membunuh tidak tercantum dalam ayat ini. Sebab, Alloh telah memberi izin untuk membunuh mereka pada ayat lain, yaitu pada firman-Nya: …maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kalian menjumpai mereka.&lt;br /&gt;Bahkan, memang seperti itulah faktanya. Karena Rosululloh SAW juga pernah memperlakukan dengan tiga perlakuan ini terhadap orang kafir harbi yang menjadi tawanan yang ada di tangan beliau, sebagian ada yang beliau bunuh, sebagian beliau mintai tebusan, dan sebagian lagi beliau bebaskan. Contohnya dalam perang Badar, beliau membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith ketika ia dibawa sahabat dalam kondisi tertawan. Beliau juga membunuh orang-orang Bani Quroidhoh ketika mereka dihukumi dengan hukum Sa‘ad, padahal mereka dalam kondisi menyerah dan beliau bisa saja membebaskan atau meminta tebusan kepada mereka. Beliau juga pernah meminta tebusan kepada segolongan tawanan dari kalangan orang-orang musyrik yang tertawan dalam perang Badar dan membebaskan Tsumâmah bin Utsâl Al-Hanafî ketika dia tertawan di tangan beliau. Hal itu terus terjadi dalam sejarah beliau memperlakukan orang kafir harbi sejak Alloh mengizinkan beliau untuk memerangi mereka hingga Alloh mewafatkan beliau SAW, itu terus berlaku di kalangan para sahabat. Hanya, Alloh –Jalla Tsanâuhû— cuma menyebutkan opsi membebaskan murni atau meminta tebusan karena perintah dan izin untuk membunuh tawanan sudah terlebih dahulu disebutkan pada seluruh ayat-ayat yang Dia turunkan secara berulang-ulang. Maka, Alloh memberitahukan kepada Nabi-Nya SAW opsi yang disebutkan dalam ayat ini yaitu membebaskan atau meminta tebusan dengan tetap mengizinkan beliau membunuh mereka.&lt;br /&gt;Kemudian firman-Nya: Sampai perang berakhir…&lt;br /&gt;Alloh Ta‘ala Dzikuruhû mengatakan, jika kamu bertemu orang kafir, penggallah leher-leher mereka dan perlakukan mereka yang tertawan sesuai yang sudah Ku-jelaskan kepadamu, sampai perang menghentikan dosa-dosanya dan beban-beban berat dari pesertanya yang musyrik (menyekutukan) Alloh, yaitu sampai mereka taubat kepada Alloh dari kesyirikannya lalu mereka beriman kepada-Nya dan kepada Rosul-Nya, serta mentaati-Nya dalam perintah dan larangan-Nya. Itulah yang disebut: wadho‘a `l-Harbu Awzârohâ (perang telah meletakkan dosa-dosanya). Ada yang berpendapat, hattâ tadho‘a `l-harbu awzârohâ maknanya adalah: sampai peperangan membuang dosa-dosa pesertanya. Ada juga yang mengatakan, sampai orang kafir harbî meletakkan dosa-dosanya.”&lt;br /&gt;Imam Qurthubî menyatakan, tafsir ayat ini memiliki lima pendapat, setelah menyebutkan kelimanya dan memilih pendapat kelima, beliau berkata, “Sesungguhnya ayat ini muhkamah dan seorang imam diberi pilihan dalam semua kondisi. Pendapat ini diriwayatkan ‘Alî bin Abi Tholhah dari Ibnu ‘Abbâs dan dinyatakan oleh kebanyakan ulama; di antaranya Ibnu ‘Umar, Al-Hasan, dan ‘Athô’. Dan ini juga menjadi madzhab Mâlik, Syâfi‘î, Ats-Tsauri, Al-Auzâ‘î, Abû Ubaid dan lain-lain, yaitu imam diberi pilihan. Karena, Nabi SAW dan para khulafau `r-rosyidun melakukan semua pilihan itu. Nabi SAW pernah membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan Nadhr bin Harits di waktu perang Badar selagi mereka tertawan. Lalu beliau meminta tebusan kepada tawanan sisanya. Beliau juga pernah membebaskan Tsumamah bin Utsal Al-Hanafi ketika ia tertawan di tangan beliau. Beliau juga pernah meminta seorang budak wanita yang ditawan Salamah bin Al-Akwa‘ untuk menebus beberapa kaum muslimin yang ditawan musuh. Pernah juga suatu kaum dari penduduk Mekkah singgah di daerah kekuasaan beliau kemudian beliau menangkap mereka dan membebaskan mereka. Beliau juga membebaskan tawanan suku Hawazin. Semua ini ada riwayatnya dalam hadits shohih. Pendapat ini diriwayatkan dari penduduk Madinah, Syâfi‘î, Abû Ubaid, Ath-Thohawi juga menukil sebuah madzhab dari Abû Hanifah; pendapat dia yang masyhur adalah seperti yang kami kemukakan. Hanya milik Alloh Azza wa Jalla saja taufik.”&lt;br /&gt;“Ada yang berpendapat, makna Auzâr adalah senjata. Sehingga makna ayat ini: tangkaplah mereka sampai kalian mendapat keamanan dan meletakkan senjata. Ada juga yang berpendapat, makna ayat ini adalah: Sampai musuh meletakkan senjata mereka karena kalah atau genjatan senjata. Kadang, Al-Kirô‘ (kuda) biasa disebut auzâr. Al-A‘sya berkata,&lt;br /&gt;Kusiapkan untuk perang kuda-kudanya&lt;br /&gt;Tombak-tombak panjanga dan kuda-kuda jantan&lt;br /&gt;Dari tenunan Dawud kuda itu dihalau&lt;br /&gt;Di belakang sebuah wilayah, segerombol demi segerombol&lt;br /&gt;Ada juga yang mengatakan, hattâ tadho‘a `l-harbu auzârohâ maknanya: sampai perang meletakkan beban-beban beratnya; al-wizru artinya ats-tsaqolu. Makanya ada istilah wazîru `l-malik (menteri raja) sebab ia membawa beban-beban berat. Beban-beban berat perang adalah senjata, sebab berat membawanya. Ibnu `l-‘Arobi berkata, “Al-Hasan dan ‘Athô’ mengatakan, dalam ayat ini ada pendahuluan dan pengakhiran, yang maknanya: maka penggallah leher-leher mereka hingga perang berhenti, maka jika kalian berhasil mengalahkan mereka lakukan penawanan.”&lt;br /&gt;Alloh mengatakan, penggallah leher-leher mereka dan tidak mengatakan bunuhlah mereka; sebab, ungkapan menggunakan kata memenggal leher memiliki gertakan keras dan kesadisan yang tidak ada dalam ungkapan kata membunuh. Karena itu menunjukkan penggambaran aksi pembunuhan paling sadis, yaitu memotong leher dan menerbangkan anggotan badan (kepala) yang merupakan puncak anatomi tubuh, bagian atas dan sekaligus pusat pewajahan seluruh anggota badan.&lt;br /&gt;Firman-Nya: sampai jika kamu berhasil mengalahkan mereka; yakni kalian sudah banyak membunuh (musuh), maka lakukanlah penawanan (fa syuddu `l-watsâq). Dibaca Al-Watsâq atau al-witsâq (dengan waw kasroh) menurut salah satu versi bahasa. Alloh memerintahkan untuk memperkuat tali (al-witsâq) tak lain agar mereka tidak terlepas. Sesudah itu, kalian boleh membebas murnikan mereka tanpa tebusan, boleh juga meminta tebusan. Alloh tidak menyebutkan pilihan membunuh di sini karena sudah cukup dengan perintah membunuh di awal pembicaraan.” Sampai di sini perkataan Al-Qurthubî secara ringkas.&lt;br /&gt;Al-Jashosh berkata di dalam Ahkâmu `l-Quran : “Alloh Ta‘ala berfirman: Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Abû Bakr mengatakan, dzohir ayat ini mengandung makna wajibnya membunuh, bukan pilihan lain, kecuali jika sudah berhasil mengalahkan musuh. Ini mirip dengan firman Alloh Ta‘ala: Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.”&lt;br /&gt;Ia menambahkan, “Itu ketika perang Badar, di saat kaum muslimin sedikit. Ketika jumlah mereka sudah banyak dan kekuasaan mereka menjadi kuat, Alloh Ta‘ala menurunkan ayat tentang tawanan setelahnya: dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan. Maka, Alloh memberi pilihan kepada Nabi SAW dan kaum mukminin kaitannya dengan masalah tawanan; kalau mau mereka boleh membunuhnya, kalau mau mereka boleh menjadikannya budak, dan kalau mau mereka juga boleh menerima tebusan darinya –Abû Ubaid ragu dalam ungkapan: kalau mau mereka menjadikannya budak—.” Ia melanjutkan, “Rosululloh SAW dulu membunuh Uqbah bin Abi Mu‘ith yang tertawan dalam perang Badar.”&lt;br /&gt;Abû Bakr berkata, “Para fuqoha’ di semua penjuru sepakat mengenai bolehnya membunuh tawanan, kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat di kalangan mereka dalam hal ini. Hadits-hadits dari Nabi SAW telah mencapai derajat mutawatir, yang menyatakan tentang bolehnya membunuh tawanan; di antaranya beliau membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan Nadhr bin Harits setelah mereka tertawan dalam perang Badar. Pada perang Uhud, beliau juga membunuh seorang penyair bernama Abû ‘Izzah, setelah dia tertawan. Beliau juga mengeksekui orang-orang Bani Quroidhoh setelah mereka mengangkat Sa‘ad bin Mu‘âdz sebagai hakim, kemudian ia menjatuhkan hukuman mati dan menawan anak-anak mereka. Kemudian beliau membebas murnikan Zubair bin Batho di antara mereka. Dalam menaklukkan Khoibar, beliau menaklukkannya dengan cara berdamai satu kali, dan di waktu yang lain dengan menggunakan kekerasan. Beliau juga pernah memberi syarat kepada Abu `l-Huqoiq untuk tidak menyembunyikan sesuatu pun, tatkala terbukti ia berkhianat dan menyembunyikannya akhirnya beliau membunuhnya. Pada waktu penaklukan kota Mekkah, beliau memerintahkan untuk membunuh Hilâl bin Khothol, Muqois bin Hibâbah, ‘Abdullôh bin Sa‘d bin Abi Sarh dan beberapa orang lain. Beliau mengatakan, “Bunuhlah mereka, meskipun kalian menjumpai mereka bergelayut pada tirai Ka‘bah.” Beliau juga membebas murnikan penduduk Mekah lainnya dan tidak mengambil harta mereka sebagai ghonimah. Diriwayatkan dari Abû Bakr Ash-Shiddiq, ia berkata, ‘Aku ingin, sekiranya ketika aku disodori tawanan aku tidak membakarnya, tetapi aku ingin membunuhnya dengan cara terlentang, atau aku membebaskannya dengan sabar.”&lt;br /&gt;Dan dari Abû Mûsâ, bahwasanya ia membunuh Dahqon bin Saus setelah sebelumnya ia memberikan jaminan keamanan kepada suatu kaum, lalu ia lupa tidak memasukkannya ke dalam jaminan keamanan tersebut, akhirnya ia membunuhnya.&lt;br /&gt;Inilah atsar-atsar mutawatir bersumber dari Nabi SAW dan para shahabat mengenai bolehnya membunuh tawanan atau membiarkannya. Dan semua fuqoha di segala penjuru negeri menyepakati hal itu.” Selesai dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata di dalam Tafsir-nya : “Syâfi‘î –semoga rahmat Alloh selalu tercurah kepadanya—berkata, ‘Seorang imam diberi pilihan, antara membunuh tawanan, membebas murnikan, meminta tebusan, atau menjadikannya sebagai budak. Masalah ini dikupas di dalam Ilmu Furu‘, kami telah menunjukkan hal ini dalam buku kami, Al-Ahkâm.”&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah berkata di dalam Al-Mughni : “Jika imam menangkap tawanan, ia diberi pilihan. Boleh membunuhnya jika ia memang berpendapat seperti itu, jika ia berpendapat membebaskan tanpa tebusan pun tidak mengapa, dan jika ia berpendapat membebaskan mereka dengan ganti sejumlah harta yang ia pungut dari mereka pun tidak mengapa. Jika ia memiliki pendapat, boleh saja menebus tawanan lain dengannya, atau kalau ia punya pendapat boleh juga menjadikan mereka sebagai budak. Mana saja di antara pilihan ini yang menurutnya lebih menimbulkan efek kerugian kepada musuh serta memberikan keuntungan kepada kaum muslimin, silahkan ia lakukan. Secara umum, orang kafir harbi yang ditawan ada tiga golongan:&lt;br /&gt;Pertama, wanita dan anak-anak, mereka ini tidak boleh dibunuh, mereka menjadi budak bagi kaum muslimin dengan ditawan tersebut. Karena Nabi SAW melarang membunuh wanita dan anak kecil –dalam hadits Bukhori Muslim—dan jika beliau menawan golongan seperti ini, beliau menjadikan mereka sebagai budak.&lt;br /&gt;Kedua: Pria dewasa dari kalangan Ahli Kitab atau Majusi yang mau mengakui kewajiban membayar jizyah. Untuk golongan ini, imam memiliki empat pilihan: membunuhnya, membebas murnikan tanpa tebusan, menerima tebusan, atau menjadikannya sebagai budak.&lt;br /&gt;Ketiga: Pria dewasa dari kalangan para penyembah berhala dan sejenisnya, yang tidak mau mengakui kewajiban membayar jizyah. Dalam hal ini, imam memiliki tiga pilihan: membunuhnya, membebas murnikannya, atau menerima tebusan darinya, imam tidak boleh menjadikannya sebagai budak. Di dalam salah satu riwayat dari Imam Ahmad dinyatakan, boleh menjadikan mereka sebagai budak. Ini juga pendapat Syâfi‘î.&lt;br /&gt;Pendapat yang kami kemukakan sebelumnya mengenai pria dewasa dari ahli kitab, dinyatakan juga oleh Al-Auza‘î, Syâfi‘î dan Abû Tsaur. Dinukil juga dari Mâlik, pendapat yang sama dengan madzhab kami. Dalam riwayat lain darinya, tidak boleh membebas murnikan tanpa tebusan, sebab itu tidak ada mashlahatnya, sedangkan imam hanya boleh melakukan tindakan yang ada mashlahatnya.&lt;br /&gt;Bagi kami, dalil bolehnya membebas murnikan dan meminta tebusan adalah firman Alloh: dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan; juga bahwa Nabi SAW pernah membebas murnikan Tsumamah bin Utsal, Abû Izzah si penyair, dan Abu `l-‘Ash bin Robi‘. Terkait dengan tawanan Badar, Rosululloh SAW bersabda, “Seandainya Muth‘im bin ‘Adî masih hidup, lalu ia memintaku untuk membebaskan orang-orang busuk itu, tentu aku bebaskan mereka.” Dan beliau meminta tebusan para tawanan Badar yang berjumlah 73 orang, masing-masing dengan harta sejumlah empat ratus. Dalam perang Badar juga, Rosululloh SAW menukar satu tawanan dengan dua tawanan dan menukar shohibu `l-‘adhbâ’ dengan dua orang.&lt;br /&gt;Adapun pilihan membunuh tawanan, karena Nabi SAW pernah membunuh pria-pria Bani Quroidhoh yang jumlah mereka antara 600 sampai 700 orang. Dalam perang Badar, beliau juga membunuh Nadhr bin Harits dan Uqbah bin Abi Mu‘ith setelah mereka tertawan. Dalam perang Uhud beliau membunuh Abû Ghozzah. Semua ini adalah kisah yang sudah tersebar luas dan populer, tindakan Nabi SAW seperti ini juga beliau lakukan berkali-kali yang menunjukkan berarti itu boleh. Alasan lain, bisa jadi masing-masing pilihan lebih mendatangkan mashlahat jika diterapkan pada sebagian tawanan. Sebab ada di antara tawanan yang memiliki kekuatan dan menimbulkan kerugian kepada kaum muslimin, hidupnya membuat mereka terancam bahaya, sehingga membunuh tawanan seperti ini lebih mendatangkan mashlahat. Ada juga di antara tawanan itu yang lemah tapi banyak harta, sehingga meminta tebusan kepadanya lebih mendatangkan mashlahat. Di antara mereka juga ada yang berpemikiran baik tentang kaum muslimin dan diharapkan keislamannya ketika ia dibebaskan, atau diharapkan bantuannya bagi kaum muslimin dengan melepaskan tawanan mereka di tangan musuh dan mau membela mereka, sehingga dibebaskan lebih mendatangkan mashlahat. Ada juga di antara mereka yang bisa dimanfaatkan khidmat (pelayanan)nya dan di satu sisi kejahatannya tidak dikhawatirkan, sehingga dijadikan budak lebih mendatangkan mashlahat, seperti kaum wanita dan anak-anak. Dan imam adalah orang yang paling mengerti tentang mashlahat, maka sudah sepantasnya semua urusan ini diserahkan kepadanya.&lt;br /&gt;Firman Alloh Ta‘ala: bunuhlah orang-orang musyrik, bersifat umum dan tidak terhapus (manshukh) dengan nash khusus, akan tetapi didudukkan untuk selain kondisi yang dikhususkan. Maka dari itu, tidak haram menjadikan mereka (ahli kitab dan majusi yang mau membayar jizyah, penerj.) sebagai budak.&lt;br /&gt;Adapun para penyembah berhala, tentang boleh tidaknya menjadikan mereka sebagai budak terdapat dua riwayat; salah satunya menyatakan tidak boleh, inilah madzhab imam Syâfi‘î. Sedangkan Abû Hanifah mengatakan, boleh jika mereka orang ‘Ajam, bukan Arab, ini didasari pendapatnya dalam masalah pemungutan jizyah.&lt;br /&gt;Adapun menurut kami, orang seperti ini kafir dan tidak mau mengakui kewajiban membayar jizyah, maka tidak boleh juga diaku sebagai budak. Sama dengan orang murtad. Kami telah sebutkan dalil tentangnya.&lt;br /&gt;Jika ini jelas, maka seungguhnya pemberian pilihan ini adalah pemberian pilihan berdasarkan mashlahat ijtihad, bukan pilihan yang disandarkan kepada syahwat (sesuai selera). Maka, kapan imam melihat ada mashlahat pada salah satu dari pilihan-pilihan ini, wajib baginya untuk mengambilnya dan tidak boleh berpaling kepada pilihan lain. Dan kapan ia ragu antara semua pilihan, maka membunuh lebih baik. Mujahid mengatakan, dalam kondisi ragu ada dua pilihan, salah satunya dibunuh, dan itu lebih baik. Begitu pula dikatakan imam Mâlik. Ishâq berkata, “Menaklukkannya (membunuhnya) lebih kusukai, kecuali jika ia orang yang terkenal dan diharapkan sekali bisa merekrut orang banyak.” Selesai.&lt;br /&gt;Syaikhu `l-Islâm Ibnu Taimiyah menguatkan pendapat jumhur ini, ia mengatakan di dalam Al-Fatâwâ : “Jika imam diberi pilihan dalam masalah tawanan antara membunuh, menjadikannya budak, membebaskan atau memintai tebusan, maka ia harus memilih yang paling mendatangkan mashlahat bagi kaum muslimin. Dengan begitu, ia (bisa) dalam posisi yang benar dalam ijtihadnya dan telah menghukumi berdasarkan hukum Alloh serta mendapat dua pahala, bisa juga ijtihadnya tidak benar sehingga ia tetap mendapat pahala dari upaya yang sudah ia curahkan, ia tidak berdosa hanya karena tidak mampu mendeteksi sebuah mashlahat.”&lt;br /&gt;Syaikhu `l-Islâm Ibnu `l-Qoyyim juga memilih pendapat jumhur ini, ia mengatakan di dalam Zâdu `l-Ma‘âd : “Adalah Rosululloh SAW pernah membebas murnikan sebagian mereka, membunuh sebagian mereka, menebus sebagian mereka dengan harta, dan sebagian lagi ditukar dengan kaum muslimin yang tertawan. Beliau melakukan semua itu sesuai dengan mashlahat.” Lalu beliau menyebutkan dalil-dalil seperti kami kemukakan.&lt;br /&gt;Ibnu Hajar menyatakan di dalam Fathu `l-Bârî : “Ucapan dia –yakni ucapan Tsumamah bin Utsal kepada Rosululloh SAW ketika ia tertawan—‘Jika engkau membunuhku, engkau membunuh orang yang darahnya bernilai; jika engkau memberi anugerah, engkau menganugerahi orang yang pandai berterima kasih; jika engkau meninginkan harta, mintalah sesukamu.’ Sesungguhnya Nabi SAW mendiamkan saja pernyataannya dan tidak mengingkari klasifikasi pilihan darinya ini. Setelah itu, beliau membebas murnikannya. Berarti, ini semakin menguatkan pendapat jumhur, bahwa urusan orang kafir dewasa yang ditawan dikembalikan kepada imam, ia bisa melakukan sesuatu yang paling memberikan keuntungan kepada Islam dan kaum muslimin. Ath-Thohawi berkata, ‘Dzohir ayat ini menjadi hujjah penguat pendapat jumhur. Demikian juga hadits Abû Huroiroh tentang kisah Tsumamah, hanya dalam kisah Tsumamah itu disebutkan pilihan membunuh.’ Abû Ubaid berkata, ‘Ayat ini sama sekali tidak ter-mansukh, tetapi itu adalah ayat yang muhkam. Hal itu karena Nabi SAW melakukan sebuah tindakan berdasarkan semua yang ditunjukan oleh ayat dalam semua hukumnya. Maka, sebagian orang kafir beliau bunuh pada perang Badar, sebagian beliau mintai tebusan dan sebagian lagi beliau bebas murnikan. Beliau juga membunuh orang-orang Bani Quroidhoh dan membebaskan Bani Mushtholiq, membunuh Ibnu Khothol dan lain-lain di Mekkah serta membebaskan sisanya. Beliau juga menawan suku Hawazin lalu membebaskan mereka dan membebaskan Tsumamah bin Utsal. Semua itu menunjukkan lebih kuatnya pendapat Jumhur yang menyatakan bahwa masalah itu dikembalikan kepada pendapat imam. Pada intinya, kondisi tawanan setelah ditawan imam, imam diberi pilihan: memungut jizyah bagi mereka yang memang disyariatkan untuk dipungut jizyah, membunuh, menjadikan budak, membebaskan tanpa tebusan atau dengan tebusan, ini bagi kaum pria. Adapun kaum wanita dan anak-anak, maka mereka dijadikan budak dengan ditawannya mereka. Boleh juga menukar tawanan wanita kafir dengan tawanan lelaki muslim atau muslimah yang ditangkap orang-orang kafir. Dan jika seorang tawanan masuk Islam, pilihan dibunuh hilang seketika menurut kesepakatan ulama.” Selesai dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;As-Suyûthî berkata di dalam Al-Asybâh wa `n-Nadzôir : “Tindakan imam terhadap rakyat terkait dengan mashlahat. Kaidah ini ditetapkan oleh imam Syâfi‘î, beliau berkata: ‘Kedudukan imam bagi rakyat seperti kedudukan wali bagi anak yatim.’ Di antara contohnya, jika ia diberi pilihan tentang tawanan antara membunuhnya, menjadikannya budak, membebas murnikan atau meminta tebusan, maka ia tidak boleh memilih berdasarkan selera (syahwat) tetapi berdasarkan mashlahat. Jika ia belum juga melihat adanya mashlahat, ia harus terus menahan mereka sampai mashlahat itu terlihat.” Selesai dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;Al-Kâsânî berkata di dalam Badâi‘u `s-Shonâ’i‘ : “Adapun tawanan, dalam hal itu imam memiliki tiga pilihan. Kalau mau membunuh mereka, yaitu pria dewasa yang menjadi pasukan tempur, dan menawan kaum wanita dan anak-anak, berdasarkan firman Alloh Ta‘ala: maka penggallah kepala mereka. Dan ini berlaku setelah dilakukan penangkapan dan penawanan. Sebab, memenggal kepala adalah memisahkan persendian leher dan itu tidak bisa dilakukan ketika perang masih berkecamuk, itu hanya bisa dilakukan setelah menangkap dan menawan. Diriwayatkan bahwa Rosululloh SAW meminta saran kepada para sahabat yang mulia –rodhiyallohu Ta‘ala ‘anhum—kaitannya dengan tawanan perang Badar; lalu sebagian mereka menyarankan agar beliau meminta tebusan, sedangkan sayyidina ‘Umar RA menyarankan agar membunuh mereka. Maka, Rosululloh SAW bersabda, ‘Seandainya turun api dari langit, tidak ada yang selamat selain ‘Umar,’ beliau mengisyaratkan bahwa yang benar adalah membunuh mereka. Demikian juga diriwayatkan dari beliau –alaihis sholatu wa s-salam—bahwa beliau memerintahkan untuk membunuh ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan Nadhr bin Harits dalam perang Badar dan membunuh Hilal bin Khothol dan Muqois bin Shobabah dalam peristiwa penaklukan Mekah. Di samping itu, bisa jadi mashlahat itu ada dalam membunuh tawanan, sebab itu akan memberantas mereka sampai ke akarnya, sehingga seorang imam mesti melakukannya.”&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam Nailu `l-Authôr : “Pendapat jumhur dalam urusan tawanan dari kalangan pria dewasa kafir, dikembalikan kepada imam. Hendaknya ia melakukan apa yang paling menguntungkan Islam dan kaum muslimin. Ath-Thohawi mengatakan, dzohir ayat ini –yakni firman Alloh Ta‘ala: sesudah itu, kamu boleh membebaskan mereka atau meminta tebusan—menjadi hujjah yang menguatkan pendapat jumhur. Alhasil, Quran dan Sunnah memberikan ketetapan mengenai pendapat yang dipegang jumhur. Karena sesungguhnya, Nabi SAW pernah membebaskan tawanan dan meminta tebusan sebagaimana dalam hadits-hadits dalam bab ini, beliau juga pernah membunuh tawanan, beliau membunuh Nadhr bin Harits dan ‘Uqbah bin Abi Mu‘ith dan lain-lain. Beliau juga pernah menebus dua orang kaum muslimin yang tertawan dengan seorang tawanan dari kaum musyrikin sebagaimana tercantum dalam hadits ‘Imrôn bin Hushoin. Tirmizî berkata, setelah menyebutkan hadits ‘Imrôn bin Hushoin tadi, ‘Inilah yang dipraktekkan oleh mayoritas ahli ilmu dari kalangan para sahabat Nabi SAW dan lain-lain, yaitu imam boleh membebas murnikan tawanan yang ia kehendaki, membunuh siapa yang ia kehendaki dan meminta tebusan dari siapa yang ia kehendaki.’ Ishâq bin Manshûr berkata, ‘Kukatakan kepada Ahmad (bin Hanbal) jika ada orang tertawan, mana yang lebih engkau sukai; meminta tebusan kepadanya atau membunuhnya? Ia menjawab, ‘Jika ia mampu membayar tebusan, itu tidak masalah. Jika ia dibunuh, aku melihat tidak mengapa juga.’”&lt;br /&gt;Senada dengan pernyataan Asy-Syaukani, Al-Mubarokfuri mengatakan di dalam Tuhfatu `l-Ahwadzî.&lt;br /&gt;Al-Adzim Abadi berkata di dalam ‘Aunu `l-Ma‘bûd : “Bab: Membunuh Tawanan dan Tidak ditawarkan Islam kepadanya. Rosululloh SAW memberikan jaminan keamanan kepada semua orang (dalam peristiwa penaklukan Mekah, penerj.) selain empat pria dan dua wanita, beliau mengatakan, ‘Bunuhlah mereka meskipun kalian temukan mereka bergelayut pada tirai Ka‘bah; Ikrimah bin Abû Jahal, ‘Abdullôh bin Khothol, Muqois bin Shobabah, dan ‘Abdullôh bin Abi Sarh.’”&lt;br /&gt;As-Sarkhosi berkata di dalam Al-Mabsûth : “Dan aku bertanya kepadanya –yakni Abû Hanifah—tentang seseorang yang berhasil menawan seorang lelaki dari musuh, apakah ia boleh membunuhnya ataukah membawanya kepada Imam? Abû Hanifah berkata, ‘Mana saja yang ia lakukan, itu baik; sebab dengan tertawan tidaklah menggugurkan kebolehan menumpahkan darahnya menunggu imam membunuhnya. Demikian juga, orang yang menangkapnya boleh membunuhnya sebagaimana sebelum ia menangkapnya. Dan ketika Umayyah bin Kholaf dibunuh setelah ia tertawan, Rosululloh SAW tidak mengingkari orang yang membunuhnya. Tapi jika ia membawanya kepada imam, itu lebih dekat kepada penghormatan terhadap kedudukan imam. Sedangkan yang pertama lebih dekat kepada penampakkan kedahsyatan terhadap orang-orang musyrik serta meruntuhkan kekuatan mereka. Maka, sebaiknya ia memilih yang ia ketahui lebih bermanfaat dan lebih baik bagi kaum muslimin.’”&lt;br /&gt;Setelah memaparkan beberapa perkataan ulama tentang tawanan, sekarang jelaslah bagi mereka yang mengecam, bahwa hukuman bunuh yang kami jatuhkan kepada para tawanan itu bukan berangkat dari hawa nafsu kami. Namun, kami melihat adanya mashlahat dalam membunuh mereka sebagai ganti menyerahkan satu orang.&lt;br /&gt;Kalau ada yang mengatakan kepada kami: “Lalu apa dosa sembilan tawanan itu jika yang bersalah satu orang itu, padahala Alloh berfirman: dan orang yang berdosa tidak menanggung dosa orang lain. ?&lt;br /&gt;Kami katakan, tawanan itu berhak dibunuh dengan dosanya. Karena, Alloh SWT membolehkan kita membunuh tawanan hanya karena dia tawanan. Artinya, di sana tidak ada kondisi-kondisi lain yang harus menjadi penguat untuk membunuhnya. Lalu bagaimana jika dalam kondisi ini, dibunuhnya ia karena dosa temannya itu, merupakan maslahat terbesar? Jadi kami memperlakukan mereka dengan firman Alloh: Dan takutlah akan fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang dzalim di antara kalian.&lt;br /&gt;Maka, kami menghukum sebagian mereka lantaran dosa sebagian yang lain, itu lebih memberikan gertakan dan kerugian kepada mereka. Rosululloh SAW sendiri juga pernah memperlakukan seseorang berdasarkan kesalahan kaumnya.&lt;br /&gt;Hadits tentang itu diriwayatkan Muslim dari ‘Imrôn bin Hushoin, ia berkata: “Tsaqif adalah sekutu Bani ‘Uqoil, maka Tsaqif menawan dua orang shahabat Rosululloh SAW sedangkan para shahabat menawan satu orang dari Bani ‘Uqoil. Mereka juga menangkap Al-‘Adhba’ lalu membawanya kepada Rosululloh SAW dalam keadaan terikat. Ia berkata, ‘Hai Muhammad,’ kemudian Rosululloh SAW mendatanginya, ‘Apa urusanmu?’ ia berkata, ‘Atas dasar apa engkau menangkapku dan menangkap perintis urusan haji?’ yakni Al-‘Adhba’, beliau menjawab, ‘Aku menangkapmu karena dosa sekutumu, Tsaqif.’&lt;br /&gt;Di sini, Rosululloh SAW tidak berlaku berlebihan, sebab kondisi perang kadang menuntut untuk melakukan tindakan-tindakan seperti ini demi menjamin keselamatan tentara Islam. Bahkan, kami tidak mungkin bisa menjaga kehormatan kaum muslimin selain dengan melakukan tindakan-tindakan seperti ini. Kami juga punya alasan lain yang barangkali tidak bisa difahami dengan jelas oleh selain kami, bahwa dalam membunuh tawanan itu ada mashlahat yang jelas bagi kami. Jika kami membebaskan mereka –dan ini telah kami lakukan pada sebagian mereka—maka ini adalah yang menurut kami lebih mendatangkan mashlahat pada sebagian tawanan. Jika kami membunuhnya, maka itu adalah mashlahat yang terkandung di dalamnya. Jika kami meminta tebusan, pada sebagian mereka meminta tebusan itu lebih mendatangkan mashlahat. Dan kami tidak terikat harus melakukan satu pilihan saja dalam memberlakukan tawanan, namun kami dalam urusan tawanan berusaha memilih yang paling mendatangkan mashlahat bagi kondisi kami dan kondisi kaum muslimin, kami memperlakukan dengan perlakuan yang paling kuat dalilnya pada keadaan si tertawan.&lt;br /&gt;Lalu, mengapa sebagian orang terburu-buru merasa jengkel sebelum melihat dalil dan istidlal kami?&lt;br /&gt;Kita memohon kepada Alloh, semoga kita termasuk mereka yang mengetahui kebenaran dan mengikutinya dengan baik.&lt;br /&gt;MASALAH KEDUA:&lt;br /&gt;BOLEHNYA MENUKAR ORANG ISLAM YANG TERTAWAN DENGAN TAWANAN KAFIR YANG KITA TANGKAP&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam Nailu `l-Authôr : “Jumhur ahli ilmu telah berpendapat bolehnya membebaskan tawanan kafir sebagai ganti tawanan muslim, berdasarkan hadits ‘Imrôn bin Hushoin yang telah disebutkan, yaitu pada Bab: Jika tawanan masuk Islam, ia tetap menjadi milik kaum muslimin. Dari ‘Imrôn bin Husoin ia berkata, ‘Tsaqif adalah sekutu Bani ‘Uqoil, kemudian Tsaqif menawan dua orang sahabat Rosululloh SAW dan para shahabat Rosululloh SAW menawan seorang lelaki dari Bani ‘Uqoil dan turun menangkap Al-‘Adhbâ’ bersama mereka. Kemudian ia dibawa kepada Rosululloh SAW dalam keadaan terikat. Ia berkata, ‘Hai Muhammad,’ kemudian Rosululloh SAW mendatanginya, ‘Apa urusanmu?’ ia berkata, ‘Atas dasar apa engkau menangkapku dan menangkap perintis urusan haji?’ –yakni Al-‘Adhba’ beliau menjawab, ‘Aku menangkapmu karena dosa sekutumu, Tsaqif.’ Setelah itu beliau pergi, tapi ia kembali memanggilnya, ‘Hai Muhammad, hai Muhammad.’ ‘Apa urusanmu?’ tanya Rosululloh. Ia berkata, ‘Aku ini muslim.’ Rosululloh mengatakan, ‘Kalau kamu mengucapkannya ketika kamu menguasai dirimu, tentu engkau akan beruntung sekali.’ Lalu beliau pergi, tetapi ia kembali memanggilnya, ‘Hai Muhammad, hai Muhammad.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apa urusanmu?’ Ia berkata, ‘Sungguh aku lapar, berilah aku makan. Aku haus, berilah aku minum.’ Beliau menjawab, ‘Ini adalah kebutuhanmu.’ Setelah itu, beliau menukarnya dengan dua tawanan. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim.”&lt;br /&gt;Mengingat dalil ini sudah jelas dan merupakan nash yang benar lagi tegas dalam masalah ini, kami tidak akan menambahkan yang lain. Akan tetapi kami senang menjelaskannya supaya tidak ada orang berprasangka bahwa tindakan seperti ini adalah “perampasan” yang tidak syar‘î. Bahkan Rosul SAW sendiri melakukannya dan membiarkan tawanan terus di tangan beliau –walaupun ia sampai masuk Islam—untuk bisa menebusnya dengan tawanan muslim. Beliau juga memperlakukan tawanan itu dengan Baihaqî, memberinya makan dan minum sampai beliau membebaskannya dengan tebusan dua tawanan muslim.&lt;br /&gt;MASALAH KETIGA:&lt;br /&gt;TENTANG BOLEHNYA MENUKAR MAYAT ORANG KAFIR DENGAN TAWANAN MUSLIM ATAU MAYATNYA&lt;br /&gt;Terkait dengan masalah ini, terdapat riwayat Ahmad dan Tirmizî dari Ibnu ‘Abbâs RA: Bahwasanya orang-orang musyrik ingin membeli mayat seorang lelaki musyrik, tetapi Nabi SAW menolak untuk menjualnya kepada mereka.&lt;br /&gt;Abû ‘Îsâ berkata, “Ini hadits hasan ghorib, kami tidak mengetahuinya selain dari hadits Al-Hakam, diriwayatkan juga oleh Hajjaj bin Arthoh dari Al-Hakam.”&lt;br /&gt;Ahmad bin Hanbal berkata, “Hadits Ibnu Abi Laila tidak bisa dijadikan hujjah.”&lt;br /&gt;Muhammad bin Ismâ‘îl berkata, “Ibnu Abi Laila shoduq (jujur) akan tetapi kami tidak mengetahui mana haditsnya yang shohih dan yang dho‘îf. Saya pun tidak meriwayatkan sama sekali darinya.”&lt;br /&gt;Abû ‘Îsâ berkata di tempat lain, setelah menyebutkan Ibnu Abi Laila dan perawi lain yang masih diperbincangkan, “Jika salah satu dari mereka ini meriwayatkan hadits sendirian dan tidak diikuti hadits senada lainnya, maka hadits itu tidak bisa dijadikan hujjah. Sebagaimana dikatakan Ahmad bin Hanbal: Ibnu Abi Laila tidak dipakai haditsnya sebagai hujjah. Maksudnya, jika ia meriwayatkan suatu hadits sendirian. Yang paling parah kalau ia tidak menghafal isnâd hadits, sehingga melakukan penambahan atau pengurangan di dalamnya, atau merubahnya, atau membawa riwayat yang bisa merubah makna kandungannya.”&lt;br /&gt;Di tempat lain, Abû ‘Îsâ mengomentarinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Abi Laila seperti ini tidaklah mengapa. Ia terkadang meriwayatkan seperti ini dan sesekali seperti itu –yakni isnâd-nya—, sebenarnya ini berasal dari hafalannya. Kebanyakan ahli ilmu sebelumnya tidak mencatat hadits seperti ini, kalaulah ada yang mencatat di antara mereka maka itu dilakukan setelah mereka mendengarnya.”&lt;br /&gt;Al-Mubarokfuri berkata di dalam Tuhfatu `l-Ahwadzi : “Bab: Tentang Penjelasan Tidak Bolehnya Menukar Bangkai Tawanan. Al-Jîfah adalah bangkai mayit yang sudah membusuk, disebutkan di dalam An-Nihayah. Maksudnya, bangkai tawanan tidak boleh dijual atau ditukar dengan harta. Perkataannya: Telah bercerita kepada kami, Sufyân; yaitu Sufyân Ats-Tsauri. Dari Ibnu Abi Laila; nama lengkapnya adalah Muhammad bin Abdurrohman bin Abi Laila. Dari Al-Hakam; yaitu Ibnu Utbah. Perkataannya: Maka Nabi SAW menolak untuk menjualnya kepada mereka; ini adalah dalil bahwasanya tidak boleh menjual bangkai orang musyrik. Tidak boleh dijual atau mengambil harga darinya karena itu adalah mayat, di mana memilikinya tidak diperbolehkan. Tidak boleh juga menukarnya. Sang Pembuat Syariat telah mengharamkan harga penjualannya dan harga penjualan patung-patung di dalam hadits Jâbir. Di dalam Shohih-nya, Bukhôrî meletakkan sebuah bab: Boleh Membuang Bangkai Orang-orang Musyrik Di Dalam Sumur dan Tidak Boleh Mengambil Harga Penjualannya. Lalu ia menyebutkan di sana hadits Ibnu Mas‘ûd tentang doa yang dipanjatkan Nabi SAW agar kecelakaan menimpa Abû Jahal bin Hisyam dan orang-orang Quroisy lainnya. Di antara isi hadits itu: “…sungguh kalian melihat mereka telah terbunuh dalam perang Badar, maka buanglah mereka di dalam sumur.”&lt;br /&gt;Al-Hafidz (Ibnu Hajar, penerj.) berkata, “Perkataan Bukhôrî: Tidak Boleh Mengambil Harga Penjualannya, mengisyaratkan kepada hadits Ibnu ‘Abbâs: Bahwasanya orang-orang musyrik ingin membeli mayat seorang lelaki musyrik, tetapi Nabi SAW menolak untuk menjualnya kepada mereka. Dikeluarkan oleh Tirmizî dan lain-lain.&lt;br /&gt;Di dalam Al-Maghozi, Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa orang-orang musyrik meminta kepada Nabi SAW untuk menjual jasad Naufal bin ‘Abdullôh bin Mughiroh, ia adalah orang yang menerobos Khondaq (parit). Maka Nabi SAW bersabda, “Kami tidak membutuhkan harga dan jasadnya.” Kemudian Ibnu Hisyam berkata, “Telah sampai berita kepada kami dari Az-Zuhri, bahwa mereka mengeluarkan uang sepuluh ribu untuk membayarnya.” Bukhôrî mengambil hadits ini untuk dimasukkan dalam Bab itu dari sisi tinjauan: secara kebiasaan terbukti bahwa jika keluarga korban tewas dalam perang Badar mengetahui bolehnya menebus bangkai keluarganya, tentu mereka akan membayarnya walau berapa pun harganya, Mâsyâ Allôh. Maka, ini menjadi hadits penguat dari hadits Ibnu ‘Abbâs, walau pun sanadnya tidak terlalu kuat.” Selesai.&lt;br /&gt;Perkataannya: Ibnu Abi Laila haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah dst; Al-Hafidz berkata di dalam At-Taqrib, ‘Dia adalah Muhammad bin ‘Abdu `r-Rohman bin Abi Laila Al-Anshori Al-Kufi, Al-Qôdhî ‘Abdu `r-Rohman, dia shodûq (jujur) namun hafalannya buruk sekali, dari thobaqôt ketujuh.’&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata di dalam Tahdzibu `t-Tahdzîb: ‘Abdullôh bin Ahmad berkata, dari ayahnya, Ibnu Abi Laila buruk hafalannya dan haditsnya goncang (mudhthorib), fikih Ibnu Abi Laila lebih kami sukai daripada haditsnya.’&lt;br /&gt;Abû Hatim berkata dari Ahmad bin Yunus, ia menyebutkannya secara berlebihan, ia berkata, ‘Ia adalah penduduk dunia yang paling fakih.’&lt;br /&gt;Untuk ‘Abdullôh bin Syubrumah (dengan syin dhommah, ba’ sukun, dan ro ‘ dhommah) adalah putera Ath-Thufail bin Hassan Adh-Dhibbî Abû Syubrumah Al-Kufi, Qôdhî yang tsiqoh lagi fakih, dari thobaqoh kelima. Dinyatakan oleh Al-Hafidz di dalam At-Taqrib.&lt;br /&gt;Al-Hafidz juga berkata di dalam Tahdzibu `t-Tahdzib: ‘Jika ditanyakan kepada Ats-Tsauri: Siapakah juru fatwa (mufti) mu?’ ia berkata, ‘Ibnu Abi Laila dan Ibnu Syubrumah.’”&lt;br /&gt;Ibnu Rojab berkata di dalam Jami‘u `l-‘Ulûm wa `l-Hikam : “Di antara benda yang dilarang untuk dijual adalah bangkai orang-orang kafir yang terbunuh. Diriwayatkan oleh Ahmad dari hadits Ibnu ‘Abbâs RA, ia berkata: “Dalam perang Khondaq, kaum muslimin berhasil membunuh seorang lelaki musyrik, lalu mereka menukar bangkainya dengan harta. Maka Rosululloh SAW bersabda, “Berikan saja bangkainya kepada mereka, sesungguhnya itu adalah bangkai paling kotor dan diyat paling buruk.” Beliau tidak menerima harta sedikit pun dari kaum musyrikin untuk menggantinya. Hadits ini juga dikeluarkan Tirmizîn dan Waki‘ di dalam kitabnya dari jalur lain dari Ikrimah secara mursal. Kemudian Waki‘ berkata, ‘Bangkai tidak boleh dijual.’&lt;br /&gt;Haritsah berkata, ‘Kukatakan kepada Ishaq: Apa pendapatmu tentang menjual bangkai orang-orang musyrik? Ia menjawab, Tidak.’&lt;br /&gt;Abû ‘Amrû Asy-Syaibani meriwayatkan, bahwasanya Al-Mustaurid Al-‘Ajalî didatangkan kepada ‘Alî, Al-Mustairid telah masuk agama Nashrani, maka ia memintanya untuk bertaubat namun menolak. Akhirnya ‘Alî membunuhnya. Setelah itu, orang-orang nashrani meminta bangkainya dengan membayar sebanyak tiga puluh ribu, namun ‘Alî menolaknya. Kemudian beliau membakar bangkainya tersebut.’”&lt;br /&gt;Masalah ini akan mencakup beberapa sisi:&lt;br /&gt;Sisi pertama: Hadits yang ada dalam masalah ini tidak memiliki jalur periwayatan yang bisa dijadikan hujjah. Hadits ini diriwayatkan dari berbagai jalur yang kesemuanya berporos kepada Muhammad bin ‘Abdu `r-Rohman bin Abi Laila dan ‘Alî bin Hajjaj Al-Arthoh. Adapun ‘Abdu `r-Rohman bin Abi Laila, telah dikemukakan komentar Tirmizî, Bukhôrî dan Ahmad yang menganggapnya dho‘îf (lemah). Ibnu `l-Jauzi mengomentarinya di dalam Adh-Dhu‘afa’ : “Syu‘bah mengatakan tentangnya, ‘Belum pernah kulihat orang yang lebih buruk hafalannya daripada dia.’ Ahmad berkata: dho‘îf. Murroh berkata, ‘Buruk hafalannya dan sering goncang haditsnya.’”&lt;br /&gt;Abû Hatim berkata di dalam ‘Ilalu `l-Hadits : “Ibnu Abi Laila adalah orang yang buruk hafalannya.”&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi berkata di dalam Mizanu `l-I‘tidal: “Yahya menganggap lemah Ibnu Abi Laila dan Mathor pada hadits yang mereka riwayatkan dari ‘Athô’ dari Ibnu ‘Abbâs: Bahwasanya orang-orang musyrik hendak membeli jasad salah seorang korban dalam perang Khondaq…al-hadits. Hadits ini dinilai hasan oleh Tirmizî. ‘Abdu `l-Haq berkata di dalam Ahkam-nya, demikian juga Ibnu `l-Qothon, ‘Isnâd hadits ini dho‘îf dan terputus (munqothi‘); Al-Hakam tidak pernah mendengar dari Maqsam selain lima hadits dan hadits ini bukan salah satunya.’ Mereka berdua melemahkan hadits ini dari sisi Ibnu Abi Laila, namun perkataan Tirmizî lebih baik.”&lt;br /&gt;Adapun Hajjaj bin Arthoh, Ahmad berkata tentangnya: “Tidak bisa dijadikan hujjah.” Abû Hatim berkata, “Ia mentadlis hadits dari orang-orang dho‘îf.”&lt;br /&gt;Para huffadz sepakat tentang tadlis yang ia lakukan. Ini urusannya sudah jelas, dan dia telah membawakan riwayat secara ‘an‘anah (dari…dari…) sebagaimana tercantum dalam riwayat Ahmad.&lt;br /&gt;Ada cacat lainnya, yaitu bahwa Maqsam disebut-sebut sebagai mudallis. Ada yang mengatakan, dia tidak pernah mendengar dari Ibnu ‘Abbâs, ditambah ia meriwayatkan hadits ini dengan ‘an‘anah. Muhammad bin Sa‘îd telah melemahkannya. Abû Hatim berkata tentangnya, “Baik haditsnya, tidak bermasalah.” Dan ketika Ahmad ditanya tentang siapa saja murid-murid Ibnu ‘Abbâs, ia berkata, “Ada enam,” lalu ia menyebutkannya tapi tidak menyebut nama Maqsam. Dikatakan kepadanya: Maqsam? Ia berkata, “Maqsam bukan termasuk dari mereka.”&lt;br /&gt;Ada cacat lainnya, yaitu bahwa Al-Hakam bin ‘Utaibah yang meriwayatkan hadits ini dengan semua sanadnya dari Maqsam, tidak bisa dipastikan apakah dia mendengar langsung hadits ini. Sebelumnya sudah kami kemukakan perkataan ‘Abdu `l-Haq di dalam Ahkam-nya dan juga Ibnu `l-Qothon bahwa isnâd-nya –isnâd hadits bab ini—adalah dho‘îf dan terputus; Al-Hakam tidak pernah mendengar dari Maqsam selain lima hadits saja, dan ini bukan salah satunya.&lt;br /&gt;Nasâî berkata tentangnya, “Al-Hakam adalah mudallis.”&lt;br /&gt;Ia telah meriwayatkan hadits ini secara ‘an‘anah dan tidak menegaskan ia pernah menceritakan secara langsung.&lt;br /&gt;‘Abdullôh berkata, “Aku mendengar ayahku berkata, ‘Yang dishohihkan dari Al-Hakam dari Maqsam ada empat hadits: hadits tentang witir, hadits tentang kebulatan tekad dalam cerai, hadits fai’, dan hadits Qunut.’”&lt;br /&gt;Kemudian ‘Abdullôh berkata ketika ia ditanya: Apakah ia meriwayatkan selain hadits ini? “Mereka mengatakan, riwayat-riwayat itu sekedar tulisan saja. Aku melihat bahwa Hajjaj meriwayatkan darinya, dari Maqsam dari Ibnu ‘Abbâs, ada sekitar lima puluh hadits. Sedangkan Ibnu Abi Laila sering keliru dalam hadits-hadits yang ia bawakan dari Al-Hakam.”&lt;br /&gt;‘Abdullôh berkata lagi, “Aku mendengar Abû Murroh berkata, ‘Empat hadits yang Al-Hakam dianggap shohih di dalamnya, ia dengar langsung dari Maqsam.’”&lt;br /&gt;Jika isnâd hadits ini tidak bisa dijadikan sebagai hujjah, maka ia tidak bisa dijadikan dalil akan haramnya menjual bangkai orang-orang kafir kepada keluarga mereka ketika itu dianggap perlu dalam peperangan.&lt;br /&gt;Sisi kedua: Mungkin ada yang mengatakan, memang berdasarkan sanad-nya hadits ini tidak bisa dijadikan sebagai hujjah. Tetapi, hadits ini memiliki syawahid (hadits lain sebagai penguat) yang menguatkan statusnya, yaitu riwayat yang tercantum di dalam Shohih Bukhôrî Muslim tentang dibuangnya mayat korban perang Badar ke dalam sumur serta menghindari penjualannya seperti yang difahami oleh Bukhôrî. Termasuk penguat lainnya, Nabi SAW melarang menjual bangkai.&lt;br /&gt;Menjawab pernyataan ini, kami katakan: Sesungguhnya tokoh-tokoh besar para huffadz seperti Ahmad, Ibnu `l-Madini dan lain-lain tidak menerika syawahid bagi suatu hadits kecuali jika dalam hadits yang hendak diperkuat dengan syawahid itu memenuhi beberapa syarat. Di antara syarat tersebut hendaknya hadits tidak menjadi hadits utama dalam sebuah permasalahan. Sedangkan hadits ini kami anggap sebagai hadits utama dalam masalah larangan menjual mayat orang kafir kepada keluarganya dalam kondisi perang. Meskipun kami menyatakan haramnya menjual mayat, tetapi itu jika dalam kondisi damai, bukan dalam kondisi perang.&lt;br /&gt;Adapun yang kita ingin haramkan dalam kondisi perang, maka harus ada dalil tersendiri yang menunjukkan perbuatan itu dilarang ketika dalam kondisi perang. Nah, jika hadits Ibnu ‘Abbâs di muka tidak shohih statusnya, maka masalah tersebut ketika dalam kondisi perang tetap berstatus masih didiamkan dan tidak bisa diberlakukan padanya dalil-dalil lain yang menyatakan mengenai haramnya menjual bangkai dalam kondisi damai. Sebab, sesuatu yang diharamkan dalam kondisi damai tidak otomatis juga diharamkan ketika dalam kondisi perang. Apalagi jika sesuatu itu mengandung sebuah kemashlahatan yang jelas bagi tentara atau negeri kaum muslimin. Dalil-dalil yang menunjukkan bolehnya melakukan perbuatan-perbuatan haram dalam kondisi perang sangatlah banyak, baik dari Sunnah mau pun dari perbuatan para shahabat. Contohnya ketika Rosululloh SAW membakar pohon kurma milik kaum Yahudi, padahal dalam hadits-hadits lain beliau melarang untuk membakar pepohonan. Beliau juga memperbolehkan berbohong dalam perang dan melukai hewan-hewan tunggangan musuh sebagaimana dilakukan ‘Alî dalam perang Hunain, demikian juga mengenakan sutera dan bersikap angkuh. Rosululloh SAW juga memberi izin kepada para shahabat untuk berdiri di dekat kepala beliau untuk berjaga-jaga ketika peristiwa Hudaibiyah, padahal ini termasuk perbuatan yang beliau sangat ingkari jika bukan dalam posisi seperti ini, sebab ini bagian dari menghormati beliau.&lt;br /&gt;Tentara Syam juga pernah menulis surat kepada ‘Umar RA: “Jika kami bertemu musuh dan melihat mereka telah membungkus senjata-senjata mereka dengan kain sutera, kami merasa gentar.” Maka ‘Umar membalas, “Kalau begitu, kalian juga harus membungkus senjata-senjata kalian dengan sutera sebagaimana mereka melakukannya.”&lt;br /&gt;Syaikhu `l-Islâm pernah ditanya tentang hukum menggunakan sutera dalam rangka menggentarkan hati musuh, maka beliau menjawab, “Dalam hal ini ada dua pendapat ulama; yang lebih kuat adalah boleh.” Beliau –rahimahulloh—juga berpendapat lebih jauh kaitannya dengan hukum-hukum seperti ini, khusus dalam kondisi perang; mengingat di dalamnya ada mashlahat, walaupun terdapat nash-nash yang mengharamkan hukum-hukum seperti ini jika bukan pada kondisi perang. Di dalam kitab Al-Istiqomah misalnya, beliau berkata, “Adapun orang-orang kafir, hilangnya akal orang kafir lebih baik baginya dan bagi kaum muslimin. Adapun bagi dia, karena hilangnya akal tidak menghalanginya dari mengingat Alloh dan sholat, tetapi menghalanginya dari kefasikan dan kekafiran. Adapun bagi kaum muslimin, karena kondisi mabuk (orang kafir) bisa memicu permusuhan dan saling benci di antara mereka, sehingga itu baik bagi orang-orang beriman. Ini bukan berarti membolehkan khomer dan bermabuk-mabukan, tetapi dalam rangka menolak dua keburukan dengan keburukan lebih ringan. Oleh karena itu, saya memerintahkan pasukan kami agar tidak melarang musuh-musuh kaum muslimin mengkonsumsi minuman keras, baik musuh itu dari kalangan Tartar atau Karj dan lain-lain. Saya katakan, jika mereka meminum khomer, itu tidak menghalangi mereka dari mengingat Alloh dan sholat, tetapi menghalangi mereka dari kekafiran dan kerusakan di bumi. Di samping itu, itu juga bisa memicu permusuhan dan kebencian di kalangan mereka sendiri, ini jelas sebuah mashlahat bagi kaum muslimin. Jadi, siuman mereka lebih buruk daripada mabuknya mereka, maka tidak ada baiknya membantu mereka untuk siuman. Bahkan, bisa saja hukumnya dianjurkan, atau mungkin wajib, untuk menolak kejahatan mereka dengan cara sebisa mungkin, dengan membuat mereka mabuk atau yang lainnya.”&lt;br /&gt;Dulu ketika kami di Afghanistan, ada fatwa Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin –hafidzohulloh— ketika beliau ditanya tentang hukum mencincang mayat musuh, beliau mengatakan, “Kalau mereka mencincang korban dari kalian, cincanglah mayat mereka. Apalagi jika dengan begitu bisa menimbulkan rasa gentar dan takut dalam diri mereka. Sementara Alloh Ta‘ala berfirman: Oleh sebab itu barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. .”&lt;br /&gt;Jadi, dalil dan fatwa-fatwa ini menerangkan bahwa kondisi perang memiliki kondisi-kondisi khusus yang tidak pas jika kita sama ratakan kondisi itu dengan dalil-dalil yang berlaku dalam kondisi normal. Maka, sesuatu yang akan kita hukumi dalam peperangan membutuhkan dalil yang jelas maksudnya, shohih sanadnya, dan bisa mengeluarkan sebuah hukum. Bahkan kalau lah sebuah perbuatan itu dilarang dalam kondisi perang, maka larangan tersebut tidaklah mutlak dalam kondisi apa saja, apalagi jika berbenturan dengan mashlahat yang lebih besar atau mendatangkan madhorot yang lebih besar kepada kaum muslimin. Dalil akan hal ini adalah, bahwasanya Rosululloh SAW melarang untuk membakar dan menebang pepohonan, melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak. Namun, ketika beliau mengepung perkampungan Bani Nadhir beliau membakar perkebunan kurma mereka, sebagaimana tercantum dalam hadits Bukhôrî. Dan di dalam Shohih Bukhôrî Muslim juga, ketika beliau ditanya tentang hukum menyerang kaum musyrikin di malam hari lalu serangan itu mengenai wanita dan anak-anak mereka, beliau membolehkannya dan bersabda, “Mereka termasuk mereka.”&lt;br /&gt;Bahkan masalahnya lebih besar dari ini; jika orang-orang kafir menjadikan kaum muslimin yang tertawan sebagai perisai (atau dikenal dengan masalah tatarrus, penerj.) dan kondisi darurat menuntut untuk membidik orang-orang kafir –karena jika kaum muslimin tidak melakukannya mereka akan menang dan banyak membunuh kaum muslimin—maka boleh membidik orang-orang kafir tersebut walaupun mengenai kaum muslimin yang tertawan. Inilah madzhab Imam Syâfi‘î sebagaimana tercantum dalam Mughniyyu `l-Muhtâj (IV/224), dan Ahmad sebagaimana dalam Kasyâfu `l-Qonnâ‘ (V/ 447 – 448).&lt;br /&gt;Semua dalil dan fatwa tadi menguatkan pendapat bahwa hadits Ibnu ‘Abbâs dalam masalah ini adalah hadits pokok yang harus benar-benar shohih statusnya, bukan diperkuat dengan hadits-hadits lain yang menyatakan haramnya masalah ini. Jika itu tidak memungkinkan, maka bisa kami katakan sulit untuk mengharamkannya dengan alasan berhati-hati tanpa adanya dalil yang arahnya jelas. Apalagi itu bisa menghilangkan mashlahat bagi kita. Hanya Alloh yang lebih tahu mana yang benar.&lt;br /&gt;Sisi ketiga: Kasus yang tengah kami alami adalah kami mengumumkan keinginan kami menukar mayat tawanan musuh dengan beberapa orang dari kaum muslimin yang ditawan. Pengumuman ini adalah pengumuman pertukaran, bukan jual beli. Kalaulah hadits tadi derajatnya hasan dengan syawahid-nya, itu tidak menunjukkah haramnya tukar menukar. Ini adalah tukar menukar, bukan jual beli yang ada harga dan komoditinya.&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam As-Sailu `l-Jarrôr (IV/ 567): “Adapun perkataan penulis: Dan diperbolehkan mengembalikan mayat (musuh) secara cuma-cuma; tidak ada sisi pengikatan dari ucapan beliau: cuma-cuma; sebab harta orang-orang kafir bisa dipinjam dengan berbagai cara, dan ini bukan urusan jual beli sehingga harus dimasukkan dalam masalah jual beli bangkai atau jual beli benda najis.”&lt;br /&gt;As-Sarkhosi berkata di dalam Al-Mabsuth (X/ 137 – 138): “Aku bertanya kepada Abû Hanifah tentang orang kafir harbi yang dibunuh oleh kaum muslimin, bolehkan menjual bangkainya kepada orang-orang kafir harbi lainnya? Beliau berkata, ‘Tidak mengapa jika dilakukan di negeri harbi, bukan di kamp muaskar kaum muslimin.’ Abû Yûsuf berkata, ‘Harta orang kafir harbi halal bagi kaum muslimin diambil paksa, maka jika diambil dengan kerelaan mereka tentu lebih halal.’ Maknanya, jika bukan di tempat muaskari kaum muslimin, mereka tidak memiliki jaminan keamanan dalam hal harta yang mereka bawa, sesungguhnya kaum muslimin boleh mengambilnya dengan cara apa saja. Mengambil harta dengan menjual bangkai mereka ini, bukan karena mengambil harta disebabkan menjual bangkai atau darah, tetapi dengan cara ghonimah. Oleh karena itu, harta seperti ini diambil seperlima, sisanya dibagikan kepada pasukan sesuai cara membagi ghonimah.”&lt;br /&gt;Muhammad Asy-Syaibani berkata di dalam As-Siyar (I/ 249): “Abû Yûsuf pernah kutanya tentang seorang kafir harbi yang berhasil dibunuh oleh kaum muslimin; bolehlah menjual bangkainya kepada orang kafir harbi lainnya? Ia berkata, ‘Abû Hanifah mengatakan tidak apa-apa jika di negeri harbi, bukan di kamp muaskar kaum muslimin. Tidakkah kamu melihat bahwa harta orang kafir harbi itu boleh dirampas oleh kaum muslimin? Maka jika mereka menyerahkannya dengan perasaan rela, tentu saja boleh.”&lt;br /&gt;Inilah pendapat kami tentang bolehnya saling tukar mayat dengan tawanan. Karena tidak tada dalil yang melarang menjualnya, lalu bagaimana dengan menuikarnya? Oleh karena itu, kami menyatakan hal itu boleh dan kami mempaktekkannya. Kami telah menukar 14 kepala orang Rusia dengan tiga mayat saudara-saudara kami. Maka, mashlahat perbuatan seperti ini jelas sekali bagi kami, sedangkan melarangnya tanpa dalil yang kuat justeru merugikan kemashlahatan kami.&lt;br /&gt;MASALAH KEEMPAT:&lt;br /&gt;TENTANG BOLEHNYA MEMINDAHKAN MAYAT ATAU KEPALA ORANG-ORANG KAFIR&lt;br /&gt;Jawaban dari pertanyaan seputar masalah ini merupakan cabang dari bab sebelumnya. Maka, mereka yang berpendapat bolehnya tukar menukar mayat tawanan, tak diragukan lagi akan lebih membolehkan memindahkan mayat orang-orang kafir demi tercapainya sebuah mashlahat. Kami sengaja memasuki pembahasan masalah ini karena di dalam sebagian buku para muhadditsin (ahli hadits) tercantum larangan tentanganya.&lt;br /&gt;Disebutkan dalam riwayat Baihaqî dalam Sunan-nya (IX/132): “Bab: Riwayat Yang Ada Mengenai Memindahkan Kepala.” Ia berkata, “Dari Uqbah bin ‘Âmir Al-Juhanni bahwasanya ‘Amrû bin Ash dan Syurohbil bin Hasanah mengutus Uqbah untuk menyampaikan surat kepada Abû Bakar Ash-Shiddiq RA berikut sepotong kepala seorang komandan Syam. Ketika ia tiba kepada Abû Bakar RA beliau mengingkarinya, maka Uqbah berkata, “Wahai Kholifah Rosululloh SAW, mereka juga melakukannya kepada kami.” Abû Bakar berkata, “Apakah kemudian kalian akan mengikuti kebiasaan Persi dan Romawi? Jangan lagi ada kepala yang dibawa kepadaku, cukuplah surat dan berita yang sampai kepadaku.”&lt;br /&gt;Mu‘âwiyah bin Khudaij pernah berkata, “Kami berhijrah di zaman Abû Bakar Ash-Shiddiq RA, ketika kami tengah berada di tempat beliau, tiba-tiba beliau naik mimbar lalu memuji dan memuja Alloh, setelah itu berkata, ‘Sesungguhnya telah datang kepada kita kepala seorang komandan (musuh) dan kita tidak memerlukannya. Sesungguhnya itu adalah tradisi orang-orang Ajam.’”&lt;br /&gt;Dan dari ‘Abdu `l-Karim Al-Jazri bahwa Mu‘âwiyah bercerita kepadanya, “Bahwasanya Abû Bakar Ash-Shiddiq RA diberi sepotong kepala, maka beliau berkata, ‘Kalian telah berbuat dzalim.’”&lt;br /&gt;Ia juga berkata dari Az-Zuhri, “Belum pernah dibawa potongan kepala kepada Nabi SAW di Madinah, tidak juga dalam perang Badar. Pernah potongan kepala dibawakan kepada Abû Bakar RA lalu ia membenci hal itu.” Ia berkata, “Yang pertama kali membawakan kepala kepadanya adalah ‘Abdullôh bin Zubair. Seorang syaikh, yang juga menjadi rujukan riwayat Abû Dâwud di dalam Al-Marosil, berkata, dari Abû Nadhroh ia berkata, ‘Nabi SAW sedang berhadapan dengan musuh, lalu beliau bersabda, ‘Siapa yang bisa mendatangkan sepotong kepala maka ia mendapatkan apa saja yang ia angankan kepada Alloh.’ Maka datanglah dua orang lelaki membawa sepotong kepala, keduanya bertengkar tentangnya, maka Rosululloh SAW memutuskan untuk memberikan kepada salah satu dari keduanya.” Hadits ini munqothi‘ (terputus), kalaulah dalam hadits ini berisi anjuran untuk membunuh musuh, namun tidak berisi anjuran untuk memindahkan potongan kepala dari negeri syirik ke negeri Islam.” Selesai perkataan Baihaqî dengan sedikit adaptasi.&lt;br /&gt;Ada juga riwayat yang membolehkan memindahkan kepala meskipun masih diperselisihkan. Ibnu Jarir berkata di dalam Tarikh-nya (II/ 37): “Telah bercerita kepada kami Ibnu Humaid ia berkata, telah bercerita kepada kami Salamah dari Muhammad bin Ishaq: Dan segolongan orang dari Bani Makhzum mengklaim bahwa Ibnu Mas‘ûd mengatakan, ‘Abû Jahal berkata kepadaku: Sungguh kamu telah mendaki tanjakan yang sulit, hai penggembala kambing kecil.’ Kemudian aku (Ibnu Mas‘ûd) memenggal kepalanya dan kubawa kepada Rosululloh SAW lalu kukatakan, ‘Wahai Rosululloh, inilah kepala musuh Alloh; Abû Jahal.’ Rosululloh SAW bersabda, ‘Apakah karena Alloh, yang tiada ilah (yang haq) selain-Nya?’ kujawab, ‘Ya, demi Alloh yang tiada ilah (yang haq) selain-Nya.’ Kemudian kulempar kepala itu di hadapan Rosululloh SAW lalu beliau memuji Alloh.”&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata di dalam Fathu `l-Bari (VII/ 295): “Di dalam hadits Ibnu ‘Abbâs riwayat Ibnu Ishaq disebutkan, bahwa Ibnu Mas‘ûd berkata, ‘Maka aku menjumpai Abû Jahal pada tikaman panah terakhir, maka kuinjakkan kakiku di lehernya dan kukatakan: ‘Alloh telah menghinakanmu, hai musuh Alloh!’ ia menjawab, ‘Dengan apa Dia menghinakanku, apakah lelaki yang kalian bunuh bisa berbuat dengan sengaja?’&lt;br /&gt;Sebagian kaum dari Bani Makhzum mengklaim bahwa Abû Jahal berkata kepadanya, ‘Sungguh kamu telah mendaki tanjakan yang sulit, hai penggembala kambing yang kecil.’ Ibnu Mas‘ûd berkata, ‘Kemudian kupenggal kepalanya dan kubawa kepada Rosululloh SAW, aku berkata, ‘Inilah kepala musuh Alloh, Abû Jahal.’”&lt;br /&gt;Adz-Dzahabi menyebutkan di dalam As-Siyar (III/ 371): “Ibnu `z-Zubair berkata, ‘Kami diserang oleh Jirjîr –seorang komandan dari Afrika—bersama 120.000 pasukannya dan mereka mengepung kami sementara kami hanya berjumlah 20.000 orang. Orang-orang ketika itu sedang berselisih masalah Ibnu Abi Syarh. Kemudian Jirjîr memasuki tendanya, maka aku melihat kelengahan dia yang tengah mengawasi bagian di belakang barak tentaranya sambil menaiki kereta kuda berwarna ungu bersama dua wanita yang menaunginya dengan bulu burung Merak, antara dia dan pasukannya terbentang sebidang tanah putih. Maka, aku mendatangi pimpinan kami, Ibnu Abi Sarh , akhirnya beliau menunjuk beberapa orang untuk menyertaiku. Maka aku memilih 30 orang penunggang kuda dan kukatakan kepada mereka: ‘Tetaplah di barisan kalian, aku akan maju menerobos.’ Aku juga mengatakan kepada mereka, ‘Lindungilah bagian belakangku.’ Kemudian aku membelah barisan musuh untuk mencapai tempat Jirjîr, aku berhasil melewatinya dengan kuat, Jirjîr dan balatentaranya sama sekali tidak memperhitungkanku kecuali sebatas sebagai utusan yang datang kepadanya hingga akhirnya aku berhasil mendekatinya. Barulah ia sadar adanya gelagat buruk, maka ia pergi meninggalkan kereta kudanya untuk lari ke belakang tetapi aku berhasil mengejarnya dan kutikam dia hingga tersungkur. Setelah itu kupenggal kepalanya dan kupasang di ujung tombakku sambil bertakbir, melihat itu kaum muslimin maju menerobos barisan musuh, musuh pun kocar-kacir dan Alloh memberikan pundak-pundak mereka kepada kaum muslimin.”&lt;br /&gt;Yûsuf Al-Hanafi berkata di dalam Mu‘tashoru `l-Mukhtashor (I/ 244 – 245) tentang memindahkan kepala orang kafir, “Diriwayatkan dari ‘Alî bin Abi Tholib ia berkata, Rosululloh SAW pernah diberi kepala Marhab. Diriwayatkan juga dari Al-Barro’ ia berkata, ‘Aku bertemu pamanku yang sedang memegang bendera. “Hendak pergi ke mana?” tanyaku. Ia berkata, “Rosululloh SAW mengutusku menemui seorang lelaki yang menikahi isteri ayahnya sepeninggalnya, agar aku bawa kepalanya.” Dan dari ‘Abdullôh Ad-Dailamî dari ayahnya ia berkata, ‘Kami datang kepada Rosululloh SAW membawa kepala Aswad Al-Unsi, si pendusta (yang mengaku Nabi, penerj.) kemudian aku berkata, ‘Wahai Rosululloh, sungguh Anda sudah tahu siapa kami. Lalu, kepada siapakah kami menuju?’ Rosululloh SAW menjawab, ‘Kepada Alloh dan Rosul-Nya.’&lt;br /&gt;Kedatangan mereka membawa kepalanya dari Yaman agar Rosululloh SAW ikut merasakan pertolongan Alloh dan kecukupan yang Dia berikan kepada kaum muslimin untuk menyelesaikan urusan beliau. Kisah ini juga berisi bolehnya memindahkan potongan kepala dari satu negeri ke negeri lain dalam rangka memberi pelajaran sehingga manusia mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Termasuk dalam hal ini adalah firman Alloh Ta‘ala: “Dan hendaklah hukuman rajam dua pezina itu disaksikan segolongan kaum mukminin.”&lt;br /&gt;Juga firman Alloh tentang para muharib: “…hendaknya mereka dibunuh atau disalib…” agar kasus mereka diketahui secara luas oleh khalayak. Adapun pengingkaran Abû Bakar terhadap tindakan ‘Amrû bin Ash dan Syurohbil bin Hasanah ketika mereka membawa potongan kepala kepada beliau, itu adalah ijtihad dari beliau ketika beliau melihat dirinya tidak lagi memerlukan tindakan seperti itu. Tidakkah Anda melihat, para komandan pasukan yang lain–di antaranya Yazid bin Abi Sufyân dan ‘Uqbah bin ‘Âmir—yang juga hadir di tengah mereka tidak mengingkari perbuatan seperti itu karena mereka melihat di dalamnya terdapat pengangkatan izzah bagi agama Alloh dan terpukulnya keluarganya yang sesama kafir. Jadi, pedoman dalam masalah seperti ini dikembalikan kepada pendapat para pemimpin, mereka melakukan hal itu ketika mereka lihat tepat dan cocok untuk kondisi waktu di mana mereka berada. Ketika mereka merasa sudah tidak memerlukannya lagi, mereka meninggalkannya. Dulu pernah kepala Al-Mukhtar dibawa kepada ‘Abdullôh bin Zubair dan dia tidak mengingkarinya; diriwayatkan bahwa ketika si pengantar meletakkan kepalanya di depannya, ‘Abdullôh bin Zubair berkata, “Tidaklah Ka‘ab mengatakan sesuatu kepadaku melainkan pasti kudapati kejadiannya seperti yang ia katakan, kecuali peristiwa kali ini. Sesungguhnya ia pernah bercerita kepadaku bahwa aku akan dibunuh oleh seorang lelaki dari Bani Tsaqif, lihatlah…sekarang justeru aku telah berhasil membunuhnya.” Al-A‘masy berkata, “Dia tidak sadar bahwa Abû Muhammad –yakni Al-Hajjaj—sedang mengintainya dalam perjalanan.”&lt;br /&gt;Asy-Syaukani berkata di dalam As-Sailu `l-Jarrôr (IV/ 568): “Ucapan penulis: Dimakruhkan membawa potongan kepala; saya katakan: jika dengan membawanya bisa menguatkan hati kaum muslimin atau melemahkan kekuatan orang-orang kafir, maka tidak mengapa melakukannya. Bahkan itu tindakan bagus dan pengaturan yang tepat. Tidak perlu beralasan bahwa itu barang najis, karena membawanya bisa dilakukan tanpa harus terolesi atau bersentuhan langsung dengannya. Untuk menyatakan kebolehan tindakan seperti ini tidak perlu berpijak kepada adanya riwayat shohih dari Nabi SAW, sebab menguatkan tentara Islam dan menggentarkan tentara kafir adalah salah satu daripada maksud syariat dan salah satu dari perintahnya, ini tidak diragukan. Peristiwa memidahkan potongan-potongan kepala pernah terjadi di zaman shahabat. Adapun riwayat yang menyebutkan itu pernah terjadi di zaman Nabi, maka riwayat tersebut tidak ada yang shohih.”&lt;br /&gt;Bagus sekali ungkapan imam Syaukani dan sikap beliau dalam mendudukkan masalah seperti ini, di mana beliau menjadikan salah satu daripada maksud syariat dalam peperangan adalah menguatkan tentara Islam dan menggentarkan tentara kafir. Dengan kaidah seperti ini kita bisa mengarahkan perbuatan-perbuatan Nabi SAW dalam peperangan yang bertentangan dengan apa yang beliau larang sendiri.&lt;br /&gt;Dalam masalah ini, tidak diragukan lagi bahwa dalil-dalil yang melarangnya lebih lemah daripada dalil-dalil yang membenarkannya. Pendudukan masalah sebelumnya juga kami pakai dalam mendudukkan masalah ini. Dan hanya Alloh Ta‘ala lah yang lebih tinggi dan lebih mengetahui.&lt;br /&gt;PEMBAHASAN BERIKUTNYA:&lt;br /&gt;Jawaban terhadap mereka yang mengecam kami dengan mengatakan; kita wajib mematuhi perjanjian-perjanjian internasional yang kita sepakati dan wajib menghormati hak-hak kemanusiaan.&lt;br /&gt;Sebelum kami mulai pembahasan ini, kita harus mengerti dulu apa yang dimaksud dengan Perjanjian Jenewa terkait masalah tawanan dan apa itu hukum-hukum internasional yang mereka buat.&lt;br /&gt;Sesungguhnya kesepakatan internasional tentang tawanan yang diberlakukan di negara-negara anggota PBB adalah perjanjian Jenewa yang ditandatangani tahun 1949, yang menetapkan: Tawanan perang berada di bawah kontrol negara musuhnya, bukan dibawah kontrol perorangan atau tim pasukan yang menangkapnya. Negara yang bersangkutan tidak boleh memberikan perlakuan berbeda berdasarkan warna kulit, jenis kebangsaan, ediologi atau aliran politik. Negara bersangkutan juga tidak boleh melakukan penyiksaan, baik fisik maupun mental. Tidak boleh mencopot pangkat dan jabatannya, atau membekukan asetnya. Dalam kamp penahanan juga harus terpenuhi syarat-syarat standart kesehatan, memberikan gizi dan pakaian layak, setiap kamp penahanan harus ada klinik kesehatan. Tawanan perang juga berhak menjalankan kegiatan intelektual, perluasan cakrawala dan olahraga. Mereka boleh mengirim dan menerima surat dan kartu-kartu tetapi tetap dalam pengawasan. Tawanan perang hanya diadili di pengadilan militer. Tidak boleh menjatuhkan hukuman kepada tawanan tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk membela diri dan meminta bantuan pengacara dan penasehat hukum. Tawanan perang harus dikembalikan ke negaranya ketika konflik-konflik yang terjadi sudah selesai.&lt;br /&gt;Inilah undang-undang PBB yang diberlakukan sebagai hukum oleh negara-negara anggota. Jika ada negara yang tidak mau melaksanakan perjanjian ini, bisa saja akan menerima sangsi dari negara anggota lainnya, atau perannya keanggotaannya dinon aktifkan, atau PBB tidak akan mengambil langkah terkait penjagaan wilayah negaranya, atau hukuman-hukuman lain.&lt;br /&gt;Jawaban kami terdadap mereka yang menyatakan kepada kami bahwa kita harus menepati perjanjian seperti ini, terdiri dari beberapa sisi:&lt;br /&gt;Pertama: Bahwa kami bukanlah anggota Organisasi antar bangsa ini dan kami tidak mau jadi anggotanya sehingga kami mesti mematuhi perjanjian dan peraturan-peraturannya.&lt;br /&gt;Kedua: Seandainya kami memberikan perjanjian kepada seorang yang kafir untuk tidak membunuhnya, tentu kami akan menepati janji kami terhadap mereka, berdasarkan firman Alloh Ta‘ala: “…tepatilah janji-janji.” Dan firman-Nya: “…dan janganlah kamu seperti orang yang melepas kembali pintalannya setelah kuat.” Dan firman-Nya: “…dan janganlah kalian membatalkan sumpah setelah kuat.” Dan berdasarkan sabda Rosululloh SAW –seperti tercantum di dalam Ash-Shohihain—: “Jika Alloh telah mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan, ditegakkan bagi setiap pengkhianat janji sebuah bendera, lalu dikatakan: Ini adalah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.” Dan berdasarkan komitmen Rosululloh SAW mematuhi perjanjian yang beliau jalin antara dirinya dengan kaum Quraisy sebelum akhirnya mereka sendiri melanggarnya, bukan beliau. Sementara, kami tidak pernah memberikan sebuah perjanjian kepada fihak Rusia sehingga kami bisa disebut telah melanggar perjanjian.&lt;br /&gt;Ketiga: Sesungguhnya sebagian isi dari perjanjian tadi diperintahkan oleh Robb kami, dan kami mengkufuri perjanjian tersebut dan pencetusnya. Hanya saja, kami mengakui bahwa isinya ada yang bersesuaian dengan syariat kami, seperti berbuat baik kepada tawanan. Berdasarkan kesaksian tawanan yang telah kami bebaskan sebelumnya, mereka menyatakan mendapatkan perhatian dan perlakuan baik yang tidak mereka jumpai pada tentara mereka sendiri. Cukuplah kami beralasan untuk berbuat baik kepada mereka dengan pujian Alloh yang Dia berikan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan firman-Nya: “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” Padahal, tawanan yang ada di zaman shahabat ketika itu hanya tawanan kafir. Maka, Alloh memuji orang yang berbuat baik kepada tawanan meskipun ia kafir.&lt;br /&gt;Di dalam hadits shohih disebutkan, bahwasanya Rosululloh SAW memberikan perlakuan baik kepada Tsumamah bin Utsal setelah beliau mengikatnya di masjid sampai akhirnya beliau membebaskannya beberapa hari setelah itu, lalu ia masuk Islam karena perlakuan baik yang diberikan Rosululloh SAW kepadanya. Bukti-bukti keterangan dari perbuatan Rosululloh SAW tentang perlakuan baiknya kepada tawanan sangatlah banyak, itu sudah cukup bagi kita dan kita tidak perlu mencarinya di aturan buatan orang-orang di luar kita untuk menentukan mana yang baik bagi kita dalam kondisi perang dan damai. Kalau bukan karena tak ingin berpanjang lebar, tentu akan kami sebutkan hukum-hukum seputar tawanan sesuai perintah syariat kita, supaya orang yang mengingkari kami melihat jelas betapa agung dan universalnya syariat kita ini.&lt;br /&gt;Keempat: Sebenarnya, perjanjian-perjanjian internasional atau yang semisal, yang dipercaya begitu saja oleh kaum ‘lemah akal’, bukan dibuat untuk diterapkan bagi lima negara anggota tetap di Dewan Keamanan PBB. Sebenarnya itu hanyalah “cambuk” untuk menggiring negara-negara lemah dan aturan untuk melindungi anggota dari lima negara itu. Perjanjian itu mendorong mereka untuk berbuat kerusakan, giliran nanti tertangkap sebagai tawanan kekayaan mereka tetap terjaga dan mereka bisa bebas. Karena dengan perjanjian itu tidak ada satu pun yang berani menentang, maka kelima negara itu tidak takut untuk menginvasi negara-negara lain. Kecaman hanya datang kepada negara-negara lemah yang kalah. Adapun mereka dan para petinggi mereka, kecaman tidak berlaku.&lt;br /&gt;Berikut ini kami kemukakan contoh-contoh yang menjelaskan bahwa ternyata negara-negara anggota tetap DK PBB tidak mematuhi perjian yang mereka paksakan kepada negara lain untuk mematuhinya. Jika hak ada pada diri mereka, mereka gembar-gemborkan perjanjian tersebut. Tetapi jika mereka berada di fihak yang dirugikan, mereka mengatakan apa yang kami lakukan dalam rangka membela diri, kami melindungi hak kami dengan melakukan perlawanan. Berikut ini contoh tersebut:&lt;br /&gt;1- Peristiwa pembantaian terhadap kaum muslimin di Bosnia pada bulan Robiul Awal 1416 H, di dua kota: Jeba dan Serbernicha. Peristiwa ini berjalan berkat dukungan PBB (pencetus perjanjian Jenewa). Sebelumnya Serbia telah menyerahkan dua kota ini kepada pasukan keamanan PBB dan segera setelah itu pasukan PBB memberlakukan penjagaan pada dua kota itu, mereka mengklaimnya sebagai kota aman.&lt;br /&gt;Setelah itu, bala tentara Serbia bergerak menuju dua kota itu sementara pasukan keamananan PBB hanya diam saja. Bahkan, mereka memuluskan jalan bagi tentara Serbia dan mengosongkan titik-titik pengamanan dua hari sebelumnya. Tentara Belanda yang turut menjadi anggota pasukan keamanan PBB melakukan kerja sama dengan tentara Serbia, mereka memberikan seragam dan amunisi mereka sebelum memasuki dua kota itu. Pihak NATO sebenarnya juga mengetahui pergerakan Serbia menuju dua kota itu, namun mereka tidak mengambil langkah apa pun. Setelah itu, tentara Serbia masuk ke dua kota itu dengan berseragam pasukan PBB, mereka perintahkan penduduknya menuju ke sebuah pabrik alumunium (yang menjadi markaz pasukan PBB). Setelah penduduk berkumpul di sana, Serbia pun melakukan drama pembantaian itu; kaum muslimin dalam jumlah besar disembelih di dalam pabrik tersebut, sementara penduduk kota sisanya mengalami beraneka ragam bentuk pembunuhan, pemerkosaan dan pengusiran. Jumlah mereka lebih dari 45 ribu muslim. Ke mana kah pasukan PBB kala itu?&lt;br /&gt;Sungguh, mereka telah berubah menjadi penyokong Serbia dalam melakukan aksi pembunuhan, pemerkosaan dan pengusiran.&lt;br /&gt;Setelah memasuki Sharbenicha, si penjahat Rathlo Maladic menyiapkan 40 bus untuk mengangkut para pemuda dan pemudi ke tempat-tempat yang tak diketahui. Sementara penduduk yang selamat, orang-orang tua dan anak-anak, melarikan diri ke kota Tozla. Jeba dan Sharbenicha tinggal menyisakan puing-puing.&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, PBB memindahkan orang-orang Kristen Kroasia yang melarikan diri dari kota Karina dan Kenin setelah tentara Serbia menduduki dua kota tersebut. PBB memakan waktu sekitar sepuluh hari untuk memindahkan mereka dengan bus-bus nya menuju kota Jeba dan Sherbenicha, yang sudah dikosongkan untuk menanggulangi arus pengungsian penduduk Kristen ini.&lt;br /&gt;Ada salah seorang pejabat PBB menegaskan –setelah tentara Serbia menduduki kota Karina dan Kenin—bahwa hak asasi manusia menuntut kita untuk memberikan bantuan apa saja yang kita mampu demi menyelamatkan masyarakat Kroasia yang mengungsi karena sebuah tragedi. Dan benar, mereka berhasil diselamatkan dan ditempatkan di rumah-rumah kaum muslimin yang dibantai dan mengungsi, tidak ada yang menangisi mereka.&lt;br /&gt;Lihatlah, bagaimana mereka membantu Serbia dalam aksi pertama melawan kaum muslimin. Kemudian mereka berdiri di fihak Kroasia dalam aksi kedua dengan mengatakan, “Salah satu bentuk kesempurnaan hak asasi manusia adalah kami memberikan bantuan kepada para pengungsi.”&lt;br /&gt;Tanyalah kepada Sekjen PBB waktu itu, Bouthros Ghali, mengapa mereka tidak memperlakukan Serbia sebagaimana mereka memperlakukan Irak sebelumnya?! Di manakah kesepakatan-kesepakatan dan perjanjian-perjanjian? Di manakah hak-hak warga sipil, sebelum membicarakan hak tawanan?&lt;br /&gt;2- Contoh lain adalah kejadian yang menimpa penduduk Irak yang ditawan ketika pasukan Amerika menduduki Kuwait. Ketika pasukan Amerika bekerjasama dengan tentara Inggris untuk mengkoordini sebuah drama pembantaian mengerikan terhadap lebih dari 8.000 tentara Irak. Peristiwa itu hanya berlangsung dua hari (24-25 Februari 1991), di mana tank-tank Amerika model Brames &amp;amp; Bradley dan truk-truk yang dilengkapi sekop mengubur hidup-hidup lebih dari 8.000 tentara Irak yang sedang berada di tempat-tempat mereka. Mereka tinggal di parit-parit setelah tentara Amerika mengepung mereka.&lt;br /&gt;Harian Amerika, The Washington Post, memuat wawancara bersama sejumlah jenderal pasukan Kavaleri barisan pertama. Mereka menceritakan peristiwa penguburan hidup-hidup terhadap orang-orang Irak di dalam parit-parit yang berdiameter tiga kaki dan kedalaman enam kaki.&lt;br /&gt;Harian Amerika lainnya, News Daily, juga memuat rincian peristiwa itu dengan mempublikasikan wawancara-wawancara bersama para petinggi militer Amerika di batalyon Merah, pasukan pelaksana peristiwa tersebut.&lt;br /&gt;Lentan Kolonel Morino, komandan regu dua dari batalyon Merah mengatakan bahwa peristiwa penguburan itu merupakan sebuah taktik militer yang jitu tentara Amerika dalam perang Teluk. Salah satu perencana aksi kejahatan itu adalah seorang insinyur bernama Stefen Hawks yang berada di batalyon pertama. Ia telah mendirikan sebuah kamp latihan untuk melatih dan mengajari pasukan penjaga keamanan dalam melakukan aksi penguburan hidup-hidup tentara Irak di parit-parit mereka.&lt;br /&gt;Lentan Kolonel Morino juga mengatakan bahwa setelah peristiwa itu, melihat mengerikannya keadaan, dan khawatir wartawan akan datang meliput, telah dilakukan operasi perataan pasir dan menutupnya dengan menggunakan perlengkapan dan alat-alat militer untuk menutupi pembantian itu dan menghilangkan jejak-jejaknya.&lt;br /&gt;Harian ini juga memberitakan bahwa tentara yang turut serta dalam peristiwa ini mendapatkan lencana dan gelar khusus dari Pentagon, terbukti ada seorang tentara Amerika yang tidak disebutkan namanya memberitahukan bahwa ia menerima medali perak dan gelar “pahlawan perang” setelah terjadinya pembantaian itu.&lt;br /&gt;Juru bicara Pentagon, Beth Williams, dalam jumpa pers bulan September 1991 menyebutkan target dari aksi pembantaian ini, ia mengatakan: “Langkah ini terkait untuk menghindari perlawanan tentara-tentara Irak yang lebih memilih tinggal di parit-parit mereka atau berlindung di balik cover dengan terus melakukan perlawanan. Jumlah mereka yang terkubur sangat besar, target pasukan Amerika adalah menjebol barikade tentara Irak dan meninggalkan tempat tersebut secepat mungkin untuk memudahkan jalur bagi konvoi pertama pasukan lapis baja Inggris. Artinya, agar konvoi pasukan Inggris tersebut melewati barikade tadi tanpa adanya hambatan atau menemui kerepotan yang akan menghambat kedatangannya.”&lt;br /&gt;Majalah Times edisi 3/9/1991, majalah Guardian edisi 13/9/1991 dan majalah terbitan Italia Managesto tanggal yang sama, memuat: Bahwa aksi penguburan tentara-tentara Irak hidup-hidup bukanlah terjadi secara kebetulan. Penguburan tentara-tentara Irak hidup-hidup itu adalah langkah taktis militer yang dirancang sangat akurat oleh tentara Amerika.”&lt;br /&gt;Jangan ada yang beranggapan bahwa dengan kami kemukakan bukti di atas berarti kami memberikan dukungan kepada tindakan Irak dalam menzalimi kaum muslimin di Kuwait ketika itu. Kami sebatas ingin menjelaskan bagaimana negara-negara penguasa di PBB melanggar sendiri perjanjian-perjanjian yang mereka buat, dan bagaimana mereka melakukan tindak kejahatan kepada para tawanan dengan menganggap mereka ada di fihak yang salah, aksi yang mereka ambil adalah sebuah taktik militer yang akurat.&lt;br /&gt;Silahkan Anda membayangkan, mungkinkah mesin-mesin pengurug tanah itu mendekati parit-parit jika penghuninya memberikan perlawanan. Suatu hal yang tak mungkin terjadi melainkan jika tentara-tentara itu telah menyerah dan hanya bisa berdiam di dalam paritnya. Lihatlah bagaimana neraca timbangan diputar balik dan tindak kejahatan berubah menjadi sebuah aksi gemilang dan cerdik. Seandainya penguasa Irak melakukan hal yang sama kepada tentara-tentaranya, tentu semua masyarakat Barat akan mengecamnya, lalu mulailah mereka mengingatkan akan adanya perjanjian di Lahay tahun 1907 dan konvensi Jenewa tahun 1949 dan perjanjian lain yang mereka gunakan untuk menikam siapa saja yang mereka mau.&lt;br /&gt;3- Pasca perang Oktober 1973, tentara Israel membunuh hampir 2.000 tentara Mesir yang telah menjadi tawanan. Penanggung jawab aksi pembantaian itu adalah Perdana Menteri saat itu, Ehud Barak.&lt;br /&gt;Sebelumnya, tentara Israel juga telah melakukan pembantaian sadis di Der Yasin tahun 1948 di mana 250 muslim menjadi korban, sedangkan mereka yang terluka dan terusir jumlahnya berkali lipat bilangan ini. Setelah itu, komandan pasukan bernama Arghun Manhin Bighen mendapatkan lencana penghargaan atas pembantaian ini. Ia kemudian diangkat sebagai perdana menteri di tahun 1977 dan sangat bangga dengan aksi pembantaian yang ia pimpin itu.&lt;br /&gt;Saya kira, Anda semua juga tidak lupa dengan tragedi pembantaian di masjid Al-Ibrohimi di mana 40 muslim yang sedang bersujud kepada Alloh terbunuh.&lt;br /&gt;Di manakah hak asasi manusia? Di manakah perjanjian dan kesepakatan-kesepakatan yang kita dikendalikan dengannya, sementara mereka tidak pernah dituntut dengannya? Dan sebaliknya, kita melihat yahudi hingga hari ini terus menuntut negara-negara di dunia untuk memberikan ganti atas klaim peristiwa pembantaian yahudi yang dilakukan Hitler. Israel terus mengalami peningkatan dikarenakan ganti-ganti yang ia peroleh, dan dunia berhutang kepadanya karena peristiwa itu. Bahkan, permintaan maaf dari berbagai fihak atas keterlambatan dalam menyelamatkan mereka terus mengalir hingga dua pekan terakhir, dengan begitu mereka berharap semoga Israel senang!&lt;br /&gt;Contoh pelanggaran janji yang mereka buat untuk orang lain sangatlah banyak. Kalau kita hendak mengungkap bukti kejahatan mereka dahulu dan sekarang, tentu akan panjang pembahasannya. Akan tetapi, kami kira orang yang berhati hidup cukup berfikir dengan dengan penjelasan yang kami paparkan di atas.&lt;br /&gt;Kelima: Kami ingatkan, kami tidak akan bersusah payah dalam membantah kecaman terhadap kami hanya karena ingin lari dari penilaian berdasarkan point-point dalam perjanjian-perjanjian seperti ini. Kami sudah cukup merasa senang hanya dengan menyelisihi mereka dalam urusan yang tidak sesuai dengan syariat kami. Jadi, kami berbuat berdasarkan tuntutan firman Alloh Ta‘ala: Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrôhîm dan orang-orang yang bersama dengannya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan dari apa yang kamu ibadahi selain Alloh, kami ingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kamu buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Alloh saja…”&lt;br /&gt;Kami menyelisihi mereka secara lahiriyah saja sudah cukup membuat kami bahagia, sebab itu mengindikasikan bahwa kami mengkufuri mereka dan mengkufuri apa yang mereka ibadahi selain Alloh, dan berarti pula kami telah berlepas diri dari mereka.&lt;br /&gt;Keenam: Sebelum kami akhiri, saya ingatkan Anda wahai saudara-saudaraku yang mulia, yang mengarahkan telunjuk tuduhan dan menganggap kami telah melanggar hak asasi manusia dan memperburuk citra Islam; kami ingatkan bahwa kalian salah mengarahkan tuduhan. Kalian telah menuduh kami melakukan perbuatan yang tidak kami lakukan secara dzalim. Apakah yang dikatakan penjahat dan pelanggar hak asasi manusia adalah orang yang membela agamanya, tanah arinya dan dan kehormatan kaum muslimin akibat serangan musuh yang kejam dan perampok? Kemudian, manakah manusia yang kami langgar hak asasinya? Apakah tentara Rusia yang menginvasi negeri kami dan melakukan berbagai ragam cara dalam menyembelih kaum muslimin dan memperkosa kehormatan mereka?&lt;br /&gt;Sesungguhnya, ketika jari-jari itu kalian arahkan kepada kami dan menuduh kami telah melakukan tindak kejahatan, tidak diragukan bahwa jari tersebut salah arah dan tersesat. Jika kalian hendak membela seseorang, carilah selain Rusia. Sungguh, kejahatan mereka telah memenuhi timur dan barat. Sesungguhnya yang layak disebut penjahat adalah mereka yang telah membunuh lebih dari 100.000 muslim dari rakyat kami dalam pertempuran pertama, dan sampai kini terus membunuhi dan mengusir ratusan ribu lainnya. Sesungguhnya penjahat adalah mereka yang telah membunuh hampir satu juta muslim di Afghanistan. Sesungguhnya penjahat adalah mereka yang membunuh 200.000 muslim di Tajikistan.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang membombardir kamp pengungsian di Amiriyah, Irak, dan membunuh semua penghuninya.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang merudal pabrik obat-obatan Asy-Syifa di Sudan karena mengklaim tempat itu menyimpan bahan-bahan kimia. Dan ketika bom-bom itu meledak, gas yang keluar dari pabrik tersebut menyebar hingga bisa membunuh tak kurang dari 10.000 orang yang berada di wilayah pabrik.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang membakar dan menghancurkan kiblat pertama kita.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang membunuh lebih dari 100 warga sipil yang tengah mengungsi di barak pengungsian PBB di Libanon.&lt;br /&gt;Penjahat adalah mereka yang menghancurkan pemukiman penduduk di Lebanon beberapa bulan lalu.&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku yang mulia, sudahkah kalian kenali siapa orang-orang jahat itu, sehingga kalian mengarahkan tuduhan yang tepat kepada mereka?&lt;br /&gt;Jika kalian belum bisa mengenali siapa mereka setelah semua pemaparan kami ini, menurut kami kalian tidak akan pernah bisa lagi mengenali mereka. Dan selanjutnya silahkan kalian tetap pada pendirian kalian, silahkan mempercayai semua teriakan suara.&lt;br /&gt;Demikianlah apa yang ingin kami jelaskan kepada saudara-saudara kami dalam pembahasan kali ini. Kami memohon kepada Alloh agar memperlihatkan kepada kita yang benar itu benar dan menganugerahi kita untuk bisa mengikutinya, serta memperlihatkan yang batil itu batil dan menganugerahi kita untuk menjauhinya. Sesungguhnya Alloh lah Pemberi petunjuk menuju jalan yang benar.&lt;br /&gt;Doa terakhir kami: Alhamdulillahi Robbi `l-‘Alamin, segala puji hanya milik Alloh Robb semesta alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah:&lt;br /&gt;Fuad, dkk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-97653456192374492?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/97653456192374492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=97653456192374492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/97653456192374492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/97653456192374492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/12/fikih-tawanan.html' title='Fikih Tawanan'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-7176813158555579515</id><published>2011-12-07T23:46:00.000+03:00</published><updated>2011-12-07T23:46:00.349+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syaikh Abdullah Al Jibrin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usamah Bin Laden'/><title type='text'>BANTAHAN SYAIKH JIBRIN ATAS FITNAH TERHADAP SYAIKH BIN BAZ DAN SYAIKH USAMAH BIN LADIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, 'Times New Roman', Times, serif; font-size: 13px; color: rgb(51, 51, 51); "&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;في كلمة للشيخ عبد الله الجبرين&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; ..&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;سئل عن ابن لادن &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; :&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;- هل أسامة بن لادن من المفسدين في الأرض كما قال الشيخ ابن باز رحمه الله في فتواه ؟!&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فأجاب &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الشيخ ابن باز لم يقل ذلك وإنما قيلت عليه ، والشيخ ابن باز لن يقول هذه المقالة ولا يقولها مسلم ، فأسامة رجل جاهد في سبيل الله قديماً وكان له جهود في بلاد الأفغان ، وفقه الله ونصره ونصر به ، ولايزال قائما بالجهاد ، [u]وكونه يكفّر فهذا من اجتهاده ، حيث انه يكفر بعض الدول التي يلاحظ عليها بعض الأشياء [u/]، فلا يقال انه بهذا يصير من المفسدين في الأرض أو نحو ذلك .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وهذا رابط الكلمة بصوته&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;“Apakah benar Usamah Bin Ladin termasuk orang yang melakukan kerusakan di muka bumi sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Bin Baz dalam salah satu fatwa beliau ?”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;Jawaban Syaikh Abdullah Al Jibrin&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;&lt;strong&gt;” Syaikh bin Baz tidak pernah mengatakan seperti itu tetapi itu hanya ucapan yang disandarkan kepada beliau (seolah-olah beliau mengatakannya). Syaikh bin Baz tidak mungkin mengatakan seperti itu dan tidak ada seorang muslim pun yg pantas menyatakan seperti ini..!!!&lt;/strong&gt; Usamah bin Laden adalah seorang yang berjihad di jalan Allah sejak dahulu dan ia telah memberikan kesungguhannya jihadnya di Afghanistan. Semoga Allah Melimpahkan taufiq kepadanya, Menolongnya dan Memenangkan Islam dengannya. Ia sampai hari ini masih terus berjihad.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;Adapun ia mengkafirkan (para penguasa negeri-negeri muslim),  itu adalah bagian dari ijtihadnya, di mana ia mengkafirkan sebagian negara yang telah ia perhatikan secara seksama dan ia mendapatkan banyak hal (yang berkaitan dengan kekufuran itu). Namun demikian tidak bisa serta merta karena (ijtihadnya) ini kemudian ia disebut sebagai orang yang melakukan kerusakan di muka bumi atau berbagai sebutan semisal itu”&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 8px; padding-right: 0px; padding-bottom: 8px; padding-left: 0px; font-size: 13px; line-height: 20px !important; "&gt;Lebih lengkapnya silahkan klik link ini : &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=mjj2by6m1yE&amp;amp;feature=related" target="_blank" style="color: rgb(34, 34, 34); text-decoration: underline; "&gt;http://www.youtube.com/watch?v=mjj2by6m1yE&amp;amp;feature=related&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-7176813158555579515?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/7176813158555579515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=7176813158555579515' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/7176813158555579515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/7176813158555579515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/12/bantahan-syaikh-jibrin-atas-fitnah.html' title='BANTAHAN SYAIKH JIBRIN ATAS FITNAH TERHADAP SYAIKH BIN BAZ DAN SYAIKH USAMAH BIN LADIN'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-3459643876899358004</id><published>2011-12-07T23:35:00.001+03:00</published><updated>2011-12-07T23:35:00.079+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syaikh Abul Fadlli Al ‘Iraqi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin'/><title type='text'>Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial, verdana, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(51, 51, 51); line-height: 16px; "&gt;&lt;h2 class="entry-title" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; color: rgb(0, 0, 0); line-height: 1.2em; "&gt;Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin&lt;/h2&gt;&lt;div class="entry" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; "&gt;&lt;h2 align="center" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: center; "&gt;مؤامرة الفصل بين العلماء والمجاهدين&lt;/h2&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Penulis:&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Syaikh Abul Fadlli Al ‘Iraqi&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Alih Bahasa&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;Abu Sulaiman&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 align="center" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: center; "&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/h2&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: center; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘Alamin. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penghulu para rasul, Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabat seluruhnya…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Wa ba’du:&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Sesungguhnya Allah telah memberikan nikmat kepada umat ini dengan mengaruniakan kepadanya ulama ‘amilin yang menerangi bagi semua umat ini jalan kejayaannya, dan (jalan) keberkuasaannya serta keberlepasannya dari belenggu-belenggu penghinaan dan perbudakan (selama ini), tanpa campuran noda hawa nafsu, dan tanpa kabut penghalang produk ulama suu dan orang-orang sesat yang telah membutakan umat ini dari diennya sejak beberapa dekade -bahkan beberapa abad- dimana di masa-masa itu umat telah terpuruk jauh ke belakang…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Namun Allah tidak menginginkan kecuali Dia menyempurnakan cahaya-Nya; dimana Dia jalla wa ‘ala telah menetapkan sunnah kauniyyah yang pasti berjalan yang tidak bisa digugurkan oleh kedurjanaan orang yang durjana, tidak pula oleh pengintaian orang munafiq dan tipu muslihat orang yang busuk atau pedang (kekuatan) para thaghut atau pengkhianatan orang yang khianat dan kelemahan orang yang tsiqah atau kehebatan orang fajir; yaitu bahwa akan senantiasa sekelompok dari umat Muhammad Al Mushthafa ‘alaihis shalatu was salam nampak (unggul) di atas al haq lagi diberikan kemenangan, yang mana orang yang menyelisihinya dan orang yang menelantarkannya tidak akan memadlaratkannya sampai datang hari kiamat sedang mereka dalam kondisi begitu…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Ath Thaifah Al Manshurah itu memiliki dua sisi (yaitu) ilmi dan amali,&lt;span id="more-1514" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;&lt;/span&gt;adapun sisi ilmu maka ia tercermin pada ulama at tauhid wal jihad, merekalah ulama rabbaniyyin yang telah menjual dirinya kepada Rab mereka, yang mengetahui kebenaran (al haq) terus mereka mengamalkannya dan mereka mendakwahkannya serta bersabar terhadap penindasan di dalamnya, mereka tidak peduli dengan penyelisihan ahlul ahwa -para penyembah syahwat- dan dengan penelantaran para pengecut dan penakut…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;(Mereka itu) yang tidak takut dengan ancaman para thaghut kepada mereka (dengan) pembunuhan atau pemenjaraan atau pengasingan, dan mereka tidak dibuat risau dengan kehilangan isteri atau harta atau anak, dan mereka tidak terpikat dengan kilauan jabatan yang dengannya mereka menjual akhirat mereka dengan dunia orang lain demi mendapatkan beberapa dirham yang nahas yang dilemparkan para thaghut kepada mereka dari secuil sisa-sisa kekayaan yang mereka jarah dari hak umat yang malang akibat ulama-ulamanya yang menyesatkan dan para penguasanya yang murtad…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Mereka itu ulama yang dengan tulisan-tulisan mereka yang penuh berkah telah menerangi bagi umat ini jalannya yang benar, dan membimbing shahwah jihadiyyah salafiyyah mubarakah, sehingga bertolaklah pasukan muwahhidin dan bataliyon-bataliyon mujahidin dalam keadaan bersinar dengan tulisan-tulisan yang penuh berkah itu supaya kembali mengangkat panji jihad seraya menghidupkan faridlah (kewajiban) yang dilupakan umat sejak waktu yang lama; yang dimanfaatkan oleh kekuatan kafir untuk menghinakan umat, menundukkannya dan menjauhkannya dari diennya secara total. Akan tetapi mana mungkin itu bisa terealisasi, karena sunggguh pasukan-pasukan tauhid dan jihad telah bertolak untuk merobohkan istana-istana kekafiran, kemusyrikan dan kezindiqan dan untuk mengembalikan kepada umat kejayaannya yang terampas.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan hal ini tidak mungkin terjadi seandainya tidak ada ulama rabbaniyyin itu -ulama at tauhid wal jihad- yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala jadikan sebagai sebab bagi semua kebaikan ini yang telah merata di tengah umat dalam tenggang waktu yang sangat singkat bila dikiyaskan dengan kerusakan pemahaman dan aqidah yang telah menjalar di kalangan khusus umat ini apalagi kalangan awamnya…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Maka tergolong aib dan cacatlah sikap kita merendahkan hak para ulama itu, dan sebagian ikhwan -semoga Allah mengampuni mereka- berupaya menciptakan pemisahan yang buruk dan penghalang-penghalang rekaan antara ulama at tauhid wal jihad dengan mujahidin. Padahal seandainya kita mentadabburi Kitabullah baik-baik dan mengkaji benar Sunnatul Mushthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu kita mendapatkan kesimpulan dengan sangat jelas keutamaan orang ‘alim yang ‘amil di atas orang yang beramal saja, dan mudah-mudahan dengan izin Allah ta’ala saya bisa menulis secara khusus makalah yang didalamnya saya menjelaskan masalah ini dengan lebih terperinci.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan hal yang penting yang berkaitan dengan kita dari muqaddimah ini -wahai ikhwani fillah- adalah amat pentingnya keterjagaan yang disertai dengan kewaspadaan dari serangan yang dikendalikan oleh tangan-tangan tersembunyi yang dibaliknya memiliki tujuan menciptakan pemisahan yang buruk antara ulama dengan mujahidin. Dan di antara hal itu adalah mencap para ulama ‘amilin sebagai qo’idun dan mutakhadzilun  (yang mundur diri) dari jihad, &lt;span style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-decoration: underline; "&gt;padahal&lt;/span&gt; sesungguhnya seluruh mujahidin itu telah keluar lahir dari pangkuan para ulama itu dan dari kitab-kitab serta tulisan-tulisan para ulama itulah mereka telah mengambil sandaran keabsahan jihad mereka…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan kalau tidak begitu realitanya, maka siapa orangnya yang mengingkari keutamaan tulisan-tulisan Al Ustadz Sayyid (Quthub) -semoga Allah menerimanya dalam barisan syuhada- yang rabbaniyyah yang menelanjangi jahiliyyah modern dan menjabarkan kepada manusia mafhum al hakimiyyah dengan gambaran yang islamiyyah salafiyyah yang terang yang beliau berikan sebagai bayaran baginya kehidupan beliau rahimahullah ta’ala? Dan siapa yang mengingkari keutamaan tulisan-tulisan para syaikh at tauhid wal jihad  yang ditawan di penjara-penjara para thaghut kafir asli dan murtad -seperti Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy yang ditawan di penjara-penjara para thaghut Yordania, dan seperti Syaikh Abu Qatadah Al Filisthiniy yang ditawan di penjara “Belmarsh” di Inggris salibis, dan seperti Syaikh Abdul Qadir Ibnu Abdil Aziz yang ditawan di penjara para thaghut Mesir- dan begitu juga tulisan-tulisan Asy Syaikh Al Fadlil Abu Bashir Ath Thurthusiy semoga Allah ta’ala menjaganya dan menghalangi tangan setan-setan kafir darinya dan dari para ikhwannya dari kalangan ulama at tauhid wal jihad?&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Sesungguhnya tulisan-tulisan para syaikh itu -semoga Allah memberikan balasan  kebaikan kepada mereka atas jasanya terhadap kami dan terhadap semua muwahhidin mujahidin- adalah memiliki pengaruh paling dominan dalam menyuburkan shahwah salafiyyah jihadiyyah mubarakah di Iraq, dimana kami telah melihat hal itu dengan sangat jelas.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan saya katakan -dengan tanpa basa basi atau berlebihan- sesungguhnya karena tulisan-tulisan mereka itu secara khususlah adanya pengaruh terbesar dalam membentuk bumi kami sebagai bumi jihadiyyah salafiyyah di negeri ini yang telah terpuruk dengan sebab pemerintahan kaum Bath yang murtad beberapa dekade yang sebelumnya juga pernah mengalami masa pemerintahan yang tidak lebih kecil kekafirannya, kezindiqannya dan kethaghutannya dari masa pemerintahan kaum Bath yang kafir kecuali beda sedikit saja…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Maka hendaklah semua mengetahui bahwa orang-orang yang memikul di atas pundak mereka beban tanggung jawab jihad di Iraq ini mereka telah terbina di atas tulisan-tulisan para imam yang tadi disebutkan, dan bahwa mereka itu seandainya mencukupkan diri terhadap apa yang mereka dapatkan dari ulama-ulama suu dan (ulama-ulama) kesesatan serta ulama-ulama yang pengecut dari menyampaikan al haq atau ulama-ulama yang menenggelamkan diri dan ilmu mereka dalam kesibukan di bidang buhuts (riset), pengkajian dan tahqiqat ilmiyyah yang tidak menusuk musuh dan tidak menyembuhkan orang yang sakit (pemahamannya) serta tidak menghilangkan orang yang dahaga dan juga tidak membina generasi rabbaniy, akan tetapi tujuan di dalamnya adalah mengalirnya harta kepada mereka yang tidak menambah diri mereka kecuali keberpegangan kepada dunia mereka yang fana, maka laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhim…&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan saya tidak ingin panjang lebar berbicara kepada kalian -wahai ikhwani al muwahhidin al mujahidin- akan tetapi masalah ini adalah masalah yang sangat rentan (berbahaya) bila kita mendiamkannya dan kita biarkan orang yang ada penyakit di dalam hatinya menciptakan tembok-tembok pemisah rekaan yang sama sekali tidak ada hakikatnya di antara kita dengan ulama-ulama kita..&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;Dan sesungguhnya kami di bumi jihad Iraq mengimani dengan keimanan yang pasti bahwa Ath Thaifah Al Manshurah itu adalah thaifah ilmu dan jihad, dan bahwa sesungguhnya al ulama al ‘amilin (tadi) itu adalah termasuk golongan yang terjun dalam kancah pertempuran (an nafirin). Dan tanpa keberadaan peranan mereka itu yang oleh sebagian orang dicap sebagai qa’idun maka berantakanlah untaian kalung itu,&lt;/p&gt;&lt;h2 style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: right; "&gt;وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ&lt;/h2&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;&lt;em style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.”&lt;/em&gt; &lt;strong style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; "&gt;[At Taubah: 122]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;-begitulah syaikh kami yang tertawan Abu Muhammad Al Maqdisiy fakkallahu asrah mengisyaratkan di dalam tulisan “Al Waqafat”nya yang sangat berharga dan bermanfaat lagi mengesankan-&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt; Dan setiap upaya untuk memisah antara ilmu dengan ‘amal, dan antara dakwah dengan jihad; adalah upaya yang sudah dipastikan mendapatkan kegagalan yang fatal dan kematian yang mengenaskan sebelum ia dilahirkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt; Ya Allah, jagalah ulama-ulama kami, panjangkanlah umur mereka, baikanlah amalan mereka, jadikanlah mereka bermanfaat, jadikanlah mereka sebagai menara-menara bagi petunjuk dan lemparan-lemparan bagi musuh, dan bebaskanlah orang yang ditawan di antara mereka dengan kebebasan yang segera lagi tidak ditangguhkan, serta terimalah orang yang terbunuh di antara mereka di medan-medan pertempuran atau di tangan para thaghut di barisan syuhada-Mu dengan karunia rahmat-Mu Ya Arhamarrahimin….&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;                Wa aakhiru da’waanaa anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 align="right" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 3px; padding-bottom: 0px; padding-left: 3px; font-size: 1.6em; line-height: 1.2em; text-align: right; "&gt;منبر التوحيد والجهاد&lt;/h2&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;www.tawhed.ws&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;www.almaqdese.com&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;www.alsunnah.info&lt;/p&gt;&lt;p align="right" style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: right; "&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;selesai diterjemahkan 22 Dzul Qa’dah 1432 H&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 10px; margin-right: 0px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 1.6em; text-align: justify; "&gt;                Mu’taqal Markaz Asy Syurthah – Jakarta Al Gharbiyyah&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-3459643876899358004?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/3459643876899358004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=3459643876899358004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/3459643876899358004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/3459643876899358004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/12/makar-busuk-pemisahan-antara-ulama.html' title='Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-1494435040766670011</id><published>2011-11-26T23:59:00.000+03:00</published><updated>2011-11-26T23:59:00.014+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kholid bin Abdurrahman Al-Husaynan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media Al-Fajr'/><title type='text'>Bagaimana Anda (bisa) Mengungguli Ulama?</title><content type='html'>&lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;Bagaimana &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#1F497D" lang="EN-US"&gt;Anda (bisa)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;Mengungguli             Ulama?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;a name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   font-weight:normal"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;font-weight:normal"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:15.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#006600" lang="AR-SA"&gt;{ لا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي             الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ             وَأَنْفُسِهِمْ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut             berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di             jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. An-Nisaa’ [4]: 95)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Karya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#0070C0"&gt;Fadhilatu Syaikh Al-‘Alim&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:20.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#1F497D"&gt;Kholid bin Abdurrahman Al-Husaynan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:20.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#1F497D"&gt;hafizhahullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:22.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D" lang="AR-SA"&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;                                                         alih             bahasa: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D" lang="EN-US"&gt;al-Faqir             Ilalloh wa tholibus syahadah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#1F497D"&gt;Abu Syakir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;            &lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:16.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#17365D"&gt;Pusat Media Al-Fajr &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:   normal" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#17365D"&gt;1431 H – 2010 M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Segala puji bagi Allah Rab semesta alam             dengan pujian yang banyak, baik dan diberkahi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Shalawat dan salam semoga tercurah kepada             Nabi kita Muhammad, keluarga dan segenap sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Mufassirin Abu Ja’far Ath-Thabariy berkata             ketika menafsirkan firman Allah Ta'ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{             لا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ             وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya firman Allah Ta'ala &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:18.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;"لا يَسْتَوِي             الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; adalah orang-orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yang absen dari jihad             fi sabilillah tidak sama dengan mujahidin fi sabilillah. Karena mereka lebih             memilih kenyamanan, kemapanan dan duduk di tempat tinggal mereka daripada             bersusah payah menanggung beratnya perjalanan berjihad dan beratnya             menghadapi musuh-musuh Allah dengan berjihad melawan mereka karena Allah dan             dengan memerangi mereka sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Kecuali             orang-orang yang mempunyai udzur di antara mereka dengan hilangnya             penglihatan mereka dan penyakit-penyakit lainnya yang menghalangi pemiliknya             –karena penyakit yang menimpa mereka- dari memerangi dan berjihad melawan             mereka di jalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:18.0pt;   font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ             اللَّهِ&lt;/span&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan dalam memperjuangkan minhaj             dien-Nya supaya kalimat (hukum) Allah menjadi yang tertinggi, yang             mengerahkan segala potensi mereka dalam memerangi musuh-musuh Allah dan             musuh-musuh dien mereka dengan harta benda mereka sebagai infak untuk             melemahkan musuh-musuh orang-orang yang beriman kepada Allah dan dengan jiwa             mereka. Mereka memerangi musuh-musuh tersebut secara langsung yang bisa             membuat kalimat Allah menjadi tinggi dan kalimat orang-orang kafir menjadi             rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Saya yakin pembahasan ini akan mengganggu banyak ulama             dan orang baik. Karena akan memperlihatkan kekurangan di beberapa sisi             kehidupan ulama ini. Meskipun kita semua masing-masing mempunyai kekurangan,             aib dan kesalahan. Karena Allah Ta'ala menggambarkan manusia di dalam             kitabnya yang mulia sebagaimana dalam firman Allah Ta'ala,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ إِنَّا عَرَضْنَا الأمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ             وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا             الإنْسَانُ &lt;u&gt;إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولا&lt;/u&gt;  }.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Sesungguhnya Kami telah             mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya             enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan (mengkhianati)nya,             dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim             dan amat bodoh.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-Ahzab [33]: 72)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara sesuatu yang sudah             dipahami dalam akal kita bahwasanya tidak ada orang yang sempurna dalam             segala hal dari sisi ibadahnya. Bisa jadi ada yang sukses dalam menuntut             ilmu, menghafal dan menyebarkannya, namun pada sisi-sisi yang lain ia lemah             dan gagal, misalnya pada sisi qiyamul lail, puasa siang hari, silaturrahim,             jihad fi sabilillah dan ibadah-ibadah lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bisa jadi ada orang yang kuat dalam             ibadah tahajjud, puasa, dan dakwah kepada Allah, namun ia lemah dalam ibadah             menuntut ilmu dan menghafalnya. Bisa jadi ada lagi yang kuat dalam ibadah             jihad dan melawan musuh, namun ia lemah dalam menuntut ilmu dan menghafalnya.             Allah membagi rizki sesuai dengan hikmah, keadilan, rahmat dan keutamaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Mengapa kita marah             dengan fakta yang ada?!&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Mengapa kita marah ketika ada orang             yang terus terang menerangkan kepada kita sisi kekurangan, kesalahan dan             kelemahan dalam hidup kita serta berburuk sangka kepadanya sehingga kita             mengatakan bahwasanya “dia itu mencela ulama”. Padahal mengakui kebenaran             merupakan suatu keutamaan yang seharusnya kita terima dengan lapang dada dan             suka rela. Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ)، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Bahkan manusia itu menjadi saksi             atas dirinya sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-Qiyamah             [75]: 14).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Setiap manusia mengetahui kondisi             dirinya sendiri yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Termasuk Mengherankan!&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sebagian orang mau menerima ketika engkau katakan             kepadanya, “Sesungguhnya ulama fulan tidak qiyamul lail dan tidak puasa di             siang hari karena sibuk dengan menuntut ilmu, mengarang kitab dan mengajar             murid-muridnya. Ia sibuk dengan sesuatu yang lebih penting dari dua ibadah             tersebut karena manfaat ilmu berlipat ganda sedangkan manfaat dua ibadah             tersebut hanya terbatas pada dirinya sendiri. Ia mau menerima ucapan semacam             ini tanpa merasa terganggu dan gelisah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Namun di sisi lain ketika engkau katakan             kepadanya, “Sesungguhnya ulama ini meninggalkan jihad, ribat, i’dad ... dst.”             Maka ia akan segera menggerutu dan marah! Bagaimana engkau katakan perkataan             seperti itu mengenai ulama ini? Siapa kamu sampai kamu menghukuminya dengan             hukum tersebut. Ia menganggap persoalan ini merupakan persoalan yang sangat             berbahaya! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Kalimat yang berat bagi jiwa&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;[Banyak ulama dan masyayikh di masa kini             terhalangi dari merasakan nikmat jihad, ribat, i’dad dan hijrah. Padahal             manfaatnya berlipat ganda, tidak terbatas hanya pada dirinya sendiri dan             tidak ada yang menyamai keutamaannya. Tidak bertentangan dengan menyebarkan             ilmu dan mengumpulkan dua keistimewaan dan keutamaan]. Pada kenyatannya, kita             tidak menghalangi mereka. Justru merekalah yang menghalangi diri mereka             sendiri dari kebaikan dan keutamaan yang agung ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dari Abu Hushain Utsman bin ‘Isham, dari             Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ada seorang lelaki mendatangi             Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.” ia berkata, “tunjukkan             kepadaku suatu amal yang bisa menyamai (pahala) jihad?” Beliau bersabda, “Aku             tidak mendapatkannya.” Beliau melanjutkan, “Apakah engkau mampu, apabila             seorang mujahid keluar lalu engkau masuk masjidmu, terus kamu shalat tanpa             henti, engkau puasa tanpa berbuka?” Beliau meneruskan, “Siapa yang mampu             melakukannya?” Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya kuda seorang mujahid yang             berjalan dengan bersemangat bersama tali kekangnya akan ditulis baginya             banyak kebaikan. Demikian riwayat Bukhari dari hadits Abu Hushain dan             diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Mu’awiyah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Tidak ada yang bisa menyamai pahala jihad dan ribath.” Syaikhul             Islam Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Demikian juga para ulama             sepakat –sepanjang pengetahuan saya- bahwa tidak ada amal sunnah yang lebih             utama daripada jihad. Ia lebih utama daripada haji, puasa sunnah dan shalat             sunnah. Ribath di jalan Allah lebih utama daripada beribadah di Makkah,             Madinah dan baitul Maqdis. Sampai Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; berkata, ‘Saya ribath semalam di jalan Allah lebih aku sukai daripada aku mendapati             malam lailatul qodar di sisi Hajar Aswad.’.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Kami melihat banyak ulama yang setiap tahun             pergi haji dan pergi umrah berkali-kali setiap tahun dan tidak pernah             melewatkan puasa Asyura, tidak pula puasa Arofah dan tidak pula hari-hari             yang disunnahkan untuk berpuasa padanya. Akan tetapi dalam ibadah jihad –yang             padahal ia adalah lebih utama daripada semua itu- ia tidak antusias untuk             melakukannya. Tahun demi tahun ia lewati namun ia tidak berperang dan             berjihad sepanjang umurnya sekalipun hanya sekali!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Apakah Ibadah Paling Sulit di             Masa Kini?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ibadah yang paling sulit di masa kini             adalah jihad fi sabilillah, kenapa? Karena seluruh dunia, baik orang mukmin,             orang kafir, orang jauh, orang dekat, orang shalih atau orang thalih (lawan             dari shalih), sampai para ulama –kecuali yang dirahmati Allah- maka ia akan             memerangimu dan melampiaskan kemarahannya kepadamu karena kamu telah             menyalakan cahaya jihad di hatimu untuk menyalakan api yang akan menguasai             leher-leher kaum salibis dan orang-orang kafir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Seandainya kamu melakukan ibadah apa saja             di masa kini (qiyamul-lail, puasa di sinag hari, menghafal Al-Qur'an,             menuntut ilmu, dakwah kepada Allah, .... semua ibadah dalam segala macam dan             bentuknya) tidak akan ada seorang pun yang marah kepadamu dan memusuhimu.             Mereka semua akan rela denganmu. Kamu tidak akan menjumpai             kesulitan-kesulitan atau penentangan, bahkan barang kali malah mereka akan             membantumu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Akan tetapi tidaklah kamu berpikir untuk             pergi ke medan keperkasaan, kemuliaan, keluhuran dan pengorbanan kecuali             pasti akan kamu dapati semua orang mengajak menentangmu, mengendorkan             semangatmu, melemahkan tekadmu dan akan berusaha memalingkanmu dari jalan ini             dengan segala cara. Sampai kami pernah mendengar ada ulama ketika ia             mengetahui bahwa putranya akan pergi berjihad spontan ia menentangnya dan             memusuhinya. Namun seandainya putra ulama ini pergi ke negara kafir dan sumber             kerusakan dan kerendahan untuk menyempurnakan studynya tentang ilmu-ilmu             keduniaan niscaya akan kamu dapati banjir kalimat dorongan dan penyemangat             dan niscaya akan ada dukungan moril kepada sang putra karena ia akan             mengangkat kepala sang ayah dan membuat wajahnya berseri-seri di hadapan             manusia (membuatnya menjadi orang yang terhormat di masyarakat). &lt;i&gt;Laa haula             walaa quwwata ilaa billaah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; telah mengkhabarkan perkara ini, di mana beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa             sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;( إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ لِابْنِ آدَمَ بِأَطْرُقِهِ فَقَعِدَ             لَهُ بِطَرِيْقِ اْلإِسْلَامِ فَقَالَ : تُسْلِمُ وَ تَذَرُ دِيْنَكَ وَ دِيْنَ             آبَائِكَ وَ آبَاءِ آبَائِكَ ؟ فَعَصَاهُ فَأَسْلَمَ ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ             الْهِجْرَةِ فَقَالَ : تُهَاجِرُ وَ تَدَعُ أَرْضَكَ وَ سَمَاءَكَ وَ إِنَّمَا مَثَلُ             اْلمُهَاجِرِ كَمَثَلِ الْفَرَسِ فِي الطِّوَلِ (بِمَعْنَى الْفَرَس اْلمَرْبُوْطِ             فِيْ حَبْلِهِ وَوَاقَعَ اْلمُهَاجِرُ أَنَّهُ مُقَيَّدٌ بِالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ             وَعَدَمُ الْحَرَكَةِ وَتَمْنَعُ عَلَيْهِ أَشْيَاء )! فَعَصَاهُ فَهَاجَرَ ثُمَّ             قَعَدَ لَهُ بِطَرِيْقِ الْجِهَادِ فَقَالَ : تُجَاهِدُ فَهُوَ جَهْدُ النَّفْسِ             وَالْمَالِ فَتُقَاتِلُ فَتُقْتَلُ فَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ وَيُقَسَّمُ الْمَالُ؟             فَعَصَاهُ فَجَاهَدَ ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ             يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ قُتِلَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ             اْلجَنَّةَ، وَإِنْ غَرِقَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ اْلجَنَّةَ             و َإِنْ وَقَصَتْهُ دَابَّتَهُ كَانَ حَقًا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ             )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“Sesungguhnya syaitan akan duduk menghalangi anak Adam di             seluruh jalannya. Ia duduk menghalanginya di jalan Islam, ia berkata, ‘Kami             masuk Islam dan meninggalkan dienmu, dien orang tuamu dan dien nenek             moyangmu?’ Ia pun tidak mentaatinya lalu masuk Islam. Kemudian syaitan duduk             menghalangi di jalan hijrah. Ia berkata, ‘Kamu mau hijrah dan meninggalkan             tanah airmu. Sesungguhnya permisalan orang yang berhijrah (muhajir) seperti             permisalan kuda yang terikat (dalam arti kuda yang terikat dan realita seorang             muhajir ia laksana terikat harus mendengar, taat, tidak bergerak dan             dihalangi untuk melakukan banyak hal)! Ia pun tidak mentaatinya lalu tetap             hijrah. Kemudian syaitan duduk menghalangi di jalan jihad. Ia berkata, ‘Kamu             mau berjihad yang akan mengorbankan nyawa dan harta lalu kamu berperang dan             terbunuh, istri dinikahi orang lain dan harta bendamu akan dibagi ke ahli             warismu? Ia pun tidak mentaatinya lalu tetap berjihad. Maka barang siapa yang             melakukan itu maka wajib atas Allah untuk memasukkannya ke surga, dan barang             siapa yang terbunuh maka wajib atas Allah untuk memasukkannya ke surga. Jika             tenggelam maka wajib atas Allah untuk memasukkannya ke surga dan jika ia             dilemparkan tunggangannya sampai meninggal maka wajib atas Allah untuk             memasukkannya ke surga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; (HR. Nasa-i dan yang lainnya)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Al-Fadhl bin Ziyad berkata, ‘Saya pernah             mendengar Abu Abdullah (Imam Ahmad) ketika disebutkan kepadanya perkara             perang. Beliau mulai menangis dan berkata, ‘Tidak ada amal kebajikan yang             lebih utama darinya.’ Yang lain mengatakan beliau berkata, “Tidak ada amalan             yang pahalanya menyamai pahala bertemu musuh; dan  memerangi mereka adalah             amalan yang paling utama; dan orang-orang yang memerangi musuh, merekalah             yang membela Islam dan kesuciannya, maka amalan apa yang lebih utama darinya.             Orang-orang dalam keadaan aman sementara mereka dalam keadaan ketakutan.             Mereka telah mengorbankan diri mereka demi Islam dan kaum muslimin.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Baik kita katakan bahwa jihad fardhu ‘ain             atau fardhu kifayah hasilnya sama, yaitu ‘terhalang dari ibadah jihad fi             sabilillah dan ibadah-ibadah yang menyertainya.’ Tidak diragukan lagi             bahwasanya apabila jihad fardhu ‘ain ‘sebagaimana di jaman kita ini’ maka             perintah jihad menjadi lebih besar dan lebih agung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Jihad adalah pembeda antara orang yang benar-benar             cinta dan orang yang hanya mengaku cinta:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;Ibnul Qayyim &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Adapun jihad,             cukuplah itu sebagai ibadah. Ia adalah puncak ibadah dan yang paling tinggi.             Ia adalah ukuran dan bukti pembeda antara orang yang benar-benar cinta dan orang             yang hanya mengaku cinta kepada Allah. Orang yang benar-benar cinta akan             mempersembahkan nyawanya dan harta bendanya untuk Rabb dan ilahnya untuk             mendekatkan diri kepada-Nya dengan mempersembahkan sesuatu yang paling ia             cintai. Ia sangat ingin seandainya ia memiliki nyawa sebanyak rambutnya yang             akan ia persembahkan demi meraih kecintaan dan keridhaan-Nya dan sangat ingin             seandainya ia terbunuh karena-Nya kemudian dihidupkan kemudian terbunuh             kemudian dihidupkan kemudian mengorbankan dirinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; untuk membela kekasih, hamba dan             Rasul-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sedang             bahasa tubuhnya bertutur,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Pecinta-Mu,             menebus dirimu dengan jiwa,&lt;br /&gt;            jikalau dia memiliki yang lebih mahal&lt;br /&gt;            dari jiwanya, tentulah dikorbankan juga.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ia telah menyerahkan jiwa dan hartanya             kepada pembelinya dan ia tahu bahwa tidak ada jalan untuk mengambil barang             dagangan kecuali dengan memberikan harganya. Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ             اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ             الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya             Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan             memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka             membunuh atau terbunuh.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS.             At-Taubah [9]: 111).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apabila sudah dimaklumi dan dipahami             oleh manusia bahwa tanda kecintaan kepada Allah dan setiap kecintaan yang             benar adalah mengorbankan nyawa dan harta benda demi meraih keridhaan yang ia             cintai. Maka yang ia cintai dengan benar -yang mana seharusnya cinta tidak             diberikan kecuali kepadanya dan setiap kecintaan selain kecintaan-Nya maka             kecintaan kepadanya adalah batil- ia lebih utama untuk mensyariatkan jihad             kepada hamba-hamba-Nya yang mana jihad adalah sesuatu yang tertinggi yang             dengannya mereka medekatkan drii kepada ilah dan rabb mereka. Persembahan             umat-umat sebelum mereka dalam sembelihan dan persembahannya adalah dengan             mempersembahkan diri mereka untuk disembelih karena Allah Pelindung mereka.             Alangkah bagusnya ibadah ini. Oleh karena itu Allah menyimpannya untuk Nabi             yang paling sempurna dan umat yang paling sempurna dari akal, tauhid dan             kecintaannya kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apakah Kamu Ingin             Menyerupai As-Sabiqunal Awwalun?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Islam berkata, “Ketahuilah             –semoga Allah menjadikanmu menjadi orang shalih- bahwa termasuk nikmat             terbesar yang dianugerahkan kepada orang yang Allah inginkan padanya suatu             kebaikan: Dia akan menghidupkannya sampai waktu ini di saat Allah             memperbaharui dien dan menghidupkan syiar kaum muslimin serta kondisi kaum             mukminin dan mujahidin sampai menyerupai dengan As-Sabiqunal Awwalun dari             kalangan muhajirin dan anshar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Barang siapa yang melaksanakan hal             itu di waktu ini maka ia termasuk ke dalam orang-orang yang mengikuti mereka             dengan baik yang Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha dengan-Nya.             Dia menyiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.             Mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sekilas Pandang             terhadap Realita Para Sahabat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Barang siapa yang memperhatikan realita             para sahabat radhiyallahu ‘anhum dengan segala perbedaan kedudukan dan             derajat mereka; ada yang berilmu, ada yang faqih, ada yang ahli ibadah, ada             yang ahli hadits, ada yang penyair, dan ada yang pebisnis. Akan didapati             mereka semua memiliki sifat yang sama, yaitu cinta jihad dan mencari mati             syahid di jalan Allah. Sifat ini mereka warisi dari panutan, pemimpin, imam,             pengajar dan murabbi mereka Nabi&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; yang             bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;وَالَّذِيْ             نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوَدِدْتُ أَنِّيْ أَغْزُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَأُقْتَلُ             ثُمَّ أَغْزُوَ فَأُقْتَلُ ثُمَّ أَغْزُوَ فَأُقْتَلُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangn-Nya, aku ingin             sekali berperang di jalan Allah lalu terbunuh, kemudian berperang lagi lalu             terbunuh kemudian berperang lagi lalu terbunuh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; (HR.             Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Berikut ini beberapa ibadah             yang banyak ulama masa kini terhalang dari mengerjakannya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Ibadah pertama: Jihad fie             sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Banyak hadits terkenal yang menjelaskan             keutamaannya baik yang terdapat dalam Shahih Bukhari-Muslim maupun yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia             berkata, Nabi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu             'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt; ditanya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;مَا             يَعْدِلُ الْجِهَادَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ. قَالَ: لَا تَسْتَطِيْعُوْنَهُ،             قَالَ: فَأَعَادُوْا عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا كُلُّ ذَلِكَ يَقُوْلُ             لاَ تَسْتَطِيْعُوْنَهُ، وَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ: مَثَلُ اْلمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ             اللهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ اْلقَائِمِ الْقَانِتِ بِآيَاتِ اللهِ لَا يَفْتُرُ مِنْ             صِيَامٍ وَلَا صَلَاةٍ حَتَّى يَرْجِعُ اْلمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ تَعَالَى)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“Apa amalan yang menyamai pahala jihad fi sabilillah?” Beliau             menjawab, “Kalian tidak akan mampu melakukannya.” Abu Hurairah, “Para sahabat             mengulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali. Namun semua dijawab beliau,             “Kalian tidak akan mampu melakukannya.” Pada kali ketiga beliau bersabda,             “Perumpamaan mujahid fi sabilillah seperti orang yang berpuasa dan shalat             membaca ayat-ayat Allah tidak berhenti dari puasa dan shalatnya sampai             mujahid fi sabilillah itu pulang.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Perhatikan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; sabda             beliau, “yang menyamai pahala jihad fi sabilillah” beliau tidak mengatakan             “lebih utama daripada jihad” karena tidak ada amalan yang keutamaannya             melebihinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Syaikhul Islam memberikan catatan hadits             ini, “Ini adalah bab yang sangat luas yang tidak ada satu riwayat pun             mengenai pahala dan keutamaan suatu amalan yang seperti riwayat tentang             pahala dan keutamaan jihad.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Apakah Manfaat Jihad Terbatas             pada Pelakunya saja?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Islam berkata, “Sesungguhnya             manfaat jihad merata mencakup pelakunya dan selainnya baik dalam urusan dien             maupun dunia dan mencakup seluruh ibadah batin maupun lahir. Jihad mencakup             kecintaan kepada Allah, ikhlas hanya untuk-Nya, tawakkal kepada-Nya,             menyerahkan nyawa dan harta kepad-Nya, sabar, zuhud, berdzikir kepada Allah,             dan seluruh amalan-amalan yang lain. Yang mana tidak ada satu pun amalan lain             yang mencakup seperti cakupan ibadah jihad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Orang dan umat yang melaksanakannya             selalu ada di antara dua kebaikan: kemenangan atau mati syahid dan surga.             Semua manusia pasti akan hidup dan mati. Dengan berjihad ini mereka telah             menggunakan hidup dan matinya dalam usaha meraih puncak kebahagiaan mereka             dunia dan akhirat. Sebaliknya, dengan meninggalkan jihad maka dua             kebahagiannya tersebut akan hilang atau akan berkurang.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bahkan ia merupakan perealisasian             makna firman Allah Ta’ala, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ             رَبِّ الْعَالَمِينَ لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ             الْمُسْلِمِينَ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Katakanlah: sesungguhnya             sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan             semesta alam.Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku             dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-An’am [6]: 162-163)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;line-height:   normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Setelah Engkau Tahu             Bahwa Jihad Amalan Paling Utama Maka Ketahuilah Bahwa Mujahid adalah Manusia             paling Utama&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudhri &lt;i&gt;radhiyallahu             ‘anhu&lt;/i&gt;, ia berkata, Rasulullah ditanya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;يَا             رَسُوْلَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَل، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ             وَسَلَّمَ: مُؤْمِنٌ يُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ الله بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ. قَالُوْا:             ثُمَّ مَنْ؟، قَالَ: مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللهَ وَيَدَعُ             النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Wahai             Rasulullah siapa manusia yang paling utama?” Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi             wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; menjawab, “Seorang mukmin yang berjihad fi sabilillah             dengan jiwa dan hartanya.” Para sahabat bertanya lagi, “Kemudian siapa?”             “Seorang mukmin yang ada di celah bukit, ia bertakwa kepada Allah dan             meninggalkan manusia (agar mereka terjaga) dari keburukan dirinya.” (Muttafaq             ‘alaih)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apabila engkau –semoga Allah             menjagamu- di bumi jihad dan ribat maka engkau akan mengumpulkan dua             keutamaan besar. Pertama, manfaatnya menyebar kepada orang lain, yang kedua,             terbatas pada dirimu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:Symbol"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Engkau berjihad             dengan jiwa dan hartamu; ini termasuk amalan paling utama dan pelakunya             manusia paling  utama di sisi Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:Symbol"&gt;·&lt;span style="font:7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Engkau berada di             salah satu gunung atau lembah beribadah kepada Allah dan berjihad fi             sabilillah serta meninggalkan manusia agar mereka terlindungi dari keburukanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah kedua: Ribat             fie sabilillah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,             “Makna ribat adalah tinggal di tsughur untuk memperkuat kaum muslimin dalam             menghadapi orang-orang kafir. Sementara tsughur adalah setiap tempat yang             penduduknya khawatir musuh menyerang dari situ.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara ibadah yang banyak ulama             masa kini terhalang melaksanakannya adalah ribat fi sabilillah padahal             keutamannya sangat agung. Nabi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;رِبَاطُ             يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَام شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ             عَمَلُهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِىَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Ribat sehari fi sabilillah lebih             baik daripada puasa sebulan ditambah qiyamullail. Apabila ia mati sedang             ribat fi sabilillah maka pahala amalannya tersebut akan terus mengalir             kepadanya, demikian juga rizkinya serta diberi keamanan dari fitnah kubur.”             (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Bayangkan wahai hamba Allah bahwa             satu hari engkau habiskan dalam ribat fi sabilillah itu lebih baik bagimu             daripada puasa sebulan penuh disertai qiyamullail sementara engkau tetap ada             di negaramu. Kalau mau kita hitung maka orang yang ribat fi sabilillah dalam             sebulan ketika ia menjalaninya satu tahu maka ia akan mendapatkan pahala             puasa dan qiyamullail selama 30 tahun. Bagaiamana padahal ribat jauh lebih             utama dari itu? Bagaimana pahala yang sangat besar ini hilang sia-sia darimu             hanya karena argumen-argumen lemah yang dibisikkan dari syaitan dan kelompoknya             kepadamu?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Imam Syahid Ibnu An-Nuhas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; berkata mengenai ribat fi sabilillah, “Dalam riwayat mengenai keutamaan ribat             fi sabilillah banyak hal agung yang tidak terdapat dalam qurbah-qurbah             selainnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi             wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلاَّ الَّذِيْ مَاتَ مُرَابِطًا             فِيْ سَبِيْلِ اللهِ فَإِنَّهُ يَنْمِي لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ             وَيُأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Setiap orang mati             amalannya akan ditutup kecuali orang yang mati sedang ribat fi sabilillah. Pahala             amalannya akan terus dialirkan sampai hari kiamat dan ia akan diselamatkan             dari fitnah kubur.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (HR. Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits hasan shahih.”)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Imam Syahid Ibnu An-Nuhas             mengomentari hadits ini dengan berkata, “Ini menunjukkan bahwa ribat fi             sabilillah amalan paling utama yang pahalanya akan terus mengalir sampai             setelah mati.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   20.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:red"&gt;Menghilangkan syubhat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ketika sebagian orang tidak pergi             berjihad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;beralasan dengan             argumen sabda beliau&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;خيركم             من طال عمره وحسن عمله&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; “Sebaik-baik             kalian adalah yang panjang umurnya dan bagus amalnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kami katakan, Alhamdulillah, syubhat             ini hilang dengan hadits berikut [&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Setiap orang mati amalannya  akan ditutup             ....&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;] Barang siapa mati atau terbunuh sebagai syahid, baik             di Afghanistan, Chechnya, Iraq, Somalia, Aljazair, Yaman atau tsughur-tsughur             Islam yang lain; barang siapa tetap teguh di sana dalam berjihad dan             berperang serta tidak taraju’ (mundur menarik prinsip yang selama ini             diperjuangkannya) dari semua ini sampai terbunuh maka ia dianggap sebagai             seorang syahid dan murabit (orang yang ribat) yang pahala ribat dan amalan             lainnya akan terus megalir kepadanya sampai hari kiamat. Coba bayangkan kapan             hari kiamat tiba? 200 tahun lagi atau 300 tahun lagi?? &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Yang penting selama tahun-tahun             tersebut pahala ribat dan seluruh amalan sehari-harimu akan terus mengalir             kepadamu, sementara engkau berada di ‘iliyyin yang paling tinggi berkat             rahmat dan keutamaan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Juga, apakah ia mengetahui hal yang             ghaib sehingga ia tahu umurnya panjang dan amalany baik, padahal tanda-tanda             penelantaran sudah terlihat dari ucapannya yang justru dengannya ia telah             membatalkan amalan terbaik dengan bersandarkan apa yang tidak ia miliki dan             tidak ia ketahui. Ketahuilah bahwa jihad itu tidak mempercepat dan tidak             mengundurkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;ajal. Allah Ta’ala             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;{يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ مَا قُتِلْنَا             هَاهُنَا قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ &lt;u&gt;لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ             عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ&lt;/u&gt; وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي             صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ             الصُّدُورِ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu             (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh             (dikalahkan) di sini." Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di             rumahmu, &lt;u&gt;niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu             keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh&lt;/u&gt;." Dan Allah (berbuat             demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa             yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt; (QS. Ali Imran [3]: 154)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Allah Ta’ala berfirman, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;{ قُلْ لَوْ كُنْتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ             عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;"Sekiranya kamu berada di             rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu             keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;maksudnya, ini sudah ditentukan             takdirnya oleh Allah ‘Azza wa Jalla yang siapapun tidak akan bisa lari darinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Firman Allah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{             وَلِيَبْتَلِيَ اللَّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ             } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;untuk             menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam             hatimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya, mengujimu dengan apa yang             menimpamu untuk memisahkan yang buruk dengan yang baik dan agar nampak orang             yang mukmin dan yang munafik dari sisi perkataan dan perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Allah             Maha Mengetahui isi hati.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya, Allah maha mengetahui             rahasia dan perasan yang tersimpan dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ الَّذِينَ قَالُوا لإخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا             مَا قُتِلُوا قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ             صَادِقِينَ  وَلا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ             أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ  فَرِحِينَ بِمَا             آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Orang-orang             yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi             berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak             terbunuh." Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika             kamu orang-orang yang benar."Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang             yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya             dengan mendapat rezki.Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah             yang diberikan-Nya kepada mereka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ali Imran [3]: 168-170)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Firman Allah, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ الَّذِينَ قَالُوا لإخْوَانِهِمْ وَقَعَدُوا لَوْ أَطَاعُونَا             مَا قُتِلُوا } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;maksudnya, seandainya mereka             mendengarkan saran kami kepada mereka agar duduk-duduk saja dan tidak pergi berjihad             mereka tidak akan terbunuh bersama orang yan terbunuh. Allah Ta’ala             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ قُلْ فَادْرَءُوا عَنْ أَنْفُسِكُمُ الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ             صَادِقِينَ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;maksudnya, jika dengan duduk-duduk             tidak berjihad seseorang bisa selamat dari terbunuh dan kematian maka             seharusnya kalian tidak akan mati. Padahal kematian pasti datang menjemput             kalian sekalipun kalian bersembunyi di balik benteng yang kokoh. Lindungilah             diri kalian dari kematian jika kalian orang-orang yang jujur. Mujahid             berkata, dari Jabir bin Abdullah, ‘Ayat ini turun berkenaan dengan Abdullah             bin Ubay bin Salul.’.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Ketiga:             I’dad Fie Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara ibadah yang banyak ulama             terhalangi dari melaksanakannya di masa kini adalah i’dad Fie Sabilillah.             Allah Ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; (وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ             رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ             مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ             شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi             mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat             untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah             dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;             sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah             niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya             (dirugikan).” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS. Al-Anfal [8]: 60)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu An-Nuhas berkata, “Sebagian ulama             berpendapat wajibnya belajar melempar (kalau sekarang menembak) berdalil             dengan ayat ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikh As-Sa’diy berkata,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{             وَأَعِدُّوا }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Dan siapkanlah” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;untuk             musuh-musuh kalian yang selalu berusaha membinasakan kalian dan membatalkan             dien kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“kekuatan apa saja yang kamu sanggupi”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; maksudnya, setiap apa yang kamu sanggupi berupa kekuatan akal, badan,             berbagai macam senjata dan sebagainya yang bisa membantu memerangi musuh.             Masuk ke dalamnya juga berbagai macam keahlian yang mempelajari berbagai             macam senjata, alat perang, peluru, senapan, pilot pesawat, pesawat udara,             kapal laut, pembuatan benteng yang kokoh, pembuatan parit-parit perlindungan,             alat-alat bela diri, ide-ide brilian, dan kebijakan yang dengan semua itu             kaum muslimin bisa maju membela diri dari kejahatan musuh-musuhnya. Demikian             juga wajib mempelajari cara menembak, bagaimana menjadi pemberani dan             bagaimana mengatur strategi perang. Oleh karena itu Nabi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi             wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ ألا إن القوة الرَّمْيُ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height:normal" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;“Ketahuilah,             bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar.”&lt;/i&gt;(Yang dimaksud dengan             melempar di sini, adalah melempar senjata secara umum,pent)&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height:normal" dir="LTR" align="justify"&gt;Termasuk juga,             mempersiapkan diri menguasai kendaran-kendaran yang dibutuhkan ketika perang.             Allah Ta’ala berfirman,&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ             وَعَدُوَّكُمْ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk             berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan             musuhmu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; ini adalah illat (alasan) yang ada pada             zaman itu, yaitu menggentarkan (menakut-nakuti) musuh. Hukum itu selalu             berputar bersama illatnya (alasannya).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Apabila ada sesuatu yang bisa lebih berefek             menggentarkan musuh darinya, seperti tank-tank dan pesawat-pesawat tempur             yang disiapkan memang untuk berperang yang dengannya lebih bisa menghajar             musuh, maka kamu diperintahkan untuk mempersiapkan diri dengan             mempelajarinya. Sampai apabila itu tidak bisa didapatkan kecuali dengan             mempelajari industri cara pembuatannya maka itu juga wajib dipelajari, karena             sesuatu yang apabila suatu kewajiban yang tidak bisa dilaksanakan dengan             sempurna kecuali dengannya maka ia juga wajib dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dan firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“kamu menggentarkan musuh Allah dan             musuhmu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;aitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;orang-orang             yang kalian tahu mereka adalah musuh kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;وَآخَرِينَ             مِنْ دُونِهِمْ لا تَعْلَمُونَهُمُ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“dan orang orang selain mereka yang             kamu tidak mengetahuinya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;aitu             orang-orang yang akan memerangi kalian setalah waktu ini yang Allah firmankan             dengan firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt; اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“sedang Allah mengetahuinya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Oleh karena itu Allah memerintahkan             mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka. Dan termasuk yang membantu dalam             memerangi mereka adalah dengan mengerahkan dana-dana kaum muslimin untu             berjihad memerangi orang-orang kafir.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dan dalam shahih Muslim, dari `Uqbah bin `Amir, dia             berkata: "Aku mendengar Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; berkhotbah di atas mimbar: (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka             kekuatan apa saja yang kalian sanggupi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) Ketahuilah, bahwa             sesungguhnya kekuatan itu adalah melempar, ketahuilah bahwa kekuatan itu             adalah melempar, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah melempar.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Keempat: Hijrah fie sabilillah:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الأرْضِ             مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى             اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى             اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا } .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Barangsiapa             berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat             hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya             dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian             menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap             pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS. An-Nisaa’ [4]: 100)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikh As-Sa’diy berkata, “Ayat ini             menjelaskan anjuran dan motivasi untuk berhijrah dan menjelaskan kemaslahatan-kemaslahatannya.             Lalu Allah menjanjikan bahwa orang yang hijrah di jalan-Nya demi meraih             ridha-Nya niscaya akan mendapatkan muraghaman yang banyak dan luas.             Muraghaman adalah kata yang artinya mencakup kemaslahatan dien dan keluasan             dalam kemaslahatan dunia. Hal itu karena banyak orang salah paham bahwa             dengan hijrah maka urusannya akan menjadi kacau balau, menjadi fakir setelah             sebelumnya kaya, menjadi hina setelah sebelumnya mulia, dan menjadi sulit             (sempit) hidupnya setelah sebelumnya hidupnya berkelapangan. Padahal tidak             seperti yang ia bayangkan. Selama seorang mukmin hidup bersama orang-orang             musyrik maka dalam diennya pasti ada kekurangan, bukan hanya pada ibadah yang             terbatas pada dirinya sendiri seperti shalat dan sebagainya, tapi juga pada             ibadah-ibadah yang kemanfaatanya untuk orang lain seperti jihad dengan ucapan             dan perbuatan serta akibat-akibat ibadah tersebut. Hal itu karena ia tidak             bisa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut sementara ia dalam keadaan terfitnah             diennya, terutama apabila ia dalam kondisi mustadh’af (lemah tertindas).             Apabila ia hijrah fie sabilillah maka ia akan mampu menegakkan dien Allah dan             berjihad memerangi musuh-musuh Allah dan membuat mereka marah (muraghamah).             Muraghamah adalah ungkapan yang mencakup setiap ucapan dan perbuatan yang             bisa membuat marah musuh-musuh Allah. Juga mencakup apa saja yang bisa             menjadikan keluasan rizkinya. Dan semuai itu benar-benar terjadi sebagaimana             yang dikhabarkan Allah Ta’ala. Pelajaran akan hal itu dicontohkan oleh para             sahabat &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/i&gt;. Ketika mereka berhijrah fie sabilillah,             meninggalkan kampung halaman, anak-anak, dan harta benda mereka karena Allah,             maka dengan itu sempurnalah iman mereka dan mereka mendapatkan iman yang             sempurna, jihad yang agung, serta kemenangan bagi dien Allah, yang dengan itu             mereka menjadi panutan bagi orang-orang yang hidup setelah mereka. Mereka             juga bisa melakukan penaklukan-penaklukan dan mendapatkan ghanimah sebagai             akibat dari hijrahnya, yang dengan itu mereka menjadi manusia-manusia yang             paling kaya. Demikian juga apa yang akan didapatkan orang-orang yang             melakukan apa yang mereka lakukan, mereka akan mendapatkan apa yang mereka             dapatkan sampai hari kiamat.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Kelima: Hirasah (berjaga-jaga) fie             Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;( عينان لا تمسهما النار : عين بكت من خشية الله وعين باتت تحرس             في سبيل الله ) رواه الترمذي&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Ada             dua mata yang tidak akan disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut             kepada Allah dan mata yang begadang semalaman berjaga-jaga fie sabilillah.”             (HR. Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Abdullah bin Amr&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; berkata, “Sungguh, aku begadang semalaman berjaga-jaga fie sabilillah dalam             keadaan takut lebih aku sukai daripada aku sedelah seratus onta tunggangan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu An-Nuhas berkata, “Ketahuilah             bahwaberjaga-jaga fie sabilillah termasuk qurbah yang paling agung dan             ketaatan yang paling tinggi. Ia adalah ribat yang paling utama. Setiap orang             yang berjaga-jaga menjaga kaum muslimin pada suatu tempat yang dikhawatirkan             musuh akan menyerang dari tempat itu maka ia adalah murabit (orang yang             sedang ribat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" dir="LTR" style="  text-align:center;line-height:normal;text-autospace:   none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Lebih Utama dari Lailatul             Qadar&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari             Ibnu Umar &lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt; bahwa Nabi&lt;i&gt;shallallahu             ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(ألا أنبئكم ليلة أفضل من ليلة القدر؟ حارس حرس في أرض خوف لعله             أن لا يرجع إلى أهله.) رواه الحاكم وقال صحيح على شرط البخاري.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Maukah             kalian kuberitahu suatu malam yang lebih utama dari malam lailatul qadar?             Malam itu adalah malam yang dilalui seorang yang berjaga-jaga di suatu tempat             yang dipenuhi ketakutan yang bisa jadi ia tidak akan kembali lagi kepada             keluarganya.” (HR. Al-Hakim. Ia berkata, “Shahih menurut syarat Bukhari.”)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibadah Keenam: Ghadwah wa Rawhah fie             Sabilillah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Di antara ibadah-ibadah yang banyak ulama             masa kini terhalang dari melaksanakannya adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;‘Ghadwah wa Rawhah fie             Sabilillah.’&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Anas bin Malik &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata, Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها) رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Sungguh,             ghadwah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;fie             sabilillah atau rawhah fie sabilillah lebih baik daripada dunia seisinya.”             (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:   ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Imam             Nawawi &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Ghadwah adalah berjalan dalam rentang             waktu pagi hari sampai tergelincir mata hari. Rawhah adalah berjalan dalam             dalam rentang waktu dari tergelincir matahari sampai sore hari. Kata ‘atau’             di sini berfungsi untuk membagi, bukan karena keraguan-raguan periwayat. Jadi             makna hadits tersebut adalah: bahwa rawhah dan ghadwah sama-sama menghasilkan             pahala. Dari zhahir hadits pahala akan diraih tidak terbatas pada ghadwah dan             rawhah dari negara tempat tinggalnya saja, tapi pahala akan didapatlan dengan             setiap ghadwah dan rawhah dalam perjalanannya menuju medan perang. Demikian             juga setiap ghadwah dan rawhah di medan perang, karena semuanya sama-sama             disebut ghadwah dan rawhah fie sabilillah. Makna hadits ini adalah bahwa             keutamaan dan pahala ghadwah dan rawhah fie sabilillah lebih baik daripada             seluruh kenikmatan dunia seandainya itu semua dimiliki manusia dan             membayangkan menikmati semuanya. karena semua itu pasti akan sirna sedangkan             kenimatan akhirat akan kekal abadi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:normal;text-autospace:none" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Jihad             itu Seperti Pasar&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Ketahuilah bahwa jihad itu seperti pasar yang memiliki             banyak pintu pahala. Seolah-olah di dalamnya terdapat pasar-pasar yang lain.             Barang siapa yang mengharamkan dirinya dari jihad sungguh ia telah             mengharamkan dirinya dari pintu-pintu kebaikan yang besar dan pahala yang             besar dari amal shalih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Adapun keutamaan-keutamaan             yang tidak didapatkan orang yang duduk-duduk tidak berjihad sangat banyak, di             antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan pertama:             seratus derajat yang didapatkan mujahidin fi sabilillah di surga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:   115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt; berkata,&lt;span class="gen"&gt; Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;من             آمن بالله وبرسوله وأقام الصلاة وصام رمضان كان حقا على الله أن يدخله الجنة             جاهد في سبيل الله أو جلس في أرضه التي ولد فيها،&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Barang siapa yang             beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan             Ramadhan maka Allah wajib memasukkannya ke surga, baik ia berjihad fie             sabilillah atau hanya duduk-duduk di negeri tempat ia dilahirkan.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Para sahabat             bertanya, “Wahai Rasulullah, tidakkah kami berikan kabar gembira ini kepada             manusia?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Beliau menjawab, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;إن             في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين الدرجتين كما بين             السماء والأرض فإذا سألتم الله فاسألوه الفردوس فإنه أوسط الجنة وأعلى الجنة             أراه فوقه عرش الرحمن ومنه تفجر أنهار الجنة.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Sesungguhnya di surga ada seratus derajat yang disiapkan             Allah untuk mujahidin fie sabilillah. Jarak antara dua derajatnya sebagaimana             jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta kepada Allah mintalah             kepada-Nya surga firdaus. Karena ia adalah surga yang paling tengah dan paling             tinggi. Aku melihat Arsy Allah ada di atasnya dan darinyalah mengalir             sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu             Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata mengomentari hadits ini, “Kedudukan             mujahid di surga sangat tinggi sejarak 50 ribu tahun.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan kedua:             kemuliaan orang mati syahid di sisi Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari             Anas &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/i&gt;, bahwasanya Nabi &lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;shallallahu             ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(( ما أحد يدخل الجنة يحب أن يرجع إلى الدنيا وله ما على الأرض             من شيء إلا الشهيد ، يتمنى أن يرجع إلى الدنيا ، فيقتل عشر مرات ؛ لما يرى من             الكرامة )) .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Tidak ada seorangpun yang masuk surga yang ingin kembali lagi             ke dunia -sementara ia memiliki segala apa yang ada di muka bumi- kecuali             orang yang di dunia mati syahid; ia ingin kembali lagi ke dunia, ingin             terbunuh sepuluh kali lagi, karena ia melihat kemuliaan yang didapatkannya di             surga.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dalam salah satu             riwayat, “Karena melihat keutamaan mati syahid.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Coba bayangkan             wahai saudaraku tercinta, bahwa para ulama, fuqaha, ahli hadits, khathib,             da’i, ahli ibadah, dan orang shalih dengan segala tingkatannya tidak ada             satupun dari mereka yang berkeinginan kembali lagi ke dunia kecuali orang             yang mati syahid karena ia melihat keutamaan dan kemuliaan mati syahid di             sisi Allah &lt;i&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="text-align:center;text-autospace:   none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Kemuliaan             yang didapatkan orang mati syahid tidak bisa dibayangkan akal atau             digambarkan dengan goresan pena.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;text-autospace:none;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ia sangat ingin             kembali lagi ke dunia bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi sepuluh kali             (ini membuat geram orang yang mengatakan bahwa jihad adalah mahraqah (tempat             membakar / dihabisinya para pejuang Islam) padahal Allah ta’ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ             تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu             aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang             pedih?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 10)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; berkata, “Kemudian Dia             menafsirkan perniagaan agung yang tidak akan merugi dan yang menghasilkan             maksud dan menghilangkan halangan, maka Dia berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ             اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ             تَعْلَمُونَ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;(yaitu)             kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan             harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Yaitu, dari perniagaan dunia dan bekerja keras serta             mati-matian hanya untuk itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kemudian Dia melanjutkan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ } &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Niscaya             Allah akan mengampuni dosa-dosamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 12)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Maksudnya, jika kalian melakukan apa yang Aku perintahkan             dan tunjukkan kepada kalian maka akan Kuampuni kesalahan-kesalahan kalian dan             akan Kumasukkan kalian ke dalam surga dan tempat-tempat tinggal yang baik dan             derajat-derajat yang tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Oleh karena itu Dia melanjutkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ             وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“dan memasukkanmu ke dalam jannah yang             mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal             yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Ash-Shoff [61]: 12).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Nabi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(( ما أحد يدخل الجنة يحب أن يرجع إلى الدنيا وله ما على الأرض             من شيء إلا الشهيد ، يتمنى أن يرجع إلى الدنيا ، فيقتل عشر مرات ؛ لما يرى من             الكرامة ))&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Tidak             ada seorangpun yang masuk surga yang ingin kembali lagi ke dunia -sementara             ia memiliki segala apa yang ada di muka bumi-kecuali orang yang di dunia mati             syahid; ia ingin kembali lagi ke dunia, ingin terbunuh sepuluh kali lagi,             karena ia melihat kemuliaan yang didapatkannya di surga.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Ini bukan keadaan orang yang terbakar api. Orang yang             terbakar api tidak ingin terbakar api lagi bahkan ia ingin sehat wal afiat.             Pendapat jihad adalah mahraqah tidak lain adalah tahrif lilkalim             (menyimpangkan makna firman Allah) dari makna sebenarnya dan berpendapat atas             nama Allah tanpa ilmu, makar terhadap dien dan pemeluknya serta membuat             mereka tidak mendapatkan keutamaan agung. Dan ini sama dengan kejahatan             perampok, pencuri perbekalan, dan bentuk bantuan kepada para pencuri dari             kalangan jin dan manusia yang mencuri perbekalan umat Islam. maka tidak ada             perbekalan kecuali perbekalan akhirat. Tidak ada keselamatan kecuali             keselamatan akhirat. Itu juga termasuk menghalang-halangi dari jalan Allah             dan ini kerjaan Ibnu Ubay (gembong munafik) dan gengnya, yaitu melemhakan             semangat untuk berperang fie sabilillah dan menggembosi umat Islam serta             membuat kekacauan di tengah mereka. Kami berlindung kepada Allah dari             ditelantarkan Allah dan dijauhkan dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan ketiga:             keistimewaan orang mati syahid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Miqdam bin Ma’dikarib &lt;i&gt;radhiyallahu             'anhu&lt;/i&gt;, ia berkata, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;للشهيد             عند الله سبع خصال : يغفر له في أول دفعة من دمه، ويرى مقعده من الجنة، ويحلى             حلة الإيمان، و يزوج اثنتين وسبعين زوجة من الحور العين، و يجار من عذاب القبر،             ويأمن من الفزع الأكبر، ويوضع على رأسه تاج الوقار الياقوتة منه خير من الدنيا و             ما فيها، ويشفع في سبعين إنسانا من أهل بيته&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Orang             mati syahid memiliki tujuh keistimewaan di sisi Allah: diampuni dosanya sejak             tetesan darahnya yang pertama kali, diperlihatkan tempat duduknya di surga,             diberi hiasan iman, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari, dilindungi             dari siksa kubur, diamankan dari hari ketakutan akbar, disematkan di             kepalanya mahkota permata kemuliaan yang satu permatanya saja lebih baik dari             dunia seisinya dan bisa memberikan syafa’at pada tujuh puluh anggota             keluarganya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi dan lain-lain)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Pertanyaannya:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Seandainya ada dua orang mati, yang             sat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; di halaqah ilmu             dan yang satunya terbunuh di peperangan fie sabilillah. Apakah kita bisa             mengatakan, sesungguhnya yang mati di halaqah ilmu mengambil keistimewaan             orang mati syahid yang disebutkan dalam hadits ini? Sebagaimana yang didapat             orang yang terbunuh di medan perang? Ini adalah masalah ghaib yang bukan             wilayah ijtihad atau berpendapat. Namun yang menjadi tempat rujukan adalah             Al-Qur’an atau Sunnah Rasulullah &lt;i&gt; shallallahu 'alaihi wa sallam, &lt;/i&gt;dan ternyata             tidak ada satu dalil pun yang menunjukkan bahwa yang mati di halaqah ilmu             akan mendapatkan keistimewaan-keistimewaan yang akan didapatkan orang yang             mati syahid!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Sebagian             orang ingin engkau terhalangi dari semua ini agar ia tetap menjadi Syaikh             (gurumu) dan kelak di hari kiamat ia akan berlepas diri darimu jika kamu tahu             pendapatnya dan engkau mengambil sarannya padahal engkau telah meninggalkan             nash yang jelas dan meyakinkan dari hadits Rasulullah, lalu mana orang             mendulang keuntungan wahai orang miskin (orang yang kasihan). Berpegang             teguhlah dengan petunjuk beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;dan dengan setiap             apa yang berasal dari beliau. Itu adalah jalan keterjagaan dan keselamatan.             Adapun selain itu hanyalah fatamorgana di tanah kosong yang disangka air oleh             orang yang sedang kehausan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Keutamaan keempat: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;ara &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;abi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;nggul             dari&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Orang             yang Mati Syahid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;HanyaK&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;arena &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;eutamaan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Kedudukan             Sebagai N&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;abi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Utbah bin Abd As-Sulamiy &lt;i&gt;radhiyallahu             'anhu&lt;/i&gt; bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(القتلى ثلاثة رجل مؤمن جاهد بنفسه وماله في سبيل الله حتى إذا             لقي العدو وقاتلهم حتى يقتل فذلك الشهيد الممتحن في جنة الله تحت عرشه لا يفضله             النبيون إلا بفضل درجة النبوة....)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Orang             terbunuh ada tiga. Seorang mukmin berjihad dengan nyawa dan hartanya di jalan             Allah sampai apabila ia bertemu musuh dan memerangi mereka sampai terbunuh             maka itulah orang mati syahid yang teruji di surga Allah di bawah arsy-Nya.             Tidaklah para nabi unggul darinya kecuali karena keutamaan derajat kenabian             ... .” (HR. Ahmad dengan isnad jayyid (baik), HR. Thabrani dan Ibnu Hibban             dalam Shahih-nya dan redaksi darinya).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Banyak dari kita yang membaca hadits             semacam ini, namun membacanya hanya selintas laksana orang lewat, tanpa             merenungkan redaksinya dan tidak memperdalam kandungan maknanya. Lihatlah sabda             beliau [tidaklah para nabi unggul darinya kecuali karena keutamaan derajat             kenabian]. Ini berarti mereka dari golongan shiddiqin. Karena Allah Ta'ala             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ             أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ             وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا} [النساء/69]، &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan             Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi             nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati             syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. An-Nisaa’ [4]: 69)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Berbahagialah jika engkau menjadi seorang shiddiq plus             syahid.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Namun ada sebagian orang yang ingin menjadikanmu             bersama dengan orang-orang yang absen dan duduk-duduk berpangku tangan dari             jihad serta meninggalkan derajat yang dengannya engkau bisa berada dekat             dengan derajat para nabi. Tetapi mereka justru bahagia dan nyaman dalam             kondisi seperti itu. &lt;i&gt;Laa haula walaa quwwata illaa billah&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Keutamaan Kelima: Lebih             Utama daripada Ibadah Tujuh puluh tahun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu             'anhu&lt;/i&gt;ia berkata, Ada salah seorang sahabat Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu             'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; melewati suatu celah bukit yang padanya terdapat air             tawar. Ia pun menyukainya. Ia berkata, Seandainya saya memisahkan diri dari             manusia lalu saya tinggal di tempat ini. Tapi saya tidak akan melakukan ini             sebelum minta ijin kepada Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;. Ia pun             menceritakan kepada Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;/i&gt;Beliau             bersabda, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(لا تفعل؛ فإن مقام أحدكم في سبيل الله أفضل من صلاته في بيته             سبعين عاما، ألا تحبون أن يغفر الله لكم، ويدخلكم الجنة ؟ أغزوا في سبيل الله ،             من قاتل في سبيل الله فواق ناقة وجبت له الجنة)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Jangan             kamu lakukan. Karena tempat berdiri salah seorang dari kalian di jalan Allah             lebih utama daripada shalatnya di rumahnya sendiri selama tujuh puluh tahun.             Tidakkah kalian suka Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian             ke surga? Berperanglah di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan             Allah selama waktu memeras susu onta maka ia pasti masuk surga.” (HR.             Tirmidzi. Ia berkata, Hadits Hasan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black"&gt;Sangat jauh sekali             bedanya antara nasihat Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; kepada             sahabat ini dan antara nasihat-nasihat sebagian orang di masa kita ini yang kata-katanya,             kebiasaannya, sumber dananya dan kerjaannya memalingkan dan menghalangimu             dari jihad dan jalan kebenaran yang lurus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Siapa  yang engkau ikuti wahai             saudaraku se-Islam? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Siapa teladanmu? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ }.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya             telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; (QS. Al-Ahzab [33]: 21)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Keutamaan keenam:             Syuhada terbaik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Beliau &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa             sallam&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;(أفضل الشهداء الذين يقاتلون في الصف الأول فلا يلفتون وجوههم             حتى يقتلوا أولئك يتلبطون في الغرف العلى من الجنة يضحك إليهم ربك فإذا ضحك ربك             إلى عبد في موطن فلا حساب عليه )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Syuhada             terbaik adalah yang berperang di barisan terdepan, mereka tidak menolehkan             wajahnya sampai terbunuh. Mereka bergulingan merasakan kenikmatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;di kamar-kamar             tertinggi di surga. Rabbmu tertawa kepada mereka. Apabila Rabbmu tertawa             kepada seorang hamba pada suatu kesempatan maka hamba tersebut tidak akan             dihisab.” (HR. Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Keutamaan ketujuh:             Rumah terbaik di surga milik syuhada&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Dari Samurah &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt;,             Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;رأيت             الليلة رجلين أتياني فصعدا بي الشجرة فأدخلاني دارا هي أحسن وأفضل لم أر قط أحسن             منها قالا أما هذه الدار فدار الشهداء.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   text-autospace:none;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Tadi             malam saya melihat dua orang lelaki yang mendatangiku. Mereka berdua             membawaku naik pohon, lalu mereka memasukanku ke sebuah rumah yang saya belum             pernah melihat rumah yang lebih bagus dan lebih baik darinya. Kedua lelaki             itu berkata, ‘rumah ini adalah rumah para syuhada.’” (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#C00000"&gt;Cahaya di atas cahaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Setelah penjelasan akan keutamaan dan buah-buah yang             agung dari jihad di atas, tidakkah engkau rindu untuk datang ke bumi jihad             dan ribat? Bumi keperkasaan dan kemuliaan, bumi penebusan dan pengorbanan.             Sehingga engkau lebih dekat untuk meraih kesyahidan yang merupakan cita-cita             Nabi &lt;i&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal;   direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Alangkah indah, manis dan bagus apabila engkau bisa             mengumpulkan antara jihad fi sabilillah dengan menghafal Al-Qur’an, menuntut             ilmu, qiyamul lail, puasa di siang hari, dakwah kepada Allah, akhlak yang             baik dan mengikuti sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Renungkan dengan baik ayat-ayat berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify;line-height:normal" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ             دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ             أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي             سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ             يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa             di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan             suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang             bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras             terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut             kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya             kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi             Maha Mengetahui.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;(QS. Al-Maaidah [5]: 54)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:   &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Allah Ta'ala berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none" dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;{ مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ             فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لآتٍ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ &lt;u&gt;وَمَنْ جَاهَدَ             فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;/u&gt; }&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;line-height:normal;text-autospace:none;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:   12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;“Barangsiapa yang mengharap             pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu,             pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.Dan             barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk             dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan             sesuatu) dari semesta alam.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;(QS.             Al-‘Ankabut [29]: 5-6)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:center;line-height:normal;text-autospace:none" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;Wal hamdu lillaahi rabbil ‘alamin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#17365D"&gt;Doakan             saudara-saudara kalian para mujahidin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#17365D"&gt;Saudara-saudara             kalian &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:#17365D"&gt;Di             Pusat Media Al-Fajr&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;div style="border:none;border-bottom:solid windowtext 1.5pt;padding:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;             &lt;p class="1" dir="LTR" style="text-align:center;border:none;   padding:0cm" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:#17365D"&gt;1431 H – 2010 M&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align:justify;direction:ltr;   unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   line-height:115%;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;"&gt;Catatan: yang             dimaksud mengungguli yang kami kehendaki di sini adalah mengungguli yang             bersifat relatif, tidak dalam segala hal. Karena para ulama telah mengungguli             sebagian mujahidin dalam hal menuntut ilmu, menghafal dan menyebarkannya.             Namun kami hanya ingin menjelaskan sebagian ibadah yang agung yang             ditinggalkan dan tidak diamalkan ulama di masa kini. Padahal mereka             mengetahui keutamaan dan urgensinya. Namun mereka terhalang dari             mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-1494435040766670011?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/1494435040766670011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=1494435040766670011' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/1494435040766670011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/1494435040766670011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/bagaimana-anda-bisa-mengungguli-ulama.html' title='Bagaimana Anda (bisa) Mengungguli Ulama?'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-93110695666829162</id><published>2011-11-26T23:30:00.000+03:00</published><updated>2011-11-26T23:30:00.148+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syaikh Al Battar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syaikh Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al &apos;Uyairi'/><title type='text'>Siapakah Syaikh Al Battar yang namanya dijadikan nama Mu'askar di Saudi?</title><content type='html'>&lt;p dir="LTR" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Siapakah Syaikh Al             Battar yang namanya dijadikan nama Mu'askar di Saudi?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Nama      : &lt;b&gt;Syaikh             Al Hafidh Yusuf bin Sholih bin Fah-d Al 'Uyairi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Lahir        :             hari senin 1/4/1394 H&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Anak        :             3 orang anak perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="LTR" style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syahid    :             beliau syahid di tangan tentara thoghut Saudi pada hari sabtu malam ahad             30/3/1424 H di daerah Hail. Umur beliau ketika syahid adalah 30 tahun. Semoga             Alloh merahmati beliau dengan rahmat yang luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menikah dengan seorang wanita dari keluarga Ash Shoq'abi, Buroidah. Istrinya             adalah saudara kandung dari istri Syaikh Sulaiman Al 'Unwan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Pendidikan:             beliau setelah menamatkan &lt;i&gt;madrasah mutawassithoh&lt;/i&gt; (SLTP) melanjutkan ke &lt;i&gt;madrasah tsanawiyah&lt;/i&gt; (SLTA) selama tiga bulan. Kemudian beliau             tinggalkan sekolah dan pergi berjihad ke Afghanistan.&lt;a name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;   font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             beliau pergi ke Afghanistan sebagai seorang pemuda yang perkasa sementara             umurnya belum lewat 18 tahun. Di sanalah akhirnya jihad berbaur dengan             hatinya dan menguasai seluruh anggota badannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             dikaruniai otak yang jenius, pandangan yang tajam dan hafalan yang kuat             sehingga setelah itu beliau mampu menjadi salah satu pelatih di kamp Al Faruq             pada masa perang Afghanistan pertama melawan Uni Soviet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menyelesaikan latihan selama beberapa tahun, di mana beliau memiliki             kelebihan dalam kemauan yang kuat dan kesungguhan. Sampai-sampai beliau             pernah mengadakan sebuah training di kamp Al Faruq, di mana ketika itu beliau             mengatakan kepada &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; yang lain: Saya akan mengadakan sebuah             latihan yang tidak akan ada seorangpun mampu mengikuti dan menyelesaikannya selain             orang-orang yang memiliki tekad kuat. Beliau mengatakan kepada &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt;:             Dalam training tersebut saya akan mulai dengan latihan senjata-senjata berat             dan akan diakhiri dengan senjata-senjata ringan. Menurut perkiraanku beliau             memulai dengan latihan tank dan akan diakhiri setelah empat bulan kemudian             dengan latihan pistol, di mana tidak akan ada seorangpun yang mampu bertahan             kecuali sedikit dari para pemuda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; menceritakan bagaimana hafalan beliau yang sangat luar biasa mengenai             berbagai persenjataan dan data-data yang sangat mendetail mengenai             senjata-senjata tersebut. Selain itu beliau memiliki kesabaran yang luar             biasa dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kesusahan yang beliau temui             dalam berbagai pertempuran yang dengannya Alloh muliakan beliau dengan debu             peperangan yang menempel pada kedua kaki beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Ketika             terjadi pertikaian antar kelompok jihad Afghan, Syaikh Yusuf adalah penjaga             pribadi Syaikh Usamah bin Ladin &lt;i&gt;hafidhohulloh&lt;/i&gt;. Kemudian tatkala Syaikh             Usamah memutuskan untuk pergi ke Sudan dengan menggunakan sebuah pesawat,             Syaikh Yusuf termasuk salah seorang petinggi Al Qaeda yang menyertai Syaikh             Usamah bin Ladin. Di sana Syaikh Yusuf tinggal selama empat bulan, dan selama             itu pula beliau menjadi pengawal pribadi Syaikh Usamah bin Ladin &lt;i&gt;hafidhohulloh&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Selama masa             itu Syaikh Usamah mengenal berbagai kemampuan dan kecemerlangan berfikir             Syaikh Yusuf Al 'Uyairi, sehingga Syaikh Usamah menceritakan kepada Syaikh             Yusuf beberapa urusan-urusannya. Dan sungguh aku ingat ketika Syaikh Yusuf bercerita             kepadaku mengenai Syaikh Usamah di Sudan, bagaimana kehidupan beliau, jihad             beliau dan pengorbanan beliau, di mana banyak sekali yang menjadikan orang             terkagum-kagum ketika mendengarnya. Ketika aku mendengarkan cerita beliau ini             aku lihat pada kedua matanya terpancar kerinduan kepada Syaikh Usamah dan             kepada hari-hari yang telah lalu ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Aku juga             ingat ketika Syaikh Yusuf bercerita kepadaku mengenai kecemerlangan  Abu             Hafsh Al Mishri &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt; dan berbagai serangan-serangan militer             yang beliau kendalikan di sana, baik yang di Somalia atau proyek beliau             terhadap Qorniq (kaum nasrani di wilayah selatan) dan perencanaan beliau             untuk menyerang mereka sesuai dengan taktik militer yang telah dicanangkan             oleh Syaikh Usamah dan Abu Hafsh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             juga ikut dalam peperangan yang berkecamuk di Somalia melawan pasukan             Amerika. Dan beliau termasuk orang yang memiliki peran penting dalam mengusir             dan mengalahkan pasukan Amerika, di mana pada masa itu para pemuda Islam seusia             beliau tengah lalai dengan kondisi umat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan ketika             terjadi tragedi Bosnia, Syaikh Yusuf memiliki peran yang sangat besar bersama             para &lt;i&gt;ikhwah &lt;/i&gt;di Damam, dan demikian pula di Kosova. Beliau berperan             sebagai pengumpul dana untuk mereka dan memberikan bantuan kepada mereka             semampu beliau. Beliau membuat sebuah program selama dua minggu bagi siapa             saja yang ingin pergi ke Bosnia. Program itu berupa latihan fisik dan             lain-lain yang dibutuhkan sebelum sampai ke bumi Bosnia. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             terjadi peledakan di Khobar. Beliaupun dipenjara dan disiksa dengan siksaan             yang keras di penjara &lt;i&gt;reserse umum&lt;/i&gt;, Damam, dengan tuduhan beliau             termasuk orang-orang yang melakukan peledakan tersebut. Para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; yang bersama beliau bercerita tentang beliau: Kami lihat beliau diangkut             memakai usungan setiap kali selesai di&lt;i&gt;introgasi&lt;/i&gt;, lantaran berbagai             siksaan berat yang beliau alami. Beliau dicambuk dengan keras, dicabuti             jenggot beliau yang suci dan berbagai siksaan lainnya yang menyebabkan             akhirnya Syaikh Yusuf mengaku kepada anjing-anjing reserse Saudi bahwa dialah             yang melakukan peledakan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf &lt;i&gt;rohimahulloh &lt;/i&gt;mengatakan kepadaku: Setelah beberapa hari kulalui dalam penjara, dalam             penyidikan dan penyiksaan yang luar biasa, aku meminta kepada polisi untuk             bertemu dengan pimpinan penjara karena aku ingin menyampaikan kepadanya             informasi penting. Benar saja, permintaanku dikabulkan. Akupun dipanggil dari             sel dan aku didudukkan di atas sofa yang sangat mewah pada sebuah ruangan.             Kemudian mereka membawaku ke kantor pimpiman tertinggi yang di sekelilingnya             para polisi yang telah siap dengan pena dan buku tulis di tangan yang akan             menulis semua pengakuan yang akan aku sampaikan kepada mereka. Ketika mereka             mendudukkanku dalam keadaan dirantai, pemimpin penjara itu mengatakan             kepadaku: Informasi apa yang kamu miliki? Silahkan sampaikan pengakuanmu …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Maka dengan             dingin aku katakan kepada mereka: Aku tahu bahwa kalian malu tidak             mendapatkan informasi tentang orang yang melakukan peledakan itu. Akan tetapi             aku akan merelakan diriku untuk kalian. Aku akan memberikan pengakuan bahwa             akulah yang melakukan peledakan itu dan aku siap menebus tanggung jawab itu             dengan nyawaku. Ketika aku tanyakan kepada Syaikh Yusuf kenapa beliau             melakukan hal itu, beliau menjawab: Demi Alloh kami tidak sanggup merasakan             penyiksaan. Iman kami hampir-hampir rusak karenanya. Maka kematian itu lebih             ringan bagi kami daripada penyiksaan. Syaikh Yusuf melanjutkan: Ketika aku             selesai berbicara pimpinan penjara langsung melemparkan asbak kaca ke wajahku,             dan mengatakan: Keluarkan dan beri pelajaran dia!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             penyiksaan yang luar biasa pun terus berlanjut sampai akhirnya Alloh berkenan             untuk menyingkap siapa aktor peledakan yang sebenarnya sesuai pengakuan             reserse. Syaikh Yusuf bercerita kepadaku: Suatu saat aku dibawa menghadap             kepada polisi. Lalu dengan bisik-bisik dia mengatakan kepadaku: Kusampaikan             kabar gembira kepadamu. Kami telah mengetahui aktor peledakan yang             sebenarnya. Dia bukan dari kelompokmu akan tetapi dari kalangan &lt;i&gt;Rofidloh&lt;/i&gt; (Syi'ah) akan tetapi jangan kamu beritahukan kepada siapapun..!! Kemudian             mereka mengembalikanku ke dalam sel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Mulai saat             itu penyiksaan kepada para pemuda mujahidin berhenti, khususnya yang terkait             dalam kasus peledakan. Kemudian pimpinan penjara mengumpulkan semua petugas             dan mengatakan kepada mereka: Berikan kepada masing-masing tersangka             peledakan tuduhan lain yang dapat menjerat mereka secara hukum!! Benar saja,             masing-masing &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; diberikan satu tuduhan baik berupa &lt;i&gt;takfir &lt;/i&gt;(suka             mengkafirkan orang Islam) atau yang lainnya. Kemudian mereka dijatuhi hukuman             oleh pengadilan syariat Saudi ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             setelah itu Syaikh Yusuf tinggal di penjara. Di mana beberapa waktu pernah             beliau dikumpulkan bersama orang-orang &lt;i&gt;Rofidloh&lt;/i&gt; (Syi'ah) yang             diantaranya ada yang setingkat &lt;i&gt;ayatulloh&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;sayyid&lt;/i&gt;. Di sana             Syaikh Yusuf berdialog dan berdiskusi dengan mereka sampai-sampai &lt;i&gt;ayatulloh&lt;/i&gt; mereka melarang orang-orang &lt;i&gt;Rofidloh &lt;/i&gt;lainnya untuk mendekatinya atau             bergaul dengannya. Syaikh Yusuf berkata: Pernah suatu saat aku pura-pura             tidur. Lalu &lt;i&gt;ayatulloh&lt;/i&gt; mereka mulai berbicara dan menyampaikan ceramah             kepada &lt;i&gt;Rofidloh&lt;/i&gt; lainnya. Lalu aku dengarkan ceramahnya sampai ketika             aku mendapatkan kesempatan yang tepat aku bangun dan membantah             ceramah-ceramahnya .. Mereka semua terkagung dengan Syaikh Yusuf karena             kuatnya hujjah dan penjelasan beliau. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             Syaikh Yusuf dipindah ke penjara umum bersama Ahlus Sunnah. Setelah berjalan             beberapa waktu Syaikh Yusuf mogok makan karena beliau ingin disel (penjara             individu) saja supaya beliau dapat menggunakan waktu secara maksimal dan dapat             menyendiri dengan Robbnya. Maka permintaannyapun dipenuhi sehingga beliau             tinggal di dalam sel selama satu setengah tahun lebih. Setelah itu beliau             bebas …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Katika aku             bertanya kepada Syaikh Yusuf mengenai kehidupannya di sel dan apakah beliau             merasa bosan? Beliau menjawab dengan satu kata: Demi Alloh aku tidak memiliki             waktu untuk mandi kacuali mandi &lt;i&gt;janabat&lt;/i&gt; dan aku tidak tidur kecuali             sedikit. Aku berpacu dengan waktu!!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Di sel beliau             gunakan waktu untuk menghafal dan membaca buku-buku ilmiyah. Maka beliau             hafal Al Qur'an secara lancar dan tepat, hafal Shohih Al Bukhori dan Muslim,             beliau konsentrasi membaca dan mentelaah kitab-kitab para ulama', sehingga             pada suatu hari pernah seorang penjaga mengatakan kepada beliau: Demi Alloh             aku kasihan dengan kondisimu ..?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Maka Syaikh             Yusuf mengatakan kepadanya: Demi Alloh justeru akulah yang kasihan dengan             kondisimu. Hendaknya kamu tahu bahwa seandainya ditawarkan kepadaku bahwa             sehari itu diperpanjang menjadi 28 jam pasti aku setuju karena saat ini aku             tengah mencari waktu, wahai orang yang malang!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Hal itu             karena penjaga itu merasa heran dengan kondisi Syaikh Yusuf dalam membaca dan             menelaah. Di mana beliau tidak keluar untuk berjemur atau untuk yang lainnya             kecuali untuk kepentingan yang mendesak, karena &lt;i&gt;saking&lt;/i&gt; kuatnya             keinginan beliau dalam memanfaatkan waktu secara maksimal. Syaikh Yusuf             pernah mengatakan kepadaku: Demi Alloh aku pernah merasakan hidup dalam             keimanan dan kenikmatan di dalam penjara, di mana tidak ada yang mengetahui             kenikmatan tersebut kecuali Alloh. Dan tatkala datang utusan yang             menyampaikan kebebasanku dari penjara, tanpa sadar aku gertak dia: Semoga             Alloh tidak akan memberikan kabar gembira kepadamu!! Itu saya lakukan di luar             kesadaranku akan tetapi itu ku lakukan karena &lt;i&gt;saking&lt;/i&gt; besarnya             kenikmatan yang aku dapatkan dalam penjara, dan betapa besarnya ilmu yang ku             dapatkan dalam penjara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan ketika             Syaikh Yusuf bebas dari penjara beliau teruskan hubungan beliau dengan jihad             dan mujahidin, khususnya dengan Syaikhul Mujahidin Usamah bin Ladin &lt;i&gt;hafidlohulloh&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             datanglah peristiwa Chechnya, dan beberapa saat sebelumnya peristiwa             Dagestan, maka Syaikh Yusuf pun mengambil langkah-langkah yang tepat untuk             mereka. Beliau menulis berbagai kajian syar'i untuk situs Shoutul Jihad.             Untuk situs itu beliau menulis buku-buku sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Hidayatul             Hayaro Fi Hukmil Usaro&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;, &lt;i&gt;Al 'Amaliyat Al Istisyhadiyah Intiharun Am Syahadah&lt;/i&gt;,             dan juga kajian-kajian strategis lainnya di mana yang terakhir adalah yang buku             yang berjudul &lt;i&gt;'Amaliyatul Masrohi Fi Moskow Wa Madza Istafada Minha Al             Mujahidun&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             juga menjalin hubungan dengan Komandan Khothob dan melakukan surat-menyurat             mengenai persoalan militer. Di mana Syaikh Yusuf memberikan taktik-taktik             militer yang cemerlang yang mencengangkan setiap orang yang bergaul dengannya             atau membacanya … di antaranya adalah beliau pernah berkirim surat kepada             Khothob seusai perang konvensional yang pertama yang kemudian disusul dengan             perang gerilya, di mana ketika itu kondisi mujahidin semakin sulit. Maka             Syaikh Yusuf mengirim surat kepada komandan Khothob yang isinya adalah 18             prediksi perang dan apa yang harus mereka lakukan untuk masing-masing dari             yang diprediksikan tersebut. Komandan Khothob pun banyak mengambil manfaat             dari surat tersebut dan berterima kasih banyak kepada Syaikh Yusuf.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             juga memiliki andil dalam mengumpulkan dana untuk mujahidin Chechnya. Di mana             beliau berhasil mengumpulkan dana yang banyak sekali. Dan dalam rangka itu,             terjadilah banyak kasus yang sangat disayangkan antara beliau dengan beberapa             ulama'. Di mana para ulama' tersebut mengabaikan beliau dan tidak mau             membantunya. Misalnya adalah pengalaman beliau bersama Syaikh Salman Al             'Audah. Di mana ketika itu Komandan Khothob mengatakan kepada para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; pada saat masih di Dagestan: Berikan satu juta dollar supaya kami dapat             bertahan melawan Rusia sampai akhir musim dingin ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Maka Syaikh             Yusuf pun pergi menemui seorang kaya, dan orang kaya itupun bersedia untuk             memberikan 8 juta real kepadanya akan tetapi dengan syarat Syaikh Salman mau             membuat memo kepadanya atau menelphonya. Maka Syaikh Yusuf pun pergi menemui             Salman Al 'Audah akan tetapi usahanya ini tidak membuahkan hasil. Syaikh             Salman selalu mengulur-ulur waktu kemudian pada akhirnya mengatakan kepada             Syaikh Yusuf: Sebenarnya aku ini sama sekali tidak senang dengan persoalan             Chechnya.!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demikianlah.             Syaikh Yusuf meneruskan langkah jihadnya yang penuh dengan pengorbanan dan             kerja keras yang hanya sedikit saja orang yang mampu melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Hubungan             Syaikh Yusuf dengan persoalan Chechnya pun terus berlanjut. Akan tetapi             semakin mengecil karena beliau tersibukkan dengan persoalan Afghanistan dan             pemerintahan Tholiban. Ketika itu beliau mencurahkan kebanyakan waktunya             untuk mempelajari gerakan ini dan kredibilitasnya. Kemudian datanglah             hari-hari yang penuh berkah di mana patung-patung Budha di Afghanistan             dihancurkan. Maka Syaikh Yusufpun memusatkan perhatiannya kepada persoalan             ini dan membuat proyek-proyek buka puasa dan penyembelihan qurban di             Afghanistan. Kemudian beliau menghubungi Amirul Mukminin dan para menteri             Tholiban, kemudian Syaikh Yusuf berusaha untuk menghubungkan mereka semua             dengan Syaikh Hamud bin 'Uqla' &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt;. Pada musim haji tahun             1421 H Syaikh Yusuf bertemu dengan beberapa menteri Tholiban yang datang             untuk menunaikan haji dan beliau bersama para menteri tersebut hendak membuat             hubungan telephon antara Amirul Mukminin dengan Syaikh Hamud bin 'Uqla' &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt;,             tepatnya setelah hari-hari &lt;i&gt;tasyriq &lt;/i&gt;jam 9 sore. Syaikh Yusuf mengatakan             kepadaku: Kami berangkat meninggalkan Mekah sementara kami berpacu dengan             waktu. Sementara kami tidak memiliki pilihan lain selain melanjutkan             perjalanan karena Syaikh Hamud berada di Qoshim. Sementara kami dalam keadaan             kecapaian. Maka aku putuskan untuk mengemudikan mobil secara bergantian. Jika             dia mengemudikan mobil maka aku usahakan tidur, kemudian aku mengemudikan             mobil dan dia istirahat .. Kami pun terus meneruskan perjalanan sampai             akhirnya aku ketiduran dan tidak terbangun kecuali ketika mobil sudah             terbalik setelah menabrak onta peliharaan. Maka kamipun akhirnya gagal untuk             bertemu. Dan sebenarnya selama itu telah terjadi sebuah peristiwa yang unik             bersama para petugas reserse, akan tetapi atas bimbingan Alloh beliau telah bebas             satu bulan sebelum peristiwa 11 september, untuk suatu perkara yang Alloh             inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan tatkala             beliau bebas dari penjara, beliau memiliki jasa yang besar dalam menulis             mengenai jihad, mengupas berbagai persoalannya berdasarkan dalil syar'i,             membelanya dan membantah berbagai syubhat yang disebarkan oleh para &lt;i&gt;mukhodzil &lt;/i&gt;(pelemah semangat jihad) dan munafik. Beliau juga ikut aktif di beberapa             forum &lt;i&gt;paltalk&lt;/i&gt; dengan nama Azzam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf &lt;i&gt;rohimahulloh &lt;/i&gt;sibuk untuk melatih para pemuda dan menghasung mereka agar pergi ke             Afghanistan untuk bergabung dengan kamp-kamp latihan di sana. Beliau             menerbitkan empat kaset rekaman untuk mengobarkan semangat jihad dan i'dad.             Di antaranya adalah sebuah kaset rekaman yang memuat materi fikih dengan             suara beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kemudian             terjadi peristiwa besar dalam sejarah Afghanistan yaitu dibunuhnya komandan             yang keji Ahmad Syah Mas'ud. Ketika itu kegembiraan Syaikh Yusuf tidak             terbayang. Aku ingat ketika itu aku lewat di depannya lalu aku bertanya             kepadanya ada informasi apa?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menjawab bahwa Syaikh Usamah mengatakan kepada para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt;: Siapakah             yang dapat menyelesaikan Ahmad Syah Mas'ud untukku, karena dia telah             menyakiti Alloh dan Rosul-Nya. Maka beberapa &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt; berangkat atas             kesadaran mereka sendiri untuk membunuhnya dengan hanya mengharap pahala dari             Alloh yang Mahamulia. Maka datanglah informasi yang menggembirakan             sebagaimana yang telah kalian dengar ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             terjadilah serangan yang penuh berkah di Amerika, sarang kekafiran. Maka             rasa-rasanya Syaikh Yusuf mau terbang lantaran senangnya.  Ketika itu aku             menghubungi Syaikh Yusuf, beliau mengatakan kepadaku bahwa beliau sedang ada             pertemuan dengan para ulama' Qoshim. Di sana ada beberapa ulama' yang             mengkritisi serangan yang terjadi di Amerika itu!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau juga             menceritakan kepadaku mengenai beberapa diskusi dan pertemuan dengan para             ulama' tersebut yang akhirnya dapat menimbulkan dampak yang baik pada mereka             dalam mendukung jihad dan mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Setelah itu             Syaikh mulai menulis bukunya yang bagus yang berjudul &lt;i&gt;Haqiqotul Harbish             Sholibiyah&lt;/i&gt;, dalam buku itu beliau mengemukakan dalil-dalil &lt;i&gt;amaliyah             istisyhadiyah&lt;/i&gt; dan membantah berbagai syubhat yang muncul seputar             persoalan ini. Di dalam buku itu beliau juga menghasung umat agar bangkit dari             kelalaian yang tengah kita alami. Ini merupakan buku bagus dalam persoalan             ini, yang ditulis oleh Syaikh Yusuf selama sembilan atau sepuluh hari!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sampai-sampai             tatkala buku itu sampai kepada Syaikh Usamah, beliau mengatakan kepada para &lt;i&gt;ikhwah&lt;/i&gt;:             Sepertinya buku ini telah ditulis sebelum terjadi serangan. Karena tidak             mungkin buku ini ditulis secapat itu!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Padahal aku berani             bersumpah demi Alloh bahwa Syaikh Yusuf tidak menulis buku itu kecuali             setelah peristiwa serang tersebut, akan tetapi beliau memang berkonsentrasi             penuh sampai akhirnya beliau menyelesaikan kajian fikih, hadits dan ushul             fikih ini yang tidak ada seorangpun dapat membantahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demikianlah,             Syaikh Yusuf itu banyak jasanya dalam memperbanyak barisan ulama' yang             mendukung serangan 11 september karena alasan-alasan ilmiyah yang beliau             ungkapkan dalam buku tersebut, dengan menggunakan ungkapan yang sederhana             namun serius dan sarat dengan dalil-dalil dari Al Qur'an dan Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dan ketika             beliau selesai menulis buku tersebut, beliau langsung melakukan koreksi akhir             terhadap bukunya yang berjudul &lt;i&gt;Al Mizan Li Harokati Tholiban&lt;/i&gt;. Kemudian             selesai dan beliau sebarkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demikianlah             tulisan-tulisannya terus bergulir ibarat air yang mengucur, yang memancarkan             cahaya Al Qur'an dan Sunnah, di antaranya adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;1- &lt;i&gt;Daurun             Nisa' Fi Jihadil A'da'&lt;/i&gt; yang diterbitkan secara ilegal dengan menggunakan             nama 'Abdulloh Az Zaid.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;2- &lt;i&gt;Tsawabit             'Ala Thoriqil Jihad&lt;/i&gt;, dalam buku ini beliau menulis prinsip-prinsip jihad             yang ditulis dalam beberapa seri yang terpisah-pisah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Juga             tulisan-tulisan lainnya yang disebarkan di Markaz Ad Dirosat dan di             forum-forum umum di internet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Di antara hal             yang sangat menyedihkan Syaikh Yusuf adalah para ulama' yang acuh dengan             jihad, sampai-sampai pada suatu saat aku ingat ketika aku berbincang-bincang             dengan beliau mengenai sikap acuh para ulama' terhadap jihad, beliau             berbicara dengan kata-kata yang sangat berkesan kemudian beliau menangis!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Oleh karena             itulah beliau menulis berbagai buku dan bantahan di mana tujuan pokok Syaikh             Yusuf adalah membela kehormatan saudara-saudara kita mujahidin yang berada di             daerah-daerah perbatasan (tsughur).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau juga             berperan aktif dalam menulis serial perang salib terhadap Irak yang diangkat             di situs Ad Dirosat, di sana beliau memiliki peran yang sangat besar bahkan             tulisan-tulisan beliau di sana hampir mencapai 80%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             dikaruniai Alloh dengan ungkapan yang sangat mendalam, sabar dan ulet yang             menjadikan beliau tidak henti-hentinya dalam membuat tulisan-tulisan syar'i             dan analisa-analisa politik, semoga Alloh merahmati beliau dengan rahmat yang             seluas-luasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Memang Syaikh             Yusuf sendiri telah dikenal di kalangan banyak ulama' memiliki sifat-sifat             tersebut, di mana mereka mengakui bahwa Syaikh Yusuf adalah orang yang             memiliki kelebihan dan keunggulan dalam hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             adalah orang yang sangat ulet dan sabar dalam menghadapi berbagai musibah dan             kasus. Seringkali beliau diuji dengan kawan dan orang yang ia cintai di medan             jihad yang mati syahid, terluka dan tertawan. Akan tetapi meskipun demikian             beliau tetap ridlo dengan ketetapan dan taqdir Alloh, serta pasrah kepada apa             yang telah ditetapkan oleh Robbnya terhadap dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             adalah orang yang berhati lembut, berperasaan sensitif dan cepat mengalirkan             air mata. Khususnya apabila bercerita tentang mujahidin dan pengorbanan di             jalan Alloh. Sungguh aku tidak akan lupa ketika beliau menceritakan Abu Hajir             Al 'Iroqi yang ditahan di penjara Amerika mengenai profil dan pengorbanannya,             kemudian beliau menangis terisak-isak!!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Apabila             beliau menyampaikan nasehat terdengar suara tangis dan khusyu', khususnya             apabila mengingatkan mengenai Alloh, akherat, jihad dan mati syahid di jalan             Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau juga             menegaskan akan hubungan jihad dan perasaannya dengan aqidah yang benar dan             dengan ilmu syar'i. Beliau mengatakan bahwa kita harus menjelaskan kepada             manusia bahwa jihad itu tidak lain adalah usaha untuk merealisasikan tauhid             dan mewujudkan konsekuensi-konsekuensi kalimat syahadat &lt;i&gt;laa ilaaha             illalloh Muhammad rosululloh&lt;/i&gt;. Kita harus ikat manusia dengan perkara ini             supaya dari satu sisi mereka mengetahui pentingnya jihad, dan dari sisi yang             lain agar mereka tetap teguh di jalan ini. Beliau selalu mengingatkanku             dengan perkataan Syaikh 'Abdulloh 'Azzam &lt;i&gt;rohimahulloh&lt;/i&gt; mengenai hal             ini: &lt;i&gt;Gambaran yang engkau bawa ke medan jihad lain dengan gambaran yang             engkau bawa pulang dari medan jihad.&lt;/i&gt; Maksudnya adalah sejumlah orang pergi             ke medan jihad hanya karena terdorong emosi saja terhadap sebuah gambaran             yang ia lihat berupa penyiksaan orang Islam atau pemerkosaan wanita muslimah.             Emosi semacam ini memang baik akan tetapi yang lebih baik adalah hendaknya             seorang mujahid itu berangkat berjihad berdasarkan sebuah keyakinan yang             mendalam terhadap wajibnya menempuh jalan jihad ini dan sejauh mana hubungannya             dengan aqidah tauhid, serta menghidupkan tekad untuk menyerbarkannya di             tengah-tengah manusia, dan menegakkan daulah yang melaksanakan dan             merealisasikan jihad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Seluruh             kenikmatan dunia ini telah terpampang di hadapan Syaikh Yusuf. Akan tetapi ia &lt;i&gt;talak tiga &lt;/i&gt;semua itu, beliau lebih memilih untuk hidup sebagai orang             yang mulia sampai ia meraih apa yang ia inginkan.  Ayahnya seorang saudagar             yang Alloh berikan kesuksesan. Akan tetapi Yusuf tidak memiliki perhatian             terhadap dunia. Yusuf sendiri mendapatkan dukungan dan ridlo dari ayahnya             terhadap kehidupan jihad yang ia pilih itu. Terlebih lagi ibunya. Ia sering             kali memberikan dukungan dan pengukuhan, bahkan senantiasa memberi nasehat             kepada Syaikh Yusuf agar tidak menyerahkan diri .. Sungguh demi Alloh, ia             adalah seorang ibu yang mulia yang melahirkan seorang pahlawan gagah berani             yang tidak takut mati ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             adalah orang yang sangat tawadlu', sampai-sampai ia tidak menghargai dirinya             sendiri. Dan jika engkau bersanding dengan beliau, pasti beliau meyakini             bahwa engkau adalah orang yang lebih mengerti dan lebih paham daripada             dirinya. Ia tidak suka untuk mendahului dalam berbicara khususnya terhadap             orang yang berilmu atau seorang penuntut ilmu. Ketawadlu'annya ini bukanlah             sesuatu yang dibuat-buatnya akan tetapi ini merupakan watak bawaannya yang             Alloh anugerahkan kepada beliau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau ini             adalah ibarat esiklopedi ilmiyah dalam semua persoalan. Jika ia berbicara             mengenai ilmu syar'i tentu engkau akan mengatakan bahwa ia adalah seorang             ulama' yang &lt;i&gt;faqih&lt;/i&gt;. Dan apabila ia berbicara mengenai persoalan politik             pasti engkau akan mengatakan bahwa ia adalah seorang politikus yang handal.             Selain itu beliau juga memiliki perhatian menganai ilmu computer dan &lt;i&gt;programming&lt;/i&gt;.             Beliau juga menguasai ilmu-ilmu militer sebagaimana seorang komandan yang             cerdik. Beliau juga menguasai tophographi, teghnologi dan elektronik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Alloh berikan             anugerah kepadanya untuk diterima di hadapan manusia. Sehingga tidak ada             seorangpun yang bertemu dengannya kecuali pasti orang tersebut akan mencintai             Syaikh Yusuf. Aku belum pernah menemukan seorangpun yang mencela beliau dari             sisi akhlaq atau karakter, akan tetapi justeru beliau diterima di hadapan             manusia karena beliau memiliki akhlaq yang baik dan perilaku yang bersih,             demikianlah beliau dalam pandangan kami dan hanya Alloh sajalah yang tahu. &lt;i&gt;Nahsabuhu             kadzalik wa la nuzakki 'alallohi ahada.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau &lt;i&gt;rohimahulloh &lt;/i&gt;senantiasa mengajak para pemuda dan mujahidin agar meninggalkan kemewahan             dan kenikmatan, dan beliau mengajak mereka untuk hidup secara sederhana agar             jiwa itu terbiasa untuk sabar dan memikul kesusahan di bumi jihad. Pernah             selama berhari-hari beliau tidak makan kecuali sedikit padahal beliau adalah             orang yang berkecukupan, akan tetapi beliau ingin membiasakan diri untuk             hidup susah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau adalah             orang yang dermawan, tidak merasa berat untuk memberi dan berkorban kepada             saudara-saudaranya. Namun demikian beliau adalah orang yang kuat memegang             amanah dan sungguh-sungguh dalam menjaga harta mujahidin yang ada di             tangannya sehingga ia berikan harta itu kepada orang yang berhak atas harta             tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau masuk             DPO Saudi atas permintaan Amerika. Mereka meminta agar beliau menyerahkan             diri selama satu tahun lebih, namun beliau menolak untuk menyerahkan diri             atau menghinakan diri dalam persoalan agama. &lt;i&gt;Al Hamdulillah&lt;/i&gt;, beliau             melakukan hal itu dan selama itu beliau dapat melakukan banyak jasa besar             untuk Islam dan umat Islam, di mana jasa-jasa itu sewajarnya tidak dapat             dilakukan kecuali dalam tempo lima tahun!!..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Aku sampaikan             itu semua bukan untuk melebih-lebihkan, demi Alloh bukan. Akan tetapi ini             adalah sebagai informasi mengenai apa yang aku lihat, bahkan ini hanya             sebagian dari apa yang kulihat .. Pernah selama berjam-jam beliau tidak             istirahat atau tidur. Bahkan terkadang selama beberapa hari beliau tidak             tidur .. di dalam jadwal hariannya tidak ada waktu tidur kecuali hanya             sedikit yang hanya cukup untuk menegakkan tulang punggungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Selama satu             tahun itu beliau hidup sebagai buronan yang senantiasa waspada terhadap musuh             siang dan malam. Senjatanya tidak pernah berpisah dengannya. Dia selalu siap             siaga dan hati-hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau pernah             mengatakan kepadaku: &lt;i&gt;Akhi&lt;/i&gt;, kita ini bukan orang yang lebih mulia             daripada para sahabat Rosul SAW, di mana mereka hidup di Madinah dalam             keadaan takut dan was-was sampai mereka dapat mengusir orang-orang Yahudi             dari sana. Lalu beliau menyampaikan kepadaku perkataan seorang sahabat: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;وما بنا يا رسول الله إلا الخوف وسيف أحدنا على عاتقه&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Wahai             Rosululloh, tidak ada yang ada pada diri kami selain perasaan takut,             sementara masing-masing kita senantiasa memanggul pedang di atas pundaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Beliau             menghibur diri dengan kondisi para sahabat &lt;i&gt;ridlwanullohu 'alaihim&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Syaikh Yusuf             jarang sekali melihat keluarganya --- bapak-ibunya ---. Sampai pada masa-masa             terakhir ketika perburuan semakin ketat hubungan mereka terputus sama sekali.             Bahkan hubungan beliau dengan ketiga puterinya juga terputus. Puterinya yang             paling besar namanya adalah Maryam. Pada hari-hari terakhir beliau menulis             sebuah syair yang sangat berkesan untuk mereka, yang dicantumkan dalam surat             beliau sebelum beliau mati syahid dalam sebuah perlawanan yang maksimal.             Beliau lebih memilih mati di jalan Alloh daripada ditawan oleh Thoghut Saudi,             semoga Alloh menyegerakan siksaannya terhadap para thoghut itu. Dalam hal ini             beliau meneladani seorang sahabat mulia ketika tertangkap musuh: &lt;i&gt;Adapun             aku, pada hari ini aku tidak akan mau tunduk dalam penguasaan orang kafir. &lt;/i&gt;Dengan             begitu seolah-olah beliau mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;ولست   أبالي  حين  أقتل  &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black;letter-spacing:.75pt" lang="EN-US"&gt;ii&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black" lang="AR-SA"&gt;مسلما        &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;على أي جنب كان في الله مصرعي&lt;br /&gt;            وذلك   في   ذات   الإله   وإن   يشأ                           &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black" lang="AR-SA"&gt;يبارك   على   أوصال   شلوٍ   &lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size:18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;   color:black;letter-spacing:1.5pt" lang="EN-US"&gt;ii&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:   18.0pt;font-family:&amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;color:black" lang="AR-SA"&gt;ممزع&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Aku tidak peduli ketika             aku terbunuh sebagai orang muslim …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Pada sisi mana  aku             tersungkur di jalan Alloh …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Itu semua hanya untuk             Dzat Alloh, dan jika Ia kehendaki …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;niscaya memberkati             persendian-persendian tubuh yang terpotong-potong … &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Abu Muhammad (Syaikh             Yusuf) telah pergi meninggalkan kita, sementara beliau adalah orang yang             tersembunyi dan tidak dikenal oleh banyak manusia. Namun semua itu tidak ia             hiraukan selama Alloh mengenalnya. Dan semua jasa-jasanya yang besar untuk             membela Islam dan membantu mujahidin kelak akan menjadi saksi bahwa beliau             adalah termasuk orang pilihan dari umat Islam hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Dengan             demikian berakhirlah kehidupan seorang pemuda dan seorang Syaikh dari             kalangan pemuda Islam, yang terkumpul padanya berbagai keutamaan, seperti             ilmu, dakwah, jihad, dan ibadah yang terbaik &lt;i&gt;insya Alloh&lt;/i&gt;. Beliau telah             meraih apa yang dirindukan oleh setiap pemuda yang mengenal jalan petunjuk,             maka selamat berbahagia wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sungguh kami menangisimu             melebihi tangisan kami kepada banyak orang-orang yang kami cintai ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kami menangisimu dan             kami berharap apa yang di sisi Alloh lebih baik untukmu ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Namun dahulu kami             mengharapkan dirimu hidup menyertai umat Islam yang malang ini, yang tidak             mendapatkan orang membelanya dan menegakkan syariat Alloh pada mereka kecuali             sedikit orang …&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sungguh kami takkan             melupakanmu wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Demi Alloh, orang yang             pernah hidup bersamamu pasti akan sulit untuk mengabaikan pengaruhmu pada             kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Kami melihat dirimu             telah berbuat sesuatu untuk membela jihad, yang tidak dapat dilakukan oleh             berbagai organisasi dan orang-orang yang bekerja secara konsentrasi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Sungguh engkau adalah             teladan yang langka, semua waktumu engkau berikan untuk jihad dan mujahidin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Semoga Alloh merahmatimu             wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Semoga Alloh merahmatimu             wahai Abu Muhammad ..&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="  text-align:justify;text-justify:kashida;   text-kashida:0%;direction:ltr;unicode-bidi:embed" dir="LTR" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;color:black" lang="EN-US"&gt;Semoga Alloh merahmatimu             wahai Abu Muhammad ..&lt;a name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;   color:black" lang="EN-US"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;           &lt;hr size="1" width="33%" align="right"&gt;           &lt;div id="ftn2"&gt;             &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="LTR"&gt;&lt;a name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Dari situs Syaikh Al Battar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;div id="ftn3"&gt;             &lt;p class="MsoFootnoteText" dir="LTR" style="text-align:justify;text-justify:kashida; text-kashida:0%"&gt;&lt;a name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; Disadur dari majalah Shoutul Jihad edisi 1 dan 2 yang ditulis oleh               Syaikh Asy Syahid 'Isa bin Sa'ad Al 'Usyin, dengan sedikit penyesuaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-93110695666829162?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/93110695666829162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=93110695666829162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/93110695666829162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/93110695666829162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/siapakah-syaikh-al-battar-yang-namanya.html' title='Siapakah Syaikh Al Battar yang namanya dijadikan nama Mu&apos;askar di Saudi?'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-6652427934959684015</id><published>2011-11-26T23:28:00.000+03:00</published><updated>2011-11-26T23:28:00.085+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ibnu Taimiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>DO’A YANG MENCAKUP  KEBAIKAN DUNIA DAN AKHERAT</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;DO’A             YANG MENCAKUP &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:center" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14.0pt;font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;KEBAIKAN             DUNIA DAN AKHERAT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align:justify;direction:rtl;   unicode-bidi:embed"&gt;&lt;span style="font-size:20.0pt;font-family:   &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;" lang="AR-SA"&gt;اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ،             وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَ أَصْلِحْ             ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَ انْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ وَاهْدِهِمْ سُبُلَ             السَّلاَمِ، وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَ جَنِّبْهُمُ             الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَ بَارِكْ لَهُمْ فِي أَسْمَاعِهِمْ             وَأَبْصَارِهِمْ مَا أَبْقَيْتَهُمْ، وَ اجْعَلْهُمْ شَاكِرِيْنَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ             بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِيْهَا، وَأَتْمِمْهَا عَلَيْهِمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ،             اَللَّهُمَّ انْصُرْ كِتَابَكَ وَ دِيْنَكَ وَ عِبَادَكَ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَأَظْهِرِ             الْهُدَي وَ دِيْنَ الْحَقِّ الَّذِي بَعَثْتَ بِهِ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا صَلَّى             اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، اَللَّهُمَّ عَذِّبِ الْكُفَّارَ             وَ الْمُنَافِقِيْنَ، الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَ يُبَدِّلُوْنَ             دِيْنَكَ وَ يُعَادُوْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ، اَللَّهُمَّ خَالِفْ كَلِمَتَهُمْ، وَشَتِّتْ             بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ، وَاجْعَلْ تَدْمِيْرَهُمْ فِيْ تَدْبِيْرِهِمْ، وَأَدِرْ عَلَيْهِمْ             دَائِرَةَ السَّوْءِ، اَللَّهُمَّ أَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَيُرَدُّ             عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ مُجْرِيَ السَّحَابِ، وَ مُنْزِلَ             الْكِتَابِ، وَهَازِمَ اَلأَحْزَابِ، اِهْزِمْهُمْ وَ زَلْزِلْهُمْ ، وَ انْصُرْنَا             عَلَيْهِمْ، رَبَّنَا أَعِنَّا وَلاَ تُعِنْ عَلَيْنَا، وَ انْصُرْنَا وَلاَ تَنْصُرْ             عَلَيْنَا، وَامْكُرْ لَنَا وَ لاَ تَمْكُرْ عَلَيْنَا، وَ اهْدِنَا وَ يَسِّرِ             الْهُدَي لَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيْنَا، رَبَّنَا اجْعَلْنَا             لَكَ شَاكِرِيْنَ مُطَاوِعِيْنَ مُخْبِتِيْنَ أَوَّاهِيْنَ مُنِيْبِيْنَ، رَبَّنَا             تَقَبَّلْ تَوْبَتَنَا، وَاغْسِلْ حَوْبَتَنَا، وَثَبِّتْ حُجَّتَنَا، وَاهْدِ قُلُوْبَنَا،             وَسَدِّدْ أَلْسِنَتَنَا، وَاسْلُلْ سَخَائِمَ صُدُوْرِنَا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Yaa Alloh, ampunilah kaum mukminin             dan mukminat, kaum muslimin dan muslimat, satukanlah hati mereka, perbaikilah             hubungan mereka, menangkanlah mereka atas musuhMu dan musuh mereka, berilah             petunjuk mereka kepada jalan-jalan keselamatan, dan keluarkanlah mereka dari             kegelapan menuju cahaya, dan jauhkanlah mereka dari perbuatan-perbuatan keji             yang lahir maupun yang batin, dan berkahilah pendengaran dan penglihatan             mereka selama Engkau hidupkan mereka, dan jadikanlah mereka orang-orang yang             mensyukuri nikmat-nikmatMu, memujiMu lantaran nikmat-nikmat tersebut, dan             menerima nikmat-nikmat tersebut, dan sempurnakanlah nikmat-nikmat tersebut             kepada mereka wahai Robb semesta alam. Yaa Alloh menangkanlah kitabMu, diin             (agama) Mu dan hamba-hambaMu yang beriman, dan menangkanlah petunjuk dan             diinul haqq (agama yang benar) yang Engkau turunkan melalui Nabi Kami             Muhammad SAW di atas semua diin (agama). Yaa Alloh siksalah orang-orang kafir             dan orang-orang munafik yang menghalang-halangi dari jalanMu dan merubah diin             (agama) Mu, dan memusuhi orang-orang beriman. Yaa Alloh cerai-beraikan kesepakatan             mereka, perselisihkanlah hati mereka, dan jadikanlah kehancuran mereka pada             usaha mereka, dan turunkanlah bencana kepada mereka. Yaa Alloh turunkanlah             siksaanMu yang tidak ada yang bisa menolaknya dari orang-orang yang jahat.             Yaa Alloh, yang menjalankan awan, yang menurunkan kitab, yang menghancurkan             pasukan yang bersekutu, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka, dan             menangkanlah kami atas mereka. Wahai Robb kami, tolonglah kami dan janganlah             Engkau tolong orang yang memusuhi kami, menangkanlah kami dan jangan Engkau             menangkan orang yang memusuhi kami, buatkanlah makar untuk membela kami dan             jangan Engkau buatkan makar orang yang memusuhi kami, dan berilah petunjuk             kepada kami, dan mudahkanlah kami dalam mendapatkan petunjuk, dan             menangkanlah kami terhadap orang yang menganiaya kami. Wahai Robb kami,             jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur, taat, tunduk, banyak berdo’a dan             banyak bertaubat kepadamu. Wahai Robb kami, terimalah taubat kami, sucikanlah             dosa kami, kokohkanlah hujjah jami, berilah petunjuk hati kami, luruskanlah             lidah-lidah kami dan cabutlah kedengkian yang ada di dalam dada-dada kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt;Ibnu Taimiyyah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;" lang="EN-US"&gt; berkata: “Lafadh do’a             ini diriwayatkan oleh &lt;b&gt;At Tirmidziy&lt;/b&gt; dengan sanad tunggal, dan ia             menshohiihkannya, dan ini adalah termasuk do’a yang paling mencakup kebaikan             dunia dan akherat, dan do’a ini ada penjelasannya yang sangat agung.” (&lt;b&gt;Al             Fataawaa&lt;/b&gt;,&lt;b&gt; Kitaabul Jihaad&lt;/b&gt;, dalam surat beliau kepada para             sahabatnya ketika beliau berada di penjara Iskandariyah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-6652427934959684015?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/6652427934959684015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=6652427934959684015' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/6652427934959684015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/6652427934959684015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/doa-yang-mencakup-kebaikan-dunia-dan.html' title='DO’A YANG MENCAKUP  KEBAIKAN DUNIA DAN AKHERAT'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-3196016910440743163</id><published>2011-11-22T08:09:00.000+03:00</published><updated>2011-11-22T08:10:25.053+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Loyalitas Terhadap Orang-orang Beriman'/><title type='text'>Loyalitas Terhadap Orang-orang Beriman ( الوَلَاءُ لِلمُؤْمِنِينَ )</title><content type='html'>&lt;div class="WordSection1"&gt;   &lt;div align="center"&gt;     &lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;       &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;         &lt;td valign="top" width="425"&gt;&lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Naskah             Tarjamah Ini Diterbitkan Oleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Forum             Jihad al-Tawbah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Di tarjamah oleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(51, 153, 102);" lang="EN-US"&gt;Muharridh Muhibbul Haq&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بسم             الله الرحمن الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: blue;" lang="AR-SA"&gt;نُخْبَةُ الإِعْلامِ الجِهَادِيِّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: blue;" lang="EN-US"&gt;Media Jihad “Nukhbah”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: maroon;" lang="AR-SA"&gt;قِسْمُ التَّفْرِيغِ وَالنَّشْرِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: maroon;" lang="EN-US"&gt;Divisi Transkripsi dan Publikasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;تفريغ             المحاضرة الصوتية&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="EN-US"&gt;Transkrip Audio Ceramah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;div style="border-width: medium 1pt; border-style: none solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext; padding: 0cm 4pt; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230);"&gt;             &lt;p style="text-align: center; line-height: normal; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230); border: medium none; padding: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;الوَلَاءُ لِلمُؤْمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;             &lt;p style="text-align: center; line-height: normal; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(230, 230, 230); border: medium none; padding: 0cm;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; color: navy;" lang="EN-US"&gt;Loyalitas Terhadap Orang-orang               Beriman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;/div&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لفضيلة             الشيخ:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 153, 102);" lang="AR-SA"&gt;أبي الزُّبير&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; color: rgb(51, 153, 102);" lang="EN-US"&gt;/&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 153, 102);" lang="AR-SA"&gt; عادل بن             عبد الله العباب&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;حفظه             الله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Oleh             Fadhiilatus Syaykh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; color: rgb(51, 153, 102);" lang="EN-US"&gt;‘Adil bin ‘Abdulloh             al-‘Abbaab / Abuz Zubayr&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Semoga             Alloh menjaganya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الصادرة             عن مؤسسة الملاحم للإنتاج الإعلامي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Yang             dirilis oleh Departement Produsen Informasi “as-Sahab”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="EN-US"&gt;11 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="AR-SA"&gt;رجب             1431 هـ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="EN-US"&gt;22/6/ 2010 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 51);" lang="AR-SA"&gt;م&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;الحمدُ للهِ             وليِّ المؤمنينَ, والصلاةُ والسلامُ على رسولِ اللهِ متولي الصادقينَ ومن سارَ             على نهجِه في البراءةِ من الكافرينَ, أمّا بعدُ:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Segala             puji bagi Alloh wali bagi orang-orang beriman, sholawat dan salam semoga             terlimpah pada Rosululloh yang menjadi wali bagi orang-orang yang jujur dan             siapa saja yang berjalan di atas jalannya dalam berlepas diri dari             orang-orang kafir. Adapun kemudian:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إنّ الولاءَ             والبراءَ أصلٌ أصيلٌ من أُصولِ الإسلامِ, ودعامةٌ من دعائمِه, فلا يستقيمُ             إسلامُ المرءِ حتى يواليَ في اللهِ ويعاديَ في اللهِ, يواليَ أهلَ الحقِّ             ويعاديَ أهلَ الباطلِ. والولاءُ والبراءُ شرطٌ في صحةِ الإيمانِ, كما قالَ             سبحانَه وتعالَى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya             al-walaa’ (loyalitas) dan al-baro’ (berlepas diri) adalah salah satu dari             pokok islam dan salah satu dari penopangnya, maka tidak lurus islam seseorang             hingga dia loyal karena Alloh dan bermusuhan karena Alloh. Loyal kepada ahlul             haq dan memusuhi ahlul bathil. al-walaa’ (loyalitas) dan al-baro’ (berlepas diri)             juga merupakan syarat sahnya iman. Sebagaimana Alloh –Yang maha tinggi-,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;span style="color: green;"&gt;(تَرَى كَثِيراً مِّنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ             كَفَرُواْ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنفُسُهُمْ أَن سَخِطَ اللّهُ             عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ*وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِالله             والنَّبِيِّ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاء وَلَـكِنَّ             كَثِيراً مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Kamu lihat kebanyakan             mereka loyal kepada orang-orang kafir. Sungguh amat buruk apa yang disediakan             jiwa mereka untuk mereka, (yaitu) kemarahan Alloh –pada mereka, dan mereka             kekal dalam ‘adzab. Kalau saja mereka beriman pada Alloh, Nabi dan apa yang             diturunkan padanya, (tentu) mereka tidak menjadikan orang-orang kafir itu             sebagai wali, akan tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang fasiq.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Ma-idah: 80-81)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والولايةُ هي             النصرةُ والمحبةُ والإكرامُ والاحترامُ للمحبوبينَ ظاهرًا وباطنًا, قالَ اللهُ تعالى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Al-wilayah             (perwalian) adalah pertolongan, kecintaan, pemuliaan dan penghormatan bagi orang-orang             yang dicintai secara zhohir dan secara bathin, Alloh –Yang maha tinggi-             berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ             يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ             أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Alloh adalah wali             bagi orang-orang yang beriman, Dia keluarkan mereka dari kegelapan menuju             cahaya. Sedangkan orang-orang kafir, wali-wali mereka adalah thoghut, mereka             mengeluarkan dari cahaya kepada kegelapan.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Baqoroh: 257)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والولاءُ لا             يكونُ إلا للهِ تعالى ولرسولِه صلى الله عليه وسلم وللمؤمنينَ, قالَ سبحانه:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Loyalitas             tidak tidak diterima kecuali pada Alloh, Rosul-Nya –semoga Alloh limpahkan             sholawat dan salam baginya- dan orang-orang yang beriman. Alloh –Yang maha             suci- berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(إِنَّمَا             وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ             الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ*وَمَن يَتَوَلَّ اللّهَ             وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ فَإِنَّ حِزْبَ اللّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Sesungguhnya wali             kalian hanyalah Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman yang menegakkan             sholat, menunaikan zakat dan mereka tunduk. Dan barang siapa yang loyal             kepada Alloh, Rosul-Nya dan orang-orang yang beriman, maka sesungguhnya             golongan Alloh itulah yang menang.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Ma-idah:             55-56)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فالولاءُ             للمؤمنينَ يكونُ بمحبتِهم لإيمانِهم, ونصرتِهم والنصحِ والدعاءِ لهُم والوقوفِ             معهم والرحمةِ بهم وكفِّ الأذى عنهم وإعطائِهم حقوقَ الإسلامِ وغيرِ ذلك مما             يدخلُ في الولاءِ, قالَ اللهُ تعالى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             loyalitas terhadap orang-orang beriman adalah dengan mencintai mereka karena             iman mereka, menolong mereka, memberikan nasehat, berdoa untuk kebaikan             mereka, berdiri (membela) mereka, berkasih sayang pada mereka, menahan             gangguan dari mereka, memberikan hak-hak islam pada mereka, dan hal-hal lain             yang termasuk dalam loyalitas. Alloh –Yang maha tinggi- berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(مُّحَمَّدٌ             رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء             بَيْنَهُمْ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Muhammad adalah             utusan Alloh (rosululloh), sedangkan orang-orang yang bersamanya bersikap             keras terhadap orang-orang kafir dan berkasih sayang sesama mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-Fath: 29)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فموالاةُ             المؤمنينَ تعني التقربَ إليهم وإظهارَ الودِّ لهم بالأقوالِ والأفعالِ والنوايا,             وتعني تقديمَ النصرةِ لكلِّ متمسكٍ بالإسلامِ اعتقادًا وقولًا وعملًا, والذودَ             عن عرضِه ومالِه, فأصلُ الموالاةِ الحبُّ, وأصلُ المعاداةِ البغضُ, وينشأ عنهما             من أعمالِ القلوبِ والجوارحِ ما يدخلُ في حقيقةِ الموالاةِ والمعاداةِ كالنصرةِ             والأنسِ والمعاونةِ وكالجهادِ والهجرةِ ونحو ذلك من الأعمالِ التي توضحُ حقيقةَ             الولاءِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Makna &lt;i&gt;muwalatul mu’miniin&lt;/i&gt; (loyal pada orang-orang beriman) adalah mendekat             pada mereka, menampakkan kesenangan pada mereka dengan ucapan, perbuatan dan             niat. Maknanya yang lain adalah menyediakan pertolongan bagi setiap             orang-orang yang berpegang teguh pada islam secara keyakinan, perkataan dan             amal tindakan. Juga (bermakna) mempertahankan kehormatan dan hartanya. Karena             dasar loyalitas adalah cinta, sedangkan dasar permusuhan adalah kebencian.             Dari keduanyalah berkembang amalan hati dan anggota badan yang masuk dalam             hakekat loyalitas dan rivalitas, seperti pertolongan, keramahan dan bantuan,             serta seperti jihad, hijroh, dan amal-amal semisalnya yang menjelaskan             hakikat loyalitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ولابدَّ من إخلاصِ             الولاءِ للهِ, يقولُ سبحانَه وتعالَى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Juga             harus ada ke-ikhlash-an dalam memberikan loyalitas pada Alloh. Dia –Yang maha             suci lagi tinggi- berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(قُلْ أَغَيْرَ اللّهِ أَتَّخِذُ وَلِيّاً             فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلاَ يُطْعَمُ قُلْ إِنِّيَ             أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ وَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ             الْمُشْرِكَينَ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Katakan, ‘apakah aku             akan menjadikan wali selain Alloh Yang menciptakan langit dan bumi sedangkan             Dia memberi makan dan tidak diberi makan?’ Katakan, ‘sungguh aku             diperintahkan untuk menjadi orang pertama yang masuk islam.’ Dan janganlah             kamu menjadi bagian dari orang-orang yang musyrik.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (al-An’am: 14)  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- فولاؤنا لمنْ             آمنَ بالله ربًّا وبالإسلامِ دينًا وبمحمدٍ صلى الله عليه وسلم نبيًّا.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Maka loyalitas kita             bagi siapa saja yang beriman pada Alloh sebagai robb, pada islam sebagai diin             dan pada Muhammad –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- sebagai             nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا للمؤمنِ             الذي يعبدُ اللهَ وحدَه لا شريكَ له ويتّبع النبيَّ في جميعِ أقوالِه وأفعالِه.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;-             Loyalitas kita bagi orang beriman yang beribadah pada Alloh semata tanpa ada             sekutu bagi-Nya dan mengikuti Nabi dalam seluruh perkataan dan perbuatannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             اتخذَ القرآنَ منهجًا وسلوكًا.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang menjadikan al-Qur-an sebagai manhaj dan jalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             يسعى لتحكيمِ الشريعةِ ونادى بتطبيقِها وعملَ جادًّا لترسيخِها في أوساطِ الناسِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang berusaha untuk berhukum pada syari’ah, menyeru untuk             menerapkannya dan serius untuk menanamnya dengan kokoh di tengah-tengah             manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             يريدُ استرجاعَ الخلافةِ الإسلاميةِ ونبذِ العلمانيةِ وحاربها.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang ingin mengembalikan khilafah islamiyyah, serta menolak dan             memerangi sekulerisme.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             رفعَ لواءَ الإسلامِ وقامَ بنشرِه في جميعِ البلدانِ وحملَ همّه, فعلّم الناسَ التوحيدَ             وحذّرهم من الشركِ ليعبدُوا اللهَ الغفورَ الشكورَ ويهدمُوا شركَ القبورِ والقصورِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang meninggikan panji islam, menyebarkannya di seluruh negeri dan             mengemban tujuannya. Lalu mengajarkan tawhid pada manusia dan memperingatkan             mereka dari (bahaya) syirik agar mereka beribadah pada Alloh Yang maha             pengampun lagi mensyukuri dan agar mereka hancurkan syirik qubur dan qushur             (istana).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             تركَ الديارَ والخلانَ والأهلَ والأوطانَ نصرةً للواحدِ الديّانِ, فنصرَ المجاهدينَ             في كلِّ مكانٍ, نصرَهم في العراق والشيشان والصومال والبلقان, وفي المغرب وتركستان,             وفي جزيرةِ العرب وأفغانستانَ, وفي فلسطين والشام.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             siapa saja yang meninggalkan rumah, orang-orang tercinta, keluarga dan Negara             untuk menolong (agama) Alloh Yang esa lagi maha memperhitungkan, lalu dia             menolong para mujaahidiin di setiap tempat, menolong mereka di ‘Iroq,             Checnya, Shomalia, Balkan, Maghrib, Turkistan, Jaziroh ‘Arob, Afghonistan,             Palestina dan Syam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لمن             هاجرَ ليذودَ بسنانه وكلامه عن حياضِ الإسلامِ فحفظ بيضةَ المسلمينَ وأنقذَ أطفالًا             رُضّع وشيوخًا رُكّع, وقدّم الغاليَ والنفيسَ لاسترجاعِ الأقصى الحبيسِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;-             Loyalitas kita bagi siapa saja yang hijroh untuk membela telaga islam dengan             gigi dan ucapannya, lalu dia jaga kebersihan kaum muslimiin dan menyelamatkan             anak-anak yang masih disusui dan orang-orang tua renta. Juga dia korbankan             (segala) yang mahal dan berharga untuk mengembalikan al-Aqsho yang tertawan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا للمؤمنِ             الذي بادرَ بنفسه وماله ليحيا المستضعفون وتُرد حقوقُ المظلومين فاقتحم غمارَ الموتِ             دفاعًا عنهم يصولُ ويجولُ تحت نيرانِ القصفِ حتى لا يُزجَّ بالإخوةِ الأخواتِ بالسجونِ             ويُهانَ المسلمون.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita bagi             orang beriman yang bersegera dengan jiwa dan hartanya untuk (mempertahankan)             hidup orang-orang tertindas dan mengembalikan hak-hak orang-orang yang             teraniaya. Lalu dia berhadapan dengan derita kamatian untuk membela mereka.             Dia menyerang dan berputar di bawah api bombardir hingga tidak ada ikhwah             ataupun akhowat yang dilempar di penjara dan (hingga tidak ada) kaum             muslimiin yang dihinakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا لكلِّ             مؤمنٍ مجاهدٍ في سبيل الله رأى ما حلّ بالأمّة الإسلامية من قتلٍ وقصفٍ وتخريبٍ وتدميرٍ             وإهلاكٍ للحرثِ والنسلِ, فلم يهنأ له بالٌ ولم يستلذّ بطعامٍ ولا شرابٍ وتركَ الدنيا             السرابَ فنفرَ لإنقاذِهم استجابةً لقولِ العزيزِ الوهّابِ:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita untuk             setiap mu’min mujahid di jalan Alloh yang melihat apa menimpa ummat islam             dari pembunuhan, pengeboman, pengrusakan, penghancuran, serta pembinasaan             ladang dan keterunan. Dia tidak nyaman dengan keadaannya, tidak merasakan             lezatnya makanan dan minuman, serta meninggalkan fatamorgana dunia, lalu dia             berangkat untuk menyelamatkan mereka sebagai sambutan terhadap firman Alloh             Yang maha mulia lagi pemberi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(انْفِرُواْ             خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Berangkatlah             (berperang) dalam keadaan ringan dan berat, serta berjihadlah dengan harta             dan jiwa kalian di jalan Alloh.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; (at-Tawbah: 41)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: right; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وخشية أن يقعَ             في العقابِ كما في الخطاب:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Juga             karena rasa takut jatuh pada siksaan sebagaimana dalam pembicaraan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(إِلاَّ             تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَاباً أَلِيماً).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“jika kalian tidak             berperang, Alloh akan mengadzab kalian dengan ‘adzab yang pedih.” (at-Tawbah:             39)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- ولاؤنا للمؤمنِ             الذي رفضَ الديمقراطيةَ التي تُألّه البشرَ وتعارضُ أن يكونَ الحُكمُ لله وحدَه,             فمَن حاربَ منهجَ الديمقراطيةِ المخالفَ للقرآنِ والسُّنة نواليه وننصرُه ونحبُّه             ونضعُ يدَنا في يدِه ونفتحُ له قلوبَنا وبيوتَنا ونمدُّ له أيدينا؛ لأنه هو من ينقذُ             أطفالَ ونساءَ المسلمين ويحررُ المقدساتِ من أيدي الصليبيينَ فنوالي المؤمنَ الرافضَ             خططَ اليهودِ والنصارى وأذنابِهم في احتلالِ بلادِ المسلمينَ والسيطرةِ على منابعِ             النفطِ في المجتمعاتِ الإسلاميةِ, ونقفُ جنبًا إلى جنبٍ مع المؤمنِ الصادقِ مع ربه             ونبيه ودينه وأمّته, المرء المسلم الذي سَلِمَ المسلمون من لسانِه ويدِه يتحرّى من             يوالي ومن يؤيد, فلا يُوالي إلا الصّادقين..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Loyalitas kita             kepada orang beriman yang menolak demokrasi yang menuhankan manusia dan yang             menentang penerapan hukum Alloh semata. Maka siapa saja yang memerangi konsep             demokrasi yang bertentangan dengan al-Qur-an dan as-Sunnah, kita berikan             loyalitas padanya, kita tolong dia, kita cintai dia, kita bekerjasama             dengan-nya, kita bukakan hati dan rumah kita untuknya, dan kita berikan             bantuan dengan tangan kita baginya; karena dialah yang menyelamatkan             anak-anak dan wanita-wanita kaum muslimiin serta membebaskan tempat-tempat             suci dari tangan-tangan salibis. Karenanya kita loyal kepada orang beriman             yang menolak langakah-langkah yahudi, nashroniy dan antek-antek mereka dalam             menjajah negeri kaum muslimiin dan dalam mengawasi sumber-sumber minyak dalam             masyarakat islam. Kita bekerja sama dengan orang beriman yang jujur pada             Robb-nya, Nabinya, diin-nya dan ummat-nya. Seorang muslim adalah yang             orang-orang islam lainnya selamat dari lisan dan tangannya, memilih orang             yang loyal dan (mau) membantu, maka dia tidak (akan) loyal kecuali pada             orang-orang yang jujur…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق في             سريرته وعلانيته صدقًا لا غَبشَ فيه نظيف القلبِ وسليم الصدرِ لا يضعُ يده في يد             من روّع الآمنين من اليهودِ والحكامِ والصليبيين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur dalam             kesendiriannya dan terang-terangannya, tidak ada kesamaran padanya, berhati             bersih, berhati lurus, serta tidak bekerjasama menakut-nakuti orang-orang             yang tentram dari kalangan yahudi, para penguasa dan penyembah salib.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق             الذي لا يُحابي سجّان الأمسِ ولم يكن له معاونًا أو مفتيًا أو مفاوضًا ولا لربه             منافقًا.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             tidak memihak pada penjahat masa lalu, tidak menjadi penolong, juru fatwa,             ataupun penasehat, dan tidak juga bersikap munafiq pada Robb-nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق             الذي لا يبيعُ دينه بعرضٍ من الدنيا قليلٍ ولا يساومُ على بيع عقيدته وعرضه من             أجل مسكنه ومأكله أو زوجته وذريّته, أو جمعيّته ومركزه, أو مسجده ومؤسسته, أو             جامعته وقناته.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             tidak menjual diin-nya dengan sebagian orientasi dunia yang sedikit, tidak             tawar-menawar untuk menjual ‘aqidah dan kehormatan-nya hanya karena tempat             tinggal atau makanannya, isteri atau keturunannya, atau organisasi dan             markasnya, atau masjid dan yayasannya, atau universitas dan siaran             televisinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق الذي لم يتلبّس بنصرةِ الأمريكان وعملائهم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             tidak terlibat dalam membantu amerika dan antek-anteknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;- الصادق             الذي والى المجاهدينَ وناصرهم على عدوِّهم ابتغاءَ مرضاةِ الله وتأسيًا برسولِ             الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم, فنبذَ اليهودَ والأمريكانَ وأعوانَهم وأنصارَهم             وتبرّأ&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;من             مُعتقداتهم وخزعبلاتهم ولم يكن لهم مواليًا أو جاسوسًا حتى يكون مواليًا لله             ولرسوله والمؤمنين, فلا يصحُّ ولاءٌ بالوقوفِ مع العملاءِ, ولا إيمانَ لمن كان             ولاؤه للأمريكان يدلُّهم على عوراتِ المسلمينَ الشرفاءِ وأماكنِ المجاهدينَ             الأتقياءِ ويعملُ معهم باسم مكافحة الإرهاب (أي محاربة الإسلام!), فمَن كان هذا             حالُه فقد والاهم مِن دونِ المؤمنين وانطبقَ عليه قوله تعالى:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;- Orang jujur yang             loyal kepada para mujaahidiin, membantu mereka melawan musuh mereka demi             mencari ridho Alloh dan mengikuti Rosululloh –semoga Alloh limpahkan sholawat             dan salam baginya dan keluarganya-. Lalu menolak yahudi, amerika, serta             penolong dan pembela mereka, dan berlepas diri dari keyakinan dan             dongeng-dongeng mereka, tidak loyal pada mereka atau menjadi spionase hingga             (hanya) loyal pada Alloh, Rosul-Nya, dan orang-orang yang beriman. Maka tidaklah             sah loyalitas yang diiringi dengan keberpihakan pada antek-antek (musuh),             tidak ada iman bagi orang yang loyalitasnya pada amerika, menunjukkan aurot             kaum muslimiin yang mulia pada mereka dan tempat-tempat mujaahidiin yang             bertaqwa, serta bekerja sama dengan mereka atas nama memerangi terorisme             (maksudnya memerangi islam!), maka siapa saja yang keadaannya demikian,             sungguh dia telah loyal pada mereka selain dari selain orang-orang beriman             dan terkena firman Alloh –Yang maha tinggi-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: green;" lang="AR-SA"&gt;(يَا             أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى             أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ             مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Wahai orang-orang             yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang yahudi dan nashroni             sebagai wali. Sebagaian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Dan siapa             di antara kalian yang loyal kepada mereka, maka sungguh dia bagian dari             mereka. Sesungguhnya Alloh tidak memberi hidayah pada kaum yang zholim.”             (al-Maidah: 51)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يا علماءَ             المسلمين:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن الذي             يمنعُكم مِن موالاةِ المجاهدين؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             ulama’ kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapa             yang menghalangi kalian untuk loyal pada para mujaahidiin?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;إنْ كانَ             الذي يمنعُكم هو أنهم يخالفونكم في بعضِ مسائلِ التنزيلِ؛ فقد اختلفَ الصحابةُ             الكِرامُ في مسائلِ تنزيلِ الأحكامِ وتقاتلوا فيما بينهم كما حصل بين الصحابيين             الجليلين معاوية وعلي رضي الله عنهما, ولكن لم يكن هذا الخلافُ سببًا لتركِ             الولاءِ والمحبةِ والنصرةِ للمؤمنِ أو صرفِه للمنافقين والمشركين, بل كانوا             يجتمعون على محاربةِ النصارى, إذًا فلا نتخذ من هذا الخلاف سببًا في أن نرتمي في             أحضانِ العلمانيين ونتوحّد معهم ضدَّ المجاهدين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Jika             yang menghalangi kalian adalah karena mereka menyelisihi kalian dalam             sebagian masalah al-Qur-an; maka sungguh para sahabat yang mulia dahulu             berselisih dalam beberapa hukum dalam al-Qur-an, mereka juga saling berperang             sebagaimana yang terjadi antara dua sahabat yang mulia, (yakni) Mu’awiyah dan             ‘Aliy –semoga Alloh meridhoi mereka berdua-, akan tetapi perselisihan ini             tidak menjadi sebab untuk meninggalkan loyalitas, cinta dan menolong             orang-orang beriman, atau (menjadi sebab untuk) menyerahkannya pada             orang-orang munafiq dan musyrik, bahkan mereka berkumpul untuk memerangi             orang-orang nashroniy, maka janganlah kita jadikan perselisihan ini sebagai sebab             terlemparnya kita dalam dada orang-orang sekuler dan (menjadi sebab)             bersatunya kita dengan mereka untuk melawan mujaahidiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ولنفترض أن             هذا الخلافَ هو السببُ, فمَن أشدُّ مخالفة؟ أهو الذي خالفكَ في مسألةٍ اجتهاديةٍ             أو وسيلةٍ من وسائلِ التغييرِ؟ أم الحاكمُ العلمانيُّ الديمقراطيُّ الموالي             للصليبيين المطبِّع مع إسرائيلَ المتحاكم للكفرِ المخالف لأصولِ الدين بدعوته             إلى تقاربِ الأديان! فهذا ليس سببًا شرعيًّا في صرفِ الولاءِ لغيرِ المجاهدين             ناهيك أن تكون أحد أنصار الحُكّام أو أحد المحاربين للمجاهدين على شاشة الإعلام             فتخسر ولاءَ الصالحين وتُجيّر جهودك وولاءك للأنظمة العلمانية.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Padahal             sungguh kita akan menganggap bahwa perselisihan inilah sebabnya, lalu             siapakah yang lebih keras penyelisihannya? Apakah orang yang berselisih             denganmu dalam beberapa masalah ijtihaadiyyah atau (dalam) beberapa sarana perubahan?             Ataukah pemerintah sekuler demokrat yang loyal pada kaum salibis yang taat             pada isroo-iil yang berhukum pada kekufuran yang menyelisihi pokok-pokok diin             ini dengan seruannya kepada pendekatan antar agama! Maka ini bukanlah sebab             syar’iy untuk memalingkan loyalitas pada selain mujaahidiin yang melarang             Anda untuk menjadi salah seorang penolong penguasa atau salah seorang yang             memerangi mujaahidiin di layar media, lalu Anda rusak loyalitas kepada             orang-orang sholih dan mengurap kesungguhan dan loyalitas Anda untuk             pemerintahan sekuler.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والمتابعُ             لتاريخِ السلفِ والعلماءِ الربانيين لا يجدُ أنهم صرفوا الولاءَ لليهودِ أو             النصارى أو لأذنابهم من السلاطين بل كانوا يأخذون من أهلِ الذمةِ الجزيةَ عن يدٍ             وهُم صاغرون.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Orang             yang mengamati sejarah orang-orang terdahulu dan ulama’ robbaaniy tidak             mendapati bahwa mereka memalingkan loyalitas pada yahudi dan nashroniy atau             pada penguasa-penguasa yang menjadi antek-antek mereka, bahkan orang-orang             terdahulu mengambil pajak dari ahludz dzimmah dari tangan (mereka) sedangkan             mereka dalam keadaan terhina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وقد قاتلَ             شيخُ الإسلامِ ابنُ تيميةَ مع أهلِ البِدع التتارَ الكفارَ المحتلين ديارَ             المسلمين وتوحّد المسلمون تحت رايةِ البطلِ صلاحِ الدينِ الأيوبيِّ لقتالِ             الإفرنجِ مع اختلافِ مذاهبهم في مسائلِ الكلام.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sungguh             syaykhul islam Ibnu Taymiyyah memerangi tatar kafir yang menjajah negeri kaum             muslimiin bersama ahlul bid’ah, dan kaum muslimiin bersatu di bawah panji             sang pahlawan Sholahud Diin al-Ayyubiy untuk memerangi Frank meskipun madzhab             mereka berbeda dalam permasalahan theology.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ومن عقيدةِ             أهلِ السنةِ والجماعةِ الجهادُ مع كلِّ برٍّ وفاجرٍ, بينما أننا نرى بعضًا منكم             أيها العلماءُ يتفقُ مع أصحابِ البِدع المكفرةِ في قتالِ المجاهدين من أهلِ             السنةِ والجماعةِ, فالمؤمن يوالى على قدرِ ما عنده من إيمانٍ ويُبغض على قدرِ ما             ارتكبه من معصيةٍ, وهذا على سبيلِ التنزُّل مع المخالفِ, وإلا فمنهجُ المجاهدين             من أوضحِ المناهجِ التي تدعو إلى الكتاب والسنة قولًا واعتقادًا وعملًا, وكلماتُ             ومحاضراتُ وكتبُ مشايخِ الجهادِ فيها من الوضوحِ في الدعوةِ إلى التوحيدِ ونبذِ             الشركِ مع السعيِّ لإقامةِ الخلافةِ الإسلاميةِ ما لا يوجدُ عند بقيةِ الجماعاتِ             ومواقفهم لم تتغير تجاه الحاكمِ المنازعِ الله في حاكميته, إذًا فما الذي يجعلكم             تسارعون في موالاةِ الطغاةِ -إلا من رحم الله منكم- حتى وصلَ بكم الحالُ إلى             التشكيكِ بقدرات المجاهدين في استرجاع الخلافةِ الإسلاميةِ وكأن التاريخَ غُيِّبَ             عنكم أو كأنكم لم تقرؤوا سيرةَ النبيِّ صلى الله عليه وسلم في كيفيةِ بناءِ             الدولةِ الإسلاميةِ في ظلِّ وجودِ دولةِ المشركين, في ظلِّ وجودِ دولةِ اليهودِ             والرومِ وفارسَ وأعوانِهم من المنافقين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sedangkan             bagian dari ‘aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah adalah berjihad bersama orang             yang baik dan orang yang fajir. Sedangkan kami melihat sebagian dari kalian             wahai ulama’, bersepakat dengan ahlul bid’ah al-mukaffiroh untuk memerangi             para muajahidiin dari Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah, padahal (semestinya) seorang             mu’min diberikan loyalitas sesuai dengan kadar iman yang ada padanya, dan             dibenci sesuai dengan kadar kemaksiatan yang dilakukannya. Inilah metode             berlepas diri dengan orang yang menyelisihi. Namun manhaj mujaahidiin lah             manhaj yang paling jelas yang menyeru pada al-Kitab dan as-Sunnah, secara             perkataan, keyakinan dan perbuatan. Di dalam perkataan, ceramah dan             kitab-kitab masyayikhul jihad ada kejelasan mengenai da’wah / seruan kepada             tawhid dan menolak syirk diiringi dengan usaha untuk mendirikan khilafah             islamiyyah, sebagai hal yang tidak didapati pada jamaa’ah-jamaa’ah lain dan             posisi mereka menghadapi para penguasa yang menyelisihi Alloh dalam penetapan             hukum-Nya tidaklah berubah. Jadi, apa yang menjadikan kalian berlomba-lomba             untuk loyal kepada para tiran –kecuali orang yang Alloh sayangi di antara             kalian-, hingga sampailah keadaaan kalian meragukan qodar para mujaahidiin             dalam mengembalikan khilafah islamiyyah. Seolah-olah sejarah telah lenyap             dari hadapan kalian atau seolah-olah kalian tidak pernah membaca sejarah Nabi             –semoga sholawat dan salam Alloh limpahkan padanya-, bagaimana mendirikan             dawlah islam di bawah bayangan eksistensi dawlah musyrikiin, di bawah             bayangan eksistensi dawlah yahudi, rum, Persia dan para pembantu mereka dari             kalangan munafiqiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أيها             العلماءُ:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أَوَمَا تعُون             أنه كلما توسّع المجاهدون في الأرض وأثخنوا الضرباتِ في العدوِّ الصليبي             استخدمكم عملاؤهم أبواقًا إعلامية لتخدّروا الأمّة وتشككوا بشرعيةِ استهدافِ             الكفارِ المحاربين ورؤوسِ الردةِ المارقين وترمُوا خيرةَ المجاهدينَ بفكرِ             الخوارجِ المنحرفِ, وبهذا شاركتموهم في محاربةِ المدِّ الجهاديِّ المتنامي, فكل             هذا الذي يبدرُ منكم ليس من الولاء للمؤمنين بل جُيِّرت جهودكم وولاؤكم لصالحِ             الحملةِ الصليبيةِ بسببِ قعودِكم وموالاتِكم لعملائهم وتقديمِ مصالحكم الجزئية             الموهومة على مصالحِ الأمّةِ الكليةِ المتحققةِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             para ulamaa’&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tidakkah             kalian memperhatikan bahwa setiap kali mujaahidiin mendapat keluasan di bumi             dan menimpakan berbagai serangan pada musuh salibis, antek-antek musuh pun             menggunakan kalian sebagai corong media untuk membius ummat, menyebarkan             keraguan dalam (hukum) syar’iy mentarget pasukan kafir dan para pemimpin             riddah yang keluar (dari islam). Kalian juga menuduh kebaikan para mujaahidiin             sebagai pemikiran khowarij yang menyimpang. Dengan ini kalian telah             berpartisipasi dalam memerangi bantuan jihad yang sedang berkembang. Semua             yang kalian bergegas menujunya ini bukanlah bagian dari loyalitas untuk             orang-orang beriman. Bahkan kerja keras dan loyalitas kalian diurap untuk             kepentingan perang salib disebabkan sikap duduk dan loyalitas kalian untuk             antek-antek mereka, serta dedikasi kepentingan parsial kalian yang tidak jelas             untuk kepentingan universal ummat yang pasti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فهؤلاء             المتناقضون في آرائهم يصرفون مسألةَ الولاءِ على غيرِ ما أراده اللهُ ورسولُه,             فتُخالف أفعالُهم أقوالَهم ويذمون واقعًا هم لبناته والمسهمون فيه ويتغير ولاؤهم             على حسبِ القوى وميزانِ الهوى! بالأمسِ لمّا ضُرِبت غزة تبرؤوا ممن وقف مع             إسرائيل وقالوا إنّ حكامَ العربِ لا يعبدون إلا كراسيهم فهي آلهتهم, ودعا بعضُهم             لقتالهم, ثم سرعانَ ما تبخرَ كلُّ هذا وجوّزوا للحاكمِ موالاةَ اليهودِ والنصارى             لدفعِ ضررهم الأكبر وكأنّ ديارَ المسلمين غير محتلةٍ ودينهم غير مُحارب وأعراضُهم             مُصانة وأموالهم محروزة!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             orang-orang yang opininya hancur, mereka memalingkan masalah loyalitas pada             selain apa yang tidak dikehendaki oleh Alloh dan Rosul-Nya. Lalu perbuatan             mereka menyelisihi perkataan mereka dan mereka cela kenyataan, mereka adalah             untuk kerusakannya, di dalamnya mereka juga berperan dan merubah loyalitas             mereka sesuai dengan kekuatan dan timbangan hawa nafsu! Kemarin ketika Gaza             diserang mereka berlepas diri dari siapa saja yang berdiri (mendukung) isroo-iil.             Mereka mengatakan sungguh pemerintahan arab tidak menyembah (siapapun)             kecuali kursi mereka yang merupakan ilah mereka. Sebagian mereka menyeru             untuk memerangi mereka (isroo-iil). Kemudian dengan cepat semuanya itu             menguap dan mereka membolehkan si penguasa untuk loyal pada yahudi dan             nashroniy (dengan alas an) untuk menolak bahaya yang lebih besar seolah-olah             negeri kaum muslimiin tidak terjajah, diin mereka tidak diperangi, kehormatan             mereka terlindungi dan harta mereka terpelihara!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;سبحانَ اللهِ             كانَ طرحُ كثيرٍ من الدعاةِ في المحاضراتِ وفي حديثهم للناسِ طرح مفاهيمِ الكتابِ             والسنة, وكان ولاؤهم لهما ولمن طبّقهما من أبناءِ المسلمين وعلى وجهِ الخصوصِ كانَ             الولاءُ للمجاهدينَ حفاظًا على التوحيدِ وأهلِه وحربًا على العلمانيةِ وأصحابِها,             فوالوهم وذادوا عنهم وعادوا كلَّ من عاداهم من أعداءِ الدينِ ومن وقفَ معهم, ثم تغيرت             الأحوالُ وتبدلت المواقفُ عندما غُيِّبَ بعضهم في السجونِ وأُوقِف من أُوقِف منهم             وامتُحِن في دينه فعندها انقسمت الولاءات إلى قسمينِ بناءً على الأقوى, فتناقضت الأفعالُ             والأقوالُ, فمن والوه بالأمسِ عادوه اليومَ ومن عادوه ونابذوه من الحكامِ الخونةِ             والوه, في حين أن هؤلاء الحكام مبادئهم هي المبادئ العلمانية نفسها لم تتغير أو تتبدل             بل ازدادت وضوحًا في مخالفةِ منهجِ اللهِ.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maha             suci Alloh, telah ada penolakan dari kebanyakan da’i dalam berceramah dan             dalam berbicara pada manusia mereka menolak pemahaman al-Kitab dan as-Sunnah.             Padahal dahulu loyalitas mereka untuk keduanya (al-Kitab dan as-Sunnah) dan             untuk siapa saja yang menerapkan keduanya dari putera-putera kaum muslimiin,             khususnya loyalitas adalah untuk para mujaahidiin untuk menjaga tawhid dan             pemeluknya, juga untuk memerangi sekulerisme dan pemeluknya. Mereka loyal             pada para mujaahidiin, membela mereka, dan memusuhi siapa saja yang memusuhi             mereka dari kalangan musuh-musuh diin ini serta siapa saja yang berdiri             mendukung musuh-musuh itu. Kemudian berubahlah keadaaan dan sikap pun juga             berubah, ketika sebagian mereka ditahan dalam penjara, sebagian dihentikan             (da’wahnya) dan mendapatkan ujian dalam diin-nya, ketika itulah loyalitas             terbagi menjadi dua berdasarkan pada yang lebih kuat. Perbuatan dan perkataan             pun menjadi runtuh. Siapa yang kemarin diberikan loyalitas padanya, hari ini             dimusuhinya. Dan penguasa pengkhianat yang dahulu dimusuhi dan ditolaknya,             (sekarang) diberikan loyalitas padanya. Ketika prinsip penguasa itu             menggunakan prinsip sekuler saja (justru) tidak berubah, bahkan bertambah             jelas penyelisihan mereka terhadap manhaj Alloh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وهنا أطرحُ على             مَن كان هذا حاله هذا السؤالَ, ولكن الجواب يترتب عليه جنةٌ لمن وُفِّق وفاز, ونارٌ             لمن لم يُوفق وخِسر, ولابد أن يكونَ الجوابُ بعيدًا عن المداهناتِ والمجاملاتِ لأن             المسألةَ مسألةُ إيمانٍ وكفرٍ, مسألةُ توحيدٍ وشِركٍ, والسؤالُ:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Disinilah             akan saya sampaikan pertanyaan kepada siapa saja yang dalam keadaaan             demikian, akan tetapi jawabannya berdampak pada surga bagi siapa yang             mendapat tawfiq dan mendapat kemenangan, serta neraka bagi siapa saja yang tidak             mendapat tawfiq dan merugi. Jawaban juga harus jauh dari mudahanah             (penjilatan) dan kepura-puraan karena permasalahan ini adalah permasalahan             iman dan kufr, permasalahan tawhid dan syirik, pertanyaannya adalah;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن هو أحقُّ             بالولاءِ والنصرةِ والمحبّةِ, أهوَ المؤمنُ صاحبُ العقيدةِ التي لا غُبارَ عليها             -عقيدةِ أهلِ السنةِ والجماعةِ- أم هو العلمانيُّ صاحبُ عقيدةِ الكفرِ بأحكامِ الشريعةِ             السماويةِ؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapakah             yang lebih berhak mendapat loyalitas, pertolongan dan kecintaan? Apakah orang             beriman yang memiliki ‘aqidah yang tidak catat –‘aqiidah Ahlus Sunnah wal Jamaa’ah-             ataukah orang sekuler yang memiliki ‘aqiidah kufr (ingkar) terhadap             hukum-hukum syari’ah dari langit?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن أحقُّ بالولاءِ,             أهوَ مَن يبذلُ روحَه ومالَه ليبقى دينُه, أو هو من يسعى السعيَّ الحثيثَ لمحاربةِ             الإسلامِ, تارةً ينشرُ الآراءَ المخالفةَ للقرآنِ والسنةِ -كالقوميةِ والديمقراطيةِ             والاشتراكيةِ- وتارةً يشاركُ في محاربةِ الدينِ؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapakah             yang lebih berhak mendapat loyalitas? Apakah orang yang mengorbankan nyawa             dan hartanya agar diin ini kekal, ataukah orang yang melakukan usaha yang             cepat untuk memerangi islam, yang terkadang menyebarkan opini-opini yang             bertentangan dengan al-Qur-an dan as-Sunnah –seperti nasionalisme, demokrasi             dan sosialisme- dan terkadang berpartisipasi dalam memerangi diin ini?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;مَن أحقُّ بالولاءِ,             أهوَ مَن يجاهدُ ليقيمَ الخلافةَ الإسلاميةَ, أو هو مَن يعملُ لترسيخِ حكمِ اليهودِ             والنصارى في الأرضِ؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Siapakah             yang lebih berhak mendapat loyalitas? Apakah orang yang berjihad untuk             mendirikan khilafah islamiyyah, ataukah orang yang bekerja untuk mengokohkan             hukum yahudi dan nashroniy?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يا علماءَ             المسلمين:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;كيفَ وضعتُم             أيديكم في أيدي الحكامِ -إلا مَن رحمَ اللهُ منكم- وأعطيتموهم الولاءَ مع أنهم             تبنوا العلمانيةَ ورفضُوا الشريعةَ وأقروا بمواثيقِ الأممِ المتحدةِ وتحاكموا             إلى محاكمِها وأيّدوا المحتلَّ وشاركوا في تحقيقِ مُخططه وسهّلوا له الاستيلاءَ             على منابعِ النفطِ وخانوا الأمّةَ واستباحُوا الخمرَ والزنا والربا بقوانينِهم             الوضعيةِ وحاربوا الله ورسوله؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             ulamaa’ kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Bagaimana             kalian bisa bekerjasama dengan para penguasa –kecuali yang Alloh sayangi di             antara kalian-, kalian berikan loyalitas pada mereka sedangkan mereka cenderung             pada sekulerisme, menolak syari’ah, menyepakati perjanjian PBB, berhukum             dengan pengadilan mereka, membantu penjajah, berpartisipasi dalam mewujudkan             rancangan penjajah, mempermudah penjajah untuk menguasai sumber minyak,             mengkhianati ummat, melegalkan khomr, zina dan riba dengan udang-undang             mereka, serta memerangi Alloh dan Rosul-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يا علماءَ المسلمين:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;لماذا هذا التحريفُ             والتعطيلُ لمفهومِ الولاءِ؟ ولماذا لا نراكم توالون المؤمنين فتتبنون قضاياهم وتناصروهم             وتقاتلون دونهم بدلَ أن تصرفوا الولاءَ لمن عاداهم وناصرَ عدوّهم ومنعَ المسلمين             من الأخذ بثأرهم ودفع الصائل عنهم, لماذا تُضفون عليهم الصبغةَ الشرعيةَ وتجعلونهم             ولاةَ أمرٍ شرعيين؟ فمن الذي يُجوِّز لكم هذا ولا سيما في ظلِّ هذه الأوضاعِ التي             تمرُّ بها الأمّةُ الإسلاميةُ وتكالب الأعداءِ وأنصارهم عليها, فواليتم أعداءها ومدمري             حضارتها وإنتاجها, وفي صحيح الإمام البخاري من حديث أبي هريرة رضي الله عنه قال:             قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "إنّ الله قال: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             ulamaa’ kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kenapa             ada penyimpangan dan peniadaan paham loyalitas? Kenapa kami tidak melihat             kalian memberikan loyalitas pada orang-orang beriman, lalu kalian perbaiki             urusan mereka, kalian tolong mereka dan berperang membela mereka sebagai             ganti daripada kalian palingkan loyalitas kepada orang yang memusuhi mereka,             menolong musuh mereka, melarang kaum muslimiin dari membalas mereka dan             melawan serangan mereka? Kenapa kalian menyandarkan ajaran syar’iy pada             mereka dan kalian jadikan mereka sebagai waliyul amri yang syar’iy? Siapakah             yang membolehkan kalian untuk berbuat demikian, terutama dalam kondisi yang             dilalui ummat islam ini, sedangkan musuh dan penolongnya mengeroyok mereka,             lalu kalian berikan loyalitas pada musuh mereka dan menghancurkan kebudayaan             serta produksi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Di             dalam shohih imam al-Bukhoriy terdapat hadits Abu Huroyroh –semoga Alloh             meridhoinya- berkata, Rosululloh –semoga Alloh melimpahkan sholawat dan salam             baginya- bersabda, sesungguhnya Alloh berfirman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;من عادى لي وليًّا             فقد آذنته بالحرب&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Barang             siapa yang memusuhi wali-Ku, sungguh aku izinkan dia untuk diperangi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فحبُّ المؤمنِ ومناصرته والوقوفُ إلى جانبه ضدَّ الأعداء             وبغضُ الكافرين ومقاتلتهم مِن لوازمِ الإيمانِ بالولاء, فيجبُ علينا أن نحبَّ لله             ونُبغِض لله ونوالي في الله ونعادي في الله, ومن لوازمِ الإيمان بالولاء عدم حِل             غيبةِ المسلمِ وحسده وبغضه وعدم خذلانه وظُلمه وعدم استباحة دمه وماله وعرضه, وأي             خذلانٍ للمجاهدين أكثرُ مما يحصلُ منا اليوم؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             mencintai orang beriman, menolongnya, berdiri di sisinya (untuk) melawan             musuh, membenci orang-orang kafir, dan memerangi mereka merupakan bagian dari             hal-hal penting dalam iman yang berkaitan dengan loyalitas. Maka wajib bagi             kita untuk cinta karena Alloh, benci karena Alloh, loyal karena Alloh,             memusuhi karena Alloh. Dan termasuk hal-hal penting dalam iman yang berkaitan             dengan loyalitas adalah tidak halal meng-ghibah seorang muslim, dengki             padanya, membencinya, tidak menelantarkan dan menzholiminya, tidak             menghalalkan darah, harta dan kehormatan-nya. Dan penelantaran terhadap mujaahidiin             apa lagi yang lebih banyak terjadi pada kita hari ini? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;خذلانهم في             أفغانستانَ والعراقِ والصومالِ والشيشانِ وفي جزيرةِ العربِ, أوما حرّكت مشاعرَنا             المشاهدُ البشِعةُ التي نراها ونسمعُ عنها في استباحةِ أعراضِ المسلمين؟ فكم من             أختٍ لنا هتك عرضَها الأمريكان وعملاؤهم!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Menelantarkan             mereka di Afghonistan, ‘Iroq, Shomalia, Checnya, dan di Jaziroh ‘Arob.             Tidakkah perasaan kita tergerak oleh pemandangan yang tidak baik yang kita             lihat dan kita dengar berkenaan dengan dihalalkannya kehormatan kaum             muslimiin? Berapa banyak saudari kita yang dirusak kehormatannya oleh amerika             dan antek-anteknya?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أيها             المسلمون:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أما لامست             آذاننا صرخاتُ الأطفالِ وأنّاتُ الأمهاتِ؟ كم من أطنانِ المتفجراتِ التي صُبّت             عليهم؟&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Wahai             kaum muslimiin:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tidakkah             telinga kita tersentuh oleh teriakan anak-anak dan rintihan ibu-ibu? Berapa ton             bom yang telah ditimpakan kepada mereka?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;فإن كنا             صادقين في ولائنا للهِ ورسولهِ والمؤمنين فلماذا هذا السكوتُ منا؟ فلا بدَّ أن             ننفرَ في سبيل الله لننقذَ المسلماتِ ونسترجعَ المقدساتِ ونخلصَ الأقصى من هدم             اليهود, ففي صحيح مسلم قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Maka             jika kita jujur dalam memberikan loyalitas karena Alloh, Rosul-Nya, dan             orang-orang beriman, kenapa kita hanya diam saja? Kita harus berangkat             (berperang) di jalan Alloh untuk menyelamatkan wanita-wanita muslimah,             mengembalikan tempat-tempat suci, dan untuk melepaskan al-Aqsho dari             penghancuran yang dilakukan oleh yahudi. Di dalam shohih muslim disebutkan,             Rosululloh –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam baginya- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;"لا تحاسدُوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يبِع             بعضكم على بيع بعضٍ وكونوا عبادَ اللهِ إخوانًا, المسلمُ أخو المسلمِ لا يظلمه             ولا يخذله ولا يحقره, التقوى هاهنا -ويُشيرُ إلى صدرِه ثلاثَ مراتٍ- بحسبِ امرئٍ             من الشر أن يحقرَ أخاه المسلمَ, كل المسلمِ على المسلمِ حرامٌ دمُه ومالُه وعرضُه".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Janganlah             kalian saling mendengki, janganlah kalian saling menyalahkan, janganlah             kalian saling membenci, janganlah kalian saling memusuhi, janganlah sebagian             kalian menjual di atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah hamba-hamba             Alloh yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara seorang muslim.             Janganlah menzholiminya, janganlah menelantarkannya dan janganlah             menghinakannya. Taqwa itu ada di sini –beliau menunjuk ke dadanya 3 kali-.             Cukuplah seseorang dianggap buruk ketika dia merendahkan saudaranya yang             muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan             kehormatannya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;ومن علاماتِ             الإيمانِ بالولاء القيامُ بحاجةِ المسلمِ وستره وتفريج كربه, قال رسول الله صلى             الله عليه وسلم: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Termasuk             ciri-ciri iman yang berkaitan dengan loyalitas adalah memenuhi kebutuhan             seorang muslim, menutupi (aib)nya dan melapangkan kesusahannya. Rosululloh             –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salaam baginya- bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;"مَن كان في حاجةِ أخيه كانَ اللهُ في حاجته ومن فرّج عن             مسلمٍ كربة فرّج الله بها عنه كربة من كُرب يوم القيامة ومن ستر مسلمًا ستره             الله يوم القيامة" رواه مسلم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;“Siapa yang memenuhi             kebutuhan saudaranya, Alloh memenuhi kebutuhannya, siapa yang melapangkan             kesusahan dari seorang muslim, Alloh lapangkan darinya satu kesusahan di hari             kiamat, dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Alloh tutupi (aib)nya             di hari kiamat.” (Diriwayatkan oleh Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;وفي الأخير,             يا شبابَ الإسلام وفرسانَه, بِكُم تنعقدُ الآمالُ, فذودُوا عن المؤمنينَ وجادلُوا             مَن ظَلَمَهُم مِن أهلِ الإسلامِ باللينِ وبالتي هيَ أحسنُ شيئًا فشيئًا حتّى             تردُّوهم إلى صوابِهم, وأطلِعوهم على كُتبِ المجاهدينَ وإصداراتِهم.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Terakhir,             wahai pemuda dan ksatria islam, harapan ini terikat pada kalian. Belalah kaum             mu’miniin, bantahlah siapa saja yang menzholimi mereka dari pemeluk islam             dengan lembut dan dengan cara yang baik sedikit demi sedikit hingga kalian             dapat mengembalikan mereka kepada kebenaran. Sampaikanlah kepada mereka             kitab-kitab para mujaahidiin dan rilisan-rilisannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p dir="RTL" style="text-align: justify; line-height: normal; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اللهم انصُر             الإسلامَ والمسلمينَ ومن والاهم, وأهلِك أعداءك أعداءَ الدينِ ومَن ناصرهم,             ووفقنا لموالاةِ المؤمنينَ وأعِنا على البراءةِ مِن المرتدينَ, وسلامٌ على             المرسلينَ, والحمدُ للهِ مُتولي المؤمنينَ وناصرِ المجاهدين.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ya             Alloh, tolonglah islam dan muslimiin serta siapa saja yang loyal pada mereka.             Binasakanlah musuh-musuh-Mu yang juga musuh-musuh diin ini dan siapa saja             yang menolong mereka. Berikanlah tawfiq kepada kami untuk loyal pada             orang-orang beriman dan bantulah kami untuk berlepas diri dari orang-orang             murtad. Salam sejahterah bagi para rosul. Segala puji bagi Alloh sebagai wali             bagi orang-orang beriman dan penolong bagi para mujahaahidiin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;br /&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: maroon;" lang="AR-SA"&gt;زوروا:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon;" lang="EN-US"&gt;Kunjungilah:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;الدليل المركزي&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="EN-US"&gt;Central Guide&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;مؤسسة البراق الإعلامية&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="EN-US"&gt;Departement Informasi “al-Buroq”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;a href="http://up2001.co.cc/central-guide"&gt;http://up2001.co.cc/central-guide&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span dir="RTL" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: navy;" lang="AR-SA"&gt;منبر التوحيد والجهاد&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; color: navy;" lang="EN-US"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;           &lt;p style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;www.tawhed.ws&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4665679130695185505-3196016910440743163?l=rumahjihad.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumahjihad.blogspot.com/feeds/3196016910440743163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4665679130695185505&amp;postID=3196016910440743163' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/3196016910440743163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4665679130695185505/posts/default/3196016910440743163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumahjihad.blogspot.com/2011/11/loyalitas-terhadap-orang-orang-beriman.html' title='Loyalitas Terhadap Orang-orang Beriman ( الوَلَاءُ لِلمُؤْمِنِينَ )'/><author><name>rumahjihad</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4665679130695185505.post-8481891294773958508</id><published>2011-11-19T23:35:00.000+03:00</published><updated>2011-11-19T23:35:00.307+03:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelatihan Bagi Mujahid Media'/><title type='text'>Pelatihan Bagi Mujahid Media</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pelatihan Bagi Mujahid Media &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berikut ini adalah tulisan yang dikutip dari sebuah buku dengan judul asli yang diterjemahkan ( PEDOMAN MENCARI PENGALAMAN MEDIA ) Serial Pelatihan untuk Mujahid Media. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Buku ini diterbitkan oleh Markaz Al Yaqin yang memperoleh naskah ini dari tentara Daulah Islam Iraq, Markaz Al Yaqin menerbitkannya berdasarkan izin penerbitannya melalui internet dari Muassasah Al Furqon. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kami berharap kepada Alloh agar tulisan ini menjadi pedoman bagi mujahid media untuk ikut berjalan bersama umat menuju target dengan program yang jelas dan terpercaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan perlu diketahui oleh semuanya, bahwa melawan orang-orang murtad bukan hanya dengan konfrontasi fisik secara langsung, tetapi ini adalah kerja yang harus terprogram dan dipelajari baik-baik, sehingga umat akan belajar untuk berfikir serius, memiliki pandangan jauh, dan mulai mempersiapkan pasukan untuk beranjak menuju baitul maqdis …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;MUQODDIMAH SESI PERTAMA Segala puji bagi Alloh yang telah menganjurkan untuk melakukan tahridh, i`lam dan tibyan (penjelasan). Sholawat dan salam semoga terlimpah pada sebaik-baik manusia yang telah berjihad dengan lesan, anggota badan dan hati, berikut keluarga dan para sahabat pemilik hujah dan burhan, para tabi`in dan siapapun yang mengikuti mereka dengan baik di setiap waktu dan sepanjang masa …. Wa ba`du ….. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada sesi ini – ikhwah fillah – akan kami jadikan sebagai muqoddimah dari serial manhajiyah kami, dan kata pengantar tausiyah media kami. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Inilah hakekat pertama yang harus diyakini dan panduan pertama dalam bidang ilmu dan amal jihad media yang baik dan bisa berkembang. Kami prioritaskan tema (Media adalah jihad di jalan Alloh) untuk memulai halaqoh kami yang berbarokah ini, karena beberapa sebab berikut : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menyoroti esensi media Jihad dalam timbangan jihad global dan ikut serta dalam pertempuran yang berlangsung antara kufur dan iman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengingatkan akan besarnya pahala bagi orang-orang yang berdiri di atas tapal batas media jihad, dan pahala besar yang disiapkan oleh Alloh `Azza wa Jalla untuk para jurnalis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menarik perhatian para jurnalis jihad akan esensi peran yang diembankan kepada mereka, mengingatkan mereka akan tanggung jawab besar dan menyiapkan mereka untuk melaksanakan kewajiban besar mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Menggembleng para jurnalis akan esensi terwujudnya kemenangan media untuk mengiringi kemenangan militer modern, dan esensi menimpakan kekalahan psikis sebelum kalah secara materi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Melepaskan diri dari cara pandang yang keliru tentang amal media, meluruskan asumsi sebagian orang – karena kebodohan mereka – bahwa jihad tidak lebih dari ikut langsung berperang dengan senjata materi saja ! padahal senjata ucapan terkadang bisa lebih dahsyat dari pada bom nuklir. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0cm 0cm 6pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ŏ&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mempersiapkan generasi media baru yang berdedikasi dalam kerja, tahu apa yang harus dilakukan, tidak puas dengan kerja apapun kecuali kerja yang bisa meningkatkan kwalitas daulah yang berada diatas manhaj Nabi dengan segala cara berdasarkan dalil baik pemikiran, pengorganisasian, aktifitas dan peradaban. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Bab-bab Jihad yang bisa digeluti oleh media : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Akhi jurnalis mujahid … Ketahuilah bahwa Anda – dengan kerja media ini – adalah mujahid di jalan Alloh Ta`ala, jika niatmu benar. Media dengan aneka ragamnya : baik cetak, audio dan visual – adalah bentuk jihad melawan musuh-musuh Alloh Ta`ala yang esensinya tidak kalah dengan terjun langsung dalam perang. Begitu juga kerja Anda ini masuk dalam bab-bab yang cukup besar dan banyak dalam kaitan jihad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Diantara bab-bab ini adalah : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;1. Jihad dengan Lesan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari Anas ra bahwa Nabi Saw bersabda : “Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dan lesan kalian ”. (HR. Ahmad, Nasa`I dan Abu Dawud serta dishohihkan oleh Al Hakim.) Jihad dengan lesan bisa dilakukan dengan menegakkan hujah atas orang-orang kafir dan munafik, menyeru mereka kepada Alloh Ta`ala, menakut-nakuti mereka, mengancam mereka dengan pembunuhan, membongkar aib mereka dan menyingkap syubhat mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di saat yang sama hal ini bisa meningkatkan mentalitas prajurit, merilis kemenangan-kemenangan mereka, memperlihatkan kebaikan- kebaikan mereka, menganjurkan manusia untuk mendukung mereka, menjelaskan aqidah, manhaj dan tujuan mereka, mempererat hubungan antara mereka dan kaum muslimin secara umum dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Imam Abdulloh Azzam berkata : “Dengan lesan kalian : artinya dengan memojokkan orang-orang kafir dan keras kepada mereka, dan hal ini tidak bertentangan dengan larangan mutlak tentang tidak bolehnya mencela orang- orang musyrik agar mereka juga tidak mencela kaum muslimin ”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dalam Al Hasyiyah disebutkan : “Artinya kalian harus menteror dan mengancam mereka dengan pembunuhan, penangkapan dan penjarahan. Kamu juga boleh menghina dan mencela mereka selam hal itu tidak memancing mereka untuk mencela Alloh Ta`ala. Menyebut mereka dengan kehinaan dan kekalahan, dan kemenangan dan ghonimah bagi kaum muslimin. Dan juga memotivasi manusia untuk berperang dan lain sebagainya ”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi sekarang, jihad dengan lesan adalah dengan menampilkan jihad dengan gambaran yang menarik dan membendung serangan media yang dikampanyekan dalam jihad Afghan. Juga bisa dengan berdiri melawan pencitraan buruk terhadap jihad atau merusak kepribadiannya atau hal-hal buruk yang mereka lontarkan. Juga dengan membantah para pengembos, mutsbithin, mu`awwiqin, mukhodzdzilin dan murjifin”. (Ittihaful `ibad bifadhoilil jihad, oleh Abdulloh Azzam) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Hamud `Uqola Asy Syu`aiby berkata : “Diantara jenis jihad adalah jihad dengan lesan dan pena. Hal ini mencakup semua ucapan yang bisa memperkuat mentalitas prajurit, dan menghancurkan mentalitas musuh, baik dengan syair, khutbah, menyebar luaskan kemenangan- kemenangan kaum muslimin dan kekalahan musuh-musuh mereka. Diantaranya pula adalah meneriakkan takbir dan dzikir ketika menyerang musuh, memompa semangan pasukan dan menjanjikan kemeangan bagi mereka dan kekalahan bagi musuh mereka, begitu juga mendoakan mereka dengan kemenangan dan pertolongan . ” (Dinukil dari Shuhail Al Jiyyad fi syarhi kitabil jihad min bulughil marom, oleh Abdurrohim bin Murod.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abdurrohim bin Murod Asy Syafi`I berkata : “Diantara bentuk jihad dengan lesan adalah mentahridh untuk berjihad, menjelaskan hukum-hukumnya, menyingkap syubhat para penyesat, membongkar kedurhakaan para pendurhaka dari kalangan sekuler dan munafikin, membantah para penggembos dari para ulama penguasa dan para penyeru untuk hidup berdampingan dan toleran dengan orang-orang kafir. Begitu juga membela jihad dan mujahidin, mengeluarkan rilisan dalam bentuk yang paling baik dan melawan serangan media yang dikampanyekan ”. (Ittihaful `ibad bifadhoilil jihad, oleh Abdulloh Azzam.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2. Jihad dengan Jiwa : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang beriman itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, kemudian mereka tidak ragu dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Alloh. Mereka itulah orang-orang yang jujur”. (Q.S Al Hujarat : 15) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Nabi Saw bersbda : “Tidak ada seorang Nabipun yang Alloh utus pada umat sebelumku, melainkan akan ada para pembela dari umatnya dan pengikut yang akan mengikuti sunahnya dan melaksanakan perintahnya. Setelah itu akan ada generasi setelah mereka yang mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan dan mengerjakan sesuatu yang tidak pernah diperintahkan. Barang siapa yang memerangi mereka dengan tangannya berarti dia mukmin, siapa yang memerangi mereka dengan lesannya berarti dia mukmin dan siapa yang memerangi mereka dengan hatinya berarti dia mukmin. Dan seteah itu tidak ada lagi iman meskipun hanya sebiji atom ”. (H.R. Muslim) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Siapa yang bilang bahwa para jurnalis hanya berjihad dengan lesan sambil duduk-duduk diatas sofa dalam rumah mewah ?? Tidak demi Alloh, mereka berada dalam kancah pertempuran dan panasnya medan laga, mengiringi saudara-saudara mereka para tentara yang berperang dan menggempur musuh-musuh Alloh di muka bumi. Ikut serta memikul beban jihad bersama mereka, berbagi rasa kehidupan bersama mereka, beralaskan tanah dan beratapkan langit. Alloh saja yang tahu mereka, dan Alloh pula yang membalas pahala mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sungguh, amal media tidak diragukan lagi adalah jihad. Siapa yang masih ragu, maka lihatlah para ikhwah media di negara Islam Iraq, darah mereka yang suci mengalir di tanah dua aliran sungai (Iraq), mereka juga mengalami ujian dipenjara di penjara- penjara orang-orang Salib dan Murtad … mereka berhijrah, menolong dan berjihad hingga musuh mengaku kerepotan menghadapi mereka sebelum kawan yang mengakuinya. Mereka tetap teguh begitu kami beranggapan kepada mereka dan Allohlah yang akan menghisab mereka. Tidak berlebihan kalau ada yang mengatakan bahwa Jurnalis adalah pelaku istisyhad tanpa bom ikat pinggang, karena dia memang berhak dengan penghargaan ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidakkah Anda melihat kameramen, bagaimana dia membawa kamera sebagai ganti dari AK dan berjibaku di hadapan prajurit dalam berbagai pertempuran menyongsong tembakan peluru dengan dadanya ??! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tidakkah Anda melihat pada saroya yang membagi-bagikan berbagai rilisan, bagaimana mereka memasuki titik paling rawan dan menyebarkan rilisan para mujahidin di tengah- tengah komunitas orang-orang munafik ??! Tidakkah Anda melihat bagaimana orang yang mengumpulkan berbagai bidang militer berdedikasi, mengikuti kerja para ikhwah dan memburu berita-berita mereka, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Amirul Mukmiinin Umar ra, saat beliau mengirim sebuah pasukan, maka setiap hari beliau akan pergi ke ujung kota Madinah untuk mencari tahu berita tentang pasukan. Beliau memantau berita mereka seperti orang hamil yang memantau kehamilannya ? (Disadur dari ucapan Syeikh Abu Mus`ab Zarqowy rhm dengan judul (dari prajurit untuk amirnya).) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Banyak orang yang beranggapan bahwa tugas ini remeh. Dia tidak tahu bahwa berita media jihad yang disebar melalui internet atau yang diangkat ke imaroh, dibelakangnya adalah pasukan dari para jurnalis !! Kami menganggap para mujahid media termasuk orang yang telah disabdakan oleh Nabi Saw : “Sungguh, Alloh akan memasukkan 3 orang ke dalam surga karena satu buah anak panah, yaitu pembuatnya yang mengharapkan kebaikan dari karyanya tersebut, orang yang melemparkannya dan orang yang mengambilkannya ”. (HR. Abu Dawud, Nasa`I, Al Hakim dan beliau menshohihkannya.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dengan izin-Nya, Alloh akan memasukkan siapa saja yang ikut berperan dalam menyampaikan satu berita jihad ke dalam surga karena satu berita. Hal itu tidak sulit bagi Alloh dan tidak terlalu berlebihan bagi keluasan rahmat-Nya. Tidak samar lagi bagi Anda – akhi jurnalis – bahwa Jihad Anda dengan lesan tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi mencakup ucapan, tulisan dan cetak dan lain sebagainya. Semuanya melibatkan kerja keras tubuh. Begitu juga tidak samar bagi Anda bahwa jihad dengan lesan bagi Anda lebih kuat dari pada jihad dengan jiwa, yaitu saat jihad dengan jiwa lebih kuat dari pada jihad dengan lesan bagi ikhwah askari. (Disadur dari kata-kata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Inilah alasan kami mendahulukan pembahasan jihad dengan lesan dari pada jihad dengan jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3. Motivasi untuk Berjihad : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Wahai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang beriman untuk berperang. Jika ada sepuluh orang yang bersabar diantara kalian, niscaya akan mampu mengalahkan dua ratus orang. Dan jika ada diantara kalian seratus orang, niscaya akan mampu mengalahkan seribu orang dari orang-orang kafir, karena mereka adalah kaum yang tidak paham “. (Q.S. Al- Anfal : 65) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan Alloh subhanah berfirman pula : “Maka, berperanglah di jalan Alloh, tidak dibebankan hal itu kecuali kepadamu, dan kobarkanlah semangat orang-orang beriman. Semoga Alloh menahan serangan orang-orang kafir. Dan Alloh sangat besar kekuatan dan sangat keras siksaannya ”. (Q.S. An-Nisa : 84) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abu Mus`ab As Sury berkata : ”Tahridh untuk berjihad dan berperang, mengajak manusia untuk mencintainya, menyebutkan keutamaannya dan ancaman bagi yang meninggalkannya telah mengambil bagian yang cukup besar dari ayat-ayat Al Qur`anul Karim sejak turunnya ayat idzin untuk berperang pada tahun ke-dua Hijriyah … begitu juga banyak nash-nash nabawi dan sunah fi`liyah dan taqririyah yang memotivasi untuk berjihad dan merinci keutamaan dan pahalanya, serta apa yang Alloh siapkan bagi para Mujahidin dan Syuhada`. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan memobilisasi orang-orang beriman untuk berperang, turut terjun demi melindungi agamanya dan marah kepada musuh-musuhnya, karena mengharap pahala di sisi-Nya dan menjanjikan kemenangan dan kekuasaan kepada mereka …. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tahridh adalah ciri khas jihad dan motivasinya, tugas para kholifah, umaro, ulama dan para dai yang menyeru kepada Alloh, serta para penyeru kepada yang ma`ruf dari berbagai kalangan umat. Ini berlaku jika jihad menyerang musuh di dalam negeri mereka, meninggikan kalimat Alloh, menyebarkan agama dan panji-panji- Nya dan memberlakukan hukum dengan syareat-Nya di muka bumi. Adapun jika jihad berubah menjadi bentuk membela agama, jiwa, kehormatan dan tanah kelahiran serta kesucian seperti kondisi hari ini dan seperti yang terjadi di era krisis , maka hal ini menjadi kewajiban paling esensi bagi setiap muslim secara umum, khususnya para ulama dan penyeru kepada Alloh, bahkan bagi orang-orang yang sebenarnya Alloh berikan udzur untuk tidak ikut berperang karena lemah, sakit dan alasan lain yang menghalangi mereka dari ikut berjihad, Alloh mensyaratkan atas mereka agar alasan mereka diterima, yaitu hendaklah mereka menggerakkan lesan mereka untuk berdakwah kepada Alloh dan mengobarkan semangat untuk menolong agama-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Tidak ada dosa bagi orang-orang lemah, sakit dan bagi orang-orang yang tidak mendapatkan biaya perjalanan, selama mereka berbuat baik kepada Alloh dan Rosul-Nya. Tidak ada celah untuk menyalahkan orang-orang baik. Dan Alloh maha pengampun lagi maha penyayang” (QS. At Taubah : 91)”. Selesai. (Da`wah muqowamah islamiyah `alamiyah, bab ke – delapan.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4. Membuat Marah Musuh : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Baduwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. yang demikian itu ialah Karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia- nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, ”. (Q.S. At-Taubah : 120) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ayat yang mulia yang terdapat dalam surat At-taubah ini dengan jelas menyebutkan bahwa segala hal yang bisa menyebabkan marahnya musuh- musuh Alloh, baik berupa perkataan atau perbuatan kapanpun dan bagaimanapun adalah termasuk jihad di jalan Alloh Ta`ala. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Apalagi ungkapan yang membuat marah orang-orang kafir itu dirangkai dalam pembahasan tentang pahala jihad dan mujahidin. Kemudian ayat muliau ini juga terdapat dalam surat Al-Baroah, yaitu surat terakhir yang turun berkenaan tentang ayat-ayat jihad, dan di dalamnya secara lengkap disebutkan tentang esensi masalah jihad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abdurrohim bin Murod Asy Syafi`i berkata : “Segala hal yang bisa membuat marah dan melukai musuh adalah termasuk jihad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia- nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rosululloh Saw juga pernah bersabda kepada Hisan : “Sungguh menyindir orang kafir dengan syair lebih menyakitkan bagi mereka dari pada lemparan anak panah”. Hadits ini terdapat dalam shohihain dari hadits Aisyah. Di dalam shohihain juga disebutkan riwayat dari hadits Baro` dengan lafadz : “seranglah orang-orang musyrik dengan syair, karena ruhul qudus bersamamu””. (Shuhail Al Jiyad . ibid) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Siapa yang mengenal Amerika salibis dan mencari hal yang bisa membuat mereka marah, akan tahu dengan baik bagaimana mereka marah dan meradang dengan adanya media jihadi. Mereka – semoga Alloh membinasakan mereka – lebih mengetahui esensi, pengaruh dan urgensinya dari pada yang lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Berapa kali sudah kita mendengar para ikhwah jurnalis – yang ditawan di penjara-penjara Amerika, lalu Alloh berikan kebebasan kepada mereka – bagaimana orang-orang salib memperlakukan mereka dengan serius dan berlangsung lama, dan memperlakukan mereka secara khusus karena khawatir, karena mereka tahu besarnya peran para jurnalis itu di medan perang. Kami akan ceritakan kepada Anda – akhi jurnalis – semoga Alloh menjagamu dan melindungimu dari penangkapan dan siksaan – tentang kisah seorang akhi muhajir dari Arab yang datang ke negeri dua aliran sungai untuk berjihad bersama saudara-saudaranya yang Anshor. Ketika dia sampai di bumi jihad, dia ditemui oleh masul (penanggung jawab), beliau mengetahui pengalaman medianya, maka beliau memintanya untuk bekerja di bagian media. Tetapi akhi muhajir tadi menolak mentah-mentah perintah ini, dan memaksa untuk turut serta dalam aksi militer. Ketika ditanya tentang alasannya, dia menjawab : “Aku menginginkan sesuatu yang lebih banyak bisa menyakiti musuh- musuh Alloh Ta`ala, dan menurutku media tidak bisa menyampaikan keinginanku …”. Sang Amirpun tidak memaksanya, dan membiarkannya ikut beraksi bersama ikhwah lain yang berperang. Alloh Ta`ala menakdirkannya tertangkap oleh tentara Amerika. Setelah dia menjalani masa tahanan, dia langsung kembali bekerja, tetapi kali ini dia pulang dengan sesuatu yang baru. Dia kembali menggeluti media. Ketika ditanya tentang perubahan hobinya ini, dan diingatkan dengan kerjanya yang lalu, dia menjawab : “Aku merubah opiniku sejak aku menyaksikan bagaimana Amerika mati-matian berusaha untuk menangkap satu jurnalis, dan mereka lebih peduli dengan urusan media dari pada militer. Maka, Alloh membukakan hatiku untuk bergelut dengan media setelah aku melihat dengan mata kepada sendiri besarnya luka yang ditorehkannya kepada musuh-musuh Alloh Ta`ala dari kalangan para salibis dan murtadin”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5. Memasukkan Rasa Gembira ke dalam Hati Orang-orang Beriman : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “.Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan- tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. dan Allah menerima Taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana ”. (Q.S. At Taubah : 14-15)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            Rosululloh Saw bersabda : “Manusia yang paling dicintai oleh Alloh adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sedangkan amal yang paling dicintai oleh Alloh adalah kebahagiaan yang dia masukkan ke dalam hati seorang muslim”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Beliau juga bersabda : “Amal yang paling utama adalah memasukkan rasa senang kepada seorang mukmin ”. (Dua hadits ini terdapat dalam silsilah ash shohihah oleh Syeikh Albany.) Dari Sufyan bin `Uyainah berkata : Muhammad bin Munkadir pernah ditanya : “Amal apa yang paling Anda sukai ?”. beliau menjawab : “memasukkan rasa senang kepada seorang mukmin ”. (Hilyatu auliya oleh Abi Nu`aim, dan shofwatu shofwah oleh Ibnu Jauzy.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sisi media jihad yang lain adalah membuat gembira orang-orang beriman. Karena segala hal yang membuat marah orang kafir dan munafik adalah menyenangkan orang mukmin yang jujur. Seperti senjata yang memiliki dua mata. Anda bisa bayangkan – Semoga Alloh membuat Anda gembira wahai jurnalis – besarnya kebahagiaan yang akan meliputi hati kaum muslimin – baik yang mujahid maupun yang hanya duduk – ketika mereka menyaksikan rilisan para mujahidin yang berisi hasil dan kemenangan yang diraih oleh para muwahhid dan kerugian perang yang diderita oleh para petempur kafir dan orang-orang murtad. Betapa gembiranya mereka jika membaca atau mendengar pernyataan militer di salah satu wilayah !! Buatlah mereka melakukan sujud syukur kepada Alloh dan buatlah mereka ikut menikmati pahala ! atau tunggulah terkabulnya doa-doa mereka dari jauh, ketika mereka bergumam : “Ya Alloh, menangkanlah hamba-hamba-Mu para mujahidin dan hinakanlah orang-orang kafir dan murtad ”. Dan Semoga Alloh membalas kebaikan siapa saja yang ikut serta dalam amal media ini. Jawablah : Amin …. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6. Taat kepada Pemimpin : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Alloh Ta`ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya ”. (Q.S. An- Nisa : 59) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rosululloh saw bersabda : “Siapa yang mentaati aku, berarti dia telah mentaati Alloh, dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia juga bermaksiat kepada Alloh. Barang siapa yang mentaati amirku berarti dia telah mentaatiku, dan barang siapa yang bermaksiat kepada amirku berarti dia telah bermaksiat kepadaku ”. (Muttafaqun `alaih.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sisi ketaatan disini adalah bahwa Amir (atau penanggung jawab media) telah membagi kerja dan memilih Anda untuk berkiprah di bidang ini (media), jika Anda mentaatinya berarti Anda mentaati Alloh, tetapi jika Anda menolaknya berarti Anda telah bemaksiat kepada Alloh. Kami juga menganggap bahwa jurnalis itu termasuk kelompok yang sedang menuntut ilmu, yang mana Amir telah menunjukkan untuk belajar dan mengajar … &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana firman Alloh Ta`ala : “ Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya ”. (Q.S. At Taubah : 122) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jadi, harus ada kelompok yang konsentrasi belajar dan mengajar para pejuang tentang urusan-urusan agama mereka. Jika kelompok ini tidak ada, maka kebodohan akan melanda manusia. Tidak berapa lama, pasukan pejuang di jalan Alloh akan segera dilibas. Saat itulah Anda tidak akan bisa menemukan orang yang bisa menyempurnakan perjalanan. Kalaupun ada, tapi tidak akan sesuai dengan yang diharapkan untuk menjalankan pertarungan global. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari sini – akhi jurnalis – hendaknya Anda merasakan butuhnya manusia umumnya dan para mujahidin khususnya untuk mengetahui penderitaan umat Islam, dan menunjukkan kepada mereka jalan untuk menyelamatkan manusia dari kekufuran, kedholiman dan kerusakan. Ini adalah tanggung jawab Anda !! ya, Anda … bukan yang lain..!! Alloh Ta`ala berfirman : “Hendaklah ada diantara kalian satu kelompok yang menyeru kepada kebaikan, memerintahkan yang ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang- orang yang berbahagia” (QS. Ali Imron : 104). 7. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Perkataan yang Benar : Rosululloh Saw bersabda : “Sungguh, diantara jihad terbesar adalah kata- kata adil dihadapan penguasa jahat ”. (HR. Tirmidzi, dan terdapat dalam shohihul jami`.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Syeikh Abdulloh Azzam berkata ketika memberikan ta`liq atas hadits ini : “Karena memerangi musuh itu menyebabkan pergolakan antara harap dan takut. Penguasa itu jika disuruh untuk berbuat baik, terkadang justru akan menghadapkannya pada siksaan dan kematian. Di lihat dari sisi besarnya rasa takut di sini menjadikan hal ini menjadi lebih utama, karena kedholiman penguasa terhitung cukup banyak. Jika Anda mencegahnya, maka manfaatnya akan dinikmati oleh banyak orang, berbeda dengan membunuh orang kafir ”. (Ittihaful `ibad bifadhoilil jihad.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seorang jurnalis muwahhid dan mukmin mengatakan dengan adil dan jujur di saat para pengikut kebenaran berjumlah sedikit dan orang-orang jujur menjadi langka. Jurnalis muwahhid akan menyampaikan kepada manusia tentang gambaran sebenarnya dari jalannya pertempuran, tanpa melebihkan atau berdusta, sebagai bentuk ketaatan kepada Robbnya yang telah berfirman : “ Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir? Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik, Agar Allah akan menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan ”. (QS. Az Zumar : 32-35). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan peneladanan kepada yang benar dan dibenarkan (Rosul) saw yang bersabda : “Hendaklah kamu berlaku jujur, karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan menghantarkan ke surga. Tidaklah seseorang tetap berlaku jujur dan bergelut dengan kejujuran hingga dia ditulis disisi Alloh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah olehmu sikap dusta, karena dusta akan membawa pada dosa, dan dosa akan menghantarkan ke neraka. Tidaklah seseorang berlaku dusta dan bergelut dengan kedustaan hingga dia ditulis disisi Alloh sebagai pendusta”. (HR. Muslim.) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketika kedustaan disalah gunakan dan terjadi pemutar balikan mayoritas – jika tidak semua – sarana media yang loyal kepada para musuh. Para jurnalis mereka rela untuk menjadi corong kekufuran, prostitusi dan kebohongan, serta memerangi agama dan kesucian. Maka pantaslah mereka disebut sebagai “tukang sihir Fir`aun ”. Itulah zaman keterasingan yang disabdakan oleh manusia yang tidak pernah berbicara dari hawa nafsunya, Rosululloh saw : “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipuan. Di sana pendusta dianggap benar, sedangkan orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat dipercaya dan orang amanah dikhianati. Dan ketika itu Ruwaibidhoh berbicara”. Ada yang bertanya : “Apakah ruwaibidhoh itu ?”. beliau menjawab : “Lelaki dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak”. (Hadits hasan, silsilah shohihah oleh Albany) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;8. Melawan Perang Pemikiran (ghozwul fikri) : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sungguh, ikhwah jurnalis – semoga Alloh Ta`ala menjaga dan meneguhkan mereka – telah membendung serangan kolonial yang paling kuat yang telah dikenal oleh sejarah perang salib dan perang shofwah/kebangkitan. Sungguh mereka adalah katup pengaman syareat Ar-Rahman. Mereka berhadapan dengan perang yang sangat berbahaya yang bahayanya melebihi perang militer. Itulah perang pemikiran yang menyerang otak kaum muslimin dan hati mereka, lalu menghapuskan identitas mayoritas mereka, membodohi pemikiran mereka, menghancurkan pemahaman mereka, mengganti tradisi mereka, mengeringkan sumber iman mereka dan mematikan ghiroh mereka … tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Alloh yang maha tinggi lagi maha agung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Para musuh zionis salibis shofwy tahu benar bahwa penjajahan hati itu lebih berhasil dari pada penjajahan negara dan perbudakan manusia. Siapa yang bisa membalik lembaran-lembaran sejarah akan bisa memetik hasil yang sempurna, yang intinya : “Kekuatan manapun tidak akan mampu – meskipun dia memiliki semua sarana – untuk menakhlukkan kaum muslimin, merampas bumi mereka demi keuntungan pribadi, dan menghapuskan eksistensi mereka ” sebagaimana yang dialami oleh mayoritas peradaban. * Sedangkan negara-negara baik yang besar maupun yang kecil yang tumbuh dan menetek kepada kekuatan super power akan hancur total dan akan masuk dalam cengkraman yang lain. Bahkan semua perang militer yang menyerang umat Islam akan hancur dan menuai kekalahan, dan hanya akan menorehkan luka setelah kaum muslimin memberikan pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan oleh mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Georgia&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dan pelajaran terakhir yang diambil oleh PBB –penghasung salib – dan yang berputar di sekelilingnya. Mereka belajar dari tangan para pahlawan negara Islam Iraq – semoga Alloh menjaga mereka. Karena itulah, musuh bebuyutan kaum muslimin, trio pendengki (Salibis – Yahudi - Majusy) tahu benar bahwa p
